Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Siswa MA Salafiyah Kajen Raih Prestasi Internasional, Bikin Gel Anti Gatal Berbahan Pelepah Pisang

Siswa MA Salafiyah Kajen Raih Prestasi Internasional, Bikin Gel Anti Gatal Berbahan Pelepah Pisang

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 27 Des 2022
  • visibility 75
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id – Siswa Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, kembali meraih prestasi di ajang internasional. Siswa itu adalah Ulil Albab dan Asrina Citra Hidayah yang baru saja mendapatkan bronze medal dari World Innovative Science Project Olympiad (WISPO) yang digelar oleh Indonesia Scientific Society (ISS), belum lama ini. 

Mulanya, kedua siswa itu mempunyai ide untuk membuat gel anti gatal. Gagasan itu muncul setelah melihat persoalan para santri Pondok Pesantren yang kerap mengalami penyakit gatal. 

Ulil Albab mengatakan, dari persoalan itu pihaknya mencoba untuk mencari solusinya. Hingga akhirnya mereka menemukan batang pisang yang memiliki kandungan Tanin, Saponin, dan Flavonoid yang dinilai efektif untuk menghambat pertumbuhan bakteri.

“Khusunya pisang raja yang banyak ditemukan di sekitar sekolah kami. Sedangkan biasanya setelah berbuah, batang atau pelepah pisang akan dibuang begitu saja. Jadi kami manfaatkan saja,” jelas siswa Kelas XII ini saat ditemui di Laboratorium madrasah, Senin (26/12/2022). 

Ia menyebut, pihaknya butuh waktu sekitar dua bulan untuk membuat temuan itu. Menurut dia, kendalanya berada saat proses ektraksi. Untuk menemukan formulasi yang tepat, ia bahkan harus melakukan beberapa kali percobaan.

Sementara itu guru pembimbing dua siswa tersebut, Isyarotuz Zakiyyah menjelaskan, temuan anak didiknya yang diberi nama Saka Banana Gel itu berhasil mendapatkan medali perunggu dari ajang WISPO yang digelar Indonesia Scientific Society. Pada kompetisi itu, siswanya bersaing dengan 200 project dari 22 negara.

“Sedangkan yang masuk final itu dari Indonesia, Khazaktan, Malaysia, Vietnam, Thailand dan Armenia,” kata dia.

Ia menilai temuan anak didiknya itu memiliki banyak kelebihan. Seperti halnya jarang ada obat gatal yang berbentuk gel. Sehingga akan terasa lebih adem ketika dioleskan.

“Kelebihan lainnya adalah bahannya yang menggunakan pelepah pisang, yang sebelumnya tidak memiliki nilai manfaat sekarang bisa bernilai guna,” tutur dia.

Menurut dia, jika dinilai dari segi ekonimis, gel anti gatal itu sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut. Sebab biaya produksinya cukup terjangkau.

“Dengan minimnya biaya produksi itu tentu bisa membantu anak-anak pondok juga,” imbuh dia. 

Kepala MA Salafiyah Kajen, Masrukhan, mengaku cukup bangga dengan prestasi dua siswanya itu. Apalagi, madrasah tersebut memang berkomitmen dalam progam akademik maupun pendidikan agamanya.

“Diprogam akademik kami mengutamakan riset, sementara dalam pendidikan agama ada tahfidz dan kitab,” jelas dia.

Masrukhan berharap, hasil temuan itu bisa ditindaklanjuti ke depannya. Di antaranya dengan melakukan uji laboratorium lanjutan. “Kami juga terbuka untuk pihak ketiga dalam mengembangkannya,” tandas dia. (Angga/LTN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lima Santri Pati Lolos Otomatis ke MQK Tingkat Nasional

    Lima Santri Pati Lolos Otomatis ke MQK Tingkat Nasional

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 101
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Sebanyak lima santri asal Kabupaten Pati lolos ke Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) tingkat nasional yang akan berlangsung di Sulawesi Selatan pada Oktober 2025 mendatang. Lima santri itu adalah Fauza Alvin Rosyada dari Mathali’ul Falah Kajen di bidang lomba Ushul Fiqih, Najmah Ahlami Arwani, Viki Elok Sofyani, dan Hilya Hilma dari Mathali’ul Falah di bidang […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi 500 Pemudik dari Jobodetabek Disiapi 10 Bus Gratis oleh Pemkab Pati. Photo by CHUTTERSNAP on Unsplash

    500 Pemudik dari Jobodetabek Disiapi 10 Bus Gratis oleh Pemkab Pati

    • calendar_month Kam, 14 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 72
    • 0Komentar

    PATI – Para perantau dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang hendak pulang ke Pati, rencananya akan dijemput oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Mereka rencananya difasilitas mudik gratis menggunakan 10 bus. Kabag Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pati, Abdul Kharis menjelaskan, mudik gratis ini diperuntukkan bagi 500 perantau.  “Rencanannya tanggal 27 April bus sudah […]

  • Peringati Hari Sumpah Pemuda, MA Tarbiyatul Banin Adakan Lomba Parade Puisi

    Peringati Hari Sumpah Pemuda, MA Tarbiyatul Banin Adakan Lomba Parade Puisi

    • calendar_month Ming, 30 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 84
    • 0Komentar

    WINONG – Madrasah Aliyah (MA) Tarbiyatul Banin, Desa Pekalongan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati mengadakan Lomba Parade Puisi di halaman sekolah setempat, Jumat (28/10). Kegiatan itu dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun 2022. Peserta merupakan perwakilan masing-masing kelas X, XI dan XII. Dalam kesempatan itu, Kepala MA Tarbiayatul Banin, Lailatul Fitriyah, S.Pd menyampaikan, selain untuk […]

  • Membangun Semangat Nasionalisme Melalui Tradisi Lokal

    Membangun Semangat Nasionalisme Melalui Tradisi Lokal

    • calendar_month Rab, 31 Agu 2016
    • account_circle admin
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Pati. Pemerintah Desa Ketanggan dan KKN IPMafa beserta warga Nahdliyin setempat mengadakan ngaji budaya bersama KH. Umar Fayumi dari Kajen Putra KH. Fayumi Munji Ketua Tanfidziyah NU tahun 90-awal. Acara bertempat di Balai Desa Ketanggan 20/8 kemarin. “Semangat nasionalisme kita akan terus kuat apabila kita memahami tradisi lokal dan menjaga serta melestarikannya. Sebab tradisi lokal […]

  • Pesantren Sebagai The Great Tradition

    Pesantren Sebagai The Great Tradition

    • calendar_month Sab, 4 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Oleh: Siswanto, M.A Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki sejarah panjang dan akar budaya yang mendalam di Indonesia. Peranannya tidak hanya terbatas pada bidang keagamaan, tetapi juga sebagai salah satu pilar penting dalam aspek intelektual, sosial, ekonomi, politik, dan budaya bangsa. Nilai-nilai yang ada di pesantren turut membentuk serta menjadi bagian dari identitas keindonesiaan. […]

  • Salafiyah Kajen Pati Diproseksi Jadi Model Nasional Green Madrasah

    Salafiyah Kajen Pati Diproseksi Jadi Model Nasional Green Madrasah

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.592
    • 0Komentar

      Pati – Kementerian Agama (Kemenag) mulai memperluas implementasi Green Madrasah sebagai bagian dari transformasi pendidikan Islam berbasis ekoteologi di Indonesia. Madrasah Salafiyah Kajen, Kabupaten Pati, dijajaki menjadi salah satu model percontohan nasional untuk penguatan pendidikan ramah lingkungan. Hal ini diungkapkan Kasubdit Fasilitasi Profesi Guru, Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Kemenag Fakhurrozi dalam pelatihan […]

expand_less