Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Ada Apa Dengan Tawasul

Ada Apa Dengan Tawasul

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 4 Agu 2019
  • visibility 155
  • comment 0 komentar

Apa itu tawasul dan ada apa dengan tawasul? Sehingga tradisi tawasul yang mendarah daging bagi nahdliyin ini kerap dicap sebagai syirik oleh sebagian pihak. Simak opini dan penjelasan K. Ahmad Suja’i, berikut ini.

tawasul

Salah satu hobi kaum sarungan (santri) adalah ziarah ke para Aulia baik yang masih sugeng maupun yang sudah wafat, inilah salah satu hobi yang oleh sebagian kalangan sering dicap penyebab syirik utama. Kaum sarungan menziarahi para aulia yang mereka sebut dengan istilah “tawassul” penulis pada mulanya tidak mudeng, mengapa tradisi semacam ini selalu dan selalu dilakukan oleh para santri tradisionalis tanpa adanya larangan dari para masyayikh.

Dalam sebuah kamus, penulis mencoba untuk mengurainya, bahwa tawassul identik dengan tawajjuhisti’anahistighatsah atau istisyfa’

Tentang difinisi ( ta’rif ) tawassul, al-Imam Hafidz al’Abdari, dalam Syarh al-Qowwim, hal.378, penulis menemukan teks sebagai berikut :

طلب حصول منفعة أو اندفع مضرة من الله بذكر اسم نبي أو ولي إكراما للمتوسل به

Tawassul adalah:”Memohon keberhasilan manfaat atau terhindarnya bahaya dari Allah dengan menyebut asma seorang nabi atau wali, untuk memulyakan keduanya”

Timbul pertanyaan haruskah Allah, hanya untuk mengabulkan permohonan hambanya memerlukan jasa seorang calo ?

Dari seorang Kiai yang penulis hormati, memberikan sedikit pencerahan tentang jawaban dari pertanyaan tersebut. Bahwa; Hukum dunia menetapi hukum kausalitas (sebab akibat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa dan Maha Berhak untuk memasukkan hambanya ke syurga walaupun tanpa sebiji amal kebaikanpun atau sebaliknya Allah Maha Berhak memasukkan hambaNya ke neraka tanpa sebiji dosapun.

Tetapi kenapa kita harus beramal shalih untuk menggapai syurga?

Nah, kedudukan amal shalih di sini adalah al wasilah (media).

Selanjutnya Mbah Kiai tersebut menyarankan untuk merenungkan firman Allah dalam surat al-Baqarah  ayat 45, sebagai berikut :

وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu”

Lalu pernahkah Allah menyarankan kita untuk berwasilah ?

Seorang teman santri mencoba mengutarakan surat Al-Maidah ayat 35

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَابْتَغُواْ إِلَيهِ الْوَسِيلَةَ

” Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya” 

Simpulannya bahwa untuk bertaqwa kepada Allah kita masih perlu melewati jalan-jalan tertentu, jadi tidak bisa langsung kepada Allah.

“Jadi ini termasuk wasilah, Kang?” tanya penulis

Logikanya bagaimana ?

Allah bisa menyembuhkan seseorang tanpa perlu bantuan seorang dokter. Allah bisa membakar rumah kita tanpa bantuan api. Allah bisa membuat hambaNya kaya raya tanpa bantuan bank yang memberi kredit. Allah bisa membuat kita pandai sepandai-pandainya tanpa kita nongkrong dulu di sekolah-sekolah atau kampus-kampus. Atau bahkan Allah bisa membuat kita kenyang tanpa kita menyantap sepiring nasi. Dan masih banyak contoh yang lain.

Nah, dokter adalah wasilah dalam hal Allah memberikan kesehatan,  api adalah adalah wasilah terbakarnya rumah kita, kredit dari bank adalah wasilah kita untuk menjadi kaya setelah berbisnis, sekolah dan kampus adalah wasilah untuk kita menjadi cendekia.

Jadi yang menyembuhkan adalah Allah, dokter adalah wasilah. Yang membakar adalah Allah, api hanyalah wasilah. Yang membuat kita kaya adalah Allah sedangkan kredit bank hanyalah wasilah. Yang membuat kita pandai adalah Allah sedangkan sekolah dan kampus hanyalah wasilah. Yang membuat kenyang adalah Allah sedangkan sepiring nasi hanyalah wasilah.

Begitu,………..!

Kenyataannya banyak yang berkeyakinan bahwa; makam aulia yang mereka tawasuli adalah yang memberi, bukan Allah Sang Maha Pemberi. Seperti misalnya seorang bertawasul dengan anggapan bahwa obyek tawasul tersebut bisa mengabulkan apa yang dipintanya. Bukankah ini syirik yang nyata?

Mbah Kiyai menjawab sekenanya tetapi dengan logika yang klop;

Memang betul, syirik yang nyata. Sama halnya dengan orang yang berobat ke dokter dengan keyakinan dokterlah sang maha penyembuh, atau orang yang menghamba kepada atasan dengan anggapan atasannyalah sang maha pemberi rizki, atau banyak lagi contohnya.

Tentang tawassul pernahkah Nabi mengajarkan kepada kita ?

Dalam suatu hadits dan hadits ini nyata shohihnya, Nabi pernah mengajarkan kepada seorang buta dengan doa sebagai berikut :

اللهم إني أسألك وأتوجه إليك بنبينا محمد نبي الرحمة يا محمد إني أتوجه بك إلى ربي في حاجتي لتقضى لي

“Ya Allah aku memohon dan memanjatkan doa kepada-Mu, dengan Nabi kami Muhammad, Nabi pembawa rahmat. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku memohon kepada Tuhanku dengan engkau, berkaitan dengan hajatku agar dikabulkan kepadaku”

Banyak muhaditsin yang menuliskan hadits ini dalam karya-karya mereka, seperti Imam Ahmad, at-Turmudzi dan beliau berdua menilai hadits ini hasan shahih.

Hal itu kan terjadi ketika Nabi masih sugeng, kalau sudah wafat bagaimana? sanggah penulis yamg dihantui rasa penasaran.

Dengan tanpa sengaja teka- teki tersebut terjawab oleh seorang santri senior yang sedang mentadris kitabnya. Di sana dijelaskan ketika masa pemerintahan Khalifah Umar bin al-Khaththab, terjadi musim paceklik, sahabat Bilal bin Harits al-Muzani RA. mempunyai inisiatif mendatangi makam rasulullah dan berdoa sebagai berikut:

يا رسول الله استسق لامتك فإنهم قد هلكوا

“Hai, Rasulallah, siramilah untuk ummatmu, karena sesungguhnya mereka sungguh telah kerusakan”

Nah,… sampai di sini penulis tidak berani melabelkan “Ahl as-syirik” atas sahabat Bilal RA. yang tidak ada sekuku hitamnya bila dibandingkan dengan para orang-orang yang suka menjuluki sesama saudaranya dengan dengan label “Ahl as-syirik

Wallahu A’lamu……

Ahmad Suja'i Penulis:
K. Ahmad Suja’i adalah Rois MWC NU. Kec. Jakenan, Pati

*) Setiap tulisan opini yang dimuat dalam rubrik #NUKolom menjadi tanggung jawab penulis.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Aktualisasi dalam Nilai Aswaja

    • calendar_month Sab, 20 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Aswaja atau yang kita kenal dengan Ahlussunnah wal Jamaah merupakan paham keagamaan yang memiliki pengetahuan serta pengalaman dalam sejarah Islam. Ia sering disematkan sebagai alian (mazhab) dalam Islam yang berkaitan dengan konsep akidah, syariat, dan tasawuf dengan corak moderat. Salah satu ciri khas secara intrinsik paham ini adalah sebagai identitas dalam […]

  • MA Salafiyah Kajen Pati Jalin Kerja Sama Strategis dengan UIN Walisongo Semarang

    MA Salafiyah Kajen Pati Jalin Kerja Sama Strategis dengan UIN Walisongo Semarang

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 228
    • 0Komentar

      Pati, Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Pati, resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan di sela acara Reuni Akbar dan Temu Alumni Nasional yang digelar di kompleks MA Salafiyah Kajen, Sabtu (5/7/2025). Penandatangan MoU dilakukan langsung oleh Kepala MA Salafiyah Kajen, Masrukhan, M.Pd, dan […]

  • PCNU-PATI

    PC LP Maarif Pati, Adakan Diklat Ke- NU-an

    • calendar_month Sab, 1 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Pati. Diklat implementasi kurikulum ke-NU-an yang diselenggarakan oleh LP Ma’arif NU PWNU Jateng dan LP Ma’arif NU Kaba. Pati digelar di SMA Muria Boarding School.(1/10) Pada kesempatan ini, dihadiri oleh Ketua PCNU Kab. Pati KH. Yusuf Hasyim, M.Ag., M.S.I Ketua LP. Ma’arif NU PCNU Kab. Pati, Drs. H. Ah. Adib Al-Arif, M.Ag., DPRD Komisi E […]

  • 12 Ranting Fatayat NU Kecamatan Winong Dilantik

    12 Ranting Fatayat NU Kecamatan Winong Dilantik

    • calendar_month Sab, 29 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 176
    • 0Komentar

    WINONG – 12 Pimpinan Ranting Fatayat NU se-Kecamatan Winong baru saja dilantik tepat pada Hari Sumpah Pemuda, Jumat (28/10). Berlokasi di Desa Pagendisan, Kecamatan Winong, agenda pelantikan ini juga sekaligus dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Menurut Ana Nailul Rohmah, ketua PAC Fatayat NU Winong, 12 Pimpinan Ranting tersebut di antaranya, Pagendisan, Padangan, Kudur, […]

  • Putri Bungsu Ketua Muslimat NU Viral di TikTok dengan Al Qur’an

    Putri Bungsu Ketua Muslimat NU Viral di TikTok dengan Al Qur’an

    • calendar_month Jum, 14 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Potongan video di akun TikTok @auniazulfa. (Sumber : tribunnews.com) GEMBONG – Baru-baru ini, dunia maya kembali digegerkan oleh kemunculan seorang gadis yang mengaku baru boleh bermain keluar bersama-sama temannya setelah selesai setoran hafalan al Qur’an kepada ibunya.  Kisah tersebut disebarkan lewat media sosial TikTok oleh pemilik akun @auniazulfa. Melalui video yang telah ditonton lebih dari […]

  • Pedagang Es Kopi Keliling di Pati Ketiban Rezeki

    Pedagang Es Kopi Keliling di Pati Ketiban Rezeki

    • calendar_month Rab, 16 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 140
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Cuaca di Kabupaten Pati akhir-akhir ini terasa sangat panas. Namun, rupanya hal ini justru membawa keuntungan bagi penjual es kopi keliling. Salah satu pedagang es kopi keliling yang ketiban berkah adalah Eko Sulistio (30). Dagangan dia laris karena banyak masyarakat yang mencari, terutama mereka yang beraktivitas di luar rumah. Warga Desa Mulyoharjo, […]

expand_less