Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dua Kendala Pengembangan Ilmu Falak di Pesantren

Dua Kendala Pengembangan Ilmu Falak di Pesantren

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 12 Agu 2021
  • visibility 597
  • comment 0 komentar
Dr. Ahmad Izzuddin, Koordinator Diklat Lembaga Falakiyah PBNU saat menyanpaikan kendala pengaplikasian ilmu falak di pesantren dalam acara Peluncuran Lajnah Falakiyah Salafiyah Kajen via zoom meeting

PATI-Ilmu Falak atau dalam istilah modern dikenal sebagai ilmu astronomi merupakan satu cabang ilmu yang sangat penting. Sebab bukan hanya mempelajari bintang, ilmu ini juga digunakan hampir dalam segala sektor kehidupan, seperti sektor pertanian yang mengandalkan musim. 

Menurut Prof. Thomas Jalaluddin, pernanian membutuhkan siklus musim yang didasarkan pada revolusi bumi terhadap matahari. Untuk mempelajari hal ini, lanjutnya, dibutuhkan ilmu falak. 

Dalam dunia pesantren ilmu ini telah dipelajari sejak lama. Banyak ulama yang membedah ilmu falak melalui karya-karya ilmiah. 

Hanya saja, menurut Dr. Ahmad Izzuddin, Koordinator Diklat Lembaga Falakiyah PBNU, masih banyak kendala yang dialami pesantren dalam mengembangkan ilmu falak saat ini. Keluhan tersebut di sampaikannya dalam peluncuran Lajnah Falakiyah Salafiyah Kajen. 

Berdasarkan pengamatannya, Dr. Izzuddin menilai setidaknya ada dua problem yang dihadapi pesantren. Pertama, alat peraga dan kedua, titik fokus pembelajaran ilmu falak di pesantren.

“Saat ini banyak pesantren menitik beratkan teori hisab daripada ru’yat,” ungkapnya. 

Dua permasalahan ini tentunya sangat berkaitan. Ru’yat membutuhkan alat peraga yang cukup mahal, sedangkan hisab tidak terlalu menghabiskan banyak dana. 

“Problem utama pesantren dalan mengaplikasikan ilmu falak memang terletak pada alat peraga,” tandas kiai muda ketua Asosiasi Dosen Ilmu Falak Indonesia ini. 

Namun, Dr. Izzuddin yang memiliki perhatian tinggi terhadap pesantren tidak tinggal diam. Ia mengajak kepada seluruh hadirin dalam acara launching tersebut untuk berfikir bersama-sama demi mengatasi persoalan tersebut.

“Yang tidak kalah penting, buat model pembelajaran ilmu falak yang menyenangkan buat para santri,” tuntasnya.(lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jakenan Bentuk Panitia Hari Santri 2019

    Jakenan Bentuk Panitia Hari Santri 2019

    • calendar_month Kam, 26 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 689
    • 0Komentar

    JAKENAN – Komponen masyarakat di kecamatan Jakenan, Kamis (26/9/2019) pagi membentuk panitia peringatan Hari Santri Nasional 2019. Dengan prakarsa MWCNU Kecamatan Jakenan, pertemuan yang dilaksanakan di Aula Kantor Camat Jakenan itu akhirnya berhasil menyusun kepanitian Hari Santri 2019 yang terdiri atas berbagai komponen di Jakenan. Rais dan Ketua MWCNU Jakenan bersama Kapolsek, Danramil, Kepala KUA, […]

  • PCNU - PATI

    KH. Hasyim Asy’ari

    • calendar_month Sel, 19 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 603
    • 0Komentar

    Buku ini menyajikan informasi tentang pemikiran dan perjuangan Kyai Haji Hasyim Asy’ari, termasuk informasi yang selama ini hanya diketahui dan dipahami oleh kalangan santri. Diharapkan pengabdian Kyai Haji Hasyim Asy’ari untuk negeri itu dapat dijadikan teladan dan menginspirasi generasi muda kita untuk lebih mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  • Lampu Terang Di Balik Seribu Bambu

    Lampu Terang Di Balik Seribu Bambu

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 777
    • 0Komentar

    Keberadaan KH Gholib di daerah bambu seribu atau Pringsewu, Provinsi Lampung membawa “lampu yang terang”. Begitu H.A Musa Achmad pada tahun 1973 menggambarkannya. Lampu adalah madrasah, penerang anak-anak dengan pendidikan agama Islam. Berikut kisah KH Gholib dalam perjuangan di bidang agama, pendidikan dan sosial yang dituturkan Dr. Dra. Hj. Farida Ariyani, M.Pd, cucu KH Gholib, […]

  • Ketua PWNU Jawa Tengah Ajak Masyarakat Sambut Lebaran dengan Kesederhanaan

    Ketua PWNU Jawa Tengah Ajak Masyarakat Sambut Lebaran dengan Kesederhanaan

    • calendar_month Sab, 29 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 541
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Kondisi sosial dan ekonomi belakangan ini sedang tidak baik. Hal itu menjadikan banyak pihak prihatin sehingga dalam merayakan Lebaran hendaknya dengan kesederhanaan. Demikian disampaikan Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah (Jateng) KH Abdul Ghaffar Rozin saat berada di Posko Mudik Ansor-Banser Pati, Jumat (28/3/2025) malam. Gus Rozin, begitu kiai […]

  • PCNU-PATI Photo by Anita Austvika

    Perempuan itu Makhluk Bebas

    • calendar_month Jum, 2 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 395
    • 0Komentar

    Oleh: Inayatun Najikah Tadi malam saat tengah bersantai, tiba-tiba handphone saya bergetar. Rupanya ada panggilan video call masuk dari teman-teman semasa kuliah. Bermaksud untuk melepas kerinduan. Kami saling berbagi kabar dan bercerita perihal kesibukan masing-masing. Selain itu mereka juga saling curhat perihal apa saja, yang salah satunya tentang asmara. Dan saya hanya sebagai pendengar setia, […]

  • Fatayat NU Winong Gelar Gebyar Muharrom

    Fatayat NU Winong Gelar Gebyar Muharrom

    • calendar_month Sab, 7 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 480
    • 0Komentar

    WINONG-Ratusan anggota Fatayat se-Kecamatan Winong tumplek blek di halaman Masjid Baitussalam, Desa Kudur, Jumat (6/8). Menurut Ani Agustyani, S.Ag., M.Si., selaku ketua PAC Fatayat Winong, kehafiran mereka adalah untuk memeriahkan peringatan tahun baru hijriyah. 34 anak yatim menerima dantunan dari PAC Fatayat NU Winong dalam acara Gebyar Muharrom yang digelar untuk memperingati tahun baru hijriyah […]

expand_less