Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Belajar dari Jenderal Nobunaga

Belajar dari Jenderal Nobunaga

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 13 Jan 2025
  • visibility 415
  • comment 0 komentar

Oleh: M. Iqbal Dawami

Jenderal Jepang yang sangat dikenal, Nobunaga, memutuskan untuk maju berperang meskipun jumlah prajuritnya hanya sepersepuluh dari pasukan musuh. Keyakinannya tak tergoyahkan, tapi wajar saja kalau para prajuritnya ragu.

Di tengah perjalanan menuju medan perang, mereka berhenti di sebuah kuil Shinto. Setelah berdoa, Nobunaga keluar dengan wajah tenang dan berkata kepada prajuritnya:

“Sekarang, aku akan melempar koin. Kalau yang muncul gambar kepala, kita akan menang. Tapi kalau yang muncul angka, kita kalah. Nasib kita ditentukan sekarang.”

Koin dilempar, dan hasilnya gambar kepala. Suasana langsung berubah. Para prajurit yang tadinya ragu-ragu kini bersemangat penuh. Mereka maju dengan keyakinan tak tertandingi dan akhirnya menang dengan mudah.

Esok harinya, seorang ajudan mendekati Nobunaga dan berkata, “Tidak ada yang bisa melawan takdir yang sudah ditentukan.”

Nobunaga tersenyum kecil sambil mengeluarkan koin dari kantongnya, menunjukkan bahwa kedua sisi koin itu bergambar kepala.

Cerita di atas mengajarkan saya satu hal penting: dalam hidup, keyakinan sering kali menentukan hasil akhir. Nobunaga tahu bahwa pasukan yang ragu akan mudah dikalahkan, sekuat apa pun mereka. Maka, dia menciptakan keyakinan itu—bukan dengan kata-kata kosong, tapi dengan sebuah trik sederhana yang mampu mengubah keraguan menjadi keberanian.

Berapa banyak dari kita yang menghadapi situasi di mana semua tampak mustahil? Di mana rasa takut lebih besar daripada harapan? Terkadang, untuk menghadapi ketidakpastian, kita butuh sedikit dorongan—sebuah ilusi kecil yang mampu menyalakan semangat. Bukan untuk menipu diri sendiri, tapi untuk menciptakan keyakinan bahwa kita bisa menang.

Saya membayangkan diri saya berada di posisi prajurit-prajurit itu. Mungkin awalnya saya juga akan ragu. Namun, ketika melihat koin yang menunjukkan kepala, rasa takut itu perlahan hilang, digantikan oleh tekad. Ya, terkadang keyakinan butuh pemicu, dan pemicu itu bisa datang dari mana saja.

Hal yang paling menarik dari cerita ini adalah bahwa Nobunaga tidak benar-benar bergantung pada nasib. Dia memegang kendali penuh atas hasilnya. Koin dengan dua sisi bergambar kepala adalah bukti bahwa dia tidak meninggalkan segalanya pada keberuntungan. Dia menciptakan peluangnya sendiri.

Dalam hidup, kita sering kali dihadapkan pada situasi yang membuat kita merasa kalah sebelum mencoba. Kita merasa tidak cukup baik, tidak cukup siap, atau tidak cukup kuat. Tapi mungkin, seperti Nobunaga, kita perlu menciptakan ‘koin’ kita sendiri—sesuatu yang bisa mengubah keraguan menjadi keyakinan.

Kisah ini mengingatkan saya pada banyak momen di hidup saya, ketika saya harus membuat keputusan sulit. Saya belajar bahwa percaya pada diri sendiri adalah langkah pertama menuju kemenangan. Dan percaya bukan berarti buta terhadap realitas, tetapi memilih untuk tetap maju meski keadaan tidak ideal.

Jadi, ketika kita dihadapkan pada tantangan besar, mari tanyakan pada diri sendiri: apa koin bergambar kepala kita? Apa hal kecil yang bisa membuat kita percaya bahwa kemenangan itu mungkin? Karena pada akhirnya, yang menentukan bukanlah nasib semata, tetapi bagaimana kita menciptakan keyakinan dalam diri kita dan orang-orang di sekitar kita.

Seperti Nobunaga, mari kita jadi pemimpin bagi diri sendiri, atau istilah Pramoedya Ananta Toer, menjadi tuan untuk diri sendiri. Mari kita belajar menciptakan keberanian, meskipun hanya dari trik kecil atau dorongan sederhana. Karena dalam hidup, keberanian dan keyakinan adalah dua hal yang selalu membawa kita mendekat pada kemenangan.

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wejangan Rois Syuriyah dalam Rapat Pleno PCNU Pati

    Wejangan Rois Syuriyah dalam Rapat Pleno PCNU Pati

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 337
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – PCNU Pati menggelar Rapat Pleno I pada Ahad (13/7) pagi. Kegiatan wajib ini dilaksanakan di Gedung SMK NU Pati, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati. KH. Minanurrahman, Rois Syuriyah PCNU Pati, dalam pengangarahannya menegaskan bahwa, konsen NU Pati adalah menjaga ukhuwah. Kalaupun terjun ke politik, lanjut dia, yang musti dipegang oleh pengurus NU adalah […]

  • Seperti Ini Potret Toleransi di Desa Jrahi<br>

    Seperti Ini Potret Toleransi di Desa Jrahi

    • calendar_month Sab, 30 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 277
    • 0Komentar

    PATI -Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, terkenal dengan sebutan Desa Wisata Pancasila. Di sana terdapat beberapa agama. Namun dengan kerukunan dan toleransi yang ada, masyarakat bisa hidup berdampingan.  Di sana, ada tiga agama dan satu penghayat kepercayaan yang dipeluk. Yakni, Agama Islam, Kristen, Budha dan Sapto Darmo.  Potret kerukunan di Desa Jrahi terlihat saat […]

  • Antisipasi Banjir, LPBI-NU Ajak Warga Ikuti Sosialisasi Biopori

    Antisipasi Banjir, LPBI-NU Ajak Warga Ikuti Sosialisasi Biopori

    • calendar_month Jum, 3 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 190
    • 0Komentar

    PATI-Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI-NU) Kabupaten Pati memiliki cara tersendiri untuk mengantisipasi musim penghujan ini. Edi Fitrianto, salah satu staf di LPBINU Pati menyatakan bahwa di musim hujan, potensi bencana semakin besar. Oleh sebab itu, perlu diadakan tindakan preventif serta respon yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Flyer Sosialisasi Biopori yang […]

  • Bangun Karakter dan Harumkan Bangsa

    Bangun Karakter dan Harumkan Bangsa

    • calendar_month Jum, 3 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Pati. Madrasah Aliyah NU Luthful Ulum melaksanakan harlah ke-34 serta Wisuda Kelas XII MA NU Luthful Ulum Wonokerto Pasucen Trangkil Pati,29/5 kemarin. Bupati Pati, H. Haryanto, SH., MM., M.S.I dalam sambutannya, menekankan kepada kader-kader muda Indonesia untuk menguatkan pendidikan karakter supaya tidak jatuh dalam godaan-godaan amoral yang berhembus kencang di era liberalisasi informasi sekarang ini, […]

  • RMI PWNU Jawa Tengah Bersama Baznas Jawa Tengah Dorong Pesantren Melek Digital melalui Pelatihan Digital Marketing

    RMI PWNU Jawa Tengah Bersama Baznas Jawa Tengah Dorong Pesantren Melek Digital melalui Pelatihan Digital Marketing

    • calendar_month Sab, 15 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 203
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- Semarang, 12 Maret 2025 – Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Tengah terus berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas pesantren dalam menghadapi era digital. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan Pelatihan Digital Marketing bagi pengelola Humas dan IT pondok pesantren se-Jawa Tengah. Acara yang digelar di SMK Negeri Jawa Tengah ini berlangsung […]

  • Gus Rozin Sampaikan Pesan Penting di Muktamar Ilmu Pengetahuan ke III IPMAFA Pati

    Gus Rozin Sampaikan Pesan Penting di Muktamar Ilmu Pengetahuan ke III IPMAFA Pati

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 242
    • 0Komentar

      Pati– Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PWNU Jawa Tengah menggelar Muktamar Ilmu Pengetahuan ke III di Kampus Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati pada Sabtu (13/09/2025). Acara dikemas dalam forum diskusi, pelatihan jurnal ilmiah, serta pelatihan esai khusus bagi para pelajar NU. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh KH. Abdul Ghaffar […]

expand_less