Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Bagaimanapun Itu ; Anak Harus Merdeka

Bagaimanapun Itu ; Anak Harus Merdeka

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 14 Okt 2022
  • visibility 348
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Perempuan dan laki-laki yang belum menikah ataupun sudah, selamanya akan menyandang status sebagai seorang anak bagi kedua orang tuanya. Meski usianya kian hari makin dewasa; namanya anak tetaplah anak. Meski dari segi apapun baik pendidikan atau jabatan jauh lebih tinggi dibanding orang tuanya. Akan tetapi hal itu tak lantas membuatnya untuk dapat bersikap sewenang-wenang terhadap orang tuanya.

Jasa orang tua tak akan pernah terganti sepanjang masa. Bagi saya pahlawan tanpa tanda jasa itu tak hanya tersemat untuk para guru; melainkan untuk kedua orang tua kita juga. Karena memang pada dasarnya orang tua adalah guru pertama bagi anak-anaknya. Perilaku dan tutur kata seorang anak tergantung bagaimana didikan orang tuanya.

Saya mengamini jika sedari kecil para orang tua senantiasa mendidik dan mengasuh anak-anaknya dengan penuh kasih sayang. Mereka menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Meski dibalik itu yang sebenarnya terjadi adalah orang tua harus bekerja keras dan berusaha mati-matian untuk siap sedia mengabulkan apa yang diinginkan anak-anak.

Bahkan terlalu sering kita menjumpai kisah perjuangan orang tua untuk memenuhi semua keinginan sang anak yang begitu memilukan. Sebab karena rasa sayang yang membuat mereka rela melakukan apa saja. Dalihnya adalah mereka yang meminta anak kepada Tuhan, maka bagaimana caranya mereka menjaga dan merawat anak itu dengan sebaik-baiknya.

Namun tanpa disadari rasa sayang yang terlalu berlebihan itu terkadang menjadi alasan untuk membatasi gerak si anak itu sendiri. Begitu juga dengan pola asuh yang sedari kecil selalu menuruti apa yang diinginkan anak, maka kelak jika ia telah menginjak dewasa akan selalu meminta kepada orang tuanya. Mereka akan ketergantungan dan sulit untuk bersikap dewasa.

Meski kita pun tahu bahwa kedewasaan seseorang bisa dipengaruhi oleh apa saja termasuk keadaan. Bukan hanya sebatas usia saja. Lalu bagaimana jika hal itu tak dapat tercapai. Maka yang terjadi akan sangat berbahaya jika sifat ini terbawa hingga ketika anak-anak telah memutuskan untuk menikah. Yang mana orang tuanya pasti akan ikut mencampuri urusan keluarga barunya.

Maka menurut saya pola asuh yang efektif adalah senantiasa mengajak anak untuk berdialog. Tentang apapun dan dalam menghadapi situasi yang bagaimanapun. Jangan menganggap anak adalah makhluk kecil yang lemah. Yang tahunya hanya meminta dan terus meminta. Jika ada dialog yang baik, maka anak pasti akan memahami dengan sendirinya.

Mengajarkan anak bersikap mandiri sejak kecil menurut saya itu baik. Mandiri bukan berarti lantas dibiarkan begitu saja lho ya. Kita masih bisa membatasi dan memberikan pemahaman dengan bahasa yang baik kok. Semisal saat anak menangis minta es krim padahal saat itu ia tengah sakit, maka bahasa yang tepat untuk menanggapi hal tersebut yaitu,

“Adik boleh minum es krim, tapi nanti saat sudah sembuh ya”

Namun terkadang kita menanggapinya dengan bahasa yang keras. Contoh;

“Jangan minum es krim. Adik sakit kan gara-gara kebanyakan minum es krim.”

Lebih enak yang mana mengucapkannya. Atas atau bawah. Terlebih dari semua itu, yang perlu saya garis bawahi, celoteh kali ini barangkali tak semua orang tua mampu melakukannya. Sebab karena kondisi dan situasi yang memang benar-benar tak memungkinkan mengasuh anaknya sendiri. Namun saya meyakini bagaimanapun pola asuh yang diterapkan, setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Photo by Madrosah Sunnah

    Sehelai Daun di Musim Gugur

    • calendar_month Ming, 28 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Oleh : J. Intifada Akhir pekan pagi, harinya dia dengan daun-daun yang gugur. Semangatnya memunguti daun-daun kering seperti melihat harta karun. Seringkali sambil berolahraga pagi, jalan mengitari kota sambil membawa karung sak. Dikumpulkannya hingga penuh. Tak terasa bisa mengumpulkan sampai beberapa karung. Bila sudah mendapatkan satu sak penuh, ditaruhlah karungnya di perempatan dekat rumah. Kemudian […]

  • ‎INISNU Borong Tiga Penghargaan Anugeran LPTNU 2026 di UNUSA

    ‎INISNU Borong Tiga Penghargaan Anugeran LPTNU 2026 di UNUSA

    • calendar_month Rab, 11 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.044
    • 0Komentar

    ‎ ‎Surabaya — Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih tiga penghargaan dalam ajang Anugerah LPTNU 2026 Strategic Leadership Forum & Malam Anugerah LPTNU “Connecting Leadership, Serving The Nation” yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama di Kampus B Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Selasa (10/3/2026). ‎ ‎Tiga penghargaan tersebut […]

  • PCNU Pati Masa Khidmat 2024-2029 Resmi Dilantik

    PCNU Pati Masa Khidmat 2024-2029 Resmi Dilantik

    • calendar_month Sen, 28 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 458
    • 0Komentar

    PCNU Pati Masa Khidmat 2024-2029 Resmi Dilantik Pcnupati.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati masa khidmat 2024-2029 resmi dilantik. Pelantikan berlangsung di pendapa kabupaten, Ahad (27/10/2024) pagi. Sebagai informasi, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menetapkan KH. Yusuf Hasyim sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pati, serta KH. Minanurrohman sebagai Rois Syuriyahnya. “Kami memohon doa restu dan dukungan […]

  • Workshop Public Speaking “Suarasa Papringan” Hadir untuk Tingkatkan Kepercayaan Diri Remaja Pasar Papringan

    Workshop Public Speaking “Suarasa Papringan” Hadir untuk Tingkatkan Kepercayaan Diri Remaja Pasar Papringan

    • calendar_month Rab, 3 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15.477
    • 0Komentar

    Temanggung — Workshop Public Speaking Remaja Papringan bertajuk “Suarasa Papringan: Berani Bersuara, Berani Berkarya!” akan diselenggarakan pada Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 08.00 WIB di Pasar Papringan. Kegiatan ini ditujukan bagi para remaja Pasar Papringan sebagai ruang pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan komunikasi publik sekaligus membangun rasa percaya diri dalam berinteraksi dengan masyarakat dan pengunjung. Workshop […]

  • Soal Perayaan Tahun Baru, PCNU Buka Suara

    Soal Perayaan Tahun Baru, PCNU Buka Suara

    • calendar_month Jum, 31 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 346
    • 0Komentar

    K. Yusuf Hasyim, Ketua PCNU Pati PATI – Memungkasi kalender masehi, selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat luas. Perayaan pergantian tahun, hampir pasti diiringi dengan kemeriahan.  Tahun ini, suasana kemeriahan tahun baru 2022 tampaknya akan sedikit redup. Pasalnya, seperti diketahui bersama, situasi pandemi di negeri ini masih belum menemui ujung.  Namun demikian, beberapa komunitas […]

  • Haul Sesepuh Al Ma'arif Gembong Berbarengan dengan Hari Santri

    Haul Sesepuh Al Ma’arif Gembong Berbarengan dengan Hari Santri

    • calendar_month Ming, 23 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 343
    • 0Komentar

    GEMBONG – Haul KH. Muhammad Karim yang berlangsung sejak Kamis (20/10) lalu baru saja usai. Acara pamungkas kegiatan tahunan keluarga Yayasan Al Ma’arif Gembong ini tepat pada saat peringatan Hari Santri, Sabtu (22/10) pagi. “Tepat Hari Santri, acara Haul ke-38 Mbah Muhammad Karim,” terang Kiai Sholikhin, Wakil Ketua Yayasan Al Ma’arif Gembong. Pada penutup acara […]

expand_less