Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dua Kendala Pengembangan Ilmu Falak di Pesantren

Dua Kendala Pengembangan Ilmu Falak di Pesantren

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 12 Agu 2021
  • visibility 606
  • comment 0 komentar
Dr. Ahmad Izzuddin, Koordinator Diklat Lembaga Falakiyah PBNU saat menyanpaikan kendala pengaplikasian ilmu falak di pesantren dalam acara Peluncuran Lajnah Falakiyah Salafiyah Kajen via zoom meeting

PATI-Ilmu Falak atau dalam istilah modern dikenal sebagai ilmu astronomi merupakan satu cabang ilmu yang sangat penting. Sebab bukan hanya mempelajari bintang, ilmu ini juga digunakan hampir dalam segala sektor kehidupan, seperti sektor pertanian yang mengandalkan musim. 

Menurut Prof. Thomas Jalaluddin, pernanian membutuhkan siklus musim yang didasarkan pada revolusi bumi terhadap matahari. Untuk mempelajari hal ini, lanjutnya, dibutuhkan ilmu falak. 

Dalam dunia pesantren ilmu ini telah dipelajari sejak lama. Banyak ulama yang membedah ilmu falak melalui karya-karya ilmiah. 

Hanya saja, menurut Dr. Ahmad Izzuddin, Koordinator Diklat Lembaga Falakiyah PBNU, masih banyak kendala yang dialami pesantren dalam mengembangkan ilmu falak saat ini. Keluhan tersebut di sampaikannya dalam peluncuran Lajnah Falakiyah Salafiyah Kajen. 

Berdasarkan pengamatannya, Dr. Izzuddin menilai setidaknya ada dua problem yang dihadapi pesantren. Pertama, alat peraga dan kedua, titik fokus pembelajaran ilmu falak di pesantren.

“Saat ini banyak pesantren menitik beratkan teori hisab daripada ru’yat,” ungkapnya. 

Dua permasalahan ini tentunya sangat berkaitan. Ru’yat membutuhkan alat peraga yang cukup mahal, sedangkan hisab tidak terlalu menghabiskan banyak dana. 

“Problem utama pesantren dalan mengaplikasikan ilmu falak memang terletak pada alat peraga,” tandas kiai muda ketua Asosiasi Dosen Ilmu Falak Indonesia ini. 

Namun, Dr. Izzuddin yang memiliki perhatian tinggi terhadap pesantren tidak tinggal diam. Ia mengajak kepada seluruh hadirin dalam acara launching tersebut untuk berfikir bersama-sama demi mengatasi persoalan tersebut.

“Yang tidak kalah penting, buat model pembelajaran ilmu falak yang menyenangkan buat para santri,” tuntasnya.(lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Radikus Makankakus

    • calendar_month Kam, 8 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 545
    • 0Komentar

    Dika Angkasaputra Moerwani atau lebih dikenal dengan Raditya Dika (lahir di jakarta, 28 Desember 198. Umur 31 tahun) adalah seorang penulis, pelawak, aktor, pemeran, model dan sutradara asal Indonesia. Di indonesia, Raditya Dika dikenal sebagai buku jenaka. Tulisan-tulisan itu berasal dari blog pribadiny yang kemudian dibukukan. Buku pertamanya berjudul Kambing Jantan masuk kategori best seller. […]

  • LBM NU Menyelenggarakan Bahtsul Masail se-Jawa Tengah

    LBM NU Menyelenggarakan Bahtsul Masail se-Jawa Tengah

    • calendar_month Jum, 30 Okt 2015
    • account_circle admin
    • visibility 689
    • 0Komentar

    Bahtsul Masail sebagai (diskusi agama) salah satu rutinitas Nahdliyin untuk mengupas masalah-masalah agama yang terus berkembang di tengah masyarakat  harus terus di jaga untuk menjembatani dan menjadi wadah masalah yang muncul di masyarakat. sehingga mereka mendapatkan jawaban yang benar dan maksimal. Jawaban yang benar– benar dapat di pertanggungjawabkan secara syar’i. Kali Ini Lembaga Bahtsul Masail […]

  • PCNU-PATI Photo by Rafael Atantya

    Upacara

    • calendar_month Rab, 19 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 404
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Beberapa hari lalu, di media sosial baik Facebook Twiter dan Story Instagram serta WhatsApp terkait pengumuman ada kegiatan upacara dengan masa yang begitu fantastis. Tujuh ribu masa berkumpul demi satu tujuan, memperlihatkan kekuatan dengan jumlah masa terbanyak dengan jalur kordinasi tersetruktur, terkoneksi dengan lancar tanpa kendalanya, jaringannya mulai dari tingkat […]

  • Dua Rumah Terbakar, Satsus Bagana Satkoryon Banser Gercep Padamkan Api

    Dua Rumah Terbakar, Satsus Bagana Satkoryon Banser Gercep Padamkan Api

    • calendar_month Sel, 15 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 508
    • 0Komentar

    Bagana Banser bersama-sama dengan Damkar Pati dan SatpolPP memadamkan api dari dua rumah yang mengalami kebakaran di Pucakwangi PUCAKWANGI – Dua rumah warga Dukuh Jatilawang, Desa/Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati alami kebakaran, Selasa (15/2) siang. Rumah tersebut adalah milik Jono dan Kasbi, warga RT 5 RW 2 desa setempat. Kasatsus Bagana Satkoryon  Pucakwangi, Syaiful Maarif menjelaskan, […]

  • ‎Terima Kunjungan Delegasi Taiwan, PWNU Jawa Tengah Buka Peluang Kemitraan Pendidikan Internasional

    ‎Terima Kunjungan Delegasi Taiwan, PWNU Jawa Tengah Buka Peluang Kemitraan Pendidikan Internasional

    • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15.994
    • 0Komentar

    ‎Semarang, 8 Juni 2026 — Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah menerima kunjungan delegasi dari Huang Kuang University, Taiwan, yang diwakili oleh Mr. Shang-Fu Tsai, Administrative Specialist, Cooperative Development Center, Office of the International Foundation Program. Kunjungan ini bertujuan untuk menjajaki peluang kerja sama di bidang pendidikan, khususnya bagi sekolah dan madrasah di bawah […]

  • Nalar Kritis Abu Bakar ash Shiddiq

    Nalar Kritis Abu Bakar ash Shiddiq

    • calendar_month Kam, 23 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 622
    • 0Komentar

      Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Sahabat Abu Bakar Ash Shiddiq selalu menjadi trending topik di kalangan da’i terutama menjelang peringatan hari agung isro’ mi’roj. Pasalnya, dialah tokoh islam yang seketika membenarkan klaim Nabi Muhammad yang menyatakan telah mengunjungi Palestina lalu naik menuju langit ke-tujuh dalam waktu semalam. Sebagai catatan, Nabi melaksanakan kegiatan luar biasa tersebut […]

expand_less