Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Imam Syafi’i Hafal Al-Quran di Usia 7

Imam Syafi’i Hafal Al-Quran di Usia 7

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 22 Agu 2022
  • visibility 632
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

Rasulullah SAW bersabda, “Ahabbul a’mali illallahi adwamuha wa in qalla—Amal yang paling disukai Allah adalah yang paling rutin, meski hanya sedikit.” Hadis tersebut mengisyaratkan satu hal, yakni tentang kebiasaan (habits). Kebiasaan adalah hal yang penting dalam melakukan sesuatu sehingga menjadi konsisten. Namun, kebiasaan itu mempunyai posisi yang netral. Artinya, ia bisa menjadikan seseorang menjadi buruk, dan bisa juga menjadikannya baik. Tergantung kebiasaan apa yang dilakukannya. Jadi, hati-hatilah dengan yang namanya kebiasaan. Ia bisa membuat kamu mulia dan tinggi, tapi ia bisa pula membuat kamu hina dan rendah.

Kita semua barangkali pernah mendengar ungkapan “Keahlian adalah kebiasaan yang diulang-ulang”. Ya sesederhana itu orang yang ingin ahli dalam sesuatu, yakni tinggal melakukan sesuatu yang diulang-ulang, sehingga menjadi kebiasaan, dan kebiasaan itu diulang-ulang pula. Tapi rupanya untuk melakukan kebiasaan itulah yang sulit. Tidak semua orang mudah membangun kebiasaan, terlebih kebiasaan baik atau pun aktivitas yang ingin dikuasainya.

 Orang yang ingin bisa main gitar dia akan memulainya belajar bergitar. Dari kunci ke kunci dia pelajari. Dari lagu ke lagu dia bawakan. Tapi, banyak orang sudah bergelimpangan KO tatkala baru belajar kunci C dan D saja. Karena dia merasakan sulitnya minta ampun. Katakanlah 3 hari pertama mereka akan menyerah. Motivasinya mulai kendur. Akhirnya, tidak lagi belajar gitar. Dan mereka menyimpulkan sendiri bahwa mereka tidak punya bakat main gitar. Alamak.

Begitu juga pada saat kita belajar bahasa asing, entah itu Bahasa Inggris maupun Bahasa Arab. Banyak orang mempunyai keinginan besar untuk bisa bahasa inggris dan bahasa arab. Mereka pun belajar dari waktu ke waktu. Tapi, pada saat kesulitan dan kebosanan melanda, mereka pun goyah, dan akhirnya berhenti belajar. Padahal mereka hanya butuh melakukannya secara kontinu saja, sehingga menjadi kebiasaan. Kalau sudah begitu, tinggal waktu saja yang akan membuat mereka bisa bercas-cis-cus bahasa inggris maupun bahasa arab.  

Kedua contoh di atas adalah perihal bahwa kebiasaan ternyata sulit untuk dilakukan. Jadi, bukan main gitarnya yang sulit, bukan bahasa inggris dan arabnya yang sulit, tetapi membangun kebiasaan itulah yang sulit. Yang diperlukan mereka adalah mengulangnya terus menerus (baca: kebiasaan) sehingga menjadi mahir. Ya, pengulangan itu akan membuat mereka lambat laun akan menjadikannya mahir.

 Rumus kebiasaan adalah dua hal, yaitu tindakan/praktik (practice) dan pengulangan (repetition). Ada yang mengibaratkan dua hal itu ibarat sepasang suami istri. Dan hasil kebiasaan itu adalah anaknya. Kebiasaan tidak akan ada apabila tidak ada tindakan. Apalagi pengulangan. Lha, apa yang hendak diulang kalau tindakan saja tidak ada? Betul atau betul? Dengan kata lain, jika hendak membuat sebuah kebiasaan, maka kita butuh bertindak dan mengulang-ulang tindakan tersebut. Lantas, seberapa lama kebiasaan itu akan muncul? 

Belajar Pada Ramadhan

Tidak ada patokan yang ajeg perihal durasi sebuah tindakan dikatakan menjadi kebiasaan. Masing-masing orang bisa berbeda, tergantung kekuatan dirinya masing-masing. Tapi, meskipun begitu, kita bisa membuat standarnya. Standarnya bisa kita ambil dari puasa Ramadhan. Dalam Ramadhan kita diwajibkan untuk berpuasa selama satu bulan penuh. Kita tidak boleh makan dan minum, berhubungan seksual, dan melakukan hal-hal buruk seperti menggunjing, berkata-kata kotor, dll. Kita juga dianjurkan untuk shalat tarawih pada malam hari, dan makan sahur.

Kita sering merasakan susah payah pada saat minggu pertama melakukan puasa Ramadhan ini. Karena belum terbiasa. Biasanya sebelum melakukan aktivitas kita sarapan, minum kopi, dan siang harinya makan siang, tapi di bulan ini tidak kita lakukan. Sungguh menyiksa. Konsentrasi menjadi hilang. Perut berbunyi nyaring. Semangat memudar. Tapi, karena itu kewajiban maka mau tidak mau kita harus melakukannya. Dan ajaibnya seminggu yang menyiksa itu bisa kita lewati dengan selamat.

Pada minggu kedua, kita sudah mulai terbiasa dengan keadaan menyiksa itu. Yang tadinya dirasa sebuah siksaan, pada minggu kedua ini sudah bukan dianggap siksaan lagi. Biasa saja. Tidak ada gerutu-gerutu lagi. Semuanya dijalani dengan santai. Lapar dan haus mungkin masih tetap terasa, tapi itu bukan lagi keluhan. Kita sudah terbiasa dengan rasa lapar dan haus, sehingga semangat dan konsentrasi tetap terjaga. Dan hingga minggu ke-4, alias 1 bln, kita sudah terbiasa dengan keadaan itu.

 Tapi, bulan Ramadhan itu baru permulaan dari sebuah kebiasaan, yang dilakukan dengan keterpaksaan, lantaran kewajiban. Justru penentuannya adalah pasca bulan Ramadhan. Ketika selesai puasa Ramadhan, apakah kita tetap bisa mengendalikan diri dari rasa lapar dan haus serta menjauhkan diri perbuatan buruk, dan bisa bangun dini hari untuk shalat malam (sebagai pengganti makan sahur)? Kalau bisa melakukan itu, saya ucapkan selamat. Berarti Anda sudah mempunyai kebiasaan baru yang baik.

Kebiasaan baik tidak mudah untuk dilakukan, karena itu Allah seringkali mewajibkannya terlebih dahulu. Lain halnya dengan kebiasaan buruk, mudah sekali untuk dilakukan, dan Allah mewanti-wanti untuk tidak boleh melakukannya karena bisa menjerumuskan dirinya sendiri dan pasti akan mengalami kerugian. Dan karena itu akan menjadi kebiasaan buruk, maka Allah membuat larangan. Lihat, di balik perintah dan larangan Allah itu, ternyata menyimpan pesan yang dahsyat. Allah hendak menyampaikan perihal kebiasaan: kebiasaan baik akan membuat kita baik dan kebiasaan buruk akan membuat kita buruk. 

Imam Syafi’i

 Siapa yang tidak kenal dengan Imam Syafi’i? Saya anggap pembaca sudah mengenalnya, jadi tidak perlu saya beritahu lagi siapa dirinya. Saya hanya ingin menceritakan kisah masa kecilnya. Dalam berbagai literatur disebutkan bahwa Imam Syafi’i hafal Al-Quran saat pada usia 7. Berarti sebelum usia itu Syafi’i kecil sudah terbiasa membaca Al-Quran dan berusaha menghafalnya. Nah, konon, salah satu faktornya adalah karena dia terbiasa mendengar ibunya membaca Al-Quran setiap hari, yang selalu mengkhatamkannya, 30 juz, dalam satu minggunya. Dimana saja dia bermain, terdengar ibunya membaca Al-Quran.

Ingin menjadi ahli dalam sesuatu? Lakukanlah setiap hari. []

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Influencer, Ulama, dan Otoritas Ilmu

    • calendar_month Jum, 13 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.584
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Ketiga profesi (pekerjaan), hobi, minat, atau aktivitas pada judul kolom ini memang bukan seharusnya diparadokskan. Akan tetapi, ketiga memiliki ruh yang sama, yaitu “ingin berkuasa” dalam arti tertentu.   Zaman dulu, orang mencari ilmu tak sebatas aktivitas intelektual dan akademis, namun juga perjalanan fisik yang panjang dan tentu sangat melelahkan […]

  • Muskerwil-VI BEM PTNU Jateng-DIY Dibuka Hari Ini

    Muskerwil-VI BEM PTNU Jateng-DIY Dibuka Hari Ini

    • calendar_month Jum, 2 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 694
    • 0Komentar

    PURWOREJO-Pagi tadi, Jumat (2/8) Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi NU se-Jawa Tengah dan DIY menggelar Musyawarah Kerja Wilayah-VI (Muslerwil). Kegiatan yang remcananya berlangsung hingga Minggu (4/8) ini menghadirkan tokoh-tokoh nasional. Sebut saja KH. Ahmad Chalwani (Wakil Rois Syuriyah PW-NU Jawa tengah), Taj Yasin (Wakil Gubernur Jawa Tengah), Abdul Kadir Karding (Anggota DPR RI), Dr. […]

  • Adzan Dengan Pengeras Suara

    Adzan Dengan Pengeras Suara

    • calendar_month Sab, 24 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 655
    • 0Komentar

    Pada zaman sekarang banyak kita jumpai di masjid-masjid yang adzannya menggunakan pengeras suara .padahal ada hadis yang seperti tertera di bawah ini : أن النبى صلى الله عليه وسلم : اهتمّ للصلاة كيف يجمع لها الناس فذكر له البوق فلم يعجبه ذلك أى ام يحتسنه ولم يرضه بل يكرهه وينكره . Nabi SAW.  Pernah memikirkan […]

  • Nyala Comunity Adakan Diskusi Santai, Pematerinya Dua Kader NU Pati

    Nyala Comunity Adakan Diskusi Santai, Pematerinya Dua Kader NU Pati

    • calendar_month Rab, 25 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 471
    • 0Komentar

    Chicken Soup Discussion dengan tema ‘Merdeka Sejak Muda’ via Live Instagram yang dipandu oleh Founder Nyala Comunity, Dewi Furusin Marfu’ah (atas), menghadirkan dua pemateri, Maulana Luthfi Karim (kiri) dan Faqih Hilal Mukarrom PATI – Dua pengurus LTN-NU Pati menjadi pemateri dalam Chicken Soup Discussion bertajuk ‘Merdeka Sejak Muda’, Selasa (24/8) kemarin. Mereka adalah Maulana Luthfi […]

  • Fix, 9 Agustus Konferancab IPNU/IPPNU Gembong

    Fix, 9 Agustus Konferancab IPNU/IPPNU Gembong

    • calendar_month Rab, 24 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 563
    • 0Komentar

    GEMBONG-Paska bersilaturrahom ke rumah MWC-NU Gembong, Selasa (23/7) rombongan PC IPNU/IPPNU segera melaksanakan rapat pembentukan panitia konferensi PAC bersama dengan kader-kader IPNU/IPPNU Gembong dan Kader Penggerak NU. Suasana santai rapat pembentukan panitia Konferancab IPNU/IPPNU Gembong “Kita harus gerak cepat, kalau bisa kita susun panitia malam ini” kata Salman, Selasa (23/7) malam. Akhirnya, rapat singkat diadakan […]

  • Peduli Korban Banjir Rob di Pesisir Pati, Lazisnu Tayu Salurkan Bantuan

    Peduli Korban Banjir Rob di Pesisir Pati, Lazisnu Tayu Salurkan Bantuan

    • calendar_month Kam, 12 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 475
    • 0Komentar

    PATI – Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (UPZIS) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, menyalurkan bantuan untuk warga terdampak banjir rob di Desa Tunggulsari dan Desa Dororejo, Rabu (11/6/2025). Ketua UPZIS MWCNU Tayu Moh Fatchurrohman mengatakan, pihaknya menyalurkan seratusan paket sembako dan sejumlah uang tunai ke dua desa tersebut. Bantuan didistribusikan oleh […]

expand_less