Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » NU dan Gagasan Islam Nusantara

NU dan Gagasan Islam Nusantara

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 22 Jul 2023
  • visibility 594
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Pemahaman keagamaan merupakan bentuk laku kesadaran manusia dalam beragama. Cara manusia memahami agama senantiasa akan mengalami hambatan jika ia tidak mampu menangkap pesan-pesan Tuhan (al-murâd al-ilâhiy) yang tersirat dalam setiap sendi ajaran agama.  Jika Islam memiliki daya vitalitas yang tinggi, maka upaya revitalisasi pemahaman keagamaan merupakan sebuah keniscayaan. Hal inilah yang disadari dengan baik oleh para Sunan di bumi Nusantara.

Istilah Nusantara adalah istilah budaya, bukan istilah yang cenderung “resmi” seperti “Indonesia”, ia merupakan istilah yang melekat dalam budaya dan terus hidup di tengah masyarakat. Di sini Nusantara tidak menunjuk pada satu model, corak, budaya, namun menunjuk pada keragaman yang ada di pulau-pulau Nusantara. Karena Nusantara merupakan kumpulan dari pulau-pulau, yang tidak kurang dari 17.000 pulau.

Sejarah para Sunan menjadi ‘angel’ dalam memotret dialektika kultural kesadaran keagamaan dengan jalur yang damai, akomodatif, dan toleran. Sebuah gerakan keagamaan yang sangat dinamis dan humanis. Hal inilah yang menjadikan Islam Nusantara berbeda dengan peradaban Islam di belahan wilayah yang lain, di mana Islam datang melalui serangkaian penaklukkan militer.

Tidak jauh berbeda dengan kondisi ketika Islam hadir di tengah masyarakat Arab, Islam di Nusantara pun datang dengan wajah yang sama; asing dan baru. Perbedaan letak geografis, kondisi sosial-budaya dan bahkan juga cara pandang dan pola hidup, Islam Nusantara berhak memiliki identitas yang berbeda dengan Islam di dunia Arab, yang mana telah matang terlebih dahulu berabad-abad tahun sebelumnya.

Dari sini kita dapat menyatakan bahwa para Sunan dengan penuh kesadaran telah berhasil mendialektikakan antara Islam dan budaya bangsa di Nusantara. Sebuah potret nasionalisme beragama dalam berbangsa yang sangat elegan dan humanis. Lantas seperti apakah tekstur nasionalisme modern beragama dalam bernegara? Hal inilah yang akan menjadi titik sentral bahasan selanjutnya.

Kajian mengenai Islam Nusantara merupakan sebentuk upaya ilmiah guna mengukuhkan bahwa ajaran-ajaran Islam di Nusantara memiliki karakteristik yang unik dan berdasar. Islam sebagai agama perubahan mampu diaplikasikan dengan baik oleh para punggawa ulama di Nusantara. Jawa yang dahulu kala menjadi sentral peradaban mampu mentransfromasikan bentuk budayanya ke seantero denah Nusantara. Sama halnya dengan rihlah ilmiah yang dilakukan oleh para cerdik-cendikia di dunia Arab-Islam, para punggawa ilmu di Nusantara pun melakukan hal yang sama.  Ini artinya bahwa Islam –melalui nilai ajarannya- merupakan agama yang senantiasa memberikan peluang terhadap aktifitas transformasi budaya guna menciptakan peradaban beragama (hadlârat at-tadayyun) yang baru.

Sejatinya tidak ada yang harus dirisaukan tentang masa depan Islam di Indonesia. Dua sayap besar umat Islam di Indonesia, NU dan Muhammadiyah, sudah sejak awal bekerja keras untuk mengembangkan sebuah Islam yang ramah terhadap siapa saja, bahkan terhadap kaum tidak beriman sekalipun, selama semua pihak saling menghormati perbedaan pandangan. Tetapi bencana bisa saja terjadi bila pemeluk agama kehilangan daya nalar, kemudian menghakimi semua orang yang tidak sefaham dengan aliran pemikiran mereka yang monolitik. Contoh dalam berbagai unit peradaban umat manusia tentang sikap monopoli kebenaran ini tidak sulit untuk dicari. Darah pun sudah banyak tertumpah akibat penghakiman segolongan orang terhadap pihak lain karena perbedaan penafsiran agama atau ideologi.

Dalam beberapa kurun dasawarsa belakangan ini, umat Islam, khususnya di Indonesia, banyak disuguhkan dengan peristiwa-peristiwa intoleran juga radikal-anarkis sebagai akibat dari menjamurnya gerakan ideologi fundamental yang skriptural dan literalistik. Guna mencegah kerusakan yang lebih parah dan menjaga kedaulatan bangsa dalam berbhineka, upaya penjernihan perspektif sebagai langkah konkret dan solutif adalah hal yang tidak bisa dihindari.

Dawuh Hadlaratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari bahwa: “Agama dan Nasionalisme adalah dua kutub yang tidak berseberangan, nasionalisme adalah bagian dari agama dan keduanya saling menguatkan”,

Dawuh di atas merupakan seuntai pesan religi penuh makna yang sudah tak asing lagi di benak para Santri. Hal inilah yang menjadi embrio cikal-bakal lahirnya pemikiran Islam Nusantara sebagai corak Nasionalisme Modern dari Santri untuk Negri.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Gelar Penggalangan Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh dan Sumatera

    Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Gelar Penggalangan Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh dan Sumatera

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.144
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Sejumlah Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menggelar aksi solidaritas berupa penggalangan bantuan untuk korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatrea Barat, pada Jumat, (5/12/25). Kegiatan ini berfokus pada pengumpulan pakaian layak pakai yang selanjutnya akan disalurkan kepada para penyintas. Aksi penggalangan bantuan […]

  • Santri di Trimulyo Kayen Gelar Salat Istisqa

    Santri di Trimulyo Kayen Gelar Salat Istisqa

    • calendar_month Sen, 4 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 596
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Seribu lebih santri di Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, menggelar Salat Istisqa, pada Senin (4/9/2023). Hal ini mereka lakukan lantaran sejumlah wilayah di Kabupaten Pati telah mengalami kekeringan akibat kemarau panjang.  Sejumlah 1.100 orang yang mengikuti salat istisqa tersebut merupakan santri dari Yayasan Miftahul Ulum, Desa Trimulyo, Kecamatan Kayen. Salah satu santri yayasan tersebut, […]

  • Peduli Korban Banjir Rob di Pesisir Pati, Lazisnu Tayu Salurkan Bantuan

    Peduli Korban Banjir Rob di Pesisir Pati, Lazisnu Tayu Salurkan Bantuan

    • calendar_month Kam, 12 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 454
    • 0Komentar

    PATI – Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (UPZIS) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, menyalurkan bantuan untuk warga terdampak banjir rob di Desa Tunggulsari dan Desa Dororejo, Rabu (11/6/2025). Ketua UPZIS MWCNU Tayu Moh Fatchurrohman mengatakan, pihaknya menyalurkan seratusan paket sembako dan sejumlah uang tunai ke dua desa tersebut. Bantuan didistribusikan oleh […]

  • PCNU-PATI

    Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Distribusikan Air Bersih di Desa Trikoyo

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 502
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Segenap mahasiswa Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam dari Kampus Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati melaksanakan kegiatan sosial berupa distribusi air bersih di Desa Trikoyo, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati. Ahad, (22/9/24). Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat, sekaligus upaya untuk membantu warga desa yang sedang mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau panjang. […]

  • Lembaga Falakiyah PCNU Gelar Palatihan Hisab Praktis Arah Kiblat

    Lembaga Falakiyah PCNU Pati Gelar Palatihan Hisab Praktis Arah Kiblat

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.272
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Lambaga Falakiyah (LF) PCNU Pati mengadakan pelatihan ukur arah kiblat, di Madrasah Manabi’ul Falah, Margoyoso, Sabtu (25/10/2025). Kegiatan bertajuk “Hisab Praktis Arah Kiblat” ini diikuti oleh puluhan siswa madrasah. Ketua LF PCNU Pati, Purwanto mengatakan, teori yang disampaikan meliputi fiqih kiblat, dasar-dasar pengoperasian kalkulator scientific, hisab arah kiblat, rashdul kiblat, dan kiblat […]

  • Jemaah Haji Pati Tahun 2026 Tembus 1.387 Porsi

    Jemaah Haji Pati Tahun 2026 Tembus 1.387 Porsi

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.093
    • 0Komentar

      Pati – Jumlah jemaah haji Kabupaten Pati tahun 2026 diprediksi tembus 1.387 porsi. Saat ini, mereka tengah membuat paspor dan melakukan pelunasan biaya haji. Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Pati Umi Istianah mengaku tidak ada kuota jemaah haji tingkat kabupaten/kota. Kuota jemaah haji terfokus di tingkat provinsi. Kuota jemaah haji reguler […]

expand_less