Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Belahan Jiwa Al-Musthafa

Belahan Jiwa Al-Musthafa

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 30 Jan 2023
  • visibility 1.455
  • comment 0 komentar

Fatimah al-Zahra, adalah putri bungsu Rasulullah SAW. Ia adalah satu-satunya putri Rasulullah SAW yang memiliki anak keturunan. Tiga kakak perempuannya, Zainab, Ruqayyah, dan Ummu Kultsum, tidak mempunyai anak, Dari Rahim Fatimah, lahir Hasan dan Husain, cucu tersayang Rasulullah SAW. Karena itu pula, Fatimah sangat dicintai dan amat disayang Rasulullah SAW, sebab ia menjadi penerus garis keturunan Rasulullah SAW hingga akhir zaman.

Namanya begitu harum dan mulia. Jika merindukan wangi semerbak surga, Rasulullah SAW akan mendatangi dan mencium putri tercintanya ini. Tak jarang para istri Rasul SAW sangat mencemburuinya.

Fatimah al-Zahra, istri dari Ali ibn Abi Thalib ini memiliki berbagai keistimewaan dibandingkan wanita lainnya, bahkan para istri Nabi sekalipun. Rasulullah SAW menegaskan bahwa Fatimah adalah pemimpin para wanita di surga kelak.

“Kabar gembira buat engkau, wahai putriku! Kelak engkau akan menjadi pemimpin wanita di surga.”

Fatimah bertanya kepada Rasulullah SAW bagaimana dengan para wanita utama seperti ibunya (Sayyidah Khadijah), Mariam binti Imran, dan Asiyah istri Fir’aun.

Rasulullah menjawab, “Mereka adalah pemimpin ahli surga di zamannya, sedangkan engkau pemimpin wanita di dunia dan akhirat.” ~Blurb

Para sejarawan berselisih paham dan tidak sepakat tentang kelahiran putri bungsu Rasulullah SAW, yakni Fatimah al-Zahra. Sebagian menuturkan bahwa Fatimah  dilahirkan pada hari Jumat di Makkah, pada 20 Jumadil Akhir, lima tahun sebelum diutusnya sang ayah tercinta, Muhammad ibn Abdullah, menjadi Rasul. Ini pendapat yang popular di kalangan Ahlussunnah. Sementara, kalangan Syiah berpendapat bahwa ia lahir pada 20 Jumadil Akhir lima tahun setelah ayahnya diangkat menjadi utusan Allah. Ada perbedaan jarak sepuluh tahun di antara dua pendapat di atas (hlm 1).

Barangkali, yang berpendapat bahwa kelahiran Fatimah pada tahun kelima setelah kerasulan ayahnya, berpegang pada hadis Aisyah riwayat Imam Hakim dalam Al-Mustadrak-nya (3:156), juga disebutkan dalam tafsir Al-Durr al-Mantsur karya Imam Jalaluddin al-Suyuthi ketika menafsirkan ayat pertama surat Al-Isra. Aisyah berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Ketika aku dalam perjalanan  ke langit (mi’raj), aku dimasukkan ke surga, lalu berhenti di sebuah pohon dari pohon-pohon surga. Aku melihat yang lebih indah dari pohon yang satu itu, daunnya paling putih, buahnya paling harum. Kemudian aku mendapatkan buahnya, lalu aku makan. Buah itu menjadi nuthfah di sulbiku. Setelah aku sampai di bumi, aku berhubungan dengan Khadijah, kemudian ia mengandung Fatimah. Setelah itu, setiap aku rindu aroma surga, aku mencium Fatimah.”

Hadis di atas berkenaan dengan Rasulullah SAW ketika melakukan Isra’ Mi’raj, seperti penjelasan Imam Al-Suyuthi, setelah beliau diangkat menjadi Nabi dan Rasul. Tentu saja, hal itu termasuk kejadian luar biasa yang harus diimani dengan sepenuh hati. Jadi, sebelum Khadijah mengandung Fatimah, didahului oleh peristiwa hebat sang suami yang punya dampak bagi kehamilan istri setelahnya. Adapun pendapat yang menegaskan bahwa Fatimah lahir lima tahun sebelum kerasulan sang ayah, juga berbarengan dengan peristiwa hebat lainnya, yaitu ketika Rasulullah SAW terpilih menjadi penengah kaum Quraisy yang sama-sama mengklaim berhak untuk meletakkan hajar aswad ke tempatnya semula. Jadi, baik pendapat pertama atau kedua, kelahiran Fatimah al-Zahra tetap didahului oleh peristiwa hebat dan penting dalam perjalanan kehidupan sang ayah, Muhammad SAW (hlm 2).

Maka, karena semua keistimewaan-keistimewaan itulah, Ali tidak diperkenankan menikahi wanita lain selama Fatimah masih hidup. Ali terlarang menikah lagi sebagai penghormatan kepada Rasulullah SAW sehingga tidak ada sesuatu pun yang meyakiti hatinya.

Rasulullah SAW besabda, “Fatimah adalah belahan jiwaku, menyakitinya berarti menyakitiku.” Ini adalah penegasan beliau tentang kedudukan putrinya, Fatimah, di dalam hati beliau (hlm 105).

Buku ini mengupas tentang sosok dan kehidupan Fatimah al-Zahra, putri tercinta Rasulullah SAW, mulai dari kelahirannya hingga wafatnya. Di dalamnya terdapat berbagai kisah inspiratif yang menakjubkan tentang Fatimah dan keluarganya.

Selain itu, sisi menarik di buku ini terletak pada tiga pilar utama, yaitu teori—praktik—informatif. Secara teori, penulis buku ini berpijak kepada sumber-sumber terpercaya, melalui riset yang mendalam, keotentikan serta kredibilitasnya tidak diragukan. Buku ini juga terintegrasi dengan praktik kehidupan di masa lalu sebagai bahan perenungan dan refleksi hidup. Dan informatif terhadap karya terbitan Indonesia bahkan dunia. Allahu a’lam bish-shawab.

Judul Buku      : Fatimah: Pemimpin Wanita di Surga

Penulis             : Fuad Abdurrahman

Penerbit           : Republika Penerbit

Tahun Terbit   : Cetakan Desember 2019

Tebal Halaman: 196

ISBN               : 978-623-7458-33-3

Peresensi         : Muhammad Sapi’i

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Emak-Emak Serbu Banyutowo

    Ribuan Emak-Emak Serbu Banyutowo

    • calendar_month Ming, 20 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 571
    • 0Komentar

    Antusiasme 1500 emak dari Muslimat NU dan  Fatayat NU Dukuhseti dalam mengikuti Istighotsah dan gema sholawat   DUKUHSETI – Ribuan kaum emak memadati Desa Banyutowo. Mereka berbondong-bondong untuk menghadiri acara istighotsah dan sholawat bareng pada Sabtu (19/3) kemarin.  Ibu-ibu tersebut merupakan anggota Fatayat NU dan Muslimat NU se-Kecamatan Dukuhseti. Sedikitnya, 1500 orang yang mengikuti agenda […]

  • Bersua di Dalam Tanah

    Bersua di Dalam Tanah

    • calendar_month Sen, 8 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 524
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Seorang sufi ternama, Maulana Jalaluddin Rumi, dalam satu syairnya berkata, “Jauh melebihi apa yang benar dan apa yang salah, tersebutlah sebentang tanah. Kita akan bersua di sana.” Syair yang pendek namun menghunjam ke dalam relung hati. Sebuah kritikan yang tajam dari seorang sufi tatkala menyaksikan hiruk-pikuk manusia yang diributkan oleh […]

  • Sambangi Pati, Khofifah Pamer Progam Muslimat NU

    Sambangi Pati, Khofifah Pamer Progam Muslimat NU

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 485
    • 0Komentar

      Pati – Ketua Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menyambangi Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Minggu (29/6/2025). Ia pun memamerkan program unggulan Muslimat NU. Khofifah menghadiri Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-79 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Pati. Acara itu juga dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi yang […]

  • PCNU-PATI

    LP3IA Tegaskan Tak Ada Izin Ndalem terkait Penerbitan Buku ‘Bahagia Beragama Bersama Gus Baha’

    • calendar_month Kam, 19 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 708
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- REMBANG – Ponpes Tahfudzul Qur’an LP3iA, Narukan, Kragan, Rembang, baru-baru mengeluarkan maklumat terkait penerbitan buku yang mencatut nama Gus Baha’, pengasuh pesantren tersebut. Hal itu disebarluaskan melalui postingan akun Instagram @ceramahgusbaha pada Rabu (18/1) petang. Adapun isi dari Maklumat tersebut di antaranya: 1. Pihak pesantren dan pihak ndalem tidak pernah menginginkan hal-hal materiil apapun […]

  • c

    Halal Bihalal PAC IPNU IPPNU Jakenan Dihadiri Pimpinan Pusat

    • calendar_month Rab, 18 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 512
    • 0Komentar

    JAKENAN – Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Jakenan sukses menyelenggarakan Halal Bihalal di Mushola Al-Hidayah, Desa Tambahmulyo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, pada Ahad (15/5/2022). Acara tersebut dimulai pada pukul 08.00 WIB dan selesai pada pukul 13.00 WIB. Halal Bihalal ini dihadiri seluruh anggota IPNU IPPNU se-Kecamatan Jakenan. Selain itu juga hadir dari Pimpinan Cabang IPPNU […]

  • PCNU-PATI

    Berbuka dengan Teman Karib; Lupa Hal Wajib

    • calendar_month Rab, 5 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 542
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Lusa kemarin, saya dapat pesan whatsapp dari teman karib yang inti dari isi pesan tersebut adalah mengajak saya untuk berbuka bersama sekaligus bercuap-cuap. Membahas hal-hal tak terlalu penting atau pun sedikit gerundel perihal parodi yang ada di Senayan akhir bulan lalu; yaitu satu orang melawan segerombolan. Namanya teman karib tentu […]

expand_less