Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Lewat Kenduri Desa Damai; FKPT Jateng Cegah Terorisme

Lewat Kenduri Desa Damai; FKPT Jateng Cegah Terorisme

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 21 Jun 2023
  • visibility 482
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id- Kudus – Bertempat di Balai Desa Getaspejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar Kenduri Desa Damai bertajuk “Kenali dan Peduli Lingkungan Sendiri” pada Rabu (21/6/2023).

Ketua Bidang Media, Hukum dan Hubungan Masyarakat FKPT Jawa Tengah Hamidulloh Ibda mengatakan bahwa Kenduri Desa Damai adalah program mandatori nasional yang diselenggarakan oleh BNPT melalui FKPT yang dalam teknisnya melekat pada Bidang Media, Hukum dan Hubungan Masyarakat FKPT Jawa Tengah.

Dalam laporannya, Ketua FKPT Jawa Tengah Prof. Dr. Syamsul Ma’arif mengatakan bahwa acara tersebut merupakan acara keren karena menjadi alternatif dalam pencegahan terorisme melalui FKPT Jawa Tengah. “Ini merupakan bukti kepedulian terhadap kemajemukan di NKRI,” katanya.

Pihaknya mengatakan bahwa kenduri merupakan rekayasa sosial yang sangat strategis karena di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur, yang merupakan warisan para leluhur, dan Walisongo. 

“Kenduri, itu bermakna ritual meminta doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Di dalam kenduri biasanya ada tumpeng,” katanya.

Pihaknya juga mengatakan bahwa tumpeng itu berasal dari akronim metu dalan kang lempeng atau berjalanlah di jalan yang lurus, dan nek metu kudu mempeng.

Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Kolonel (Czi.) Rahmad Suhendro mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. “Akibat tidak kenal lingkungan sekitar, maka kita tidak sadar dengan mudah disusupi faham-faham terorisme dan radikalisme,” imbuhnya.

Para pelaku, katanya, teror biasanya mengatasnamakan agama. Padahal agama yang kita anut pasti tidak membiarkan kita merusak. “Awal dari terorisme itu radikal dulu, intoleran dulu. Bahkan ini sudah masuk anak tingkat SD,” tandas dia.

Dikatannya, bahwa tujuan kegiatan tersebut dilaksanakan agar keguyuban di desa-desa bukan di kota di provinsi agar anak-anak di desa ketika ke kota ini punya bekal agar tidak mudah terpapar faham radikal.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kudus Muhammad Fitriyanto yang mewakili Bupati Kudus mengatakan bahwa Kenduri yang berarti Kenali dan Peduli Lingkungan Sendiri harus kita mulai dari diri kita dan lingkungan kita sendiri. “Jika di wilayah Anda ada potensi radikalisme, ekstremisme, maka segera laporkan kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas, perangkat desa atau seluruh unsur yang paling dekat,” katanya.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjut kegiatan diskusi yang dimoderatori oleh Ketua Bidang Media, Hukum, dan Humas FKPT Jawa Tengah Hamidulloh Ibda dengan narasumber Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Kolonel (Czi.) Rahmad Suhendro, Mentor Cendekia Baznas Ma’had Aly TBS Kudus Rosidi, dan akademisi dan praktisi film Dyah Kusumawati. Hadir peserta dari unsur Kepala Desa se Kecamatan Jati, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Muslimat NU, Aisyiyah, Karang Taruna, dan jurnalis.(*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ipmafa Setor Dua Mahasiswa ke Lazisnu Pati

    Ipmafa Setor Dua Mahasiswa ke Lazisnu Pati

    • calendar_month Sel, 15 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 363
    • 0Komentar

    PATI-Dua mahasiswa Institut Pesantren Matholiul Falah (IPMAFA), Ah. Shofi Amri dan Nur Faiz sowan ke kantor Lazisnu Cabang Pati, Selasa (15/10) siang. Mereka datang dengan didampingi dua orang dosen, Ahmad Nashiruddin dan M. Luthfi. Lazisnu Cabang Pati menyambut kehadiran dua orang mahasiswa IPMAFA didampingi dua orang dosennya untuk melaksanakan PPL di kantor Lazisnu selama 45 […]

  • Segenap Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Ikut Mensukseskan Program Mageri Segoro Pemprov Jawa Tengah di Pati

    Segenap Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Ikut Mensukseskan Program Mageri Segoro Pemprov Jawa Tengah di Pati

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 807
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Sejumlah Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) turut ambil bagian dalam kegiatan penanaman mangrove di pesisir Pantai Dororejo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Rabu,(15/10/25). Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bertajuk Mageri Segoro, yang bertujuan untuk menjaga kelestarian ekosistem pesisir. Aksi tanam mangrove […]

  • spda-jpg-2

    Bagaimana Hukum Penarikan Sepeda Motor ?

    • calendar_month Jum, 25 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 421
    • 0Komentar

        Jawaban :Jika aqad bai`nya (jual belinya) dianggap sah, maka syarat-syarat yang telah disepakati kedua belah fihak, menurut Imam Taqiyaddin Assubki, wajib untuk memenuhinya. Sehingga penarikan sepeda motor hukumnya adalah boleh. Dan Jika aqad bai`nya dianggap tidak sah, maka syarat-syarat yang telah disepakati kedua belah fihakpun dianggap fasid (tidak sah).Sehingga penarikan sepeda motor tersebut, […]

  • Dialog Kebudayaan di Pati: Menjaga Budaya, Merawat Bangsa

    Dialog Kebudayaan di Pati: Menjaga Budaya, Merawat Bangsa

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.112
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Pemerintah dan masyarakat Pati diminta untuk terus mempertahankan dan mengembangkan budaya lokal sebagai bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan nasional. Hal ini disampaikan oleh Ketua Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Jawa Tengah, Muh Zen, saat menjadi narasumber Dialog Kebudayaan, yang berlangsung di Aula Kantor Muslimat Nahdlatul Ulama Pati, Sabtu (6/12/2025). Muh Zen […]

  • Tarekat vs Syariat. Photo by Fereshteh Ghazisaeedi on Unsplash.

    Tarekat vs Syariat

    • calendar_month Kam, 6 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 537
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Sering kita temukan, perdebatan sengit antara pengikut tarekat versus pengikut fikih sentris. Forum apapun bisa jadi medan laga siapa yang terbaik di antara mereka berdua. Follower tarekat terbiasa kultus akan amalan-amalan wirid yang mereka lakukan, tanpa mau didikte oleh syariat atau fikih (dalam batas tertentu). Sementara kubu sebelah bangga dengan fikih […]

  • Syaifuddin-Nihayah Panglimai PAC IPNU/IPPNU Gembong

    Syaifuddin-Nihayah Panglimai PAC IPNU/IPPNU Gembong

    • calendar_month Jum, 9 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 408
    • 0Komentar

    GEMBONG-Setelah sekian lama vakum, IPNU/IPPNU Kecamatan Gembong akhirnya memiliki pengurus baru. Jumat (9/8) siang tadi telah diadakan Konferensi Anak Cabang IPNU/IPPNU Gembong. K. Sholikhin, ketua MWC NU Gembong sedang memberikan sambutan dalam Konferancab IPNU/IPPNU Gembong. Tampak pula beberapa ketua Ranting NU dan jajaran Muspika sebagai tamu undangan  Kegiatan yang berlangsung di aula gedung MWC-NU Gembong […]

expand_less