Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » FKUB Pati Raih Penganugerahan Harmony Award 2025, PCNU Angkat Topi

FKUB Pati Raih Penganugerahan Harmony Award 2025, PCNU Angkat Topi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
  • visibility 5.823
  • comment 0 komentar

pcnupati.or.id – Harmony Award 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, Jumat (28/11) berbuah manis bagi Kabupaten Pati. Pasalnya, pada ajang yang dihelat di Hotel DoubleTree Kemayoran, Jakarta tersebut, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB Pati) berhasil menorehkan salah satu penghargaan.

“Alhamdulillah kami masuk nominasi kinerja terbaik ke-tiga,” terang KH. Manhajussidad, Ketua FKUB Kabupaten Pati.

Penganugerahan ini, lanjut Kiai Sidad, cukup prestisius, sebab sedikitnya ada 413 FKUB yang memgikuti penilaian. Selain Kiai Sidad, turut serta dalam malam bersejarah itu, Kepala Kemenag Kabupaten Pati, Ahmad Saeku dan Sekretaris FKUB Pati, Maskan.

Kemenag Pati Antar FKUB Raih Peringkat III Harmony Award 2025

Kemenag Pati Antar FKUB Raih Peringkat III Harmony Award 2025

“Kita kalah dari Kabupaten Klaten (yang menduduki) peringkat pertama dan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara di posisi ke-dua,” imbuh Maskan.

Proses Penilaian

Harmony Award ditujukan kepada FKUB-FKUB yang memiliki prestasi dalam menjaga kerukunan di daerah masing-masing. Menurut Menteri Agama, Nasaruddin Umar, pada periode ini, RI berada pada tahun indeks harmoni tertinggi dalam sejarah Indonesia.

“Kita harus bersyukur dan bertanggung jawab untuk menjaga harmoni ini,” tutur dia.

Kegiatan Harmony Award 2025 ini telah diawali dengan pengisian kuisioner mulai 25 September 2025 sampai dengan 10 Oktober 2025. Jadi, menurut Maskan, penganugerahan tersebut cukup objektif.

Respon PCNU

Raihan FKUB Pati tersebut juga membuat sumringah ketua PCNU Pati, KH. Yusuf Hasyim. Dirinya mengaku turut bangga dengan kinerja rekan-rekan FKUB.

Apalagi, lanjut dia, NU juga merupakan salah satu organisasi sosial kemasyarakatan yang menjunjung nilai-nilai toleransi. Jadi, menurut pria asal Winong tersebut, penganugerahan Menteri Agama RI kepada FKUB Kabupaten Pati ini menjadi kabar baik.

“Saya sangat bangga sekali kepada rekan-rekan FKUB,” tandas dia.

Kiai Yusuf berharap, kedepannya, prestasi ini bisa meningkat. Menurutnya, raihan FKUB Pati ini bukan sekadar piagam, namun bukti nyata bahwa toleransi di Kabupaten Pati sangat baik.

“Mungkin tahun ini nominasi terbaik ke-tiga. Kita semua berharap, ke depan Pati bisa menjadi mercusuar harmoni di Indonesia,” lanjutnya. (lut/LTN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Bumi Cinta

    • calendar_month Rab, 2 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Bumi Cinta – Habiburahman El Shirazy atau biasa dipanggil dengan nama Kang Abik, merupakan salah satu penulis atau novelis asal Indonesia yang berhasil merilis buku-buku best seller, seperti novel berjudul Bumi Cinta. Beberapa karya lain milik Habiburahman El Shirazy bahkan tidak hanya dikenal di Indonesia, melainkan hingga Malaysia, Amerika Serikat, dan Australia. Salah satu karya best seller dari Kang […]

  • Qurban PSAA Darul Hadlanah, Pengurus Targetkan Dua Dimensi

    Qurban PSAA Darul Hadlanah, Pengurus Targetkan Dua Dimensi

    • calendar_month Kam, 22 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 463
    • 0Komentar

    Proses pengulitan oleh pengurus dan santri PSAA Darul Hadlanah MARGOYOSO-Senyum lebar mekar di bibir anak-anak PSAA (Panti Sosial Asuhan Anak) Darul Hadlonah, Waturoyo, Margoyoso, Pati. Pasalnya Selasa (20/7) pihak pengasuh menyelenggarakan kegiatan penyembelihan hewan qurban.  Binatang qurban tersebut merupakan sumbangan dari beberapa donatur. R. Andi Irawan, pengasuh PSAA menyebutkan bahwa pihaknya memang menerima sumbangan hewan […]

  • PCNU-PATI

    Surat Kepada Kanjeng Nabi

    • calendar_month Kam, 25 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Setiap masyarakat Muslim, setiap kelompok, serta setiap orang mengagung-agungkannya ratusan ribu kali. Muhammad tidak menjadi lapuk oleh panas hujan segala zaman. Muhammad dipelihara namanya di zaman orang bertani, serta di zaman pascamodern ketika kekuatan alat informasi dan komunikasi menjadi “dewa”. Muhammad tidak pernah disebut “kuno”, meski kita punya Mercedes paling mutakhir, superkomputer, serta segala jenis […]

  • PC IPNU IPPNU Pati Audiensi dengan Bupati, Ini Hasilnya

    PC IPNU IPPNU Pati Audiensi dengan Bupati, Ini Hasilnya

    • calendar_month Kam, 19 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Ketua PC IPNU Pati, Moh. Salman (kedua dari kanan) dan Ketua PC IPPNU, Sulistiani ditemani Ketua Panitia OC Konfercab XIII, M. Khoirul Anam (kanan) usai melakukan audiensi dengan Bupati Pati, Haryanto (baju batik) PATI – PC IPNU IPPNU Kabupaten Pati baru saja mengadakan audiensi dengan Bupati Pati, Haryanto di Kantor Bupati, Kamis (19/8). Hadir dalam […]

  • Pelajar NU Margorejo Gelar Konferensi Luar Biasa

    Pelajar NU Margorejo Gelar Konferensi Luar Biasa

    • calendar_month Rab, 10 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 353
    • 0Komentar

      Suasana Konferensi luar biasa PAC IPNU IPPNU Kecamatan Margorejo MARGOREJO- PAC IPNU IPPNU Kecamatan Margorejo usai adakan Orientasi Kepengurusan dan Konferensi Anak Cabang Luar Biasa pemilihan ketua IPNU pada Ahad, (7/11). Kegiatan ini diselenggarakan di kantor sekretariat PAC IPNU IPPNU Margorejo di desa Pegandan.   Dengan diadakanya Konferensi Anak Cabang luar biasa, harus dilaksanakan karena […]

  • Tarekat vs Syariat. Photo by Fereshteh Ghazisaeedi on Unsplash.

    Tarekat vs Syariat

    • calendar_month Kam, 6 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 487
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Sering kita temukan, perdebatan sengit antara pengikut tarekat versus pengikut fikih sentris. Forum apapun bisa jadi medan laga siapa yang terbaik di antara mereka berdua. Follower tarekat terbiasa kultus akan amalan-amalan wirid yang mereka lakukan, tanpa mau didikte oleh syariat atau fikih (dalam batas tertentu). Sementara kubu sebelah bangga dengan fikih […]

expand_less