Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Jangan Bandingkan Anak

Jangan Bandingkan Anak

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 30 Des 2022
  • visibility 239
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Apakah kalian pernah merasa dibandingkan dengan saudara sendiri atau anak tetangga? Bagaimana rasanya? Tak perlu dijawab. Cukup kalian simpan rasa itu. Sebab saya juga merasakannya kok. Dibanding-bandingkan dengan pencapaian saudara dan anak tetangga yang bisa itu dan ini, sedangkan kita masih begini-begini saja.

Orang tua bahkan paman dan bibi kita, melakukan hal itu semata untuk memotivasi kita agar mau bergerak dan lebih progresif. Tentu hal ini tak salah. Niatnya sudah bagus, hanya saja pengimplementasinya yang terkadang perlu dibenahi. Coba ingat kembali, bagaimana cara orang tua kita menyampaikan maksudnya tersebut. Apakah dengan kemarahan atau dengan tutur kata yang lembut?

Disini saya ingin menggarisbawahi terlebih dahulu, bahwa kita pasti sepakat bahwa anak berhak atas pilihannya sendiri. Tanpa adanya intervensi dan campur tangan orang lain termasuk orang tuanya. Bukan berarti lantas orang tuanya membiarkan begitu saja? Bukan. Posisi orang tua yang tepat adalah senantiasa disamping dan dibelakang anak-anak, agar tetap bisa mendukung dan memberikan arahan yang baik untuknya.

Saya teringat semasa kecil saat sudah masuk kelas 3 MI, ibu selalu membandingkan dan membicarakan pencapaian anak tetangga kami dengan penuh semangat. Bukan hanya itu, terkadang ia juga sedikit memaksa agar saya mau mengikuti jejaknya. Hati saya pernah memberontak dan bertanya. Mengapa ibu bisa begitu, apakah semua orang tua juga akan melakukan hal yang sama jika anaknya tak segera menurut perintahnya?

Ibu termasuk tipikal orang tua yang ingin anaknya sempurna. Baik dalam bidang pendidikan ataupun yang lainnya. Sejak kecil saya dituntut ibu untuk bisa mendapat peringkat teratas dikelas, agar bisa meniru anak tetangga kami yang selalu juara. Siang dan malam saya tak pernah berhenti belajar agar mampu mendapat ranking teratas. Untung saja zaman dulu gadget belum masif seperti sekarang. Jadi saya lebih bisa fokus.

Hasil tak mengkhianati usaha. Dari kelas 1 sampai kelas 4 MI saya selalu mandapat ranking pertama. Suatu ketika saat saya masuk di kelas lima, ranking saya turun. Betapa marahnya ibu mengetahui hal itu. Saat itu saya merasa sangat bersalah. Lantas, untuk mempertanggungjawabkan apa yang terjadi, saya kembali giat belajar. Untungnya dewi fortuna masih menghampiri, dan saya kembali meraih ranking pertama hingga jenjang MI saya lewati.

Itu adalah salah satu pengalaman yang pernah saya alami. Waktu itu, saya sebagai anak hanya bisa menurut apa yang dikatakan oleh orang tua saya. Berbeda dengan sekarang, jika itu tak sesuai dengan kehendak dan keinginan saya, maka saya akan berbicara dan mendiskusikannya terlebih dahulu. Dan seiring berjalannya waktu itu pula, kini kedua orang tua saya tak pernah lagi memaksa dan menuntut saya ataupun saudara saya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    (Ber) Money Politik

    • calendar_month Jum, 7 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Oleh: Inayatun Najikah Pada suatu hari saya pernah mengikuti seminar dengan mengambil tema besar yaitu tentang pentingnya melek politik untuk kaum muda. Dan rentetan apa yang disampaikan narasumber seakan kaum mudalah yang di tuntut untuk memahami dan mencegah money politik dan melek perpolitikan. Apakah yang selain muda tak perlu? Maka saya tak setuju dengan apa […]

  • PCNU Targetkan Restrukturisasi Tuntas Hingga Ranting Tahun Ini

    PCNU Targetkan Restrukturisasi Tuntas Hingga Ranting Tahun Ini

    • calendar_month Ming, 25 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 216
    • 0Komentar

    PATI – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pati menargetkan proses restrukturisasi organisasi akan rampung pada tahun 2019 ini. Restrukturisasi ini meliputi pengurus MWC NU Kecamatan hingga Pengurus Ranting NU. Demikian disampaikan oleh Ketua PCNU Kab. Pati, Yusuf Hasyim, M.S.I, saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi antara Pengurus Harian PCNU, Lembaga, dan MWC NU se-Kabupaten Pati, Ahad […]

  • Siswa MA Miftahul Ulum Semarakkan Haul Nyai Ageng Ngerang

    Siswa MA Miftahul Ulum Semarakkan Haul Nyai Ageng Ngerang

    • calendar_month Sen, 2 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 243
    • 0Komentar

    TAMBAKROMO-Dalam rangka Haul Nyai Ageng Ngerang, panitia menyelenggarakan segudang acara. Salah satunya adalah Karnaval Kirab Budaya yang dihelat Sabtu (31/8) siang. Untuk mensukseskan agenda ini, panitia menggandeng MA Miftahul Ulum, Tambakromo. Para peserta Kirab Budaya Haul Nyai Ageng Ngerang yang terdiri dari para peserta didik MA Miftahul Ulum Tambakromo Peran serta peserta didik MA Miftahul […]

  • PCNU - PATI

    Guruku Orang Orang Dari Pesantren

    • calendar_month Jum, 24 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Guruku Orang-orang dari Pesantren menceritakan perjalanan hidup KH. Saifuddin Zuhri, mulai periode awal pendidikannya di sekitar akhir dekade 1920-an, sampai sekitar tahun 1955, ketika ia telah menjadi salah satu tokoh NU.  Buku ini dibagi menjadi 10 bab, yakni: “Di Ambang Pintu Pesantren”, “Madrasahku cuma Langgar”, “Tokoh-tokoh Pengabdi tanpa Pamrih”, Apresiasi terhadap Rasa Seni”, “Memasuki Persiapan […]

  • Ilustrasi Dakwah Islam Nusantara Melalui Kebudayaan - PCNU PATI. Photo by Openverse.

    Dakwah Islam Nusantara Melalui Kebudayaan

    • calendar_month Ming, 10 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 201
    • 0Komentar

    (Aku tidak utus engkau Muhammad kecuali untuk mengasihi alam semesta) Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin. Islam mengajarkan kita untuk senantiasa menjunjung dan menebarkan cinta sebagai sumber bagi ekspresi-ekspresi etika, rahman, rahim dan kemanusiaan universal kepada seluruh makhluknya tanpa kecuali. Sehingga, esensi dari rahmatan lil alamin adalah memberikan bentuk kelembutan dalam bergaul dan menyayangi […]

  • Bedah buku “Sing Penting Nulis Terus”

    Bedah buku “Sing Penting Nulis Terus”

    • calendar_month Sab, 25 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Pati. Serangkaian acara dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-85, Yayasan Pendidikan Islam Manahijul Huda (YAPIM) kemarin,  LPS Cendekia mengadakan acara bedah buku dengan judul “Sing Penting NUlis Terus” karya Hamidullah Ibda M.Pd. Acara ini dibuka resmi oleh H. Baidlowi Ahmad S. Pd.I dan ditutup dengan do’a oleh H. Ali Makhtum di Aula MA […]

expand_less