Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Belajar dari Jenderal Nobunaga

Belajar dari Jenderal Nobunaga

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 13 Jan 2025
  • visibility 441
  • comment 0 komentar

Oleh: M. Iqbal Dawami

Jenderal Jepang yang sangat dikenal, Nobunaga, memutuskan untuk maju berperang meskipun jumlah prajuritnya hanya sepersepuluh dari pasukan musuh. Keyakinannya tak tergoyahkan, tapi wajar saja kalau para prajuritnya ragu.

Di tengah perjalanan menuju medan perang, mereka berhenti di sebuah kuil Shinto. Setelah berdoa, Nobunaga keluar dengan wajah tenang dan berkata kepada prajuritnya:

“Sekarang, aku akan melempar koin. Kalau yang muncul gambar kepala, kita akan menang. Tapi kalau yang muncul angka, kita kalah. Nasib kita ditentukan sekarang.”

Koin dilempar, dan hasilnya gambar kepala. Suasana langsung berubah. Para prajurit yang tadinya ragu-ragu kini bersemangat penuh. Mereka maju dengan keyakinan tak tertandingi dan akhirnya menang dengan mudah.

Esok harinya, seorang ajudan mendekati Nobunaga dan berkata, “Tidak ada yang bisa melawan takdir yang sudah ditentukan.”

Nobunaga tersenyum kecil sambil mengeluarkan koin dari kantongnya, menunjukkan bahwa kedua sisi koin itu bergambar kepala.

Cerita di atas mengajarkan saya satu hal penting: dalam hidup, keyakinan sering kali menentukan hasil akhir. Nobunaga tahu bahwa pasukan yang ragu akan mudah dikalahkan, sekuat apa pun mereka. Maka, dia menciptakan keyakinan itu—bukan dengan kata-kata kosong, tapi dengan sebuah trik sederhana yang mampu mengubah keraguan menjadi keberanian.

Berapa banyak dari kita yang menghadapi situasi di mana semua tampak mustahil? Di mana rasa takut lebih besar daripada harapan? Terkadang, untuk menghadapi ketidakpastian, kita butuh sedikit dorongan—sebuah ilusi kecil yang mampu menyalakan semangat. Bukan untuk menipu diri sendiri, tapi untuk menciptakan keyakinan bahwa kita bisa menang.

Saya membayangkan diri saya berada di posisi prajurit-prajurit itu. Mungkin awalnya saya juga akan ragu. Namun, ketika melihat koin yang menunjukkan kepala, rasa takut itu perlahan hilang, digantikan oleh tekad. Ya, terkadang keyakinan butuh pemicu, dan pemicu itu bisa datang dari mana saja.

Hal yang paling menarik dari cerita ini adalah bahwa Nobunaga tidak benar-benar bergantung pada nasib. Dia memegang kendali penuh atas hasilnya. Koin dengan dua sisi bergambar kepala adalah bukti bahwa dia tidak meninggalkan segalanya pada keberuntungan. Dia menciptakan peluangnya sendiri.

Dalam hidup, kita sering kali dihadapkan pada situasi yang membuat kita merasa kalah sebelum mencoba. Kita merasa tidak cukup baik, tidak cukup siap, atau tidak cukup kuat. Tapi mungkin, seperti Nobunaga, kita perlu menciptakan ‘koin’ kita sendiri—sesuatu yang bisa mengubah keraguan menjadi keyakinan.

Kisah ini mengingatkan saya pada banyak momen di hidup saya, ketika saya harus membuat keputusan sulit. Saya belajar bahwa percaya pada diri sendiri adalah langkah pertama menuju kemenangan. Dan percaya bukan berarti buta terhadap realitas, tetapi memilih untuk tetap maju meski keadaan tidak ideal.

Jadi, ketika kita dihadapkan pada tantangan besar, mari tanyakan pada diri sendiri: apa koin bergambar kepala kita? Apa hal kecil yang bisa membuat kita percaya bahwa kemenangan itu mungkin? Karena pada akhirnya, yang menentukan bukanlah nasib semata, tetapi bagaimana kita menciptakan keyakinan dalam diri kita dan orang-orang di sekitar kita.

Seperti Nobunaga, mari kita jadi pemimpin bagi diri sendiri, atau istilah Pramoedya Ananta Toer, menjadi tuan untuk diri sendiri. Mari kita belajar menciptakan keberanian, meskipun hanya dari trik kecil atau dorongan sederhana. Karena dalam hidup, keberanian dan keyakinan adalah dua hal yang selalu membawa kita mendekat pada kemenangan.

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nahdliyin  di Minta Pedomani Hasil Bahtsul Masail tentang Shalat Jumat di Masa Pandemi

    Nahdliyin di Minta Pedomani Hasil Bahtsul Masail tentang Shalat Jumat di Masa Pandemi

    • calendar_month Sel, 13 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Semarang, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah (PWNU) Jawa Tengah mengingatkan kepada Nahdliyin agar berpedoman kepada keputusan bahtsul masail tentang shalat Jumat di era pandemi Covid-19. SEMARANG-Sekretaris PWNU Jateng H Hudallah Ridwan Naim mengatakan, sejak diberlakukannya PPKM Darurat yang membatasi aktivitas keagamaan di masjid dan mushala, para kiai dan pimpinan NU di daerah kebanjiran pertanyaan […]

  • ‎Dosen INISNU Temanggung Bedah Disorientasi Imperialisme Global dalam Seminar Internasional bersama Tezpur University

    ‎Dosen INISNU Temanggung Bedah Disorientasi Imperialisme Global dalam Seminar Internasional bersama Tezpur University

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.324
    • 0Komentar

    ‎ ‎Temanggung – Dr. Muhammad Syakur, S.Sy., M.H., dosen sekaligus Direktur Program Pascasarjana Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung, memaparkan materi krusial mengenai dinamika kekuasaan dunia dalam seminar internasional bertajuk “Disorientation of Global Imperialism”. Presentasi ini menyoroti bagaimana pola penjajahan telah berevolusi dari pendudukan fisik menjadi kontrol digital dan ekonomi yang kerap tidak disadari oleh […]

  • Berdayakan Sastra Sampai Ke Tingkat Sekolah Dasar

    Berdayakan Sastra Sampai Ke Tingkat Sekolah Dasar

    • calendar_month Sab, 16 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Jakarta, Minggu, 10/12/2023 Perkembangan dan berbagai aktivitas kegiatan sastra ke depan-terutama sambut tahun 2024 mendatang- akan dapat ‘ditularkan’ kepada generasi muda milenial, bahkan ke tingkat siswa dan siswi sekolah dasar (SD). Demikian permintaan langsung  H.Firmansyah, S.Pd,M.Pd, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta ketika membuka acara GEBYAR SENJA BERPUISI yang terakhir tahun 2023 […]

  • Sah! Sabar Halim Pimpin Ansor Winong

    Sah! Sabar Halim Pimpin Ansor Winong

    • calendar_month Sel, 19 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 218
    • 0Komentar

    WINONG – Konferensi Pimpinan Anak Cabang (Konferancab) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Winong telah berlangsung Minggu (17/) lalu. Pemilihan pimpinan baru sayap pemuda NU yang nantinya akan berkhidmat hingga 2024 tersebut berlangsung cukup cepat. Dari 12 Ranting yang memiliki wewenang memberi rekomendasi calon, Sabar Halim, memperoleh 8 rekomendasi ranting. Jumlah ini tentu sangat signifikan jika dibanding […]

  • PCNU-PATI

    PAC GP Ansor Tlogowungu Gelar PKD dan Diklatsar 

    • calendar_month Jum, 24 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. TLOGOWUNGU – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Tlogowungu gelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar serta Pendidikan dan Pelatihan Dasar Barisan Ansor Serbaguna (Diklatsar). Kegiatan yang digelar selama tiga hari,  pada 24-26 Februari 2023 itu bertempat di Masjid Baitur Rohman Dukuh Ngembe, Desa Suwatu.  Turut hadir pada kegiatan itu, di antaranya Camat Tlogowungu Tony Romas […]

  • Porsema NU Jateng Berbasis Aplikasi untuk Jaga Mutu dan Sportiviatas

    Porsema NU Jateng Berbasis Aplikasi untuk Jaga Mutu dan Sportiviatas

    • calendar_month Kam, 9 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Semarang – Bertempat di aula Monumen PKK Jawa Tengah, Jl. Letjend Suprapto, Ungaran, Genuk, Unggaran, Kabupaten Semarang, Panitia Porsema XII Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi yang mengundang semua koordinator juri seni dan olahraga, Kamis sore (9/2/2023). Ketua Panitia Porsema XII Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Abdullah Muchib mengatakan […]

expand_less