Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Relasi Aman Tanpa Penundukan

Relasi Aman Tanpa Penundukan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 7 Apr 2023
  • visibility 532
  • comment 0 komentar

Oleh: Inayatun Najikah

Kembali menulis soal perempuan. Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah postingan dari pegiat dan aktivis gender ternama diakun sosial medianya. Ia menuliskan sebuah tanggapan atas sebuah cuitan seorang pria. Bukan cuitan, namun lebih tepatnya tentang curahan hati perihal hubungan dengan pasangannya.

Pria ini menuliskan sebuah kalimat unek-unek tentang dirinya yang tak dihargai oleh pasangannya. Dia menuliskan bahwa pasangannya ini memilih fokus pada studinya diluar negeri dibanding dengerin ucapannya. Ia tak memberi izin pada pilihan pasangannya tersebut. Karena hal itu pula maka rencana mereka menikah pun dipastikan mundur. Itu menurut versi cerita dia.

Dari curhatan yang dituliskan si laki-laki ini, akhirnya banyak menuai tanggapan dari warganet salah satunya aktivis gender yang saya kagumi. Sang aktivis memberikan tanggapan berupa ucapan doa agar pasangan ini bisa segera putus. Karena menurut pandangannya si laki-laki hanya ingin mendominasi dan berkuasa atas pasangannya.

Saya sepakat dengan apa yang disampaikan sang aktivis. Karena dengan si laki-laki berbuat seperti itu, ia telah membatasi gerak dan aktivitas pasangannya. Studinya, karirnya, dan bahkan lainnya itu harus sesuai dengan yang dia inginkan. Benar apa yang dikatakan sang aktivis, bahwa dengan begitu ia menunjukkan bahwa relasi menikah baginya adalah suatu penundukan untuk sang istri bukan atas dasar cinta.

Ternyata tak mudah menjadi perempuan kan. Sudah memiliki pasangan pun belum tentu hidupnya bisa bebas. Dan yang belum memiliki pasangan pun akan mendapat label sok jual mahal atau terlalu tinggi kriterianya. Sebegitu rumitnya menjalani hidup terlahir menjadi seorang perempuan kah? Atau ada yang salah dengan persepsi dalam memandang seorang perempuan di masyarakat kita?

Entahlah. Bagaimanapun itu setiap manusia terlahir disertai berbagai masalah yang berbeda satu dengan lainnya. Tinggal bagaimana sikap kita menghadapi atau malah memilih untuk menghindarinya. Semua pilihan ada ditangan kita. Dan yang terpenting adalah semua makhluk bebas untuk bahagia dan menentukan pilihannya sendiri tanpa terkecuali untuk para perempuan juga. Sekian.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SAKO Pramuka Pandu Ma'arif NU Jawa Tengah Gelar Kemah Perdamaian dan Kemanusiaan

    SAKO Pramuka Pandu Ma’arif NU Jawa Tengah Gelar Kemah Perdamaian dan Kemanusiaan

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.546
    • 0Komentar

      Kota Semarang – Malam hari di bawah langit mendung Bumi Perkemahan Candra Birawa Kwartir Daerah Jawa Tengah, terdengar dengan lantang ketua sangga putra kontingen dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Jepara memimpin penyajian yel-yel. Mereka memasuki kawasan bumi perkemahan dengan semangat dan penuh energi. Gerimis tidak mampu mematahkan semangat para peserta kegiatan Kemah Perdamaian dan Kemanusiaan, […]

  • Nyala Comunity Adakan Diskusi Santai, Pematerinya Dua Kader NU Pati

    Nyala Comunity Adakan Diskusi Santai, Pematerinya Dua Kader NU Pati

    • calendar_month Rab, 25 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 459
    • 0Komentar

    Chicken Soup Discussion dengan tema ‘Merdeka Sejak Muda’ via Live Instagram yang dipandu oleh Founder Nyala Comunity, Dewi Furusin Marfu’ah (atas), menghadirkan dua pemateri, Maulana Luthfi Karim (kiri) dan Faqih Hilal Mukarrom PATI – Dua pengurus LTN-NU Pati menjadi pemateri dalam Chicken Soup Discussion bertajuk ‘Merdeka Sejak Muda’, Selasa (24/8) kemarin. Mereka adalah Maulana Luthfi […]

  • Konsolidasi Fatayat NU Margoyoso Digelar Minggu Kemarin

    Konsolidasi Fatayat NU Margoyoso Digelar Minggu Kemarin

    • calendar_month Sen, 9 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 528
    • 0Komentar

    MARGOYOSO – Fatayat NU Pati termasuk salah satu Badan Otonom (Banom) yang giat melaksanakan kegiatan. Di masing-masing PAC, Fatayat NU di Kabupaten Pati secara rutin menyelenggarakan konsolidasi melalui rutinan. Ahad (8/1), giliran PAC Fatayat NU Margoyoso yang menyelnggarakan rutinan tersebut. Selain dihadiri internal NU, seperti Syuriyah dan juga elemen Fatayat NU sendiri, kegkatan ini juga […]

  • Majelis Masyayikh: Pesantren Bagian Sistem Pendidikan Nasional, Negara Harus Menanggung Pembiayaannya

    Majelis Masyayikh: Pesantren Bagian Sistem Pendidikan Nasional, Negara Harus Menanggung Pembiayaannya

    • calendar_month Rab, 3 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15.660
    • 0Komentar

    Jakarta— Perdebatan mengenai pendanaan pesantren kembali mengemuka dalam sidang pengujian Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren di Mahkamah Konstitusi. Dalam keterangannya sebagai Pihak Terkait pada Perkara Nomor 75/PUU-XXIV/2026 tanggal 3 Juni 2026, Majelis Masyayikh menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban konstitusional untuk membiayai pendidikan pesantren karena pesantren merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional. Majelis […]

  • Gengsi Makan Siang Gratis, Pendidikan Meringis

    Gengsi Makan Siang Gratis, Pendidikan Meringis

    • calendar_month Jum, 14 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 547
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Program makan bergizi gratis nampaknya sudah menjadi hal yang sangat urgen di mata Pemerintah era kepemimpinan Prabowo dan Gibran. Bagaimana bukan, lewat program tersebut juga mereka dapat menduduki kursi presiden dan wakil presiden di Republik ini. Hingga masih menjadi sorotan media lokal maupun internasional. Diketahui uji coba makan siang gratis ini telah […]

  • PCNU - PATI Photo by 0fjd125gk87

    Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Literasi

    • calendar_month Sab, 3 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Di era masyarakat informasi, kegiatan membaca menjadi modal penting untuk bersaing secara global. Pasalnya, informasi sudah menjadi aset penting. Siapa yang menguasai informasi, maka dunia ada dalam genggamannya. Sementara mereka yang tidak menguasai informasi akan semakin jauh tertinggal dalam belenggu keterpurukan. Maka, informasi menjadi sebuah kekuatan besar bagi siapa yang menguasainya. Sebaliknya, […]

expand_less