Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Anak Berkembang, Orang Tua Harus Cemerlang

Anak Berkembang, Orang Tua Harus Cemerlang

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 26 Agu 2022
  • visibility 222
  • comment 0 komentar

Oleh: Inayatun Najikah

Saya berusaha menuntut diri untuk menulis tentang anak-anak secara rutin. Lambat laun menjadi sebuah kesukaan. Bagi saya anak-anak adalah makhluk kecil yang istimewa. Namun seringkali keberadaannya seringkali disepelekan dan dianggap sebagai pelengkap keluarga saja. Bahkan dengan kehadirannya tersebut terkadang membuat kita bertindak sangat dominan atas dirinya dan pilihannya. Meski saat ia belum lahir, kita selalu mengusahakan kehadirannya disisi kita.

Anak-anak hanyalah titipan dari Sang Esa. Bagaimanapun bentuk fisik dan kepribadiannya adalah sesuatu yang istimewa. Kita lupa bahwa seorang anak adalah turunan dari orang tuanya. Sikap dan kepribadiannya pun tak jauh berbeda dengan mereka. Namun terkadang kita tak menyadari. Kita berusaha menjadikannya sebagai seseorang yang membanggakan untuk kita. Tapi usaha tersebut seringkali membuat kita memaksa dan menuntut dirinya.

Terbukti saat mereka menginginkan sesuatu sedangkan dalam pandangan kita hal itu adalah sesuatu yang salah, lantas kita memarahinya. Kita bertindak sangat agresif. Kita lupa bahwa mereka juga punya hak menentukan apa yang mereka suka meski usianya masih kecil. Bahkan kita menuntut mereka agar bertindak sesuai dengan yang kita mau, bukan yang mereka mau.

Seharusnya kita menyadari bahwa kehidupan ini terus berkembang. Begitu juga dengan pola asuh kita. Jika kita memakai pola asuh yang diterapkan orang tua kita terdahulu terhadap anak generasi sekarang tentu sangat tak relevan. Jika dahulu menggunakan pola asuh dengan keras agar anak patuh itu berhasil, sebaliknya pola asuh sekarang yang tepat adalah menjadi teman anak-anak tetapi tak lantas membiarkan mereka begitu saja.

Saya ada cerita dari seorang laki-laki yang telah menjadi seorang ayah. Ketika pagi saat anak sulungnya hendak berangkat sekolah, terlihat beradu argumen dengan ibunya. Usut punya usut si anak meminta jatah uang jajan yang sedikit lebih banyak dari biasanya. Si anak meminta lima ribu rupiah, tetapi ibunya tak memberikannya dengan alasan setiap hari uang sakunya hanya empat ribu rupiah. Si anak dan ibu saling kuat mempertahankan pendapatnya masing-masing. Hingga si anak memutuskan untuk tak berangkat sekolah jika tak dikasih uang saku yang ia inginkan.

Saya mencoba menganalisis mengapa sang ibu tetap teguh pada pilihannya. Barangkali ia tak mau anaknya jadi seorang pemboros nantinya. Niat ini sangat bagus namun menjadi tak bagus karena memaksakan si anak tanpa ada toleransi atau pilihan lainnya. Untung saja ayahnya punya cara untuk membujuk si anak agar tetap mau berangkat sekolah dan keinginan ibunya juga terpenuhi. Ayahnya memberi uang lima ribu tetapi dengan syarat yang seribu harus dibawa pulang untuk ditabung. Tak disangka jurus ini berhasil.

Dari kejadian ini semestinya kita bisa mengambil pelajaran bahwa dalam mengasuh anak diperlukan sebuah cara agar tak menyinggung kemauan sang anak dan keinginan kita sebagai orang tua tetap terpenuhi. Akan sangat bahaya jika sang anak tetap dipaksa untuk mengikuti kemauan orang tua. Tak perlu dengan berkata keras atau memarahi anak, cukup dengan lembut dan ditambah trik. Ibarat seorang pesulap yang memakai trik untuk mengelabui penontonnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kreatif, Pelajar NU Pucakwangi Buka Lapak

    Kreatif, Pelajar NU Pucakwangi Buka Lapak

    • calendar_month Ming, 29 Des 2019
    • account_circle admin
    • visibility 234
    • 0Komentar

    PUCAKWANGI-Pelajar memang dituntut setba aktif dalam berbagai hal. Hadirnya IPNU-IPPNU merupakan spirit baru kaum pelajar, khususnya pelajar NU. Kegiatan demi kegiatan dilangsungkan untuk tidak memutus semangat berorganisasi. Dari tingkat Cabang hingga Komisariat, IPNU dan IPPNU selalu hadir di setiap moment yang melibatkan pelajar. Warkop Literasi, salah satu stand dalam acara Talkshow dan Bazar Pelajar NU […]

  • Banjir Jakenan Belum Surut, NU PEDULI KAB Pati Resmikan Posko NU Peduli dan Dapur Umum di Jakenan

    Banjir Jakenan Belum Surut, NU PEDULI KAB Pati Resmikan Posko NU Peduli dan Dapur Umum di Jakenan

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.456
    • 0Komentar

      PATI – Menanggapi situasi banjir yang kian bertahan di wilayah Kecamatan Jakenan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati melalui NU Peduli resmi membuka Posko Kemanusiaan dan Dapur Umum. Bertempat di Gedung MWC NU Jakenan, posko ini didirikan sebagai pusat kendali bantuan bagi warga terdampak. Peresmian posko ini dilakukan langsung oleh Ketua PCNU Kabupaten […]

  • Rodhiyah Mantab Pimpin Fatayat NU Pucakwangi Hingga 2025

    Rodhiyah Mantab Pimpin Fatayat NU Pucakwangi Hingga 2025

    • calendar_month Sel, 2 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Suasana pembukaan Konferensi PAC Fatayat NU Pucakwangi PUCAKWANGI – Kepemimpinan PAC Fatayat NU Pucakwangi periode 2016-2021 resmi usai. Melalui forum tertinggi, Konferensi Fatayat NU tingkat PAC, Umi Kalsum sah demisioner pada Minggu (31/10) di Gedung Serbaguna Pucakwangi.  Acara yang pembukaannya dihadiri seluruh elemen NU tersebut menandai fase baru PAC Fatayat NU Pucakwangi. Sebagai kalimat pamungkas, […]

  • PCNU-PATI Photo by Nati Melnychuk

    Relasi Aman Tanpa Penundukan

    • calendar_month Jum, 7 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Oleh: Inayatun Najikah Kembali menulis soal perempuan. Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah postingan dari pegiat dan aktivis gender ternama diakun sosial medianya. Ia menuliskan sebuah tanggapan atas sebuah cuitan seorang pria. Bukan cuitan, namun lebih tepatnya tentang curahan hati perihal hubungan dengan pasangannya. Pria ini menuliskan sebuah kalimat unek-unek tentang dirinya yang tak […]

  • Keluarga Denanyar Hadiri Haul KH. Syansuri Tayu

    Keluarga Denanyar Hadiri Haul KH. Syansuri Tayu

    • calendar_month Sab, 14 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 274
    • 0Komentar

    TAYU-Tidak banyak yang tahu bahwa KH. Bisri Syansuri, salah satu pendiri NU merupakan pria asal Pati, kota kecil yang berada di pantai utara Jawa Tengah. Ayahnya benama KH. Syansuri merupakan salah satu ulama besar yang tinggal di Tayu, salah satu kota kecamatan di ujung utara Kabupaten Pati. KH. Ahmad Asnawi memberikan tausyiyah dalam acara Haul […]

  • Musyawarah, Kumini Duduki Jabatan Ketua Muslimat NU Semirejo

    Musyawarah, Kumini Duduki Jabatan Ketua Muslimat NU Semirejo

    • calendar_month Kam, 7 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 283
    • 0Komentar

    GEMBONG-Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Gembong mulai melakukan turba untuk membentuk pengurus-pengurus ranting. Upaya ini merupakan motto utama Muslimat NU Gembong yang berkeinginan untuk menjamiyyahkan jamaah. Dengan kata lain, membangun jamaah saja tidak cukup, namun harus dengan jam’iyyah atau organisasi. Kuniati, S.Pd.I. (gamis ungu) ketua terpilih dalam pemilihan pengurus Muslimat NU Ranting Semirejo, Gembong […]

expand_less