Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Relasi Aman Tanpa Penundukan

Relasi Aman Tanpa Penundukan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 7 Apr 2023
  • visibility 410
  • comment 0 komentar

Oleh: Inayatun Najikah

Kembali menulis soal perempuan. Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah postingan dari pegiat dan aktivis gender ternama diakun sosial medianya. Ia menuliskan sebuah tanggapan atas sebuah cuitan seorang pria. Bukan cuitan, namun lebih tepatnya tentang curahan hati perihal hubungan dengan pasangannya.

Pria ini menuliskan sebuah kalimat unek-unek tentang dirinya yang tak dihargai oleh pasangannya. Dia menuliskan bahwa pasangannya ini memilih fokus pada studinya diluar negeri dibanding dengerin ucapannya. Ia tak memberi izin pada pilihan pasangannya tersebut. Karena hal itu pula maka rencana mereka menikah pun dipastikan mundur. Itu menurut versi cerita dia.

Dari curhatan yang dituliskan si laki-laki ini, akhirnya banyak menuai tanggapan dari warganet salah satunya aktivis gender yang saya kagumi. Sang aktivis memberikan tanggapan berupa ucapan doa agar pasangan ini bisa segera putus. Karena menurut pandangannya si laki-laki hanya ingin mendominasi dan berkuasa atas pasangannya.

Saya sepakat dengan apa yang disampaikan sang aktivis. Karena dengan si laki-laki berbuat seperti itu, ia telah membatasi gerak dan aktivitas pasangannya. Studinya, karirnya, dan bahkan lainnya itu harus sesuai dengan yang dia inginkan. Benar apa yang dikatakan sang aktivis, bahwa dengan begitu ia menunjukkan bahwa relasi menikah baginya adalah suatu penundukan untuk sang istri bukan atas dasar cinta.

Ternyata tak mudah menjadi perempuan kan. Sudah memiliki pasangan pun belum tentu hidupnya bisa bebas. Dan yang belum memiliki pasangan pun akan mendapat label sok jual mahal atau terlalu tinggi kriterianya. Sebegitu rumitnya menjalani hidup terlahir menjadi seorang perempuan kah? Atau ada yang salah dengan persepsi dalam memandang seorang perempuan di masyarakat kita?

Entahlah. Bagaimanapun itu setiap manusia terlahir disertai berbagai masalah yang berbeda satu dengan lainnya. Tinggal bagaimana sikap kita menghadapi atau malah memilih untuk menghindarinya. Semua pilihan ada ditangan kita. Dan yang terpenting adalah semua makhluk bebas untuk bahagia dan menentukan pilihannya sendiri tanpa terkecuali untuk para perempuan juga. Sekian.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 1 Muharram, PR IPNU IPPNU Asempapan Gelar Barzanji

    1 Muharram, PR IPNU IPPNU Asempapan Gelar Barzanji

    • calendar_month Rab, 11 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 352
    • 0Komentar

    Beberapa pemgurus IPNU Asempapan sedang ‘mahallul qiyam’ dalam acara pembacaan maulid al Barzanji untuk menyambut tahun baru 1443 H. PATI – Dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1 Muharram 1443 H, PR IPNU IPPNU Desa Asempapan, Kecamatan Trangkil menggelar kegiatan barzanji. Kegiatan tersebut digelar di salah satu rumah kader IPNU Desa Asempapan pada Selasa malam […]

  • PCNU-PATI

    Ai

    • calendar_month Sab, 20 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 453
    • 0Komentar

    Cinta seperti sesuatu yang mengendap-endap di belakangmu. Suatu saat, tiba-tiba kau baru sadar, cinta menyergapmu tanpa peringatan. SEIAku mencintai Ai. Tidak tahu sejak kapan–mungkin sejak pertama kali dia menggenggam tanganku–aku tidak tahu mengapa, dan aku tidak tahu bagaimana. Aku hanya mencintainya, dengan caraku sendiri. AIAku bersahabat dengan Sei sejak kami masih sangat kecil. Saat mulai […]

  • NU Gembong Kehilangan 6 Tokoh Penting, MWC : Sulit Cari Gantinya

    NU Gembong Kehilangan 6 Tokoh Penting, MWC : Sulit Cari Gantinya

    • calendar_month Kam, 7 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Kantor MWC NU Gembong  GEMBONG – Tahun 2021 menjadi tahun duka bagi MWC NU Kecamatan Gembong. Pasalnya dalam paruh pertama tahun ini, NU Gembong telah kehilangan beberapa orang penting dalam organisasi sosial keagamaan ini.  Menurut keterangan K. Sholikhin, sedikitnya ada enam orang pengurus MWC dan Banom NU Gembong yang meninggal dunia selama 2021. Mulai dari […]

  • Haul Kiai Syatibi, Gus Ghofur Semangati Santri

    Haul Kiai Syatibi, Gus Ghofur Semangati Santri

    • calendar_month Ming, 29 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 537
    • 0Komentar

    TRANGKIL-Haul ke-26 KH. Syatibi Umar Syahid di Desa Kadilangu, Trangkil berlangaung meriah. Festival rebana, gema aelawat hingga pengajian umum mewarnai acara yang dilaksanakan pada Jumat (27/9) hingga Sabtu (28/9) malam. Festival rebana yang digelar merupakan langkah untuk menjaga eksistensi rebana itu sendiri. Seperti diketahui bersama, bahwa minat pemuda untuk memainkan alat musik tradisional khususnya rebana […]

  • PCNU-PATI

    Fragmen-fragmen Muktamar NU dari Era Kolonial hingga Milenial

    • calendar_month Kam, 22 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 559
    • 0Komentar

    Muktamar secara rutin diagendakan selama lima tahun sekali, namun pada masa awal-awal NU berdiri, muktamar pertama sampai ketujuh diselenggarakan setiap tahun pada bulan Rabiuts Tsani. Ada periode ketika agenda muktamar tidak pasti, sampai kemudian sejak 1979, ketika Indonesia semakin stabil, penyelenggaraan muktamar semakin tertata. Pada masa lalu, untuk menyelenggarakan muktamar dibutuhkan perjuangan yang berat mengingat […]

  • PCNU-PATI

    Istri KH. Mohammad Achmad Sahal Mahfudh Berpulang

    • calendar_month Jum, 11 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 478
    • 0Komentar

    MARGOYOSO – Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’uun. Kabar duka menyelimuti Nahdlatul Ulama. Salah satu tokoh perempuan NU sekaligus Mustasyar PBNU 2022-2027, Nyai Hj. Nafisah Sahal Mahfudh wafat.  Kabar duka tersebut dikonfirmasi melalui KH. Faishal Muzammil pada Kamis (10/11) petang kemarin.  “Sekitar jam 18.00 WIB beliau berpulang di Rumah Sakit Islam (RSI) Pati. Sebelumnya beliau […]

expand_less