Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Kunci Sukses Meraih Ridha-Nya?

Kunci Sukses Meraih Ridha-Nya?

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 5 Des 2022
  • visibility 474
  • comment 0 komentar

Belajar memahami Islam menjadi modal dalam memilah dan memilih jalan untuk mencapai hidup sukses dan mulia. Pemahaman yang benar akan menjaga kita dari kesesatan dan kerugian. Merasa sudah ada di jalan yang akan menghantarkan pada kesuksesan dan kemuliaan, ternyata akhir yang didapat tidak sesuai dengan yang diharap.

Pemahaman yang benar tentang Islam akan menuntun setiap kita masuk di jalan yang benar dan terus menjaga tetap berada di dalamnya hingga maut memisahkan. Dengan menghadirkan banyak kisah dan penjelasan yang mudah, buku ini akan memandu Muslim muda belajar memahami Islam. Mulai dari masalah iman hingga persoalan ibadah. Kehadiran Muslim muda dengan aqidah yang kuat dan taat beribadah akan memastikan tegaknya Islam di muka bumi.

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku,” (QS. adz-Dzariyat [51]: 56). Keimanan kepada Allah Swt. adalah syarat utama menjadi seorang muslim. Kita hanya dapat beriman kepada Tuhan dengan mengenal-Nya, mempelajari segala sesuatu tentang-Nya, dan beriman kepada-Nya sesuai dengan cara yang telah dijelaskan oleh Allah dalam Al-Qur’an. Untuk menjadi seorang mukmin sejati, membaca dan merenungkan kitab yang telah diturunkan oleh-Nya adalah hal yang sangat penting, karena di dalamnya Dia telah menyampaikan pesan-pesan-Nya, memperkenalkan diri-Nya serta memberitahu kita tentang perintah dan larangan-Nya.

Mengenal dan mencintai Allah bukanlah hal yang mustahil jika kita mencoba belajar mengenai segala sesuatu tentang-Nya (hlm 11). Maka dari itu, Allah mengajak setiap jiwa untuk memikirkan tanda-tanda kebesaran-Nya. Agar hidup tidak keluar atau menyimpang dari fitrahnya, dan bersyukur itulah kuncinya.

Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa’di berkata; dalam kitab Fathur Rahiimil Malikil ‘Allaam bahwa “Allah mengajak hamba-hamba-Nya untuk mencintai-Nya dengan berbagai macam nikmat dan karunia-Nya yang agung, yang dengan itu Allah menciptakan, menghidupkan, memperbaiki keadaan dan menyempurnakan semua urusan mereka. Bahkan dengan itu Allah menyempurnakan (pemenuhan) kebutuhan-kebutuhan pokok, memudahkan urusan-urusan, menghilangkan semua kesulitan dan kesusahan, menetapkan hukum-hukum syariat dan memudahkan mereka menjalankannya, serta menunjukkan jalan yang lurus kepada mereka…

Maka semua yang ada di dunia dari hal-hal yang dicintai oleh hati dan jiwa manusia, yang lahir maupun batin, adalah (bersumber) dari kebaikan dan kedermawanan-Nya, untuk mengajak hamba-hamba-Nya agar mencintai-Nya.

Sungguh hati manusia secara fitrah akan mencintai pihak yang (selalu) berbuat baik kepadanya. Maka kebaikan apa  yang lebih agung dari kebaikan (yang Allah Ta’ala limpahkan kepada hamba-hamba-Nya)? Kebaikan ini tidak sanggup untuk dihitung jenis dan macamnya, apalagi satuan-satuannya. Padahal setiap nikmat (dari Allah Ta’ala) mengharuskan bagi hamba untuk hati mereka dipenuhi dengan kecintaan, rasa syukur, pujian dan sanjungan kepada-Nya.”

Sekarang mari kita pertimbangkan berkah dari Pencipta kita, yang telah menciptakan kita sebagai makhluk yang paling mulia di muka bumi, yang melimpahkan rezekinya bagi kita. Bayangkan semua keindahan yang telah diciptakan oleh Allah yang Mahakuasa untuk kita.

Akankah kamu menukar otakmu untuk apapun? Seberapa penting mata bagi kita? Tangan, kaki, mulut dan hidung kita…

Bagimana dengan alam? Matahari, tumbuhan, berbagai jenis buah-buahan, gunung-gunung dan lautan…

Lebah yang menghasilkan madu, ternak yang memberikan susu, dan awan yang menurunkan hujan… Berkah-berkah yang dilimpahkan Allah Swt. kepada kita tidak terhitung.

Kita menilai penting untuk berterima kasih pada teman kita yang melakukan kebaikan kecil kepada kita. Jadi, tidakkah kita perlu untuk bersyukur kepada Sang Pencipta kita yang melimpahkan kita berkah yang tak terhingga? Kita akan menganggap sesuatu sebagai sebuah kesalahan serius jika kita tidak berterima kasih kepada orang yang melakukan kebaikan kepada kita. Bukankah suatu kesalahan besar jika kita tidak berterima kasih kepada Allah Swt. untuk semua yang telah Dia limpahkan kepada kita? Yang seharusnya kita lakukan sebagai balasan untuk pemberian Allah kepada kita adalah berterima kasih kepada-Nya dengan beribadah kepada-Nya. Ibadah adalah ketika mematuhi perintah Allah hanya untuk membuat-Nya senang dan mendapatkan Ridha-Nya (hlm 140). Allahu a’lam bish-shawab.

Catatan: Meskipun judulnya “Panduan Belajar Muslim Muda Memahami Islam”, tetapi buku ini cocok untuk semua umur. Banyak pelajaran yang bisa kita petik di dalamnya, yang mungkin kita anggap sepele selama ini, padahal itu akan berakibat fatal jika kita abaikan. Membacanya sangat mengasyikkan, penulis berhasil membuat formula yang sangat inspiratif; cerita, perumpamaan, puisi, nasihat, quote—membuat pembaca candu disetiap lembarnya.

Judul               : Panduan Belajar Muslim Muda Memahami Islam

Penulis            : Asli Kaplan

Penerbit         : Republika Penerbit

Tahun Terbit : Cetakan Kesatu September 2019

Tebal Halaman: viii + 240

ISBN                : 978-602-5734-99-1

Peresensi       : Muhammad Sapi’i

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LTN NU Pati Fokus “Perang” di Dunia Maya

    LTN NU Pati Fokus “Perang” di Dunia Maya

    • calendar_month Ming, 14 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 374
    • 0Komentar

    PATI-Kepengurusan baru Lembaga Ta’lif wan Nashr Nahdlatul Ulama (LTN-NU) menghelat rapat kerja Minggu siang (14/7). Agenda yang berlangsung di ruang pertemuan lantai 1 itu berlangsung santai meskipun membahas program-program serius. Arwani, ketua umum LTN-NU menyampaikan pamdangan-pandangannya mengenai dunia penerbitan dan jurnalistik. Menurutnya, kegiatan jurbalistik di era modern saat ini harus terfokus pada media online. Langkah […]

  • Antara Ayat Suci dan Stetoskop, Perjuangan Siswi MA Salafiyah Kajen Wujudkan Harapan Jadi Dokter

    Antara Ayat Suci dan Stetoskop, Perjuangan Siswi MA Salafiyah Kajen Wujudkan Harapan Jadi Dokter

    • calendar_month Sab, 25 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11.462
    • 0Komentar

      ​Pcnupati.or.id– Langkah hidup seseorang sering kali dipandu oleh perpaduan antara mimpi, nilai spiritual, dan restu orang tua. Bagi Shaloom Syahra Zahdy, siswi kelas XII MIPA Reguler MA Salafiyah Kajen Pati, memilih program studi Kedokteran bukanlah sekadar mengejar gengsi atau ambisi pribadi. Itu adalah sebuah panggilan hati yang lahir dari harapan besar keluarga. ​Sebagai seorang […]

  • Majelis Masyayikh: Pesantren Bagian Sistem Pendidikan Nasional, Negara Harus Menanggung Pembiayaannya

    Majelis Masyayikh: Pesantren Bagian Sistem Pendidikan Nasional, Negara Harus Menanggung Pembiayaannya

    • calendar_month Rab, 3 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15.557
    • 0Komentar

    Jakarta— Perdebatan mengenai pendanaan pesantren kembali mengemuka dalam sidang pengujian Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren di Mahkamah Konstitusi. Dalam keterangannya sebagai Pihak Terkait pada Perkara Nomor 75/PUU-XXIV/2026 tanggal 3 Juni 2026, Majelis Masyayikh menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban konstitusional untuk membiayai pendidikan pesantren karena pesantren merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional. Majelis […]

  • Belajar Nasionalisme Dengan Para Ulama

    Belajar Nasionalisme Dengan Para Ulama

    • calendar_month Sel, 30 Agu 2016
    • account_circle admin
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Pati. Berdirinya NU tidak bisa lepas dari peran ulama sebagai pendiri, penggerak, dan pengembang organisasi. Kader-kader muda NU harus belajar kepada para ulama NU supaya mampu mengembangkan NU di masa depan. Demikian paparan KH. Abdul Majid, Wakil Rais Syuriyah MWC NU Trangkil dan Ustadz Muhammad Hambali, alumnus Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, dalam acara Orientasi Aswaja […]

  • Kuliah Umum Dies Natalis INISNU, Sekretaris Kopertais Jateng Jelaskan Filosofi Serat Tripama

    Kuliah Umum Dies Natalis INISNU, Sekretaris Kopertais Jateng Jelaskan Filosofi Serat Tripama

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13.360
    • 0Komentar

      Temanggung — Momentum Dies Natalis ke-56 Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung tidak hanya diisi dengan seremoni, tetapi juga penguatan intelektual melalui kuliah umum yang disampaikan Sekretaris Kopertais Wilayah X Jawa Tengah. Kegiatan yang digelar di Hall KBIHU Babussalam NU Temanggung, Selasa (5/5/2026), mengangkat tema besar “Tripama Kawedhar, INISNU Sumunar” dengan penekanan pada nilai-nilai […]

  • PCNU-PATI Photo by Chandra Putra

    Perpustakaan Keren Kendari

    • calendar_month Sen, 28 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 456
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Sampai di Kendari hari masih siang. Setelah diajak makan siang oleh panitia, aku diantar ke hotel agar bisa langsung istirahat. Lagi pula mereka masih sibuk mengurus acara hari itu yang selesainya sore hari. Wah, hotelnya bagus banget. Sesampai di kamar aku langsung tepar. Rasanya memang cukup melelahkan bagiku melakukan perjalanan […]

expand_less