Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » NU Dalam Membangun Cita-Cita Keadaban Bangsa

NU Dalam Membangun Cita-Cita Keadaban Bangsa

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 7 Jan 2023
  • visibility 349
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Dewasa ini bangsa Indonesia sedang dihadapkan dengan persoalan yang pelik, mulai dari tingginya angka kemiskinan, maraknya praktik korupsi, suap, dan konflik antar agama. Problematika ini tentunya melapukkan proses keadaban bangsa kita, terutama para pemangku kebijakan serta semua elemen masyarakatuntuk tergerak dalam membangun kesadaran yang berlandaskan pada moralitas bangsa, dan bukan berdasarkan pada kepentingan individu maupun kelompok.

Oleh karena itu, bentuk kesadaran akan pentingnya menjaga marwah bangsa dan memperbaiki moralitas bangsa sangat ditekankan, agar terbentuk tatanan sosial yang amanan dan sesuai dengan cita-cita para founding fanthers bangsa.

Dan apabila proses pembentukan moralitas bangsa ini diabaikan, maka yang terjadi adalah proses pelapukan akan terus terjadi ketika moralitas yang menjadi dasar dari keadaban suatu bangsa disingkirkan dalam ranah publik. Maka tak ayal, jika keadaban bangsa sedang dipertaruhkan dengan himpitan persoalan sosial, ekonomi, politik, dan agama. Maka, disinilah kekuatan masyarakat memiliki peranan penting dalam usaha mencegah proses pelapukan keadaban bangsa.

Nahdlatul Ulama (NU) sebagai salah satu organisasi Islam dan sosial kemasyarakat terbesar di Indonesia ikut bertanggungjawab untuk memberikan kontribusinya dalam membangun cita-cita keadaban bangsa. hal ini tidak lain, karena kontribusi NU tidak hanya dialamatkan kepada jemaah NU saja, akan tetapi lebih besar dari itu, bagaimana NU bisa berkontribusi kepada bangsa. Itu sebabnya, untuk bisa mencapai sebuah cita-cita dalam membangun keadaban bangsa, NU telah lama merumuskan jalan keadaban yang dapat dikontribusikan ke pada bangsa, antar lain yaitu;

Pertama, NU telah lama merumuskan konsep mabadi’ khoiro ummat (prinsip dasar umat terbaik)yang didasarkan pada orientasi moral untuk perubahan sosial-ekonomi masyarakat. Pengukuhan moralitas sebagai landasan dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat yang bertumpu pada as-shidq (kejujuran) dan al-amanah (tanggung jawab), sehingga tata laku masyarakat dilandasi oleh moralitas yang agung, bukan berdasarkan pada nafsu serakan untuk mengejar kekayaan serta kepentingan ego pribadi.

Kedua, NU sejak semula memberikan kontribusinya dalam wawasan keagamaan yang moderat dan ikut serta mendorong pembentukan ide kebangsaan. Oleh karena itu, dalam ranah keagamaan, NU berhasil merumuskan gagasan dasar tentang tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (keseimbangan), dan i’tidal (keadilan). Hal inilah yang menjadi sikap dasar NU dalam meresponterkait dengan isu-isu keagamaan di tanah air.

Melalui gagasan dasar ini, NU telah berhasil melahirkan generasi bangsa yang mengedepankan hidup dalam suasana yang toleran, moderan, adil, dan bukan mengedepankan pada sikap yang ingin memecah-belah bangsa. Melainkan, NU lebih mengedepakan pada sikap saling mempererat satu sama lain dan saling tolong-menolong. 

Ketiga, dalam kaitan ini, fondasi besar sudah diletakkan oleh NU ketika memelopori penerimaan Pancasila sebagai asas bernegara dan bermasyarakat yang mesti diterima oleh umat Islam. Konsepsi ini diperkuat dengan kesetiaan NU terhadap ide-ide kebangsaan yang menjadi titik tolak dalam mendesain Negara Indonesia.

Disinilan peranan penting NU dalam melestarikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk paling ideal bagi bangsa Indonesia. Konsepsi ini, sejak lahirnya NU telah dikumandangkan oleh para founding fanthers NU yakni, KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah, dan KH Bisri Syansuri. Meskipun ide globalisasi Islam terus dikumandangkan hingga sekarang ini, NU tetap kokoh dengan ide kebangsaannya. Bukan negara khilafah yang dipikirkan oleh NU dalam membangun keadaban bangsa Indonesia, melainkan negara-bangsa Indonesia yang berideologi Pancasila.

Dengan demikian, NU sebagai bagain dari kekuatan masyarakat beradab menemukan relevansi kontribusinya dalam membangun cita-cita keadaban bangsa. yang dituangkan, secara sosial-ekonomi, NU telah membangun prinsip dasar umat terbaik yang bertumpu pada moralitas dan tanggung-jawab publik, dan keagamaan. Selain itu, NU juga berhasil membangun keadaban bangsa yang didasarkan pada semangat kebersamaan lintas agama dan keyakinan antar umat beragama.   

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

    Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

    • calendar_month Sel, 11 Agu 2015
    • account_circle admin
    • visibility 388
    • 0Komentar

    SEKITAR KEGELISAHAN ROHANI      Sekitar tahun 50-an atau 60-an (waktu yang tepat belum bena-benar diketahu) konon beliau mengalami kegelisahan yanh hebat,hingga konon beliau pernah tidak keluar rumah sampai hampir 3 bulan . Sejak itu beliau sering  ketempat KH.Abdul Hamid ,Pasuruan.Dalam pertemuan-pertemuannya dengan KH.Abdul Hamid inilah,beliau merasa menemui sesuatu yangmampu meredam kegelisahannya. Akibatnya beliau sering ke […]

  • A couple of men sitting on top of a bench

    Pesantren, Pendidikan Karakter, dan Kekerasan Seksual

    • calendar_month Ming, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13.021
    • 0Komentar

    Oleh: Jamal Ma’mur Asmani Kekerasan seksual yang terjadi di pesantren adalah anomali dari fungsi pesantren sebagai lembaga moral dan intelektual sekaligus. Pesantren yang selama ini dipandang sebagai lembaga pendidikan yang menanamkan pendidikan karakter berubah menjadi tempat yang sangat menakutkan dan tidak manusiawi. Ini adalah realitas ironis yang semestinya tidak terjadi di pesantren. Pesantren adalah lembaga […]

  • Ketum PCNU Diagendakan Jadi Pemateri Diskusi Kebangsaan Siang Ini

    Ketum PCNU Diagendakan Jadi Pemateri Diskusi Kebangsaan Siang Ini

    • calendar_month Ming, 15 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 396
    • 0Komentar

    Pamflet undangan ngaji kebangsaan bersama kelompok 18 KKN Gembira IPMAFA dan K. Yusuf Hasyim PATI-Situasi pandemi yabg belum juga reda, membuat masyarakat harus putar otak agar aktifitas mereka tetap lancar dan tentunya taat Protokol Kesehatan (Prokes).  Salah satu kegiatan mahasiswa yang sedikit banyak terhambat adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN). Agenda yang sedianya dilaksanakan dengan menerjunkan […]

  • Memburu Lailatul Qodar. Photo by Kym MacKinnon on Unsplash.

    Memburu Lailatul Qodar

    • calendar_month Kam, 6 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Ramadhan merupakan bulan istimewa yang dilengkapi fitur canggih, lailatul qadr. Satu malam pada lailatul qadr, bernilai setara atau bahkan lebih dari seribu bulan. Artinya–menurut sebagian ulama–shalat satu rakaat pada malam ini, berpeluang memdapat jackpot keutamaan shalat satu rakaat selama seribu bulan atau 83 tahun penuh. Hanya saja, Allah tidak memberi bocoran […]

  • LP Ma’arif Bersyukur atas Penutupan LI, Ini Alasannya

    LP Ma’arif Bersyukur atas Penutupan LI, Ini Alasannya

    • calendar_month Sen, 14 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 523
    • 0Komentar

    Adib al Arif, ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Pati PATI – Terkait dengan penutupan tempat maksiat Lorok Indah (LI) yang ada di Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati, LP Ma’arif NU Kabuoaten Pati merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kab. Pati dan seluruh jajarannya. Hal itu disampaikan langsung oleg Ketua LP Ma’arif Pati, Ahmad Adib Al […]

  • Mengenal Tadarling, Tradisi Menyambut Ramadan di Desa Asempapan

    Mengenal Tadarling, Tradisi Menyambut Ramadan di Desa Asempapan

    • calendar_month Sel, 26 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 399
    • 0Komentar

      Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, masyarakat Indonesia sangat antusias dalam menyambut bulan suci Ramadan. Sehingga, tak heran banyak tradisi yang muncul di bulan Ramadan. Masing-masing daerah di Indonesia punya tradisinya masing-masing dalam menyambut Ramadan. Salah satunya di Desa Asempapan, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, yang memiliki Tradisi Tadarus Keliling atau yang lebih […]

expand_less