Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Dari Jari; Cermin Diri

Dari Jari; Cermin Diri

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 17 Jun 2022
  • visibility 237
  • comment 0 komentar

Media sosial kini menjadi virus yang begitu pesat menyebar di seluruh lini masyarakat kita. Virus ini membuat saya prihatin karena media sosial kini sengaja dikemas menjadi semacam diary book oleh kebanyakan pengguna. Bahkan ada yang mengatakan apabila media sosial ibaratnya sebuah lautan sehingga semua bisa dimasukkan dan ditumpahkan tanpa terkecuali.

Nyaris ironis bukan? Dari detik ke menit selalu ada kegiatan harian untuk ditampilkan. Mengapa hal ini bisa terjadi. Apa memposting keseharian dimedia sosial sudah menjadi hal lumrah di masyarakat kita dan menjadi sebuah trend sekarang ini. Ataukah sebuah kebahagiaan tersendiri?

Memang tak ada larangan dan hukum yang mengharamkan hal tersebut. Tapi jika itu dilakukan setiap saat maka akan menimbulkan kecanduan, serta kebanggaan terhadap diri sendiri. Semakin banyak yang menyukai dan meninggalkan pesan komentar pada postingan yang diunggah. Maka semakin semangat pula untuk mempublikasikan segala macam hal termasuk yang bersifat privasi, yang menurut saya seharusnya itu tak perlu dipublikasikan. Tampaknya seperti ada kepuasan tersendiri. Dan orang lain tak boleh ikut mencampuri.

Mengunggah sesuatu di media sosial pasti memiliki suatu tujuan. Entah ingin pamer atau sekadar butuh pengakuan atau sebagai tempat pelarian dari segala penat yang menghampiri. Tak ada yang tahu. Karena di lubuk hati hanya pribadi masing masing yang dapat memahami dan mengerti.

Tapi perlu diingat bahwa segala sesuatu selalu memiliki nilai positif dan negatif. Saya teringat kisah kawan saya satu kos dulu ketika di Semarang. Malam itu ia pergi keluar untuk belanja dan meletakkan dompetnya di dashbor motor. Sesampainya dikos ia baru menyadari bahwa dompetnya telah jatuh. Lantas ia mengunggah kejadian itu berharap ada yang menemukan. Saya yang saat itu tengah bersantai dikamar didatanginya untuk membantu menyebarkan informasi tersebut. Tak berapa lama kemudian muncul pemberitahuan di salah satu group facebook bahwa ada yang menemukan dompet dengan ciri-ciri yang sama seperti punya kawan saya ini. Salah satu di pandang dari sudut manfaatnya. Bisa saling menolong dan membantu, tinggal bagaimana kita menggunakan media sosial tersebut.

Lain cerita saat saya sedang berbincang dengan seorang senior dikampus. Saat itu ia bercerita.

“Yang saya takutkan bukan karena tak kunjung menikah, akan tetapi kehidupan setelah menikah sebab lama tak dikasih momongan.”

Alasannya sederhana karena ia takut tak mampu menghadapi berbagai macam pertanyaan dari para keluarga maupun teman dan para koleganya. Ditambah banyak postingan berseliweran yang berkaitan dengan hal itu yang memperlihatkan kebahagiaan sang calon ayah dan bunda. Sehingga ia merasa minder lalu menyalahkan dirinya sendiri. Layu sebelum berkembang bahasa kerennya.

Saya jadi sadar bahwa media sosial banyak pengaruhnya terhadap pola pikir kita serta kehidupan saat ini. Sebab media sosial adalah sumber informasi tak bisa di bendung sama sekali. Maka dari itu sebaiknya digunakan sebagaimana mestinya. Meski semua tergantung pada niat masing-masing sang pengguna, tapi alangkah baiknya jika dalam bersosial media dilakukan dengan bijak dan baik.

Tanpa menyinggung atau merendahkan. Dan yang perlu saya garis bawahi namanya juga dunia maya. Sudah tentu penuh tipu daya. Jangan asal percaya dengan apa yang ditampilkan. Karena terkadang yang ditampilkan hanyalah dari satu sisi saja. Senantiasa pergunakan jari kita untuk menuliskan sesuatu yang bermanfaat, jangan sebaliknya. Kalau dulu ada pepatah mulutmu harimaumu, sekarang ada pepatah baru jarimu mampu mencelakakanmu. (Inayatun Najikah)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Kendala Pengembangan Ilmu Falak di Pesantren

    Dua Kendala Pengembangan Ilmu Falak di Pesantren

    • calendar_month Kam, 12 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Dr. Ahmad Izzuddin, Koordinator Diklat Lembaga Falakiyah PBNU saat menyanpaikan kendala pengaplikasian ilmu falak di pesantren dalam acara Peluncuran Lajnah Falakiyah Salafiyah Kajen via zoom meeting PATI-Ilmu Falak atau dalam istilah modern dikenal sebagai ilmu astronomi merupakan satu cabang ilmu yang sangat penting. Sebab bukan hanya mempelajari bintang, ilmu ini juga digunakan hampir dalam segala […]

  • MA Abadiyah Gabus Raih Juara

    MA Abadiyah Gabus Raih Juara

    • calendar_month Sel, 9 Mei 2017
    • account_circle admin
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Pati. Madrasah Aliyah Abadiyah Gabus  menyabet Medali Perunggu dalam ajang Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) Se Indonesia Ke 12 Di Bogor di wakili oleh Septiana Rohmawati siswi Kelas X.             Madrasah tentu bisa bersaing dengan sekolah-sekolah umum, tinggal kita sebagai guru pendidik mampu mengenali potensi dan bakat terhadap anak didik kita.             “Saya sebagai guru […]

  • PCNU-PATI Photo by KamalUddin Dk

    Suara Azan

    • calendar_month Sen, 26 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 292
    • 0Komentar

    “… Suara azan sebagai bel kesadaran untuk mengingatkan tugas meditasi sehari-hari berupa menoleh ke dalam, kenali diri kemudian bebaskan semua cengkeraman.” Kalimat tersebut diutarakan Gede Prama, penulis dan pelaku meditasi, yang beragama Hindu. Membaca dari refleksi Gede Prama di atas saya begitu tersentuh. Betapa saya tidak pernah menyadari akan pesan yang tersembunyi dari suara azan. […]

  • Haul Kiai Syatibi, Gus Ghofur Semangati Santri

    Haul Kiai Syatibi, Gus Ghofur Semangati Santri

    • calendar_month Ming, 29 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 379
    • 0Komentar

    TRANGKIL-Haul ke-26 KH. Syatibi Umar Syahid di Desa Kadilangu, Trangkil berlangaung meriah. Festival rebana, gema aelawat hingga pengajian umum mewarnai acara yang dilaksanakan pada Jumat (27/9) hingga Sabtu (28/9) malam. Festival rebana yang digelar merupakan langkah untuk menjaga eksistensi rebana itu sendiri. Seperti diketahui bersama, bahwa minat pemuda untuk memainkan alat musik tradisional khususnya rebana […]

  • Masa Pandemi, Lazisnu Penambuhan Tetap Gerakkan Kegiatan Sosial

    Masa Pandemi, Lazisnu Penambuhan Tetap Gerakkan Kegiatan Sosial

    • calendar_month Sab, 29 Agu 2020
    • account_circle admin
    • visibility 213
    • 0Komentar

    MARGOREJO-Masa pandemi tidak menghalangi Unit Pengelola Zakat Infaq dan Shodaqoh (UPZIS) Lazisnu Ranting Penambuhan, Kecamatan Margorejo untuk terus melakukan kegiatan sosial. Bekerja sama dengan warga sekitar dan jama’ah sholawat Nurussalam, Upzis-LAZISNU Penambuhan menyantuni 14 anak yatim di desa setempat.  Pengurus Ranting NU Desa Penambuhan, Margorejo dan Pengurus Upzis-LAZISNU Desa Prnambuhan melakukan foto bersama usai santuni […]

  • PCNU-PATI

    3 Tips Siap Siaga Bencana

    • calendar_month Sel, 10 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Oleh : Angga Saputra Puluhan desa di Kabupaten Pati hingga saat ini masih tergenang banjir. Bahkan aktivitas warga menjadi tersendat. Sejumlah desa juga mengalami kelumpuhan akses. Sebab jalan utama terendam banjir. Banyak masyarakat yang terdampak banjir menggunakan sampan atau pohon pisang rakitan sebagai sarana transportasi darurat ketika beraktivitas di luar rumah. Rangkaian bencana alam yang […]

expand_less