Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Belajar dari Jenderal Nobunaga

Belajar dari Jenderal Nobunaga

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 13 Jan 2025
  • visibility 508
  • comment 0 komentar

Oleh: M. Iqbal Dawami

Jenderal Jepang yang sangat dikenal, Nobunaga, memutuskan untuk maju berperang meskipun jumlah prajuritnya hanya sepersepuluh dari pasukan musuh. Keyakinannya tak tergoyahkan, tapi wajar saja kalau para prajuritnya ragu.

Di tengah perjalanan menuju medan perang, mereka berhenti di sebuah kuil Shinto. Setelah berdoa, Nobunaga keluar dengan wajah tenang dan berkata kepada prajuritnya:

“Sekarang, aku akan melempar koin. Kalau yang muncul gambar kepala, kita akan menang. Tapi kalau yang muncul angka, kita kalah. Nasib kita ditentukan sekarang.”

Koin dilempar, dan hasilnya gambar kepala. Suasana langsung berubah. Para prajurit yang tadinya ragu-ragu kini bersemangat penuh. Mereka maju dengan keyakinan tak tertandingi dan akhirnya menang dengan mudah.

Esok harinya, seorang ajudan mendekati Nobunaga dan berkata, “Tidak ada yang bisa melawan takdir yang sudah ditentukan.”

Nobunaga tersenyum kecil sambil mengeluarkan koin dari kantongnya, menunjukkan bahwa kedua sisi koin itu bergambar kepala.

Cerita di atas mengajarkan saya satu hal penting: dalam hidup, keyakinan sering kali menentukan hasil akhir. Nobunaga tahu bahwa pasukan yang ragu akan mudah dikalahkan, sekuat apa pun mereka. Maka, dia menciptakan keyakinan itu—bukan dengan kata-kata kosong, tapi dengan sebuah trik sederhana yang mampu mengubah keraguan menjadi keberanian.

Berapa banyak dari kita yang menghadapi situasi di mana semua tampak mustahil? Di mana rasa takut lebih besar daripada harapan? Terkadang, untuk menghadapi ketidakpastian, kita butuh sedikit dorongan—sebuah ilusi kecil yang mampu menyalakan semangat. Bukan untuk menipu diri sendiri, tapi untuk menciptakan keyakinan bahwa kita bisa menang.

Saya membayangkan diri saya berada di posisi prajurit-prajurit itu. Mungkin awalnya saya juga akan ragu. Namun, ketika melihat koin yang menunjukkan kepala, rasa takut itu perlahan hilang, digantikan oleh tekad. Ya, terkadang keyakinan butuh pemicu, dan pemicu itu bisa datang dari mana saja.

Hal yang paling menarik dari cerita ini adalah bahwa Nobunaga tidak benar-benar bergantung pada nasib. Dia memegang kendali penuh atas hasilnya. Koin dengan dua sisi bergambar kepala adalah bukti bahwa dia tidak meninggalkan segalanya pada keberuntungan. Dia menciptakan peluangnya sendiri.

Dalam hidup, kita sering kali dihadapkan pada situasi yang membuat kita merasa kalah sebelum mencoba. Kita merasa tidak cukup baik, tidak cukup siap, atau tidak cukup kuat. Tapi mungkin, seperti Nobunaga, kita perlu menciptakan ‘koin’ kita sendiri—sesuatu yang bisa mengubah keraguan menjadi keyakinan.

Kisah ini mengingatkan saya pada banyak momen di hidup saya, ketika saya harus membuat keputusan sulit. Saya belajar bahwa percaya pada diri sendiri adalah langkah pertama menuju kemenangan. Dan percaya bukan berarti buta terhadap realitas, tetapi memilih untuk tetap maju meski keadaan tidak ideal.

Jadi, ketika kita dihadapkan pada tantangan besar, mari tanyakan pada diri sendiri: apa koin bergambar kepala kita? Apa hal kecil yang bisa membuat kita percaya bahwa kemenangan itu mungkin? Karena pada akhirnya, yang menentukan bukanlah nasib semata, tetapi bagaimana kita menciptakan keyakinan dalam diri kita dan orang-orang di sekitar kita.

Seperti Nobunaga, mari kita jadi pemimpin bagi diri sendiri, atau istilah Pramoedya Ananta Toer, menjadi tuan untuk diri sendiri. Mari kita belajar menciptakan keberanian, meskipun hanya dari trik kecil atau dorongan sederhana. Karena dalam hidup, keberanian dan keyakinan adalah dua hal yang selalu membawa kita mendekat pada kemenangan.

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU Beri Selamat dan Doa untuk Presiden dan Wapres Baru

    PCNU Beri Selamat dan Doa untuk Presiden dan Wapres Baru

    • calendar_month Sen, 21 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 262
    • 0Komentar

    PATI-Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden baru saja diselenggarakan Minggu (20/10) sore. Ir. H. Joko Widodo, beserta wakilnya, KH. Ma’ruf Amin resmi memimpin negeri ini lima tahun ke depan. Warga NU menyambut baik pelantikan tersebut. Banyak yang beranggapan bahwa pengangkatan K.H. Ma’ruf Amin sebagai Wapres merupakan hadiah terbesar untuk Hari Santri Nasional. Pasalnya, kiai yang pernah […]

  • Hadiri Apel Hari Ibu, Ini Pesan Ketua Muslimat NU Pati

    Hadiri Apel Hari Ibu, Ini Pesan Ketua Muslimat NU Pati

    • calendar_month Kam, 22 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 296
    • 0Komentar

    PATI – Para pengurus PC Muslimat NU dan Fatayat NU menghadiri apel Hari Ibu, Kamis (22/12) pagi. Agenda ini diadakan oleh pemerintah Kabupaten Pati dan berlokasi di halaman Pendopo Kabupaten. Kehadiran lima puluhan ibu-ibu NU tersebut atas undangan dari Pemkab Pati. Selain Fatayat dan Muslimat, turut juga ratusan kaum hawa baik dari elemen pemerintah maupun […]

  • Ketika Musa Memukul Laut Merah dengan Tongkat

    Ketika Musa Memukul Laut Merah dengan Tongkat

    • calendar_month Sen, 1 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami “Apakah kau ingat film The Ten Commandments?”             “Tentu aku ingat. Ada adegan ketika Musa—yang diperankan Charlton Heston—mengangkat tongkatnya, lalu air laut pun terbelah, dan bangsa Israel bisa menyeberang,” ujarnya.             “Padahal di Alkitab tidak demikian,” kata teman saya. “Di Alkitab, Allah berkata kepada Musa, ‘Berbicaralah kepada bangsa Israel dan […]

  • Resmikan Kantor Baru; Gus Rozin Minta Kantor LP Ma`arif Harus Selalu Menyala

    Resmikan Kantor Baru; Gus Rozin Minta Kantor LP Ma`arif Harus Selalu Menyala

    • calendar_month Rab, 23 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 389
    • 0Komentar

    Semarang – Bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2024, Lembaga Pendidikan Ma`arif NU Jawa Tengah resmi memiliki kantor baru yang beralamatkan di Jl. Majapahit No.70 Pandean Lamper, Gayamsari, Kota Semarang. Peresmian kantor baru tersebut langsung oleh Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah KH. Abdul Ghaffar Rozin atau yang akrab disapa Gus Rozin. Beliau […]

  • Photo by sasint

    Bagaimanapun Itu ; Anak Harus Merdeka

    • calendar_month Jum, 14 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Perempuan dan laki-laki yang belum menikah ataupun sudah, selamanya akan menyandang status sebagai seorang anak bagi kedua orang tuanya. Meski usianya kian hari makin dewasa; namanya anak tetaplah anak. Meski dari segi apapun baik pendidikan atau jabatan jauh lebih tinggi dibanding orang tuanya. Akan tetapi hal itu tak lantas membuatnya untuk […]

  • 5.000 Santri Ramaikan Kirab HSN

    5.000 Santri Ramaikan Kirab HSN

    • calendar_month Sen, 23 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Pati. Perayaan  Kirab Hari Santri Nasional di Pati tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena di sebabkan  diikuti ribuan warga lintas agama. Mereka mulai berjalan dari depan Markas Kodim 0718/Pati di Jalan P Sudirman menuju Alun-alun, Minggu, 22/10. Jamal Makmur mengatakan, Kirab Hari Santri Nasional di Pati diikuti sekitar 5.000 peserta. Mereka berasal dari santri, […]

expand_less