Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Imam Syafi’i Hafal Al-Quran di Usia 7

Imam Syafi’i Hafal Al-Quran di Usia 7

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 22 Agu 2022
  • visibility 607
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

Rasulullah SAW bersabda, “Ahabbul a’mali illallahi adwamuha wa in qalla—Amal yang paling disukai Allah adalah yang paling rutin, meski hanya sedikit.” Hadis tersebut mengisyaratkan satu hal, yakni tentang kebiasaan (habits). Kebiasaan adalah hal yang penting dalam melakukan sesuatu sehingga menjadi konsisten. Namun, kebiasaan itu mempunyai posisi yang netral. Artinya, ia bisa menjadikan seseorang menjadi buruk, dan bisa juga menjadikannya baik. Tergantung kebiasaan apa yang dilakukannya. Jadi, hati-hatilah dengan yang namanya kebiasaan. Ia bisa membuat kamu mulia dan tinggi, tapi ia bisa pula membuat kamu hina dan rendah.

Kita semua barangkali pernah mendengar ungkapan “Keahlian adalah kebiasaan yang diulang-ulang”. Ya sesederhana itu orang yang ingin ahli dalam sesuatu, yakni tinggal melakukan sesuatu yang diulang-ulang, sehingga menjadi kebiasaan, dan kebiasaan itu diulang-ulang pula. Tapi rupanya untuk melakukan kebiasaan itulah yang sulit. Tidak semua orang mudah membangun kebiasaan, terlebih kebiasaan baik atau pun aktivitas yang ingin dikuasainya.

 Orang yang ingin bisa main gitar dia akan memulainya belajar bergitar. Dari kunci ke kunci dia pelajari. Dari lagu ke lagu dia bawakan. Tapi, banyak orang sudah bergelimpangan KO tatkala baru belajar kunci C dan D saja. Karena dia merasakan sulitnya minta ampun. Katakanlah 3 hari pertama mereka akan menyerah. Motivasinya mulai kendur. Akhirnya, tidak lagi belajar gitar. Dan mereka menyimpulkan sendiri bahwa mereka tidak punya bakat main gitar. Alamak.

Begitu juga pada saat kita belajar bahasa asing, entah itu Bahasa Inggris maupun Bahasa Arab. Banyak orang mempunyai keinginan besar untuk bisa bahasa inggris dan bahasa arab. Mereka pun belajar dari waktu ke waktu. Tapi, pada saat kesulitan dan kebosanan melanda, mereka pun goyah, dan akhirnya berhenti belajar. Padahal mereka hanya butuh melakukannya secara kontinu saja, sehingga menjadi kebiasaan. Kalau sudah begitu, tinggal waktu saja yang akan membuat mereka bisa bercas-cis-cus bahasa inggris maupun bahasa arab.  

Kedua contoh di atas adalah perihal bahwa kebiasaan ternyata sulit untuk dilakukan. Jadi, bukan main gitarnya yang sulit, bukan bahasa inggris dan arabnya yang sulit, tetapi membangun kebiasaan itulah yang sulit. Yang diperlukan mereka adalah mengulangnya terus menerus (baca: kebiasaan) sehingga menjadi mahir. Ya, pengulangan itu akan membuat mereka lambat laun akan menjadikannya mahir.

 Rumus kebiasaan adalah dua hal, yaitu tindakan/praktik (practice) dan pengulangan (repetition). Ada yang mengibaratkan dua hal itu ibarat sepasang suami istri. Dan hasil kebiasaan itu adalah anaknya. Kebiasaan tidak akan ada apabila tidak ada tindakan. Apalagi pengulangan. Lha, apa yang hendak diulang kalau tindakan saja tidak ada? Betul atau betul? Dengan kata lain, jika hendak membuat sebuah kebiasaan, maka kita butuh bertindak dan mengulang-ulang tindakan tersebut. Lantas, seberapa lama kebiasaan itu akan muncul? 

Belajar Pada Ramadhan

Tidak ada patokan yang ajeg perihal durasi sebuah tindakan dikatakan menjadi kebiasaan. Masing-masing orang bisa berbeda, tergantung kekuatan dirinya masing-masing. Tapi, meskipun begitu, kita bisa membuat standarnya. Standarnya bisa kita ambil dari puasa Ramadhan. Dalam Ramadhan kita diwajibkan untuk berpuasa selama satu bulan penuh. Kita tidak boleh makan dan minum, berhubungan seksual, dan melakukan hal-hal buruk seperti menggunjing, berkata-kata kotor, dll. Kita juga dianjurkan untuk shalat tarawih pada malam hari, dan makan sahur.

Kita sering merasakan susah payah pada saat minggu pertama melakukan puasa Ramadhan ini. Karena belum terbiasa. Biasanya sebelum melakukan aktivitas kita sarapan, minum kopi, dan siang harinya makan siang, tapi di bulan ini tidak kita lakukan. Sungguh menyiksa. Konsentrasi menjadi hilang. Perut berbunyi nyaring. Semangat memudar. Tapi, karena itu kewajiban maka mau tidak mau kita harus melakukannya. Dan ajaibnya seminggu yang menyiksa itu bisa kita lewati dengan selamat.

Pada minggu kedua, kita sudah mulai terbiasa dengan keadaan menyiksa itu. Yang tadinya dirasa sebuah siksaan, pada minggu kedua ini sudah bukan dianggap siksaan lagi. Biasa saja. Tidak ada gerutu-gerutu lagi. Semuanya dijalani dengan santai. Lapar dan haus mungkin masih tetap terasa, tapi itu bukan lagi keluhan. Kita sudah terbiasa dengan rasa lapar dan haus, sehingga semangat dan konsentrasi tetap terjaga. Dan hingga minggu ke-4, alias 1 bln, kita sudah terbiasa dengan keadaan itu.

 Tapi, bulan Ramadhan itu baru permulaan dari sebuah kebiasaan, yang dilakukan dengan keterpaksaan, lantaran kewajiban. Justru penentuannya adalah pasca bulan Ramadhan. Ketika selesai puasa Ramadhan, apakah kita tetap bisa mengendalikan diri dari rasa lapar dan haus serta menjauhkan diri perbuatan buruk, dan bisa bangun dini hari untuk shalat malam (sebagai pengganti makan sahur)? Kalau bisa melakukan itu, saya ucapkan selamat. Berarti Anda sudah mempunyai kebiasaan baru yang baik.

Kebiasaan baik tidak mudah untuk dilakukan, karena itu Allah seringkali mewajibkannya terlebih dahulu. Lain halnya dengan kebiasaan buruk, mudah sekali untuk dilakukan, dan Allah mewanti-wanti untuk tidak boleh melakukannya karena bisa menjerumuskan dirinya sendiri dan pasti akan mengalami kerugian. Dan karena itu akan menjadi kebiasaan buruk, maka Allah membuat larangan. Lihat, di balik perintah dan larangan Allah itu, ternyata menyimpan pesan yang dahsyat. Allah hendak menyampaikan perihal kebiasaan: kebiasaan baik akan membuat kita baik dan kebiasaan buruk akan membuat kita buruk. 

Imam Syafi’i

 Siapa yang tidak kenal dengan Imam Syafi’i? Saya anggap pembaca sudah mengenalnya, jadi tidak perlu saya beritahu lagi siapa dirinya. Saya hanya ingin menceritakan kisah masa kecilnya. Dalam berbagai literatur disebutkan bahwa Imam Syafi’i hafal Al-Quran saat pada usia 7. Berarti sebelum usia itu Syafi’i kecil sudah terbiasa membaca Al-Quran dan berusaha menghafalnya. Nah, konon, salah satu faktornya adalah karena dia terbiasa mendengar ibunya membaca Al-Quran setiap hari, yang selalu mengkhatamkannya, 30 juz, dalam satu minggunya. Dimana saja dia bermain, terdengar ibunya membaca Al-Quran.

Ingin menjadi ahli dalam sesuatu? Lakukanlah setiap hari. []

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PTM Madrasah Tertunda Lagi

    PTM Madrasah Tertunda Lagi

    • calendar_month Sen, 20 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 442
    • 0Komentar

      Ilustrasi PTM di madrasah (sumber : NU Online) PATI – Keinginan Madrasah di Kabupaten Pati untuk kembali melangsungkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tampaknya harus ditunda terlebih dahulu. Pasalnya Bupati Pati Haryanto mengaku belum memberikan izin kepada madrasah yang ada di wilayahnya untuk menggelar uji coba atau simulasi (PTM).  Menanggapi hal tersebut, Ketua Pimpinan Cabang […]

  • Puasa dari Media Sosial

    Puasa dari Media Sosial

    • calendar_month Jum, 7 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 761
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Puasa kok puasa media sosial iki piye maksude leh? Ya, jika dilogikakan, puasa Ramadan itu bermakna luas, makro, bukan mikro. Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Namun, konsumsi media sosial yang berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan produktivitas kita. […]

  • NU Trangkil, Wanita Haidh Boleh Baca Qur’an dengan Syarat

    NU Trangkil, Wanita Haidh Boleh Baca Qur’an dengan Syarat

    • calendar_month Jum, 1 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 500
    • 0Komentar

    Suasana Bahtsul masail MWCNU Trangkil di Masjid Sirojul Anam, Wonokerto, Pasucen TRANGKIL – MWC NU Kecamatan Trangkil melaksanakan Bahstul Masa’il, Jumat (1/10) siang tadi. Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Sirojul Anam Wonokerto, Pasucen tersebut menghasilkan satu hukum fikih yang cukup bermanfaat bagi kehidupan masyarakat khususnya para penghafal al-Qur’an.  “Forum ilmiah ini menjadi rutinan kita,” […]

  • IPNU-IPPNU MA Robin Pakis Gelar Pemilu

    IPNU-IPPNU MA Robin Pakis Gelar Pemilu

    • calendar_month Rab, 4 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 400
    • 0Komentar

    TAYU – Rabu, 4 September 2019, IPNU-IPPNU Komisariat MA Raudlatut Tholibin (Robin) Pakis Kec. Tayu menggelar pesta demokrasi untuk memilih ketua baru masa khidmat 2019-2020. Berlangsung di halaman madrasah, acara ini diikuti dengan antusias oleh para anggota. Baik IPNU maupun IPPNU, masing-masing memunculkan 3 kandidat calon ketua. Sebelum proses pemilihan, para kandidat berkesempatan tampil untuk menyampaikan […]

  • Tim KKN Antasena Ipmafa Latih Ibu-Ibu di Tambahagung Tambakromo Bikin Inovasi

    Tim KKN Antasena Ipmafa Latih Ibu-Ibu di Tambahagung Tambakromo Bikin Inovasi

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 552
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Siapa sangka, nasi yang biasanya tersisa di dapur ternyata bisa dibuat camilan yang gurih dan lezat untuk keluarga di rumah. Seperti yang dilakukan oleh ibu-ibu muslimat di Dukuh Jajar, Desa Tambahagung, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, pada Rabu (27/8/2025). Mereka tampak antusias membuat cireng didampingi Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Antasena Institut Pesantren […]

  • Hari Pertama Ta'aruf, Siswa Ma'arif Diingatkan untuk Jaga Marwah NU

    Hari Pertama Ta’aruf, Siswa Ma’arif Diingatkan untuk Jaga Marwah NU

    • calendar_month Rab, 15 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16.726
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Matamuda) dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah telah berlangsung. Setiap sekolah dan madrasah berusaha memperkenalkan khazanah masing-masing kepada peserta didik baru. Yayasan Al Ma’arif Gembong secara serentak melakukan Apel Pembukaan Masa Taaruf Siswa Baru pada Selasa (14/7) lalu di lapangan Kavoc Gembong. Dalam agenda yang diikuti oleh peserta didik baru mulai […]

expand_less