Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » GLM Ramadan, Ikhtiar Ma’arif NU Jateng Kuatkan Literasi

GLM Ramadan, Ikhtiar Ma’arif NU Jateng Kuatkan Literasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 7 Mar 2025
  • visibility 461
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id Blora – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah pada Ramadan 1446 H tahun 2025 menggelar Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Ramadan. Kegiatan ini diinisiasi oleh Pengurus Bidang Literasi, Numerasi, dan Pendidikan Inklusi melalui Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus.

Dikatakan Koordinator GLM Plus Hamidulloh Ibda, bahwa Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran yang signifikan dalam pengembangan intelektual dan spiritual masyarakat. Selain fokus pada pengajaran agama, Ma’arif NU juga memiliki potensi besar dalam mengembangkan kemampuan literasi murid dan santri.

“Kemampuan menulis kreatif menjadi salah satu aspek penting dalam literasi yang perlu dioptimalkan, terutama di kalangan santri. Menulis kreatif bukan hanya sekadar kemampuan menyampaikan informasi, tetapi juga merupakan sarana ekspresi diri, pengembangan imajinasi, dan pemikiran kritis. Melalui menulis kreatif, santri dapat mengartikulasikan gagasan, pengalaman, dan pemahaman mereka tentang berbagai hal, termasuk nilai-nilai keagamaan, sosial, dan budaya,” kata Ibda, Jumat (7/3/2025).

Dijelaskan dia, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah periode 2024-2029 memiliki program unggulan Gerakan Lierasi Ma’arif (GLM) Plus. Program Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus diinisiasi dengan tujuan untuk menanamkan nilai-nilai keislaman ala Ahlussunnah Waljamaah Annahdliyah, kebangsaan, dan kebudayaan yang menjadi landasan kita sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama.

Ibda mengatakan, bahwa dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi, literasi menjadi kemampuan dasar yang sangat penting. Bukan hanya literasi dalam artian membaca, tetapi juga literasi digital, literasi budaya, literasi kebangsaan, literasi numerasi, dan pendidikan inklusi yang mampu menguatkan identitas kita sebagai generasi penerus bangsa yang berakar pada nilai-nilai Islam Ahlussunnah Waljamaah Annahdliyah.

Dalam rangka menghidupkan semangat literasi di bulan Ramadan, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menginisiasi Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Ramadan. Program ini bertujuan untuk membekali peserta dengan keterampilan menulis kreatif berbasis keislaman dan kebangsaan, serta mengasah kemampuan berpikir kritis melalui kegiatan kepenulisan yang sistematis. “Korelasi antara Ramadan dan Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Ramadan sangat erat dan saling menguatkan. Pemanfaatan momentum Ramadan yang tepat dapat memberikan manfaat yang besar bagi siswa dalam meningkatkan kemampuan menulis kreatif, memperdalam pemahaman agama, dan mengembangkan kreativitas,” beber penulis buku Media Literasi Sekolah tersebut.

Tema GLM Ramadan, menurut Ibda, adalah Gerakan Murid Ma’arif Menulis Kreatif Selama Ramadan (GEMUKKAN). Dijelaskan dia, bahwa terdapat sejumlah tujuan kegiatan GLM Ramadan. Pertama, menumbuhkan budaya literasi di kalangan murid, santri, dan pendidik di lingkungan Ma’arif NU. Kedua, meningkatkan keterampilan menulis kreatif dalam berbagai bentuk, seperti berita, opini/ esai, cerpen, dan puisi.

Ketiga, memberikan pemahaman tentang pentingnya menulis sebagai bentuk ekspresi intelektual dan pengabdian kepada masyarakat. Keempat, menciptakan ruang bagi santri dan pelajar untuk menuangkan gagasan dan pemikiran mereka dalam karya tulis berkualitas. Kelima, mendorong lahirnya penulis-penulis muda yang memiliki wawasan keislaman dan kebangsaan yang kuat. Keenam, mengembangkan pemahaman agama Islam dan Aswaja Annahdliyah yang lebih mendalam dan menginternalisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Ketujuh, mendorong murid agar untuk lebih aktif dalam kegiatan literasi, baik membaca maupun menulis.

Ibda juga mengatakan, bahwa output dari kegiatan itu, yaitu peserta memiliki keterampilan menulis yang lebih baik, terhimpunnya karya-karya kreatif peserta dalam bentuk majalah dinding (Mading), artikel populer (opini/esai), resensi, puisi, dan cerpen, terciptanya komunitas penulis muda Ma’arif NU yang aktif dan produktif, publikasi tulisan terbaik di media cetak dan digital. “Pendirian di satuan pendidikan masing-masing berupa Lembaga Pers Murid Ma’arif (LPMM), Lembaga Pers Siswa Ma’arif (LPSM), Surat Kabar Siswa (SKS) Ma’arif, atau sebutan lain,” beber Wakil Rektor INISNU Temanggung tersebut.

Delapan Zona
Dijelaskan Ibda, bahwa pada tahun pertama pelaksanaan GLM Ramadan tersebar pada 8 (delapan) titik zona. Pertama, Jum’at, 7 Maret 2025 di MTs Hasyim Asyari Jompong, Sumber, Kacamatan Kradenan, Kabupaten Blora. Kedua, Sabtu, 8 Maret 2025 di MA. Roudlotusysyubban Tawangrejo, Jl. Tawangrejo – Winong RT.01/RW.06, Tawangrejo, Winong, Pati. Ketiga, Ahad, 9 Maret 2025 di Pondok Pesantren Mislakhul Muta’allimin , Jalan Santri Nomor 24 Karangtengah, Warungpring, Pemalang.

Keempat, Senin, 17 Maret 2025 di Pesantren Karang Santri Bendosari, Bandunggede, Kec. Kedu, Kabupaten Temanggung. Kelima, Selasa, 18 Maret 2025 di SMK Andalusia Wonosobo, Jalan Raya Wonosobo – Kertek No.KM.05, Area Gn., Ngadikusuman, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo.

Keenam, Rabu 19 Maret 2025 di SMK Ma’arif NU 1 Bener, Jalan Magelang No.Km. 12, Kaliboto, Bener, Kec. Bener, Kabupaten Purworejo. Ketujuh, Sabtu, 22 Maret 2025 di Aula RA / MI Riyadhus Sholihin Dusun III, Nguter, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo. Kedelapan, Ahad, 23 Maret 2025 di SMK Ma’arif Kota Mungkit Magelang, Jl. Letnan Tukiat Nglerep, Jangkungan, Deyangan, Kec. Mertoyudan, Magelang.

Pada GLM Ramadan itu, beberapa narasumber akan menjadi pengisi acara, yaitu Koordinator GLM Plus dan Wakil Rektor INISNU Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, dosen FIPP UNNES dan Direktur Babad.id Abdul Arif, sastrawan dan editor sastra Maarifnujateng.or.id Niam At-Majha. Sedangkan narasumber dari pihak mitra media yaitu Angga Saputra (pcnupati.or.id), Wahyu Egi Widayat (Kabartemanggung.com), Qomarul Adib (Suaranahdliyin.com), Syaiful Mustaqim (Soearamoeria.com). Pada tahap pertama, terlaksana pada Jumat (7/3/2025) di MTs Hasyim Asyari Jompong, Sumber, Kacamatan Kradenan, Kabupaten Blora yang diikuti 78 (tujuh puluh delapan) dari unsur guru dan siswa.

Dalam kesempatan itu, hadir Ketua LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhrudin Karmani dan jajarannya, Ketua LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Blora H. Muntasrip, dan Kepala MTs Hasyim Asy`ari Kradenan Heri Santoso. (*)

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Silaturahim NU Se Dunia ke XVIII di Saudi Arabia

    Silaturahim NU Se Dunia ke XVIII di Saudi Arabia

    • calendar_month Kam, 8 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 318
    • 0Komentar

    JARWAL-Pertemuan Diaspora NU yang diadakan setiap musim haji di Mekkah Al Mukaromah ini awalnya digagas oleh PCI NU Arab Saudi 18 tahun lalu. Agenda ini akhirnya dijadikan agenda tahunan yang selalu diadakan pada saat musim haji dan dilaksanakan biasanya sebelum pelaksanaan wukuf di Arofah Suasana pertemuan NU se-dunia di Arab Saudi Silaturahim warga NU dunia […]

  • PMII Melek Gender Untuk Mencapai SDGs

    PMII Melek Gender Untuk Mencapai SDGs

    • calendar_month Sen, 18 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan sebuah program pembangunan berkelanjutan dimana didalamnya terdapat 17 tujuan dengan 169 target yang terukur dengan tenggat waktu yang ditentukan. SDGs adalah agenda pembangunan dunia yang bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan  manusia dan planet bumi. SDGs diresmikan pada tanggal 25 September 2015 menggantikan program sebelumnya yaitu MDGs (Millennium Development Goals), sebagai tujuan […]

  • Kurban di PB PMII

    Kurban di PB PMII

    • calendar_month Rab, 21 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Suasana malam takbiran di salah satu sudut Kantor PB PMII JAKARTA-Hari raya Idul Adha menjadi biasanya menjadi momen membahagiakan bagi umat islam. Datangnya pandemi tidak menghalangi keinginan untuk berbagi. Senin (19/7) tiga ekor sapi tampak berdiri gagah di depan kantor PB PMII di Kawasan Senen, Jakarta Pusat. Para pemuda yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam […]

  • Hujan Siang, dengan Mendung Pekat. Photo by Lyndon Li on Unsplash.

    Hujan Siang, dengan Mendung Pekat

    • calendar_month Ming, 24 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Oleh : J. Intifada Mendung pekat siang ini. Cuaca panas tak dirasakan lagi. Tiap kali awan pekat datang terkadang hanya sekedar lewat saja. Sedang sungai-sungai telah mengering. Sumur-sumur sudah kehabisan sumbernya. Masyarakat mulai mencari bantuan. Hujan siang ini begitu membawa harapan. Halaman depan rumah dan seluruh kota merasakan kesejukan. Sejuknya seperti lama tak jumpa. Derasnya […]

  • PCNU-PATI

    Budayawan Taufik Rahzen : Kata-Kata Dalam Puisi Nuyang Jaimee Disuling Dengan Bertenaga, Menjadi Kita Terjaga

    • calendar_month Sel, 28 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Jakarta, Minggu, 26/11/2023,-Puisi-puisi karya Nuyang Jaimee  membuat narasi jernih dari silang sengkarutnya peristiwa. Mengangkat kon-teks kedalam teks, dan menjadi percakapan yang bisa didengarkan. “Kata-katanya disuling dengan bertenaga, menjadi kita terjaga,” ujar Budayawan Taufik Rahzen memberikan pendapat karya puisi Nuyang Jaimee dalam buku antologi puisi tunggal Para Pendoa yang Lupa Nama Tuhannya yang disampaikan di Jakarta, […]

  • PCNU-PATI Photo by KamalUddin Dk

    Suara Azan

    • calendar_month Sen, 26 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 314
    • 0Komentar

    “… Suara azan sebagai bel kesadaran untuk mengingatkan tugas meditasi sehari-hari berupa menoleh ke dalam, kenali diri kemudian bebaskan semua cengkeraman.” Kalimat tersebut diutarakan Gede Prama, penulis dan pelaku meditasi, yang beragama Hindu. Membaca dari refleksi Gede Prama di atas saya begitu tersentuh. Betapa saya tidak pernah menyadari akan pesan yang tersembunyi dari suara azan. […]

expand_less