Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Dunia Anak Tak Datang Dua Kali

Dunia Anak Tak Datang Dua Kali

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 15 Jul 2022
  • visibility 313
  • comment 0 komentar

Kemarin sewaktu saya ke indomart saya melihat pemandangan sebuah keluarga yang tengah duduk di teras ruko tersebut. Kedua orang tuanya tengah asyik bermain ponsel, sedangkan kedua anaknya asyik makan es krim dengan belepotan dan saling berebut.

Kedua orang tua tersebut tak bergeming saat anak perempuannya yang kecil menangis ketika sang kakak merebut es krimnya. Saya yang kebetulan selesai berbelanja hanya melihat sambil membatin, kok bisa begitu. Mengapa gadget lebih menarik daripada sang buah hati? Saya hanya berlalu. Rasanya tak etis jika harus ikut campur.

Pola interaksi dengan anak seperti itu jelas sangat kurang. Mungkin hal itu tak hanya terjadi pada orang tua yang baru saja saya lihat. Akan tetapi disekitar kita banyak dijumpai atau bahkan kita sendiri tanpa sengaja melakukannya. Kita tak hadir secara penuh untuk anak-anak dan orang-orang sekitar. Kita lebih asyik dan mengutamakan gadget untuk berhubungan dengan orang lain yang jauh sedangkan yang dekat kita hiraukan begitu saja.

Seharusnya kemajuan teknologi dimanfaatkan dengan baik, bukan malah membuat kerenggangan hubungan diantara orang terkasih. Dampaknya adalah kurangnya cinta dan kasih sayang terhadap anak-anak, yang mengakibatkan banyak terjadi hal-hal yang tak diinginkan orang tua. Anak-anak itu belum mengetahui banyak hal. Ia akan melihat lalu mempelajari. Jika yang dilihat adalah pemandangan orang tuanya yang sibuk dengan gadget, maka lambat laun ia akan menirunya.

“Halah dia kan anakku. Saya tahu yang terbaik untuknya. Kamu tak usah ikut campur. Kamu juga belum merasakan apa yang saya rasakan. Jadi tak usah sok tahu.”

Kalimat ini selalu menghantui benak saya. Oleh karena itu, saya tumpahkan dalam sebuah tulisan agar tak menjadi beban. Ingin sekali rasanya memberikan pemahaman bahwa ini lho cara yang baik untuk mendidik anak. Bukan bermaksud menggurui, akan tetapi saling berbagi informasi. Kita boleh memiliki privasi untuk bermain gadget, tapi jangan sampai karena gadget kita jadi melupakan apa yang ada disamping kanan dan kiri.

Dalam satu hari ada 24 jam. Selama itu pula kita bisa membagi waktu untuk sebaik-baiknya. Anak-anak tak tiba-tiba menjadi remaja lalu dewasa. Jangan sampai suatu hari nanti kita menyesal karena tak pernah hadir secara penuh untuk anak-anak kita. Dunia anak adalah dunia bermain. Ia berhak didampingi dan diarahkan. Karena kehadirannya dulu sangat dinantikan, jangan sampai setelah lahir malah kita sia-siakan. (Inayatun Najikah)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NU Peduli Kemanusiaan PCNU Kabupaten Pati Siap Tanggap Darurat Bencana

    NU Peduli Kemanusiaan PCNU Kabupaten Pati Siap Tanggap Darurat Bencana

    • calendar_month Jum, 16 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.376
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – NU Peduli Kemanusiaan PCNU Kabupaten Pati menyatakan kesiapan penuh dalam merespons dan menangani kondisi darurat bencana di wilayah Kabupaten Pati. Kesiapan tersebut ditandai dengan digelarnya pertemuan koordinasi pada Jum’at, 16 Januari 2026, bertempat di Kantor PCNU Kabupaten Pati. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan berbagai unsur Badan Otonom (Banom) dan Lembaga di lingkungan PCNU […]

  • PCNU-PATI Photo by Dmitry Ganin

    Playboy

    • calendar_month Ming, 4 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Oleh: Elin Khanin “Kamu kalau sudah kebelet nikah bilango sama Ummik.” Laki-laki berkulit sawo matang di hadapan Bu nyai Khomsah itu menunduk dalam. Tiba-tiba tak berani menatap sang ibunda. Kontras dengan ekspresi wajahnya saat membenarkan hafalan wanita sepuh itu.  Berkobar-kobar. Pun sebaliknya, ia begitu antusias ketika Bu nyai menyimak dan membenarkan hafalannya. Rutinitas bakda isya’ […]

  • Ilustrasi Lukisan Social - PCNU PATI. Photo by Birmingham Museums Trust on Unsplash

    Semestiya……

    • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Pada sebuah group privat; group tersebut bergerak di bidang pelayanan, kemanusiaan, keadilan bagi sebagian rakyat Indonesia. Dengan mengemban visi misi melayani umat menjadi tugas utama. Membantu sesama manusia adalah jalan ninja yang ditempuh; sungguh mulia visi misi tersebut. Hingga sampai saat ini saya mau sekadar meniru misi dan visinya saja dalam diri saya sendiri masih […]

  • ​Ketua PCNU Pati: Istighotsah Itu Semacam 'Demo' kepada Allah

    ​Ketua PCNU Pati: Istighotsah Itu Semacam ‘Demo’ kepada Allah

    • calendar_month Jum, 5 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15.517
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – PLT Bupati Pati, Risma Ardhi Candra bersama dengan Ormas yang ada di Kabupaten Pati menggelar Istighotsah dan doa bersama di Pendopo Kabupaten Pati. Agenda ini dilaksanakan pada Jumat (5/6) malam. Dalam agenda itu, Risma menyebut anggaran yang tepat sasaran adalah tanggung jawab besar. Maka, dalam beberapa pengerjaan proyek infrastruktur yang telah dimulai sejak […]

  • Pertama Kali di Indonesia, Mahasiswa Keperawatan Dibekali Nursing Journalism

    Pertama Kali di Indonesia, Mahasiswa Keperawatan Dibekali Nursing Journalism

    • calendar_month Sab, 15 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Temanggung – Sebanyak 111 mahasiswa-mahasiswi Akademi Keperawatan (AKPER) Alkautsar Temanggung diberikan pelatihan jurnalisme keperawatan dalam agenda Kuliah Pakar Nursing Journalism dengan narasumber dosen AKPER Alkautsar Ratna Kurniawati, S.Kep., Ns., M.Kep, dan dosen Inisnu Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, yang dimulai pukul 08.07 WIB, Jumat (14/2/2025). Pengurus YAPTINU Temanggung, Miftakhul Hadi, secara resmi membuka kegiatan tersebut. […]

  • Dialog Kebudayaan di Pati: Menjaga Budaya, Merawat Bangsa

    Dialog Kebudayaan di Pati: Menjaga Budaya, Merawat Bangsa

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.021
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Pemerintah dan masyarakat Pati diminta untuk terus mempertahankan dan mengembangkan budaya lokal sebagai bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan nasional. Hal ini disampaikan oleh Ketua Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Jawa Tengah, Muh Zen, saat menjadi narasumber Dialog Kebudayaan, yang berlangsung di Aula Kantor Muslimat Nahdlatul Ulama Pati, Sabtu (6/12/2025). Muh Zen […]

expand_less