Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Dunia Anak Tak Datang Dua Kali

Dunia Anak Tak Datang Dua Kali

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 15 Jul 2022
  • visibility 505
  • comment 0 komentar

Kemarin sewaktu saya ke indomart saya melihat pemandangan sebuah keluarga yang tengah duduk di teras ruko tersebut. Kedua orang tuanya tengah asyik bermain ponsel, sedangkan kedua anaknya asyik makan es krim dengan belepotan dan saling berebut.

Kedua orang tua tersebut tak bergeming saat anak perempuannya yang kecil menangis ketika sang kakak merebut es krimnya. Saya yang kebetulan selesai berbelanja hanya melihat sambil membatin, kok bisa begitu. Mengapa gadget lebih menarik daripada sang buah hati? Saya hanya berlalu. Rasanya tak etis jika harus ikut campur.

Pola interaksi dengan anak seperti itu jelas sangat kurang. Mungkin hal itu tak hanya terjadi pada orang tua yang baru saja saya lihat. Akan tetapi disekitar kita banyak dijumpai atau bahkan kita sendiri tanpa sengaja melakukannya. Kita tak hadir secara penuh untuk anak-anak dan orang-orang sekitar. Kita lebih asyik dan mengutamakan gadget untuk berhubungan dengan orang lain yang jauh sedangkan yang dekat kita hiraukan begitu saja.

Seharusnya kemajuan teknologi dimanfaatkan dengan baik, bukan malah membuat kerenggangan hubungan diantara orang terkasih. Dampaknya adalah kurangnya cinta dan kasih sayang terhadap anak-anak, yang mengakibatkan banyak terjadi hal-hal yang tak diinginkan orang tua. Anak-anak itu belum mengetahui banyak hal. Ia akan melihat lalu mempelajari. Jika yang dilihat adalah pemandangan orang tuanya yang sibuk dengan gadget, maka lambat laun ia akan menirunya.

“Halah dia kan anakku. Saya tahu yang terbaik untuknya. Kamu tak usah ikut campur. Kamu juga belum merasakan apa yang saya rasakan. Jadi tak usah sok tahu.”

Kalimat ini selalu menghantui benak saya. Oleh karena itu, saya tumpahkan dalam sebuah tulisan agar tak menjadi beban. Ingin sekali rasanya memberikan pemahaman bahwa ini lho cara yang baik untuk mendidik anak. Bukan bermaksud menggurui, akan tetapi saling berbagi informasi. Kita boleh memiliki privasi untuk bermain gadget, tapi jangan sampai karena gadget kita jadi melupakan apa yang ada disamping kanan dan kiri.

Dalam satu hari ada 24 jam. Selama itu pula kita bisa membagi waktu untuk sebaik-baiknya. Anak-anak tak tiba-tiba menjadi remaja lalu dewasa. Jangan sampai suatu hari nanti kita menyesal karena tak pernah hadir secara penuh untuk anak-anak kita. Dunia anak adalah dunia bermain. Ia berhak didampingi dan diarahkan. Karena kehadirannya dulu sangat dinantikan, jangan sampai setelah lahir malah kita sia-siakan. (Inayatun Najikah)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selamat Jalan Perpisahan

    Selamat Jalan Perpisahan

    • calendar_month Sen, 3 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 479
    • 0Komentar

    Al-Azhari berkata,”Arti cinta seorang hamba kepada Allah dan Rasul-Nya adalah menaati dan mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya.” Al-Baidhawi berkata, “Cinta adalah keinginan untuk taat,”. Cinta manusia kepada Allah dan Rasul-Nya adalah menaati keduanya dan riddha terhadap segala perintah Allah dan segala ajaran yang dibawa Rasulullah Saw.”sedangkan arti cinta Allah kepada hamba-Nya adalah ampunan, ridha dan […]

  • Puasa; Balas Dendam saat Berbuka. Photo by Ali Inay on Unsplash.

    Puasa; Balas Dendam Ketika Berbuka

    • calendar_month Rab, 29 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 455
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At MajhaSepekan saya dan Anda menjalani ibadah puasa. Pun telah banyak permintaan berbuka bersama dari teman kerja, kolega bisnis atau pun dari lainnya. Dan hanya untuk makan saja saya dan Anda harus bersama-sama. Jadi teringat pepatah Jawa makan tak makan yang penting kumpul. Bisa jadi ini yang dimaksud dengan pepatah itu. Kemarin […]

  • Secangkir Kopi, Doa, dan Jalan Panjang Menuju Aceh

    Secangkir Kopi, Doa, dan Jalan Panjang Menuju Aceh

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.190
    • 0Komentar

      Malam belum sepenuhnya ramah ketika rombongan relawan NU Peduli PWNU Jawa Tengah kembali menghidupkan mesin. Di sebuah rest area sunyi, secangkir kopi hitam berpindah dari tangan ke tangan. Hangatnya sederhana, namun cukup untuk menjaga mata tetap terjaga dan hati tetap kuat. Di situlah, di antara lelah dan doa, perjalanan kemanusiaan menuju Aceh Timur terus […]

  • MAMU Ngerang Salurkan Air Bersih

    MAMU Ngerang Salurkan Air Bersih

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 486
    • 0Komentar

    TAMBAKROMO-Kekeringan yang melanda beberapa daerah di Kabupaten Pati menyebabkan terhambatnya aktivitas masyarakat. Pasalnya, air sebagai salah kebutuhan vital sulit di dapat. Akhirnya, kegiatan-kegiatan seperti bercocok tanam hingga makan dan minum menuai kendala. Diatribusi air bersih di RW 1 Desa Ngerang, Kecamatan Tambakromo, Pati oleh MA Miftahul Ulum, Ngerang, Mingu (22/9) Menyikapi hal ini, banyak organisasi […]

  • PCNU - PATI Photo by allybally4b

    Perjalanan Ke Utara

    • calendar_month Rab, 29 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 501
    • 0Komentar

    Senja adalah waktu paling di tunggu. Selain pulang ke rumah, tentu ada waktu untuk rehat dan menikmati secangkir kopi. Sebelum kembali menjalani rutinitas harian dengan keluarga. Kedai Kopi adalah tempat tenang sekaligus asyik untuk sekadar melepas penat. Di Kedai kadang sendirian, sering pula dengan perempuan yang saya sayangi; Laberre Coffe menjadi langganan saat ini. Di […]

  • PCNU-PATI Photo by Luke Stackpoole

    Cerita Tabatabaei House

    • calendar_month Sen, 19 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 415
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Di Iran ada sebuah rumah yang sangat megah. Sebuah rumah yang mengandung nilai sejarah dan dibangun dengan keringat cinta dan kasih sayang. Afifah Ahmad, penulis asal Indonesia yang tinggal di Iran, suatu ketika mengunjungi rumah tersebut. Dia bercerita bahwa di balik kemegahan rumah itu, tersimpan cerita menarik. Konon, rumah tersebut […]

expand_less