Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Belajar dari Jenderal Nobunaga

Belajar dari Jenderal Nobunaga

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 13 Jan 2025
  • visibility 466
  • comment 0 komentar

Oleh: M. Iqbal Dawami

Jenderal Jepang yang sangat dikenal, Nobunaga, memutuskan untuk maju berperang meskipun jumlah prajuritnya hanya sepersepuluh dari pasukan musuh. Keyakinannya tak tergoyahkan, tapi wajar saja kalau para prajuritnya ragu.

Di tengah perjalanan menuju medan perang, mereka berhenti di sebuah kuil Shinto. Setelah berdoa, Nobunaga keluar dengan wajah tenang dan berkata kepada prajuritnya:

“Sekarang, aku akan melempar koin. Kalau yang muncul gambar kepala, kita akan menang. Tapi kalau yang muncul angka, kita kalah. Nasib kita ditentukan sekarang.”

Koin dilempar, dan hasilnya gambar kepala. Suasana langsung berubah. Para prajurit yang tadinya ragu-ragu kini bersemangat penuh. Mereka maju dengan keyakinan tak tertandingi dan akhirnya menang dengan mudah.

Esok harinya, seorang ajudan mendekati Nobunaga dan berkata, “Tidak ada yang bisa melawan takdir yang sudah ditentukan.”

Nobunaga tersenyum kecil sambil mengeluarkan koin dari kantongnya, menunjukkan bahwa kedua sisi koin itu bergambar kepala.

Cerita di atas mengajarkan saya satu hal penting: dalam hidup, keyakinan sering kali menentukan hasil akhir. Nobunaga tahu bahwa pasukan yang ragu akan mudah dikalahkan, sekuat apa pun mereka. Maka, dia menciptakan keyakinan itu—bukan dengan kata-kata kosong, tapi dengan sebuah trik sederhana yang mampu mengubah keraguan menjadi keberanian.

Berapa banyak dari kita yang menghadapi situasi di mana semua tampak mustahil? Di mana rasa takut lebih besar daripada harapan? Terkadang, untuk menghadapi ketidakpastian, kita butuh sedikit dorongan—sebuah ilusi kecil yang mampu menyalakan semangat. Bukan untuk menipu diri sendiri, tapi untuk menciptakan keyakinan bahwa kita bisa menang.

Saya membayangkan diri saya berada di posisi prajurit-prajurit itu. Mungkin awalnya saya juga akan ragu. Namun, ketika melihat koin yang menunjukkan kepala, rasa takut itu perlahan hilang, digantikan oleh tekad. Ya, terkadang keyakinan butuh pemicu, dan pemicu itu bisa datang dari mana saja.

Hal yang paling menarik dari cerita ini adalah bahwa Nobunaga tidak benar-benar bergantung pada nasib. Dia memegang kendali penuh atas hasilnya. Koin dengan dua sisi bergambar kepala adalah bukti bahwa dia tidak meninggalkan segalanya pada keberuntungan. Dia menciptakan peluangnya sendiri.

Dalam hidup, kita sering kali dihadapkan pada situasi yang membuat kita merasa kalah sebelum mencoba. Kita merasa tidak cukup baik, tidak cukup siap, atau tidak cukup kuat. Tapi mungkin, seperti Nobunaga, kita perlu menciptakan ‘koin’ kita sendiri—sesuatu yang bisa mengubah keraguan menjadi keyakinan.

Kisah ini mengingatkan saya pada banyak momen di hidup saya, ketika saya harus membuat keputusan sulit. Saya belajar bahwa percaya pada diri sendiri adalah langkah pertama menuju kemenangan. Dan percaya bukan berarti buta terhadap realitas, tetapi memilih untuk tetap maju meski keadaan tidak ideal.

Jadi, ketika kita dihadapkan pada tantangan besar, mari tanyakan pada diri sendiri: apa koin bergambar kepala kita? Apa hal kecil yang bisa membuat kita percaya bahwa kemenangan itu mungkin? Karena pada akhirnya, yang menentukan bukanlah nasib semata, tetapi bagaimana kita menciptakan keyakinan dalam diri kita dan orang-orang di sekitar kita.

Seperti Nobunaga, mari kita jadi pemimpin bagi diri sendiri, atau istilah Pramoedya Ananta Toer, menjadi tuan untuk diri sendiri. Mari kita belajar menciptakan keberanian, meskipun hanya dari trik kecil atau dorongan sederhana. Karena dalam hidup, keberanian dan keyakinan adalah dua hal yang selalu membawa kita mendekat pada kemenangan.

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Rumi

    • calendar_month Sen, 24 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 382
    • 0Komentar

    Oleh: M Iqbal Dawami Mungkin ada yang belum tahu Jalaluddin Rumi. Ia adalah sufi cum penyair yang terkenal. Ia berasal dari Balkh, Afghanistan. ia belajar tasawuf kepada beberapa guru, tapi yang paling mempengaruhinya adalah Syamsuddin al-Tabrizi atau Syamsi Tabriz. Sebelum tampil menjadi ahli tasawuf Rumi adalah seorang guru yang memiliki banyak murid. Sekian lama mengajar, […]

  • momjunction.com

    Dari Dongeng Kita Belajar Parenting

    • calendar_month Jum, 29 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Saat saya tengah bersantai dikamar, tiba-tiba muncul notifikasi dari salah satu akun media sosial saya. Seseorang membagikan postingan orang lain berisi 25 dongeng sebelum tidur untuk anak. Rasa penasaran saya membawa jemari untuk membuka postingan yang dibagikannya. Awalnya saya berpikir jika postingan tersebut hanyalah gambar judul semata, tapi saya salah. Ada […]

  • PCNU-PATI

    Ma’had Jamiyyah Ipmafa Selenggarakan Workshop Kepenulisan

    • calendar_month Sel, 5 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 376
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Pati- Divisi jurnalistik pengurus Keluarga KIP-K Institut Pesantren Matholi’ul Falah (IPMAFA) mengadakan Pelatihan Jurnalistik Teknik Dasar (PJTD) yang diperuntukan bagi mahasiswa IPMAFA penerima KIP-K Matholi’ul Falah, Kamis (30/11/23). Bertempat di Aula Ma’had Putra Jami’ah segenap mahasiswa KIP-K mengikuti pelatihan literasi. Dimana tujuan diadakan pelatihan PJTD adalah untuk membekali para mahasiswa melek literasi (baca-tulis) dan […]

  • PAC IPNU IPPNU Dukuhseti Didorong Segera Gelar Konferancab

    PAC IPNU IPPNU Dukuhseti Didorong Segera Gelar Konferancab

    • calendar_month Ming, 9 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 238
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU ) Dukuhseti gelar acara buka bersama dan Musyawarah Pra Konferensi Anak Cabang (Konferancab) pada Sabtu (8/4/2023). Kegiatan ini berlangsung di Gedung MWC NU Dukuhseti. Hadir dalam kesempatan itu, Pembina IPNU dan Ketua PC IPNU Kabupaten Pati. Ketua PAC […]

  • PCNU-PATI

    Sedang Tuhan Pun Cemburu

    • calendar_month Sen, 12 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Sedang Tuhan pun Cemburu adalah sekumpulan esai-esai yang berkaitan dengan segala aspek kehidupan. Mulai dari kritik-kritik sosial seperti permasalahan narkotika dan seks ; politik seperti korupsi yang merajalela *rupanya korupsi memang sudah menjamur sejak dulu hiks* ; agama tentang seni islami dan dakwah ; sampai budaya di bahas di sini. Semuanya ditulis secara bernas oleh […]

  • Suarakan kemanusiaan NU Peduli gencar membantu warga

    Suarakan kemanusiaan NU Peduli gencar membantu warga

    • calendar_month Sel, 23 Mar 2021
    • account_circle admin
    • visibility 254
    • 0Komentar

      NU Pati – Suarakan kemanusiaan NU Peduli gencar membantu warga. Pada Selasa (23/3/2021), gerakan kemanusian tersebut dilakukan dengan memberikan bantuan paket sembako dan bedah rumah Kegiatan dalam rangka membangun semangat jiwa sosial kemanusiaan yang di perkasai NU Peduli Pati ini berlangsung dibeberapa lokasi terutama  Dukuh Muktisari Desa Muktiharjo Kecamatan Margorejo, Desa Klakahkasihan Kecamatan Gembong, […]

expand_less