Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ini Cara GP Ansor Lahar Ramaikan Hari Santri

Ini Cara GP Ansor Lahar Ramaikan Hari Santri

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 24 Okt 2021
  • visibility 140
  • comment 0 komentar

 

Ruang ‘studio’ talk show yang diselenggarakan oleh PR GP Ansor Desa Lahar, Tlogowungu

PATI – Pengurus Ranting Ansor Desa Lahar, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati,  gelar Talk Show bertema “Reorientasi SDM Unggul untuk Mencegah Lost Generation”, Sabtu, (23/1) malam. Kegiatan yang dilakukan secara virtual melalui google meet ini diadakan dalam rangka memperiangati Hari Santri Nasional 2021.

Pada kesempatan itu, Ansor Lahar mengundang dua narasumber. Di antaranya, Muh Zen ADV yang merupakan Ketua Persatuan Guru Swasta Indonesia (PGSI) Jawa Tengah, sekaligus anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng. Sementara narasumber kedua ialah Mohammad Ali, dia merupakan ketua Yayasan As-Salafiyah Lahar.

Mohammad Ali dalam talk show menyampaikan, jika suatu bangsa kehilangan generasi, maka keberadaan negara akan terganggu. Dengan itu, penguatan Sumber Daya Insani yang unggul harus dimaksimalkan.

“Apalagi dalam kondisi Pandemi seperti saat ini. Agar generasi tidak terputus, maka kita harus berikhtiar supaya bisa melewati keadaan ini. Sebab, banyak anak yang putus sekolah, banyak juga anak yang tidak maksimal dalam pembelajaran secara daring. Padahal mereka butuh transfer karakter secara langsung dari guru, bukan hanya transfer ilmu dan keterampilan,” ungkap dia.

Mohammad Ali menyebut, banyak faktor yang perlu diperhatikan untuk menanggulangi hilangnya generasi. Yakni melalui pilar SDM unggul.

“Seperti faktor keluarga, masyarakat, pemerintah, perusahaan, dan tegaknya supremasi hukum. Pilar-pilar ini akan menentukan sejauh mana generasi emas akan tercetak,” ungkap dia.

Ia juga menjelaskan, bahwa terdapat banyak cara untuk menciptakan sebuah generasi yang unggul. Seperti mematangkan spiritual, kesehatan, keterampilan, dan pengutan karakter.

Salah satu pemateri, Muh Zen, Adv., sedang memaparkan materi melalui jejaring zoom meeting

“Selain itu juga mimpi. Kita tawarkan mimpi kepada mereka, agar mereka terus bergerak mencari jati diri masing-masing. Pada generasi ini juga harus kita tanamkan kriteria teknis. Seperti keuletan, ketekukan, inovatif, jujur, dan berdedikasi tinggi,” sebut dia.

Sementara itu Muh Zen menjelaskan bahwa terdapat banyak anak yang tidak konsentrasi ketika belajar secara daring. Bahkan, kebanyakan akan justru mempergunakan hand phone untuk bermain game. Dia juga menjelaskan terkait data dan persentase.

“Padahal jika pembelajaran berlangsung secara normal dengan tatap muka, justru anak-anak akan terkontrol kesehatannya,” kata dia.

Terkait generasi unggul, lanjut Muh Zen, salah satunya juga tercetak dari pesantren. Maka dari itu, keberadaan dari Pondok Pesantren mestinya menjadi perhatian dari pemerintah.

“Seperti perda pesantren, kita selalu perjuangkan. Kami yang di provinsi selalu menyuarakan hal itu. Saya kecewa karena banyak anggota dewan yang tidak sepakat dengan perda tersebut. Padahal pesantren punya andil besar di negeri ini,” jelas Muh Zen.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga mengajak agar para santri turut mengawal dan bersuara terkait perda pesantren. “Jangan hanya kalau hari santri cuma pasang banner dan membuat ucapan. Kita perlu bergerak bersama agar perda pesantren ini benar-benar berjalan,” tandas dia.(angga/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MHI Borong Piala Loksis, Waka Kurikulum Tegaskan Manfaat Ekskul

    MHI Borong Piala Loksis, Waka Kurikulum Tegaskan Manfaat Ekskul

    • calendar_month Sen, 14 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – MI hidayatul Islam (MHI) yang berlokasi di Dukuh Sentul, Desa Gembong, Kecamatan Gembong kembali mencetak prestasi gemilang. Melalui ajang Loksis (Lomba Kompetensi Siswa) tingkat Kecamatan Gembong, MHI berhasil menjadi juara umum. Sedikitnya 14 medali berhasil disabet oleh para peserta didik MHI. Di antaranya, 7 medali emas, 4 medali perak dan 3 medali perunggu. […]

  • Ma’arif NU Jateng Apresiasi Pola Perekrutan Guru Ma’arif Cabang Kendal

    Ma’arif NU Jateng Apresiasi Pola Perekrutan Guru Ma’arif Cabang Kendal

    • calendar_month Sen, 10 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Semarang – Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP. Ma’arif NU) PWNU Jawa Tengah mengapresiasi pola perekrutan Guru dan Tenaga Kependidikan yang dilakukan LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Kendal. Hal itu disampaikan Wakil Ketua LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhrudin Karmani, Senin (10/7/2023). “Pola perekrutan berbasis kompetensi sangat bagus yang dilakukan LP. Ma’arif NU PCNU […]

  • Santri Kelana Pendiri API Tegalrejo

    Santri Kelana Pendiri API Tegalrejo

    • calendar_month Kam, 2 Mar 2017
    • account_circle admin
    • visibility 159
    • 0Komentar

    KH Chudlori lahir di Tegalrejo Magelang, Jawa Tengah dari pasangan Muhammad Ikhsan dan Mujirah. Ia anak kedua dari sepuluh bersaudara. Muhammad Ikhsan adalah penghulu Tegalrejo pada masa penjajahan Belanda. Ayah Muhammad Ikhsan bernama Abdul Halim, juga penghulu zaman Belandayang sangat dihormati. Abdul Halim menangani urusan agama di Magelang meliputi kecamatan Candimulyo, Martoyudan, Mungkid, dan Tegalrejo. […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Semua akan NU pada Waktunya

    • calendar_month Kam, 15 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Oleh : Maulana Karim Sholikhin* Dulu, dulu sekali, diceritakan bahwa Imam Syafi’i sudah mengajar di Masjidil Haram sebelum usianya genap 12 tahun. Santrinya bukan anak-anak yang masih belajar a-ba-ta, melainkan para syaikh, pemuka agama. Bukan main! Al kisah, di suatu hari di Bulan Ramadhan, Imam Syafi’i mengajar sejak pagi sampai siang bolong. Saat mencapai tengah […]

  • Ratusan Potong Masker Ludes Sekejap

    Ratusan Potong Masker Ludes Sekejap

    • calendar_month Rab, 15 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Proses briefing yang disampaikan oleh Maulana Luthfi Karim, ketua Kader Penggerak NU Gembong dan pihak kepolisian sebelum pembagian masker GEMBONG-Kader Penggerak NU (KPNU) Kecamatan Gembong menggelar aksi solidaritas. Kegiatan ini dilaksanakan di Pasar Gembong, Rabu (15/4) pagi tadi. Aksi yang dilakukan adalah membagi sejumlah masker kepada para pengunjung dan pedagang pasar. Sedikitnya ada 400 potong […]

  • PCNU-PATI Photo by Muhammad Qayyum Abdul Rahman

    Rakyat

    • calendar_month Rab, 7 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Oleh: Niam At Majha Beberapa hari ini saya membaca berbagai postingan terkait matinya televisi analog. Hiburan sederhana untuk rakyat pun telah tiada, bergantikan dengan hiburan yang berbayar. Televisi analog telah tiada, tepatnya di tiadakan. Rakyat di paksa untuk berubah ke televisi digital, yang mana alat dan prasarananya belum mencukupi di pasaran. Kalau teman saya mengatakan. […]

expand_less