Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Islam itu Memudahkan Tidak Mempersulit

Islam itu Memudahkan Tidak Mempersulit

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 21 Jul 2019
  • visibility 285
  • comment 0 komentar
Islam itu memudahkan, bukannya malah mempersulit dan merepotkan. Karena pada prinsipnya Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia, sehingga tidak akan terasa sulit apalagi merepotkan manusia itu sendiri. Namun seiring perkembangan zaman, tidak sedikit pihak yang justru mempraktekkan hal sebaliknya.

Terkait dengan hal ini, KH. Bahauddin Nursalim, salah satu kyai muda ahli tafsir Indonesia, menuturkan bahwa Islam itu memudahkan dan bukanya mempersulit. Beliau mengisahkan tentang seorang seorang sahabat Nabi yang hidup di masa tabiin. Suatu ketika saat sholat jamaah hendak dimulai dan muadzin pun telah mengumandangkan iqomat, Sang Sahabat yang hendak takbiratul ihram, membatalkan takbirnya karena melihat untanya kabur.

Sang Sahabat kemudian mengejar unta yang kabur tadi hingga kembali tertangkap.

Islam itu mudah

Lantaran menangkap unta dan mengikatnya agar tidak kembali kabur, sekembalinya ke jamaah, Sang Sahabat akhirnya tertinggal sholat dan jadi masbuq (makmum yang terlambat).

Sehabis sholat jamaah, beberapa tabi’in berbisik dan mengomentari kejadian tersebut.

“Lihatlah orang tua itu. Cinta dunia. Padahal dia sahabat Nabi tetapi lebih mendahulukan mencari untanya dari pada sholat dengan menyertai takbiratul ihram-nya imam'”, demikian ucap para tabi’in.

Mendengar perkataan para tabi’in tersebut, Sang Sahabat menangis. “Dulu di zaman Nabi Muhammad hal seperti ini tidak apa-apa. Tetapi saat di jaman tabi’in kok malah jadi masalah,” sesal Sang Sahabat.

Penuturan KH. Bahauddin Nursalim terkait kisah ini dapat disimak di vidio yang diunggah oleh akun twitter @nahdlatululama berikut ini.

[HIKMAH]

Islam itu memudahkan, bukan malah mempersulit. Itu prinsip dalam agama Islam.
Simak penjelasan Gus Bahauddin Nursalim berikut ini. pic.twitter.com/kBUQEniYQB

— Nahdlatul Ulama (@nahdlatululama) July 18, 2019

Dari kisah ini beliau menyimpulkan bahwa ketika Nabi Muhammad masih hidup, Islam itu mudah. “Ada yang mencari unta dulu, ada yang macam-macam dulu. Kok sekarang Islam menjadi repot”, jelas Gus Baha (panggilan akrab KH. Bahauddin).

Hal yang serupa pernah juga disampaikan oleh KH. A Mustofa Bisri (Gus Mus) sebagaimana PCNU Pati lansir dari situs MusliModerat.

“Nabi Muhammad adalah manusia yang pandai memanusiakan manusia. Tidak mempersulit orang lain, malah memudahkan,” tutur Gus Mus.

Menurut penuturan Kyai yang juga budayawan ini, Nabi Muhammad SAW merupakan pribadi yang memiliki sifat mempermudah urusan orang lain, tidak mempersulitnya. Sehingga beragama itu bukan untuk memsulit seseorang, tetapi justru sebaliknya menjadikan mudah. Justru jika ada pihak-pihak yang mempersulit dalam beragama, jelasitu bukan dari ajaran Nabi Muhammad SAW.

Nabi Muhammad dalam salah satu haditsnya berpesan,
يَسِّرُوْا وَلاَ تُعَسِّرُوْا وَبَشِّرُوْا وَلاَ تُنَفِّرُوْا
Artinya: “Permudahlah dan jangan mempersulit, berikanlah kabar gembira dan jangan membuat orang lari.” (HR. Al-Bukhari No. 69, 6125).

So, siapa yang masih beranggapan bahwa Islam itu sulit, Islam itu merepotkan? Salah. Islam itu memudahkan.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI

    Sejarah ISIS

    • calendar_month Rab, 27 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Buku ini membahas tentang ISIS (Islamic State Irak and Suriah), yang menurut penulis- Ahmad Yanuana Samantho, berbahaya bagi Negara-negara di dunia, termasuk kedaulatan Negara Indonesia. Ada sembilan bab dalam buku ini, jika dirampingkan maka paling tidak ada tiga pembahasan. Pertama, tentang ISIS. Kedua, tentang    Illuminati dan terakhir membahas Wahhabi. Penulis menyatakan ketiganya, saling berkaitan. Penulis […]

  • SMA Negeri 1 TAYU Berpartisipasi dalam Penanaman 4.000 Bibit Tanaman Mangrove di Desa Tluwuk

    SMA Negeri 1 TAYU Berpartisipasi dalam Penanaman 4.000 Bibit Tanaman Mangrove di Desa Tluwuk

    • calendar_month Kam, 31 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 295
    • 0Komentar

    PATI-Puluhan siswa dari SMA Negeri 1 Tayu berpartisipasi dalam penanaman 4.000 bibit mangrove di Desa Tluwuk, Pati, pada 29 Oktober 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Masyarakat yang dimotori oleh LPMM UNNES dan Saka Energi Muriah Ltd (SEML). SMA Negeri 1 Tayu aktif dalam program adiwiyata yang bertujuan menciptakan sekolah peduli lingkungan. Program […]

  • Bakti Sosial, PAC Fatayat NU Kec Tayu

    Bakti Sosial, PAC Fatayat NU Kec Tayu

    • calendar_month Sel, 4 Jul 2017
    • account_circle admin
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Pati. Pengurus PAC Fatayat Tayu mengadakan Bakti Sosial berupa pembagian sembako dan bazar murah bertempat di aula kecamatan Tayu, 18/6 kemarin             “Acara pembagian sembako sebanyak 500 bungkus dengan sasaran warga Nahdlyin di kecamatan Tayu dan sekitarnya, dengan bulan ramadhan ini kita tanamkan sikap peduli dengan sesama dan solidaritas terhadap lingkungan sekitar kita,”jelas Anisatul Warda […]

  • PCNU-PATI Photo by Jigar Panchal

    Jiwa Sheril Part I

    • calendar_month Ming, 10 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Oleh : J. Intifada Hari ini masih pagi, tapi kawan-kawan sudah berbisik sana sini. Anjar membawa surat kecil berwarna putih. Aku melihat sekilas dan mencoba merebut. Anjar menghindar dan bel masuk berbunyi. Secepat kilat Anjar pergi dan aku tak memperhatikannya lagi. Mataku tertuju pada sosok tengil yang rapi. Wajah chinese dengan senyumnya manis. Memasuki kelas […]

  • Hari Ini IPMAFA Terjunkan 206 Mahasiswa KKN

    Hari Ini IPMAFA Terjunkan 206 Mahasiswa KKN

    • calendar_month Sen, 22 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 340
    • 0Komentar

    PATI-Senin, 22/7 Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menerjunkan sebanyak 206 Mahasiswanya untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di dua kecamatan, yakni Cluwak dan Dukuhseti. Acara yg berlangsung di aula Kecamatan Cluwak tersebut dihadiri oleh Bappeda Pati, Muspika Cluwak, camat dukuhseti, civitas akademika IPMAFA, para kepala desa, serta seluruh mahasiswa KKN. Prosesi penyerahan mahasiswa KKN […]

  • PCNU-PATI

    Meneguhkan Khittah NU

    • calendar_month Sab, 11 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Khittah Nahdlatul Ulama (NU) merupakan sebuah landasan berfikir, bertindak, dan berjuang sesuai dengan nilai-nilai NU. Khittah NU ini dirumuskan pada Muktamar ke- 27 di Situbondo tahun 1984. Khittah NU juga merupakan hasil dari gerakan kembali  ke khittah yang dalam sejarahnya telah disuarakan sejak tahun 1959. Khittah NU, meski baru dirumuskan secara tertulis […]

expand_less