Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gus Mus Ijazahkan Tiga Sholawat

Gus Mus Ijazahkan Tiga Sholawat

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 4 Jul 2021
  • visibility 486
  • comment 0 komentar
KH. Musthofa Bisri (Gus Mus) (sumber : Instagram @s.kakung)

REMBANG-KH. Musthofa Bisri atau Gus Mus baru-baru ini mengijazahkan amalan sholawat kepada ummat islam. Ijazah ini disampaikan langsung melalui postingan Instagramnya, @s.kakung Kamis (1/7).

Dalam video berdurasi tujuh menit dua puluh detik tersebut, Gus Mus memaparkan sekaligus mengijazahkan tiga sholawat sekaligus. Kiai asal Rembang tersebut juga menjelaskan bahwa ketiga sholawat tersebut diperoleh dari tiga kiai khosh, yaitu KH. Makhrus Aly Lirboyo, KH. Ali Ma’shum Krapyak dan juga KH. Bisri Musthofa yang merupakan ayah dari Gus Mus. 

Selain membeberkan tiga sholawat, Gus Mus juga menjelaskan tata cara pengamalannya. Ketiganya bisa dibaca seribu kali dalam sehari. Komposisi jumlahnya pun bisa beragam, disesuaikan dengan kebutuhan.

“Assholatu wassalamu’alaika ini bisa dibaca berapa puluh saja, yang banyak yang shollallahu ala Muhammad, terserah.” Ungkap Gus Mus dalam video tersebut.  

Jika tidak sempat membaca hingga seribu kali per harinya, Kiai sekaligus budayawan ini juga memberikan keringanan. Menurut Gus Mus, yang paling penting, amalan tiga sholawat ini dibaca setiap Hari Jumat. 

“Hari Jumat minimal jangan sampai tidak, (sholawat) ini minimal dibaca Hari Jumat.” Tandasnya. 

Teks sholawat yang di ijazahkan oleh Gus Mus kepada ummat islam. Sholawat pertama merupakan ijazah dari KH. Makhrus Aly Lirboyo, sholawat kedua dari KH. Ali Makshum Krapyak dan sholawat ke tiga dari KH. Bisri Musthofa Rembang

Namun dalam videonya, Gus Mus tidak menjelaskan khasiat dan fadhilah (keutamaan) dari ketiganya. Ia hanya mengatakan bahwa fadhilah dari masing-masing sholawat tersebut sangat besar. 

Gus Mus khawatir, jika disebutkan fadhilahnya dapat menggoyahkan niat pembacanya. Menurut Gus Mus, dalam membaca sholawat, ingatan harus tertuju pada Nabi Muhammad SAW., bukan pada khasiat sholawat tersebut. 

“Meskipun (sholawat) ini khasiatnya luar biasa tapi tidak akan saya sampaikan kepada anda. Karena nanti anda membaca sholawat ini malah kepikiran khasiatnya. Padahal sholawat ini kita baca yang diingat ya Kanjeng Nabi Muhammad SAW.” Lanjutnya. 

Wejangan Istighfar

Selain ijazah sholawat, dalam video yang sama, Gus Mus juga mengijazahkan bacaan istighfar. Menurut Kiai nyentrik ini, istighfar sebaiknya dibaca seratus kali sehari. 

Namun jika mampu, membaca istighfar seribu kali dalam sehari jauh lebih utama. Hanya saja, sama seperti saat mengijazahkan sholawat, Gus Mus juga mengimbau kepada siapa saja yang hendak mengamalkan ijazah ini untuk tidak terpancang kepada khasiat istighfar. 

“Yang diingat jangan khasiatnya, tapi yang diingat adalah dosa-dosa kita yang membaca istighfar” pungkas Gus Mus. 

Untuk menyaksikan video versi lengkapnya, bisa di akses di akun Instagram @s.kakung. Hal ini penting dilakukan, sebab Gus Mus mengijazahkannya secara langsung. 

Kiai Nyentrik

Seperti diketahui bersama, Gus Mus termasuk salah satu ulama sepuh yang mengikuti arus perkembangan zaman. Buktinya, ulama kelahiran 1944 ini masih aktif berselancar di media sosial seperti Facebook, twitter bahkan instagram. 

Dengan intensitas Gus Mus di sosmed yang tergolong sering jika dibandingkan dengan kiai-kiai lain, maka banyak sekali ilmu yang bisa diserap bagi yang mengikuti akun-akun sosmednya. Seperti ijazah, nasihat, hingga karya-karya Gus Mus bisa dijumpai di akun-akun media sosialnya. 

Bukan hanya aktif posting, Gus Mus juga dikenal sebagai potret kiai ramah. Tidak jarang ia membalas komentar jama’ah di akun media sosialnya. Meskipun terdengar sepele, namun aktifitas semacam ini dapat memberikan kebahagiaan bagi para jama’ah sosmed.(lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    NU dan Kehidupan Bernegara

    • calendar_month Sab, 30 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 386
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Sebagai organisasi sosial kemasyarakat terbesar di Indonesia atau ada yang mengatakan terbesar di dunia Nahdlatul Ulama (NU) menjadi bagian tak terpisahkan dari keseluruhan bangsa Indonesia. NU senantiasa menyatukan diri dengan perjuangan Nasional bangsa Indonesia. NU juga secara sadar mengambil peran aktif dalam proses perjuangan mencapai dan memperjuangkan kemerdekaan dan turut serta […]

  • Sholawatan Sedang Jadi Trend, Ini Respon PCNU

    Sholawatan Sedang Jadi Trend, Ini Respon PCNU

    • calendar_month Kam, 22 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 273
    • 0Komentar

    PATI-Kabupaten Pati yang merupakan bagian dari Pantura, sangat identik dengan seni musik seperti dangdut koplo, ketoprak ludruk dan hiburan-hiburan lainnya. Setiap hajatan, hampir seluruh masyarakat Pati mendatangkan orkes dangdut atau ketoprak untuk mengisi acara mereka. Pekalongan Bersholawat dalam rangka walimatul urusy bersama Habib Ali Zainal Abidin dan KH. Marzuqi Abbas, Selasa (20/8) Namun jika kita […]

  • Sukses Gelar Akreditasi dan Visitasi PAC IPNU IPPNU Tlogowungu

    Sukses Gelar Akreditasi dan Visitasi PAC IPNU IPPNU Tlogowungu

    • calendar_month Jum, 26 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 264
    • 0Komentar

      Kamis, 25 Februari 2021 PAC IPNU IPPNU Tlogowungu telah melaksanakan akreditasi dan visitasi administrasi pimpinan ranting se- Kecamatan Tlogowungu. Meskipun masih kategori baru, PAC IPNU IPPNU Tlogowungu kini telah mempunyai 9 Ranting dari 15 Desa dan 7 Ranting yang telah ber SP. Saat asesor memanggil nama-nama ranting untuk maju menjalani proses asesmen, terlihat wajah-wajah […]

  • Haul Tokoh NU, Empat Malam Pembacaan Manaqib Mbah Karim

    Haul Tokoh NU, Empat Malam Pembacaan Manaqib Mbah Karim

    • calendar_month Ming, 17 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Para santri menyimak pembacaan manaqib KH. Muhammad Karim dari Gus Faiz Aminuddin, Sabtu (16/10) malam.  GEMBONG – Haul KH. Muhammad Karim ke-38 yang akan berlangsung minggu depan, telah bergema. Rangkaian kegiatan yang sudah dimulai sejak Jumat (16/10) lalu.  “Sebelum agenda inti, tanggal 23 sampai 24 Oktober malam, ada rangkaian acara yang sudah kami mulai sejak […]

  • ​Siswa MA Salafiyah Kajen Pati Ciptakan Teknologi Pemantau Siswa Real-Time, Raih Medali Emas Internasional

    ​Siswa MA Salafiyah Kajen Pati Ciptakan Teknologi Pemantau Siswa Real-Time, Raih Medali Emas Internasional

    • calendar_month Kam, 25 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.471
    • 0Komentar

      PATI — Siswa MA Salafiyah Kajen Pati kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih medali emas pada ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) Tahun 2025, yang berlangsung di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, pada 18–21 Desember. Kompetisi internasional ini diikuti oleh 1.567 tim dari 13 negara. Di antaranya Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, Kazakhstan, […]

  • Peran Tasawuf dalam Perkembangan Islam di Indonesia

    Peran Tasawuf dalam Perkembangan Islam di Indonesia

    • calendar_month Kam, 8 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 538
    • 0Komentar

    Indonesia merupakan negara kepulauan dengan tingkat keragaman –baik budaya, karakteristik, watak, ras, agama, dll- yang tinggi. Tingginya tingkat keragaman berpotensi besar menimbulkan perselisihan dan konflik. Maka salah satu nilai penting yang dibutuhkan bangsa ini dalam menghadapi perbedaan adalah toleransi. Hal itu yang dilakukan oleh Walisongo dalam menyebarkan Islam di nusantara. Islam menjadi agama mayoritas di […]

expand_less