Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Dari Generasi Rumah, Hingga Generasi Cafe

Dari Generasi Rumah, Hingga Generasi Cafe

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 10 Jun 2022
  • visibility 163
  • comment 0 komentar

Pagi ini saat saya sedang bersantai dikamar setelah melakukan aktivitas layaknya ibu rumah tangga, saya mendengar percakapan paman saya dengan saudara jauh didepan rumah. Yang dibicarakan adalah tentang anak zaman sekarang.

Cerita bermula saat saudara jauh kami bertanya pada paman tentang siapa pemilik motor terparkir didepan teras rumah saya. Paman saya menjawab bahwa itu motor keponakannya yang habis dipakai mengambil tebu (pohon tebu yang masih muda) untuk makanan sapi peliharaannya.

Saudara jauh kami pun kembali bertanya dimana keponakan yang dimaksud paman saya tersebut. Karena diteras rumah tak ada siapapun kecuali paman saya. Paman kembali menjawab dengan mengatakan bahwa keponakannya masih tidur dikamar adik saya. Karena tadi malam dia main kerumah dan menginap disini.

Lantas, paman ingin membenarkan apa yang ia sampaikan kepada saudara jauh kami dengan mengecek ke kamar adik saya. Dan benar saja, ia mengatakan keponakannya masih tertidur pulas dengan adik saya disampingnya. Saudara jauh kami lalu berkata, “Enak ya anak zaman sekarang. Jam segini masih tidur, sedangkan kita para orang tua sudah kesana kemari.”

Sontak saya merasa hal itu sebagai tamparan. Saya menangkap makna tersirat dari apa yang disampaikan saudara jauh kami yaitu tentang kemalasan anak zaman sekarang. Maunya enak saja. Tak mau susah payah. Apa saja keinginannya tinggal minta ke orang tua. Kalau tak dituruti, jurusnya adalah murung atau mogok makan lah atau puasa bicara biasanya. Seperti yang digambarkan pada tayangan televisi.

Dua hari yang lalu saat saya sedang menemani kawan saya membuat project untuk konten youtube di sebuah Cafe, saya melihat ada gerombolan anak-anak SMA sedang belajar kelompok disana. Batin saya wah hedon sekali mereka. Kerja kelompok saja di Cafe. Berbeda dengan zaman saya saat masih menjadi siswa dulu. Kerja kelompok ya di rumah salah satu teman kami. Hingga  terjalin keakraban  antara saya dengan orang tua teman saya.

Pemandangan dua hari lalu tampak berbeda. Meski tak semua siswa zaman sekarang yang hedonis. Pasti ada yang masih sederhana layaknya saya pada era dulu. Saya melihat mereka sedang berdiskusi dan sesekali tertawa sambil menikmati makanan yang tersaji di atas meja. Saya melihat makanan yang tersaji bukanlah makanan yang sederhana, karena bila ditaksir semua, saya kira sampailah seratus ribuan.

Setelah mereka selesai mengerjakan tugas, saya kembali melihat apa yang mereka lakukan. Bukan karena kepo, tapi meja kami tak jauh jaraknya. Jadi kegaduhan mereka saya bisa mendengar dan melihat. Mereka lantas membuat video pada aplikasi yang tengah boming sekarang ini  Tik Tok namanya. Mereka berjoget-joget didepan kamera, dan sesekali tertawa. Selain video, mereka juga berselfi dengan satu orang naik diatas meja. Barangkali karena kamera hp tak bisa menangkap wajah mereka semua. Teman saya yang sejak tadi disamping saya menggerutu melihat tingkah anak-anak berseragam abu-abu tersebut.

Perkembangan zaman sangat mempengaruhi perkembangan anak didik dan masyarakat kita. Ya salah satu contohnya ini. Saya membayangkan apa pekerjaan masing-masing orang tuanya dan berapa uang saku yang diberikan per harinya. Jika saja pekerjaannya hanya serabutan dengan gaji yang tak tetap dan tak banyak, tentu sangat memprihatinkan. Jelas, sang orang tua akan lebih mementingkan keinginan anaknya dibanding dirinya sendiri. Orang tua mana yang tega melihat anak kesayangannya menangis dan sedih karena keinginannya tak terkabul.

Saya cuma berpesan kepada adik-adik saya dan khususnya pada diri saya sendiri tentunya bahwa kehidupan ini tak hanya ada yang enak saja. Kadang ya ada yang tak enak, kadang ada yang menyusahkan. Selalu ada dua sisi. Karena kesemuanya itu untuk berkesalingan. Kita tak tahu bahagia, jika tak pernah merasakan sedih. Begitu sebaliknya. Jadi, sebagai generasi muda yang nantinya akan menggantikan peran generasi tua terutama orang tua kita. Mari untuk saling memahami. Bukan sebab keinginan lantas kita bisa seenaknya saja. Ingat, apa yang kita tanam, akan menuai hasilnya kelak. (Inayatun Najikah)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU PATI - Ilustrasi Pijat; Cara Tradisional Pulihkan Kebugaran Tubuh. Photo by Camille Brodard on Unsplash.

    Pijat; Cara Tradisional Pulihkan Kebugaran Tubuh

    • calendar_month Jum, 27 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Dua hari yang lalu saya merasakan ketidaknyamanan pada kondisi tubuh saya. Bukan karena sedang lapar, tapi diseluruh badan terasa lesu dan lemas. Mungkin sebab musababnya karena saya jatuh saat hendak menyalakan motor saat pagi sebelum berangkat bekerja. Pagi itu saya hendak menyalakan motor dengan menstandarkan dua penyangganya. Tapi sesuatu hal terjadi. Motor saya tiba-tiba rubuh […]

  • Kuatkan Mutu, INISNU Siap Laksanakan Pancadharma Internasional di Tiga Negara

    Kuatkan Mutu, INISNU Siap Laksanakan Pancadharma Internasional di Tiga Negara

    • calendar_month Rab, 30 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 152
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Temanggung – Dalam rangka memperkuat mutu dan internasionalisasi, Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung terus berupaya melaksanakan berbagai program. Salah satunya di tahun ini adalah kegiatan Pancadharma Internasional pada tiga negara yaitu Singapura, Malaysia, dan Thailand. Hal itu terungkap dalam sosialisasi oleh Panitia Pancadharma Internasional bersama travel pada Senin (28/4/2025) di aula lt.3 kampus […]

  • Hikmah Guru Sekumpul, Bukan Sekadar Sunnah Fashion

    Hikmah Guru Sekumpul, Bukan Sekadar Sunnah Fashion

    • calendar_month Kam, 9 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 588
    • 0Komentar

      Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Haul Guru Sekumpul atau KH. Zaini Abdul Ghani menjadi momok dunia perulama’an. Bukan hanya jumlah jama’ah haul yang tembus empat juta kepala, namun terlepas dari itu, Guru Sekumpul masih tergolong ulama’ ‘belia’, akantetapi haulnya mampu membagongkan dunia. Sebagai catatan, 5 Rajab kemarin, beliau baru 20 kali dihauli. Hal ini jelas […]

  • LTN NU Pati Gelar Gerakan Literasi Melawan Radikalisme

    LTN NU Pati Gelar Gerakan Literasi Melawan Radikalisme

    • calendar_month Jum, 9 Jun 2017
    • account_circle admin
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Pati. LTN NU Kabupaten Pati bekerjasama dengan KMPP (Keluarga Mahasiswa Pelajar Pati) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan BEM IPMAFA (Institut Pesantren Mathali’ul Falah) Pati mengadakan kegiatan pelatihan jurnalistik bagi para santri se-Kabupaten Pati. Acara tersebut dilaksanakan di aula Kampus IPMAFA lantai II  Senin (22/05/17) acara tersebut dimulai dari pukul 08.30 WIB itu berakhir pada pukul […]

  • Organisasi Thoriqoh Mahasiswa Gelar Maulid di Gedung DPD DIY

    Organisasi Thoriqoh Mahasiswa Gelar Maulid di Gedung DPD DIY

    • calendar_month Kam, 9 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Ketua DPD DIY, Gus Hilmy menyatakan dukungannya kepada organisasi MATAN YOGYAKARTA – Mahasiswa Ahli Thoriqoh al Mu’tabaroh an Nahdliyyah (MATAN) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta menggelar acara perkenalan di Gedung DPD DIY, Senin (6/12). Hal ini ditujukan agar anggota mereka yang baru bergabung semakin mendalami organisasi buatan Maulana Habib Luthfi Bin Yahya ini.  Dalam agenda […]

  • PCNU-PATI Photo by Lena Polishko

    Percaya

    • calendar_month Sen, 5 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Benar hidup tak semudah langkahkan kaki Kadang berat, kadang letih Suatu hari kan ku ingat hari ini Mampu berdiri, walau tak bisa berlari Ku rasa bebanku terlalu berat Apa ku kuat? Selalu bertanya Apa ku bisa Ada saja masalah yang datang menghadang Esok kan bagaimana ku tak tau apa Hari […]

expand_less