Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Lagi, Putra Margoyoso Ukir Prestasi di Tingkat Asean

Lagi, Putra Margoyoso Ukir Prestasi di Tingkat Asean

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 12 Nov 2019
  • visibility 159
  • comment 0 komentar

MARGOYOSO-Miftahul Huda (34), putra asli Margoyoso telah berhasil mengharumkan Indonesia dalam kancah internasional. Bukan hanya Indonesia, ia juga telah berhasil membawa nama baik NU melalui kaligrafi.

Dalam ajang Pertandingan Kaligrafi Nusantara (Khat) 2019 yang digelar di Kinabalu, Negeri Sabah, Malaysia tersebut, Huda sukses menyabet gelar juara II dalam kategori Khat Tsuluts dan Nasakh tingkat Asean. Pria yang sehari-hari mengajar di MTs Darun Najah, Ngemplak Kidul, Margoyoso ini menyingkirkan 53 peserta dari 5 Negara Asean.

Miftahul Huda (Batik NU) saat menerima penghargaan sebagai juara II lomba kaligrafi Asean di Kinabalu, Negeri Sabah, Malaysia.

“Alhamdulillah, hasil ini bukan hasil instan, tapi melalui berbagai latihan yang sangat instens” tutur pria kelahiran Pati, 28 Februari 1985 ini.

Huda (sapaan akrab Miftahul Huda) mengirimkan karya kaligrafi berupa Q.S. Ali Imran : 102 sampai dengan 104. Ayat inilah yang membawanya meraih gelar runner up dalam lomba yang dihelat oleh Bahagian Pentadbiran Wilayah dan Daerah Jabatan Hal Ehwal Agama Islam Negeri Sabah, Kota Kinabalu Malaysia tersebut.

Mulanya, Huda mengirimkan karya pada 1 Oktober 2019. 6 Nopember 2019, dewan juri melakukan penilaian dan tepat 7 Nopember 2019, hasil lomba diumumkan.

Hal ini tentu sangat membanggakan baik bagi Huda maupun Indonesia. Namun satu hal yang lebih menjadi perhatian adalah kostum yang dikenakan oleh Minftahul Huda pada saat penerimaan penghargaan.

Jumat (8/11) saat menerima anugerah sebagai juara II lomba kaligrafi tingkat Asean, Huda mengenakan kemeja batik NU. Menurutnya, hal ini sengaja ia persiapkan dari rumah untuk menunjukkan eksistensi santri NU di ajang dunia.

“Saya termotivasi untuk mengenakan batik NU karena bagaimanapun saya adalah santri NU dan medan perjuangan saya melalui kaligrafi salah satunya saya dedikasikan untuk NU.” Ungkapnya.

Kepada pcnupati.or.id, pria yang berdomisili di Desa Ngemplak Kidul, Margoyoso ini mengaku cukup bangga dengan raihannya. Namun, hasil ini tidak lantas membuat Huda merasa puas. Ia tetap akan berjuang mengukir prestasi dalam dunia yang dicintainya, dunia kaligrafi.

Ia bahkan memiliki angan untuk menghidupkan kaligrafi, khususnya di Kabupaten Pati. Menurutnya, semua orang bisa berprestasi di bidang ini, asalkan disiplin, rajin berlatih, sering men-tashhih karya kepada guru dan yang paling penting, menurutnya adalah berdoa kepada Allah SWT.

“Jika ingin bersungguh-sungguh dalam mempelajari klaigrafi, kita harus disiplin, jangan bosan berlatih, selalu komunikasi dengan guru dan tersu memohon kepada Allah SWT. Tandasnya.

Ia juga menyatakan bahwa prestasi tidak bisa dicapai dengan cuma-cuma. Semua pencapaian membutuhkan modal yang besar. Dalam hal kaligrafi, modal terpenting bukanlah materi, namun latihan ekstra dan menyerap materi yang disampaikan oleh guru.

“Pesan saya kepada adik-adik yang ingin memperdalam klaigrafi, kalau mau jadi luar biasa, usahanya jangan biasa-biasa saja. Pertama, kita harus latihan terus dan tawadlu’ kepada guru. Itu kunci utama sukses di bidang kaligrafi.” Tutupnya kepada pcnupati.or.id.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Guru di Pati Kampanye Anti Bullying

    Ribuan Guru di Pati Kampanye Anti Bullying

    • calendar_month Ming, 9 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Ribuan guru di Kabupaten Pati kampanyekan anti bullying (perundungan) terhadap anak. Aksi ini dikemas dalam acara jalan sehat, yang berpusat di Gedung Olah Raga (GOR) Pesantenan, Minggu (8/7/2023) pagi. Pada jalan sehat itu, juga terdapat sejumlah Doorprize bagi para peserta yang beruntung. Ada hadiah umroh, sepeda motor elektrik, dua ekor kambing, televisi, dan ratusan […]

  • NU Pati Dirikan Posko Peduli  Banjir di 5 Kecamatan

    NU Pati Dirikan Posko Peduli Banjir di 5 Kecamatan

    • calendar_month Sen, 8 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 161
    • 0Komentar

      PATI, Akibat curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Pati belakangan ini,sejumlah areal persawahan dan permukiman warga di 18 desa dari enam kecamatan tergenang banjir. Melihat hal ini, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati langsung merespon cepat dengan mendirikan posko Peduli yang  tersebar di lima kecamatan terdampak.     “Posko NU Peduli berada di sekitar […]

  • Ramadan itu Bulan Macul Langit

    Ramadan itu Bulan Macul Langit

    • calendar_month Kam, 20 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 295
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Pacul itu cangkul. Tapi dalam bahasa Jawa, macul  berarti mencangkul. Lalu, bagaimana jika macul langit? Langit kok dipacul.   Sebenarnya, macul itu bermakna luas. Dalam bulan Ramadan, ibaratnya kita “banjir” pahala karena Ramadan menjadi bulan yang dinanti-nanti oleh umat Islam ini membawa keberkahan, kedamaian, dan peluang bagi setiap hamba untuk […]

  • PCNU-PATI

    Menjaga Kesehatan selama Ramadan

    • calendar_month Rab, 20 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Kesehatan dalam perbincangan Ramadan tentu bukan soal kesehatan fisik, jasmani, atau badan. Namun, menjaga kesehatan selama Ramadan ya rohani, mental, atau kesehatan jiwa juga. Sebab, ibadah selama bulan suci Ramadan lebih dominan ibadah misterius dan mistis, karena hanya hamba dan Allah Swt yang tahu, ketika berpuasa atau tidak ya jelas dua entitas […]

  • PCNU-PATI

    Islam Kemodernan dan Keindonesiaan

    • calendar_month Rab, 24 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Banyak sekali tokoh-tokoh agama kita yang sangat alergi dengan modernisasi karena dipelopori oleh orang-orang Barat. Cak Nur, dalam buku tersebut, membedakan kemodrenan dengan budaya yang datang dari Barat (Westenisasi). Baginya, kemodernan itu sesuatu yang harus diterima karena dia tidak bertentangan dengan Islam. Kemodernan adalah suatu kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, di mana apabila kemajuan ini […]

  • LKNU Pati Gelar Tes Kesehatan Gratis, Warga Antusias Mengikuti Pemeriksaan

    LKNU Pati Gelar Tes Kesehatan Gratis, Warga Antusias Mengikuti Pemeriksaan

    • calendar_month Rab, 26 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 186
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id Pati – Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kabupaten Pati mengadakan tes kesehatan gratis bagi warga pada Selasa (26/2). Kegiatan yang berlangsung di Dukuh Wonokerto, Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil ini mendapat dukungan dari berbagai organisasi sayap NU, seperti Banser Husada, LazizNU Pati, Ranting NU Wonokerto, IPNU, IPPNU, Fatayat, dan Muslimat Ranting Wonokerto. Program ini […]

expand_less