Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Cerpen » Suami Khayalan

Suami Khayalan

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 16 Okt 2022
  • visibility 410
  • comment 0 komentar

Oleh : Elin Khanin

“Apa mbak ini calon istrinya Mas Faris?” Tanya Bi Misih sambil mengamati gadis di depannya. Ia fokus pada gaun pengantin yang dikenakan si gadis.

“Tidak. Kami baru saja ketemu.”

“Ooh.” Bik Misih tersenyum.

“Mari ikut saya,” lanjutnya mengajak gadis cantik itu masuk ke dalam.

—–

“Nah, gini lebih cantik. Masyaallah.” Bik Misih menatap takjub pada gadis di depannya. Ia sudah menyulap gadis bergaun pengantin basah dan rambut panjang awut-awutan menjadi gadis berjilbab layaknya seorang ustadzah.

Gadis itu terkesima dengan diri sendiri. Ia menatap pantulan bayangan pada cermin di depannya. Benar kata Bik Misih. Ia jauh lebih cantik dengan busana muslimah. Tunik panjang dipadu rok plisket dan pasmina benar-benar cocok untuk tubuh rampingnya. Gadis itu tersenyum simpul. Entah kenapa berbusana seperti ini membuatnya nyaman. Mungkin karena lingkungan islami yang tercipta di panti.

“Di sini, kami mengajarkan anak-anak untuk senantiasa memakai baju muslim. Memakai jilbab untuk yang putri,” tutur Bik Misih santun.

“Den Faris punya mimpi mulia. Sudah lama beliau ingin membangun pesantren untuk anak-anak,” tuturnya. Kedua mata Bik Misih spontan berkaca-kaca. Seolah ada kesedihan menggelayut dalam dada saat mengatakan itu. Yang pasti gadis di depan Bik Misih tak tahu sebabnya. Ia hanya bisa menerka mungkin Bik Misih terharu dengan cita-cita luhur tuannya.

“Kenapa tidak dijadikan pesantren saja?” Usul gadis itu.

“Den Faris merasa belum punya ilmu yang mumpuni di bidang agama, Non. Maaf nama Non siapa?”

“Saya rasa Mas… em… Faris….”

Bik Misih tersenyum geli, mengerti kebingungan tamunya. Sudah kerap ia temui setiap wanita yang berhadapan dengan Faris akan terlihat salah tingkah.

“Saya rasa dia cukup mengerti agama,” sahut gadis itu akhirnya.

“Iya, tapi kata Den Faris dia belum masih kurang mumpuni. Ia bertekad akan belajar lebih tekun lagi dan rajin mengunjungi beberapa pesantren untuk dijadikan referensi.”

Gadis berkulit putih itu manggut-manggut.

Setelah mengobrol cukup lama, Bik Misih mengajak tamunya makan malam bersama dengan anak-anak panti. Semuanya tampak pangling dan terkesima dengan penampilan baru tamu mereka. Faris bahkan sempat sedikit kesulitan menelan ludah begitu pandangan mereka bertemu. Faris merasa menemukan bidadari yang jatuh dari langit. Senyum samar terukir di bibir tipis itu. Bik Misih geleng-geleng melihat tingkah majikannya. Ia juga pernah muda. Tentu paham jika ada sedikit rasa aneh yang hinggap di dada Faris melihat gadis secantik ini.

“Ingat, Den Faris sudah punya calon,” ingat Bik Misih.

“Iya, saya tidak amnesia, Bik,” ucap Faris setengah kesal.

Mengingat tentang calon istri, ingatan Faris kembali terbang ke beberapa bulan yang lalu. Tak sengaja ia menemukan maminya terlibat perbincangan serius dengan kakeknya-Tuan Zabir Malik di ruangan khusus milik pendiri Albana Group itu.

“Aku ingin memperjuangkan hakmu sebagai menantuku dan Faris sebagai pemegang utama Albana Grup. Cepatlah bujuk dia agar segera menikah. Umur tak ada yang tahu. Selama ini kita sudah mengusahakan yang terbaik. Aku minta maaf atas nama Abimanyu.”

Helaan nafas terdengar hingga ke daun pintu yang terbuka sedikit dimana Faris berdiri. Ia bisa melihat dan mendengar dengan jelas dari balik pintu itu. Kebetulan ia pulang lebih cepat setelah mengikuti rapat persiapan launching produk baru.

“Iya, Pa. Akan saya coba. Tapi jika memang nanti kami harus meninggalkan Al-Bana juga tidak apa-apa. Saya ikhlas.”

“Lia, Sampai kapan pun aku takkan rela. Rumah ini milikmu dan Faris. Abimanyu dan keluarga barunya tak berhak memilikinya. Jadi buatlah Faris segera menikah. Jika dia punya anak, kita akan punya harapan besar,” sahut Tuan Zabir sambil terbatuk-batuk. Membuat Nyonya Kamelia berdiri dan menyodorkan segelas air putih. Menepuk-nepuk punggung rapuh itu dengan sayang.

Faris tahu betul sifat kakeknya. Lelaki itu meski kelihatan keras dan berwibawa, tapi jiwanya sangat lembut. Diam-diam ia terharu dan tak menyangka kakeknya begitu mencintai sang mami lebih dari anak kandungnya sendiri.

Namun rasa haru itu berubah menjadi rasa gelisah. Menikah? Punya anak demi mengukuhkan posisi di Al-Bana? Ah, sedangkal itukah makna pernikahan?

Bagaimanapun ia seperti manusia pada umumnya. Membangun rumah tangga atas dasar cinta. Mengharapkan buah hati bukan semata-mata sebagai penerus Albana tapi juga sebagai penegak agama Allah, sebagai pewaris para Nabi dan penerus ulama. Tak ia pungkiri, ia juga menginginkan seorang anak. Tapi ia sendiri belum menemukan perempuan yang tepat untuk dijadikan istri. Ia tak boleh gegabah mencari pendamping hidup. Ia butuh seorang perempuan tangguh dan cerdas. Ia selalu ingat sebuah nasehat lama.

“Anak yang cerdas terlahir dari ibu yang cerdas dan pendidikan anak dimulai dari mencari pasangan.”

Rasanya ia muak jika hidup melulu mengurus dunia. Pikiran terforsir dan tersedot hanya untuk Albana. Mungkin ujian berat yang menimpanya menjadi pengingat jika sudah saatnya ia memikirkan tentang akhirat.

Ia juga butuh segera menikah. Tapi dengan siapa? Banyak perempuan yang mendambakannya. Bahkan kalau mau, ia bisa menyeleksi semua pegawai perempuannya sebagai kandidat calon istri.

Tapi, jika semua perempuan itu tahu rahasia besar yang bertahun-tahun ia simpan, apakah mereka bisa menerimanya dengan ikhlas sebagai suami? Ia tak mau memiliki istri yang mau menerimanya demi harta. Ia tak ingin menikahi perempuan yang hanya mengincar warisan dari Albana. Ia ingin memiliki pendamping hidup yang benar-benar mencintainya, menerima segala kekurangannya. Tapi apa mungkin?

“Papa tenang saja. Nanti saya akan bicara dengan Faris,” ujar Nyonya Kamelia sebelum menutup obrolan sore itu.

—–

“Den.”

Sebuah tepukan membuat Faris tergeragap. Sepotong wajah bulat menatapnya penuh tanda tanya.

“Den Faris ngelamunin apa?” Tanya Bik Misih sambil berbisik.

“Nggak, nggak apa-apa.”

“Kalau jodoh nggak akan kemana,” goda Bik Misik sambil melirik Najiya yang duduk diapit Nadia dan temannya.

“Apaan sih, Bik?”

Bik Misik tertawa jahil.

——-

Pagi sekali, usai salat subuh Bik Misih mengajak tamunya berkeliling. Melihat-lihat suasana panti. Anak-anak sedang sibuk mengaji di aula panti. Mereka membentuk antrian panjang di depan Faris. Lelaki itu dengan sabar mengajari mereka membaca alquran. Pemandangan itu membuat gadis cantik berbalut tunik panjang terharu, terpukau dan ada perasaan yang entah apa namanya menelusup halus dalam dadanya. Perasaan yang membuatnya betah berlama-lama berdiri di balik jendela melihat keasyikan anak-anak mengaji di aula. Mereka seperti malaikat kecil yang mengerumuni seorang pangeran.

Gadis itu tersenyum. Sebuah imajinasi liar tiba-tiba berlekebat dalam benaknya. Dimana ia sedang mengajikan teh hangat pada suaminya yang setampan Faris sedang memandu anak-anak mereka belajar membaca Al-Quran.

“Aih, apa-apaan sih aku ini?”

Seandainya calon suaminya setampan itu, mungkin ia tak begitu keberatan putus dengan Samuel. Mungkin.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rakor MKKS SD/SMP/SMA Ma'arif NU Jateng

    Rakor MKKS SD/SMP/SMA Ma’arif NU Jateng

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.121
    • 0Komentar

      Rapat Koordinasi MKKS SD/SMP/SMA kali ini terfokus pada program rebranding sekolah/madrasah Ma’arif NU Jawa Tengah. Upaya ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat identitas, mutu, dan daya saing lembaga pendidikan NU di tengah dinamika zaman Digital dan era Kompetisi. Para pengurus MKKS melakukan pembelajaran dan studi inspiratif ke Yayasan NASIMA Semarang, sebuah lembaga pendidikan yang […]

  • PCNU-PATI Photo by Onur Binay

    Dunia dalam Genggaman

    • calendar_month Jum, 4 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Oleh: Inayatun Najikah Gadget adalah hal yang tak asing lagi ditelinga kita. Benda berbentuk kotak yang bisa dibawa kemana-mana ini, sudah menjadi bagian terpenting dalam hidup kita. Kita bisa berkomunikasi dengan kawan jauh melalui gadget. Kita mengetahui informasi apapun, dimanapun, dan kapanpun juga melalui gadget. Dari bangun tidur hingga tidur lagi, yang selalu kita pegang […]

  • Pembiasaan Ibadah Salat Dhuha, Asmaul Husna dan Dzikir Tahlil MI Terpadu Riyadhus Sholihin

    Pembiasaan Ibadah Salat Dhuha, Asmaul Husna dan Dzikir Tahlil MI Terpadu Riyadhus Sholihin

    • calendar_month Sab, 15 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 603
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Sukoharjo – Di zaman yang modern ini, dampak kemajuan teknologi pada kemampuan anak semakin terlihat. Semua dapat dilihat dari seberapa sering anak bermain gadget. Jika ini terus berjalan tanpa adanya kontrol orangtua, maka besar kemungkinan perkembangan otak anak akan terhambat karena cenderung asik dengan dunia online (game). Anak yang kecanduan gadget akan cenderung malas […]

  • Koalisi Baru, Dua Lembaga dan Satu Banom NU Tanda Tangani MoU

    Koalisi Baru, Dua Lembaga dan Satu Banom NU Tanda Tangani MoU

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.482
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Tiga Lembaga di bawah naungan PWNU Jawa Tengah teken MoU. Acara sakral tersebut berlangsung di Ponpes API Tegalrejo, Magelang pada Sabtu (25/10) lalu. Dua lembaga yang meneken kontrak tersebut adalah LP Ma’arif NU dan RMINU. Sementara satu lembaga yanf terlibat dalam MoU ialah Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa. Ketua PWNU Jawa […]

  • Peringati Harlah Ke 78, Muslimat NU Pati Gelar Festival Drum Band

    Peringati Harlah Ke 78, Muslimat NU Pati Gelar Festival Drum Band

    • calendar_month Ming, 3 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 601
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke 78, Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Pati mengadakan festival drum band antar Taman Kanak-Kanak – Raudhatul Atfhal (TK-RA). Kegiatan ini dihadiri oleh Bunda PAUD Kabupaten Pati Faisa Mukti Septiani. Kegiatan yang diikuti oleh 24 peserta grup drum band TK-RA se Kabupaten Pati tersebut dilaksanakan di Gedung […]

  • 103 Guru Banjarnegara Lulus Pelatihan Koding dan AI, Dindikpora Minta Implementasi Segera

    103 Guru Banjarnegara Lulus Pelatihan Koding dan AI, Dindikpora Minta Implementasi Segera

    • calendar_month Ming, 12 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 605
    • 0Komentar

    BANJARNEGARA – Sebanyak 103 guru di Kabupaten Banjarnegara dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah menuntaskan Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Tahap 1. Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Banjarnegara mendesak para pengajar segera mengimplementasikan materi tersebut di sekolah masing-masing. Penutupan pelatihan yang berlangsung selama tiga bulan, sejak 13 Juli hingga 12 Oktober 2025, digelar […]

expand_less