Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » NU Dalam Membangun Cita-Cita Keadaban Bangsa

NU Dalam Membangun Cita-Cita Keadaban Bangsa

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 7 Jan 2023
  • visibility 411
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Dewasa ini bangsa Indonesia sedang dihadapkan dengan persoalan yang pelik, mulai dari tingginya angka kemiskinan, maraknya praktik korupsi, suap, dan konflik antar agama. Problematika ini tentunya melapukkan proses keadaban bangsa kita, terutama para pemangku kebijakan serta semua elemen masyarakatuntuk tergerak dalam membangun kesadaran yang berlandaskan pada moralitas bangsa, dan bukan berdasarkan pada kepentingan individu maupun kelompok.

Oleh karena itu, bentuk kesadaran akan pentingnya menjaga marwah bangsa dan memperbaiki moralitas bangsa sangat ditekankan, agar terbentuk tatanan sosial yang amanan dan sesuai dengan cita-cita para founding fanthers bangsa.

Dan apabila proses pembentukan moralitas bangsa ini diabaikan, maka yang terjadi adalah proses pelapukan akan terus terjadi ketika moralitas yang menjadi dasar dari keadaban suatu bangsa disingkirkan dalam ranah publik. Maka tak ayal, jika keadaban bangsa sedang dipertaruhkan dengan himpitan persoalan sosial, ekonomi, politik, dan agama. Maka, disinilah kekuatan masyarakat memiliki peranan penting dalam usaha mencegah proses pelapukan keadaban bangsa.

Nahdlatul Ulama (NU) sebagai salah satu organisasi Islam dan sosial kemasyarakat terbesar di Indonesia ikut bertanggungjawab untuk memberikan kontribusinya dalam membangun cita-cita keadaban bangsa. hal ini tidak lain, karena kontribusi NU tidak hanya dialamatkan kepada jemaah NU saja, akan tetapi lebih besar dari itu, bagaimana NU bisa berkontribusi kepada bangsa. Itu sebabnya, untuk bisa mencapai sebuah cita-cita dalam membangun keadaban bangsa, NU telah lama merumuskan jalan keadaban yang dapat dikontribusikan ke pada bangsa, antar lain yaitu;

Pertama, NU telah lama merumuskan konsep mabadi’ khoiro ummat (prinsip dasar umat terbaik)yang didasarkan pada orientasi moral untuk perubahan sosial-ekonomi masyarakat. Pengukuhan moralitas sebagai landasan dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat yang bertumpu pada as-shidq (kejujuran) dan al-amanah (tanggung jawab), sehingga tata laku masyarakat dilandasi oleh moralitas yang agung, bukan berdasarkan pada nafsu serakan untuk mengejar kekayaan serta kepentingan ego pribadi.

Kedua, NU sejak semula memberikan kontribusinya dalam wawasan keagamaan yang moderat dan ikut serta mendorong pembentukan ide kebangsaan. Oleh karena itu, dalam ranah keagamaan, NU berhasil merumuskan gagasan dasar tentang tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (keseimbangan), dan i’tidal (keadilan). Hal inilah yang menjadi sikap dasar NU dalam meresponterkait dengan isu-isu keagamaan di tanah air.

Melalui gagasan dasar ini, NU telah berhasil melahirkan generasi bangsa yang mengedepankan hidup dalam suasana yang toleran, moderan, adil, dan bukan mengedepankan pada sikap yang ingin memecah-belah bangsa. Melainkan, NU lebih mengedepakan pada sikap saling mempererat satu sama lain dan saling tolong-menolong. 

Ketiga, dalam kaitan ini, fondasi besar sudah diletakkan oleh NU ketika memelopori penerimaan Pancasila sebagai asas bernegara dan bermasyarakat yang mesti diterima oleh umat Islam. Konsepsi ini diperkuat dengan kesetiaan NU terhadap ide-ide kebangsaan yang menjadi titik tolak dalam mendesain Negara Indonesia.

Disinilan peranan penting NU dalam melestarikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk paling ideal bagi bangsa Indonesia. Konsepsi ini, sejak lahirnya NU telah dikumandangkan oleh para founding fanthers NU yakni, KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah, dan KH Bisri Syansuri. Meskipun ide globalisasi Islam terus dikumandangkan hingga sekarang ini, NU tetap kokoh dengan ide kebangsaannya. Bukan negara khilafah yang dipikirkan oleh NU dalam membangun keadaban bangsa Indonesia, melainkan negara-bangsa Indonesia yang berideologi Pancasila.

Dengan demikian, NU sebagai bagain dari kekuatan masyarakat beradab menemukan relevansi kontribusinya dalam membangun cita-cita keadaban bangsa. yang dituangkan, secara sosial-ekonomi, NU telah membangun prinsip dasar umat terbaik yang bertumpu pada moralitas dan tanggung-jawab publik, dan keagamaan. Selain itu, NU juga berhasil membangun keadaban bangsa yang didasarkan pada semangat kebersamaan lintas agama dan keyakinan antar umat beragama.   

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tabligh, Dekadensi Moral Pemuda Akibat Narkoba

    Tabligh, Dekadensi Moral Pemuda Akibat Narkoba

    • calendar_month Kam, 30 Mar 2017
    • account_circle admin
    • visibility 484
    • 0Komentar

    Jajaran Sie Pendidikan Panti Asuhan Darul Hadlanah Yayasan Muslimat NU Pati, menggelar tabligh dengan mengambil tema Dekadensi Moral Pemuda Akibat Narkoba, Senin , 27 Maret 2017, malam.             Tema tersebut di ambil karena banyak pertimbangan, apabila kita mengamati realita yang ada ditengah masyarakat, budaya mengkonsumsi narkoba sudah menjadi hal yang biasa, bahkan tidak hanya dikonsumsi […]

  • Mbah Arwani Amin Kudus Sang Penjaga Ilmu Qiraat

    Mbah Arwani Amin Kudus Sang Penjaga Ilmu Qiraat Sab’ah

    • calendar_month Rab, 6 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 510
    • 0Komentar

    “Sesungguhnya Alquran diturunkan dalam tujuh huruf, Maka bacalah apa yang mudah darinya menurutmu.” (al-Hadits) Diskursus tentang ragam membaca Alquran tentunya banyak sekali jenisnya. Hal ini tentunya sangat menarik untuk dikaji dan diteliti. Sebagaimana lazimnya diskursus ragam membaca Alquran sudah disepakti oleh para jumhur ulama yang jumlahnya ada tujuh ragam bacaan. Hal ini juga ditegaskan oleh […]

  • PCNU-PATI

    PAC IPNU IPPNU se-Kawedanan Juwana Kompak Rayakan Harlah Bersama

    • calendar_month Sen, 6 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 541
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- TRANGKIL – PAC IPNU IPPNU se-Kawedanan Juwana, meliputi Trangkil, Wedarijaksa, Juwana, dan Batangan kompak mengadakan peringatan Harlah IPNU ke-69 dan Harlah IPPNU ke-68 bersama. Kegiatan dipusatkan di Pondok Tahfidz Darul Hikmah Usmaniyyah Kertomulyo, Trangkil, Pati, pada Minggu (5/3/2023). Acara dimulai dengan pemotongan tumpeng dan sarasehan bersama alumni pada siang hingga sore hari. Kemudian dilanjut […]

  • Siswa MA Salafiyah Kajen Pati Sabet Perunggu di Olimpiade Biologi Tingkat Internasional

    Siswa MA Salafiyah Kajen Pati Sabet Perunggu di Olimpiade Biologi Tingkat Internasional

    • calendar_month Sel, 5 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 500
    • 0Komentar

    PATI – Siswa MA Salafiyah Kajen Pati kembali mengukir prestasi. Ialah Ulil Albab, yang berhasil meraih medali perunggu pada ajang International Applied Biology Olympiad (IABO) yang diselenggarakan di Bali pada tanggal 30 Juni hingga 3 Juli 2022. IABO yang diselenggarakan oleh Indonesian Scienctific Society (ISS) dan bekerjasama dengan Pusat Pengembangan Dan Pemberdayaan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan […]

  • PCNU-PATI

    Kenapa Keberadaan Tuhan Perlu Pembuktian?

    • calendar_month Ming, 9 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 551
    • 0Komentar

    Dari sekian banyak perbedaan, perbedaan soal akidah menyumbangpaling banyak terhadap pertumpahan darah, meskipun lebih sering disusupikepentingan politik kekuasaan semata. Perbedaan akidah ini bahkanmerupakan perbedaan yang pertama kali muncul di antara umat Islam padamasa Sahabat, sehingga terjadilah peristiwa pembunuhan terhadap duakhalifah terakhir dari Khulafaurrasyidin, Sayyidina Usman dan Sayyidina Ali.Dari sini kita menyaksikan betapa vitalnya masalah akidah […]

  • LTNNU Pati Dorong Hilirisasi Naskah Kuno untuk Rekonstruksi Identitas Daerah

    LTNNU Pati Dorong Hilirisasi Naskah Kuno untuk Rekonstruksi Identitas Daerah

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11.068
    • 0Komentar

    ​pcnupati.or.id – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Pati mulai menggencarkan penelusuran naskah kuno di wilayah Bumi Mina Tani. Langkah ini diambil sebagai upaya menyelamatkan warisan budaya leluhur yang terancam hilang atau rusak dimakan usia. ​Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinarpus Kabupaten Pati, Sukardi, usai kegiatan Sosialisasi Identifikasi, Pendaftaran, dan Alih Media Naskah Kuno di […]

expand_less