Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dua Kendala Pengembangan Ilmu Falak di Pesantren

Dua Kendala Pengembangan Ilmu Falak di Pesantren

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 12 Agu 2021
  • visibility 599
  • comment 0 komentar
Dr. Ahmad Izzuddin, Koordinator Diklat Lembaga Falakiyah PBNU saat menyanpaikan kendala pengaplikasian ilmu falak di pesantren dalam acara Peluncuran Lajnah Falakiyah Salafiyah Kajen via zoom meeting

PATI-Ilmu Falak atau dalam istilah modern dikenal sebagai ilmu astronomi merupakan satu cabang ilmu yang sangat penting. Sebab bukan hanya mempelajari bintang, ilmu ini juga digunakan hampir dalam segala sektor kehidupan, seperti sektor pertanian yang mengandalkan musim. 

Menurut Prof. Thomas Jalaluddin, pernanian membutuhkan siklus musim yang didasarkan pada revolusi bumi terhadap matahari. Untuk mempelajari hal ini, lanjutnya, dibutuhkan ilmu falak. 

Dalam dunia pesantren ilmu ini telah dipelajari sejak lama. Banyak ulama yang membedah ilmu falak melalui karya-karya ilmiah. 

Hanya saja, menurut Dr. Ahmad Izzuddin, Koordinator Diklat Lembaga Falakiyah PBNU, masih banyak kendala yang dialami pesantren dalam mengembangkan ilmu falak saat ini. Keluhan tersebut di sampaikannya dalam peluncuran Lajnah Falakiyah Salafiyah Kajen. 

Berdasarkan pengamatannya, Dr. Izzuddin menilai setidaknya ada dua problem yang dihadapi pesantren. Pertama, alat peraga dan kedua, titik fokus pembelajaran ilmu falak di pesantren.

“Saat ini banyak pesantren menitik beratkan teori hisab daripada ru’yat,” ungkapnya. 

Dua permasalahan ini tentunya sangat berkaitan. Ru’yat membutuhkan alat peraga yang cukup mahal, sedangkan hisab tidak terlalu menghabiskan banyak dana. 

“Problem utama pesantren dalan mengaplikasikan ilmu falak memang terletak pada alat peraga,” tandas kiai muda ketua Asosiasi Dosen Ilmu Falak Indonesia ini. 

Namun, Dr. Izzuddin yang memiliki perhatian tinggi terhadap pesantren tidak tinggal diam. Ia mengajak kepada seluruh hadirin dalam acara launching tersebut untuk berfikir bersama-sama demi mengatasi persoalan tersebut.

“Yang tidak kalah penting, buat model pembelajaran ilmu falak yang menyenangkan buat para santri,” tuntasnya.(lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Naharul Ijtima’ di “Kampung Ace” Cabak Tlogowungu

    Naharul Ijtima’ di “Kampung Ace” Cabak Tlogowungu

    • calendar_month Kam, 12 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 612
    • 0Komentar

    Warta NU; Sehabis sholat Jum’at,6 Maret 2015 Pengurus Harian PCNU Pati bergegas menuju kantor untuk Turba ke ranting dan MWC se-kab. Pati. Kebetulan pada acara Naharul Ijtima’ yang pada jum’at kali ini giliran di MWC Tlogowungu. Masjid yang dipilih sebagai tempat pertemuan adalah Masjid Al Ikhlas Ds. Cabak Kec. Tlogowungu yg merupakan desa penghasil buah […]

  • PCNU-PATI

    Menumbuhkan Ghirah Akademik Mahasiswa Melalui Diskusi

    • calendar_month Kam, 16 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 523
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- MARGOYOSO – Dalam rangka menumbuhkan iklim akademik mahasiswa yang dirasa mengalami kemunduruan, para mahasiswa Program Studi Pengembengan Masyarakat Islam (PMI) Isntitut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati mengadakan diskusi bertempat di kantin IPMAFA, Rabu (15/030/23). Diskusi ini dilakukan tidak lain untuk menumbuhkan ghirah mahasiswa agar tidak pudar dan kembali pada jalur yang benar, yakni mahasiswa […]

  • Indikator Sempurnanya Seorang Mukmin

    Indikator Sempurnanya Seorang Mukmin

    • calendar_month Kam, 18 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 473
    • 0Komentar

     Hadist dari Abu Huroiroh RA berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Sempurnanya iman seseorang yaitu dengan akhlaknya yang paling baik. Dan yang terpilih diantara kalian adalah orang yang paling baik akhlaknya dalam memperlakukan seorang perempuan.” Jadi berdasarkan hadist ini hierarki (tingkatan) orang beriman itu indikatornya adalah akhlaknya. Paling baik diantara yang baik ialah baik dalam bagaimana ia […]

  • Muballigh – Muballighah Berkumpul Bahas Masa Depan Dakwah Islam

    Muballigh – Muballighah Berkumpul Bahas Masa Depan Dakwah Islam

    • calendar_month Sel, 16 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 754
    • 0Komentar

    Foto Bersama Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Pati PATI-Lembaga Dakwah Nahdlatul ulama (LDNU) Cabang Pati, Minggu (14/7), mengadakan rapat konsolidasi dengan mengundang Lembaga Dakwah MWC NU se-Kabupaten Pati. Acara yang dihelat di kantor PCNU ini bertujuan agar seluruh informasi dan program LDNU Pati bisa diterima oleh LD MWC NU yang berbasis di setiap kecamatan. […]

  • Wujud Kepedulian, Artha Bahana Syariah Salurkan Bantuan Logistik Banjir Melalui Posko Induk PCNU Pati Peduli Bencana

    Wujud Kepedulian, Artha Bahana Syariah Salurkan Bantuan Logistik Banjir Melalui Posko Induk PCNU Pati Peduli Bencana

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.249
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – KSPPS Artha Bahana Syariah (ABS) Pati menunjukkan komitmen sosialnya dengan menyalurkan bantuan logistik untuk warga terdampak banjir di Kabupaten Pati. Bantuan tersebut diserahkan langsung melalui Posko Induk PCNU Kabupaten Pati Peduli Bencana untuk segera didistribusikan ke titik-titik terdampak paling parah. Dalam aksi kemanusiaan ini, ABS menyalurkan sejumlah bahan pokok penting, di antaranya […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi Menghitung Kredit. Photo by Towfiqu barbhuiya on Unsplash.

    Kredit

    • calendar_month Rab, 25 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 530
    • 0Komentar

    Karena untuk menjadi istiqomah itu amat berat. Selalu tepat waktu dalam kondisi apa saja, dimana saja, dengan siapa dan berbuat apa. Jika sudah mengiyakan sepekan sekali harus ada tulisan ya harus di sempatkan. Seperti halnya kemarin-kemarin jika hari kemenangan tinggal kenangan. Setelah sebulan fuul kita terkekang, menahan lapar, menahan dahaga. Tapi belum mampu menahan rasan-rasan […]

expand_less