Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Dunia Anak Tak Datang Dua Kali

Dunia Anak Tak Datang Dua Kali

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 15 Jul 2022
  • visibility 130
  • comment 0 komentar

Kemarin sewaktu saya ke indomart saya melihat pemandangan sebuah keluarga yang tengah duduk di teras ruko tersebut. Kedua orang tuanya tengah asyik bermain ponsel, sedangkan kedua anaknya asyik makan es krim dengan belepotan dan saling berebut.

Kedua orang tua tersebut tak bergeming saat anak perempuannya yang kecil menangis ketika sang kakak merebut es krimnya. Saya yang kebetulan selesai berbelanja hanya melihat sambil membatin, kok bisa begitu. Mengapa gadget lebih menarik daripada sang buah hati? Saya hanya berlalu. Rasanya tak etis jika harus ikut campur.

Pola interaksi dengan anak seperti itu jelas sangat kurang. Mungkin hal itu tak hanya terjadi pada orang tua yang baru saja saya lihat. Akan tetapi disekitar kita banyak dijumpai atau bahkan kita sendiri tanpa sengaja melakukannya. Kita tak hadir secara penuh untuk anak-anak dan orang-orang sekitar. Kita lebih asyik dan mengutamakan gadget untuk berhubungan dengan orang lain yang jauh sedangkan yang dekat kita hiraukan begitu saja.

Seharusnya kemajuan teknologi dimanfaatkan dengan baik, bukan malah membuat kerenggangan hubungan diantara orang terkasih. Dampaknya adalah kurangnya cinta dan kasih sayang terhadap anak-anak, yang mengakibatkan banyak terjadi hal-hal yang tak diinginkan orang tua. Anak-anak itu belum mengetahui banyak hal. Ia akan melihat lalu mempelajari. Jika yang dilihat adalah pemandangan orang tuanya yang sibuk dengan gadget, maka lambat laun ia akan menirunya.

“Halah dia kan anakku. Saya tahu yang terbaik untuknya. Kamu tak usah ikut campur. Kamu juga belum merasakan apa yang saya rasakan. Jadi tak usah sok tahu.”

Kalimat ini selalu menghantui benak saya. Oleh karena itu, saya tumpahkan dalam sebuah tulisan agar tak menjadi beban. Ingin sekali rasanya memberikan pemahaman bahwa ini lho cara yang baik untuk mendidik anak. Bukan bermaksud menggurui, akan tetapi saling berbagi informasi. Kita boleh memiliki privasi untuk bermain gadget, tapi jangan sampai karena gadget kita jadi melupakan apa yang ada disamping kanan dan kiri.

Dalam satu hari ada 24 jam. Selama itu pula kita bisa membagi waktu untuk sebaik-baiknya. Anak-anak tak tiba-tiba menjadi remaja lalu dewasa. Jangan sampai suatu hari nanti kita menyesal karena tak pernah hadir secara penuh untuk anak-anak kita. Dunia anak adalah dunia bermain. Ia berhak didampingi dan diarahkan. Karena kehadirannya dulu sangat dinantikan, jangan sampai setelah lahir malah kita sia-siakan. (Inayatun Najikah)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Teks Istighosah

    • calendar_month Sen, 10 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 157
    • 0Komentar
  • Mbah Maimun Zubair Wafat di Makkah

    Mbah Maimun Zubair Wafat di Makkah

    • calendar_month Sel, 6 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Innalillahi wainnailaihi raiji’un, Mbah Moen, KH. Maimun Zubair wafat di Makkah. Ulama kharismatik asal Sarang Rembang yang juga menjabat sebagai Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini dikabarkan wafat disela-sela menunaikan ibadah haji di Makkah. Sebagaimana NU Pati lansir dari situs NU Online, kabar meninggalnya Mbah Moen (panggilan KH. Maimun Zubair) datang dari Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah […]

  • Peringati Maulid dan HSN, dari Sunatan Massal sampai Mobil Layanan Ummat

    Peringati Maulid dan HSN, dari Sunatan Massal sampai Mobil Layanan Ummat

    • calendar_month Sen, 25 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Ketua PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim (tengah) melaunching mobil layanan ummat MWC NU Margoyoso MARGOYOSO – Beragam cara dijalankan oleh warga NU dalam memperingati hati santri tahun ini. Salah satunya yang dilakukan oleh MWC NU Margoyoso.  K. Samuin Wage, ketua MWC NU Margoyoso menegaskan bahwa pihaknya disibukkan dengan beragam kegiatan dalam peringatan hari santri dan […]

  • Lailatul Ijtima’  MWCNU Wedarijaksa

    Lailatul Ijtima’ MWCNU Wedarijaksa

    • calendar_month Sen, 8 Jan 2018
    • account_circle admin
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Pati. Apabila Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pati, mempunyai program  Turba ke MWC se-kab. Pati yang di namakan dengan Naharul Ijtima’  pada jum’at  terakhir di setiap bulannya. Sedangkan Majlis Wakil Cabang Kecamatan Wedarijaksa mempunyai program hampir sama, yaitu kinsolidasi organisasi dan turba ke ranting- ranting, akan tetapi dilakukan pada malam hari yaitu dengan Lailatul Ijtima’. […]

  • Dua Kendala Pengembangan Ilmu Falak di Pesantren

    Dua Kendala Pengembangan Ilmu Falak di Pesantren

    • calendar_month Kam, 12 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Dr. Ahmad Izzuddin, Koordinator Diklat Lembaga Falakiyah PBNU saat menyanpaikan kendala pengaplikasian ilmu falak di pesantren dalam acara Peluncuran Lajnah Falakiyah Salafiyah Kajen via zoom meeting PATI-Ilmu Falak atau dalam istilah modern dikenal sebagai ilmu astronomi merupakan satu cabang ilmu yang sangat penting. Sebab bukan hanya mempelajari bintang, ilmu ini juga digunakan hampir dalam segala […]

  • Meneladani Sosok Imam Syafi’i

    Meneladani Sosok Imam Syafi’i

    • calendar_month Jum, 6 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Muhammad bin Idris yang populer dengan sebutan imam Syafi’i namanya tak asing lagi di telinga masyarakat dunia, bahkan setiap hari ia selalu disebut, di doakan dan pemikirannya diikuti serta diamalkan oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Namun, tidak semua masyarakat mengetahui sirah kehidupan dan sosok kepribadiannya. Melalui buku bertajuk Biografi Imam Syafi’i, Tariq Suwaidan dengan sangat detail […]

expand_less