Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Mengenal Lebih Dekat Sosok KH Maimoen Zubair

Mengenal Lebih Dekat Sosok KH Maimoen Zubair

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 9 Jun 2022
  • visibility 549
  • comment 0 komentar

KH. Maimoen Zubair merupakan sosok kiai yang ‘alim, faqih, relegius, dan pemersatu bangsa. Kiai Maimoen Zubair juga merupakan mata air keteladanan. Ulama karismatik ini membaktikan seluruh hidupnya untuk santri dan pesantren. Mbah Maimoen, demikian sapaan akrabnya beliau, begitu telaten dalam mendidik santri-santri yang datang dari berbagai penjuru negeri. Ia tak sekedar mengajar, tetapi juga menjadi mata air keteladanan yang menyejukkan batin para santri atau siapa saja yang datang untuk tabarrukan kepadanya.

Bagi Mbah Maimoen, mengajar di pesantren adalah komitmen tarekat seorang kiai. Semua jadwal ngajinya dijalani dengan penuh istiqomah. Padahal, sebagai ulama besar, ia memiliki jadwal pengajian yang cukup padat di luar. Namun, menurut sejumlah santrinya, ia selalu mempertimbangkan ngajinya di pondok agar tak terganggu. Ia sering menyampaikan perbedaan antara ngaji dan pengajian. Menurut Mbah Maimoen, pengajian adalah orasi umum di ruang-ruang terbuka, sedangkan ngaji adalah membaca kitab kuning di depan para santri. Pengajian selamanya taka akan mencetak para ulama.

Mencintai Ilmu

Mbah Maimoen adalah sosok yang mencintai ilmu sepenuh hati, jiwa raga. Cinta ilmu menjadikan KH. Maimoen Zubair mengabdikan seluruh umur dan waktunya untuk ilmu, baik dengan membaca, mengajar, dan menyampaikan ilmu kepada masyarakat sepanjang hayat masih di kandung badan. Karena ilmu adalah kunci utama kebangkitan Islam. Oleh sebab itu, Nabi Muhammad saw bersabda;

“ Bergegaslah menjadi orang yang punya ilmu (mengajar), atau orang yang belajar, atau orang yang mendengar, atau orang yang mencintai ilmu, dan jangan jadi orang yang kelima, maka engkau akan binasa.” (HR. Baihaqi).

Salah satu bukti kecintaan mendalam Mbah Maimoen terhadap ilmu adalah aktivitas beliau dalam membaca dan menulis. Kedua aktivitas ini menjadi kunci seorang ilmuan dalam mengembangkan ilmu. Mbah Maimoen selalu muthalaah kitab (membaca kitab) dan meluangkan waktu untuk menulis karya-karya yang berkualitas. Hlm (55-56).

Teladan Istiqomah

Mbah Maimoen tidak hanya aktiv mengaji kitab dan ceramah di tengah masyarakat. Tetapi beliau juga mempraktikkan  pentingnya istiqomah dalam kebaikan. Salah satu indikator istiqomah Mbah Maimoen adalah selalu mengaji kepada santri dan masyarakat meskipun baru saja datang dari acara luar yang menyita banyak waktu dan tenaga. Mbah Maimoen juga mengajarkan pentingnya istiqomah sebagai akhlak para ulama yang harus diteladani sebagai wasilah meraih keberkahan dan kesuksesan hidup. 

Urgensi istiqomah dalam mendidik santri dijelaskan oleh KH. Dr. Abdul Ghofur Maimoen. Menurut pengalaman putra Mbah Maimoen itu, saat beliau sering pergi untuk memenuhi acara, sehingga santri di pondoknya terbengkalai, maka mengharapkan santri-santrinya memahami agama secara mendalam sungguh sulit. Namun, sejak KH. Dr. Abdul Ghofur Maimoen tidak banyak meninggalkan santri, tetapi mendidik dan mengajar mereka dengan istiqomah, maka kualitas dan akhlak santri semakin baik. Ini menunjukkan bahwa keistiqomahan Mbah maimoen menjadi inspirasi anak-anaknya ketika mengasih santri. Tentunya istiqomah berkaitan dengan intensitas dan ekstensitas kiai dalam mendidik santri secara lahir dan batin.

Sehingga istiqomah menjadi sesuatu yang sangat penting karena di dalamnya ada loyalitas, totalitas, dan kapabilitas dalam melakukan sesuatu dengan kemampuan terbaik dalam rangka menggapai ridla Allah Subhanahu wa Ta’ala. (156).

Keteladanan KH. Maimoen Zubair dalam Mendidik Santri

Dalam mendidik santri, Mbah Maimoen selalu mengedepankan aspek spritualitas. Ini termasuk cara tingkat tinggi. Kedalaman spritualitas Mbah Maimoen membuat beliau selalu mendekatkan diri kepada Allah di mana pun dan kapan pun. Zikir kepada Allah terus dilantunkan, khususnya dalam hati, sehingga dalam setiap ucapan dan perbuatannya selalu menyebut nama Allah. Mendidik yang berangkat dari aspek spritual akan diterima dengan hati. Hati membawa proses penyadaran dan akhirnya melahirkan komitmen menjadi orang baik yang berusaha patuh kepada Allah dan Rasul-Nya dengan mengikuti petunjuk dan teladan para ulama yang dekat dengan-Nya.

Mendidik dengan hati pasti tidak banyak memberikan perintah dan aturan. Keteladanan menjadi kunci. Oleh karena itu, setiap gerakan Mbah maimoen menjadi sumber nilai bagi santri yang membekas dalam jiwanya. Hati santri menjadi tenang, tentram, dan dekat dengan Allah. Begitulah rahasia orang alim yang dekat dengan Allah. Memandang wajahnya saja sudah merasakan keteduhan, ketenangan, dan kebahagiaan batin yang luar biasa. Akhirnya dawuh-dawuh Mbah Maimoen menjadi ilmu yang tertancap kuat dalam hati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai karakter yang tertanam kokh dalam kepribadian. Hlm. (167).

Buku ini, selain memotren keteladanan Mbah Maimoen dalam mendidik santri, juga mengurai corak pemikiran dan dakwah kebangsaan ulama asal sarang ini.

Judul Buku      : KH. Maimoen Zubai Sang Maha Guru

Penulis             : Dr. Jamal Ma’mur, M.A.

Penerbit           : DIVA Press

Tahun Terbit   : Oktoer 2021

Tebal Halaman: 218

ISBN               : 978-623-293-531-0

Peresensi         : Siswanto

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengurus IKA PMII Pati Gelar Rapat Kerja, Ketua PCNU Ingatkan 3M

    Pengurus IKA PMII Pati Gelar Rapat Kerja, Ketua PCNU Ingatkan 3M

    • calendar_month Ming, 27 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 529
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Pati periode 2025-2030 menggelar pelantikan sekaligus rapat kerja, pada Minggu (27/4/2025) sore. Kegiatan itu berlangsung di Joglo Pergerakan Sahabat Muslihan, Desa Tegalharjo, Kecamatan Trangkil. Para pengurus dilantik langsung oleh Bendahara Umum Pengurus Wilayah IKA PMII Jawa Tengah, M. Mahbub Zaki. Pada […]

  • PCNU-PATI

    Surat Kepada Kanjeng Nabi

    • calendar_month Kam, 25 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 486
    • 0Komentar

    Setiap masyarakat Muslim, setiap kelompok, serta setiap orang mengagung-agungkannya ratusan ribu kali. Muhammad tidak menjadi lapuk oleh panas hujan segala zaman. Muhammad dipelihara namanya di zaman orang bertani, serta di zaman pascamodern ketika kekuatan alat informasi dan komunikasi menjadi “dewa”. Muhammad tidak pernah disebut “kuno”, meski kita punya Mercedes paling mutakhir, superkomputer, serta segala jenis […]

  • Siswa MA Salafiyah Kajen Pati Sabet Perunggu di Olimpiade Biologi Tingkat Internasional

    Siswa MA Salafiyah Kajen Pati Sabet Perunggu di Olimpiade Biologi Tingkat Internasional

    • calendar_month Sel, 5 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 517
    • 0Komentar

    PATI – Siswa MA Salafiyah Kajen Pati kembali mengukir prestasi. Ialah Ulil Albab, yang berhasil meraih medali perunggu pada ajang International Applied Biology Olympiad (IABO) yang diselenggarakan di Bali pada tanggal 30 Juni hingga 3 Juli 2022. IABO yang diselenggarakan oleh Indonesian Scienctific Society (ISS) dan bekerjasama dengan Pusat Pengembangan Dan Pemberdayaan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan […]

  • PCNU-PATI Photo by anaterate

    Wacana

    • calendar_month Rab, 26 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Kemarin disaat hujan rintik dan panas terik, pada sebuah group WhatsApp ada sebuah wacana menarik dan unik untuk dibahas, perihal fasilitas, perihal komunitas dan perihal sesuatu yang belum tuntas. Sebenarnya sederhana saja, tentu saya dan Anda pernah mendengar istilah logika tanpa logistik tak pernah jalan. Saya mengamini akan hal itu, […]

  • Photo by Pawel Czerwinski

    Putaran Pertama

    • calendar_month Kam, 18 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 428
    • 0Komentar

    Oleh : Iva Azhariyah Saya sering bepergian menggunakan transportasi umum. Bus, kereta, atau travel. Bagi saya, menatap jalan dan lorong yang terlewati seolah memberi sudut pandang baru dalam hidup yang seringkali saya tawar pada Tuhan. Menatap orang-orang berjalan, anak-anak pulang dengan baju putih, sudah kecoklatan, orang-orang mengangkat beban, mendorong kendaraan, atau kelelahan hingga ketiduran di […]

  • PCNU-PATI Photo by Gabriel Goller

    Bapak Hamdi van Holland

    • calendar_month Sen, 23 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 471
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Hari itu adalah musim bunga bermekaran indah di halaman rumah. Keindahannya seolah hendak menyambut kedatangan kami yang tahun 2013 berlebaran di Bojong, Pandeglang. Ah, desa Bojong. Sebuah desa yang penuh dengan memori masa kecil dan remajaku. Kenanganku akan pasar Bojong, sawah Cijakan, dan sungai Cilemer tak lekang ditelan zaman. Di […]

expand_less