Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Mengenal Lebih Dekat Sosok KH Maimoen Zubair

Mengenal Lebih Dekat Sosok KH Maimoen Zubair

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 9 Jun 2022
  • visibility 150
  • comment 0 komentar

KH. Maimoen Zubair merupakan sosok kiai yang ‘alim, faqih, relegius, dan pemersatu bangsa. Kiai Maimoen Zubair juga merupakan mata air keteladanan. Ulama karismatik ini membaktikan seluruh hidupnya untuk santri dan pesantren. Mbah Maimoen, demikian sapaan akrabnya beliau, begitu telaten dalam mendidik santri-santri yang datang dari berbagai penjuru negeri. Ia tak sekedar mengajar, tetapi juga menjadi mata air keteladanan yang menyejukkan batin para santri atau siapa saja yang datang untuk tabarrukan kepadanya.

Bagi Mbah Maimoen, mengajar di pesantren adalah komitmen tarekat seorang kiai. Semua jadwal ngajinya dijalani dengan penuh istiqomah. Padahal, sebagai ulama besar, ia memiliki jadwal pengajian yang cukup padat di luar. Namun, menurut sejumlah santrinya, ia selalu mempertimbangkan ngajinya di pondok agar tak terganggu. Ia sering menyampaikan perbedaan antara ngaji dan pengajian. Menurut Mbah Maimoen, pengajian adalah orasi umum di ruang-ruang terbuka, sedangkan ngaji adalah membaca kitab kuning di depan para santri. Pengajian selamanya taka akan mencetak para ulama.

Mencintai Ilmu

Mbah Maimoen adalah sosok yang mencintai ilmu sepenuh hati, jiwa raga. Cinta ilmu menjadikan KH. Maimoen Zubair mengabdikan seluruh umur dan waktunya untuk ilmu, baik dengan membaca, mengajar, dan menyampaikan ilmu kepada masyarakat sepanjang hayat masih di kandung badan. Karena ilmu adalah kunci utama kebangkitan Islam. Oleh sebab itu, Nabi Muhammad saw bersabda;

Bergegaslah menjadi orang yang punya ilmu (mengajar), atau orang yang belajar, atau orang yang mendengar, atau orang yang mencintai ilmu, dan jangan jadi orang yang kelima, maka engkau akan binasa.” (HR. Baihaqi).

Salah satu bukti kecintaan mendalam Mbah Maimoen terhadap ilmu adalah aktivitas beliau dalam membaca dan menulis. Kedua aktivitas ini menjadi kunci seorang ilmuan dalam mengembangkan ilmu. Mbah Maimoen selalu muthalaah kitab (membaca kitab) dan meluangkan waktu untuk menulis karya-karya yang berkualitas. Hlm (55-56).

Teladan Istiqomah

Mbah Maimoen tidak hanya aktiv mengaji kitab dan ceramah di tengah masyarakat. Tetapi beliau juga mempraktikkan  pentingnya istiqomah dalam kebaikan. Salah satu indikator istiqomah Mbah Maimoen adalah selalu mengaji kepada santri dan masyarakat meskipun baru saja datang dari acara luar yang menyita banyak waktu dan tenaga. Mbah Maimoen juga mengajarkan pentingnya istiqomah sebagai akhlak para ulama yang harus diteladani sebagai wasilah meraih keberkahan dan kesuksesan hidup. 

Urgensi istiqomah dalam mendidik santri dijelaskan oleh KH. Dr. Abdul Ghofur Maimoen. Menurut pengalaman putra Mbah Maimoen itu, saat beliau sering pergi untuk memenuhi acara, sehingga santri di pondoknya terbengkalai, maka mengharapkan santri-santrinya memahami agama secara mendalam sungguh sulit. Namun, sejak KH. Dr. Abdul Ghofur Maimoen tidak banyak meninggalkan santri, tetapi mendidik dan mengajar mereka dengan istiqomah, maka kualitas dan akhlak santri semakin baik. Ini menunjukkan bahwa keistiqomahan Mbah maimoen menjadi inspirasi anak-anaknya ketika mengasih santri. Tentunya istiqomah berkaitan dengan intensitas dan ekstensitas kiai dalam mendidik santri secara lahir dan batin.

Sehingga istiqomah menjadi sesuatu yang sangat penting karena di dalamnya ada loyalitas, totalitas, dan kapabilitas dalam melakukan sesuatu dengan kemampuan terbaik dalam rangka menggapai ridla Allah Subhanahu wa Ta’ala. (156).

Keteladanan KH. Maimoen Zubair dalam Mendidik Santri

Dalam mendidik santri, Mbah Maimoen selalu mengedepankan aspek spritualitas. Ini termasuk cara tingkat tinggi. Kedalaman spritualitas Mbah Maimoen membuat beliau selalu mendekatkan diri kepada Allah di mana pun dan kapan pun. Zikir kepada Allah terus dilantunkan, khususnya dalam hati, sehingga dalam setiap ucapan dan perbuatannya selalu menyebut nama Allah. Mendidik yang berangkat dari aspek spritual akan diterima dengan hati. Hati membawa proses penyadaran dan akhirnya melahirkan komitmen menjadi orang baik yang berusaha patuh kepada Allah dan Rasul-Nya dengan mengikuti petunjuk dan teladan para ulama yang dekat dengan-Nya.

Mendidik dengan hati pasti tidak banyak memberikan perintah dan aturan. Keteladanan menjadi kunci. Oleh karena itu, setiap gerakan Mbah maimoen menjadi sumber nilai bagi santri yang membekas dalam jiwanya. Hati santri menjadi tenang, tentram, dan dekat dengan Allah. Begitulah rahasia orang alim yang dekat dengan Allah. Memandang wajahnya saja sudah merasakan keteduhan, ketenangan, dan kebahagiaan batin yang luar biasa. Akhirnya dawuh-dawuh Mbah Maimoen menjadi ilmu yang tertancap kuat dalam hati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai karakter yang tertanam kokh dalam kepribadian. Hlm. (167).

Buku ini, selain memotren keteladanan Mbah Maimoen dalam mendidik santri, juga mengurai corak pemikiran dan dakwah kebangsaan ulama asal sarang ini.

Judul Buku      : KH. Maimoen Zubai Sang Maha Guru

Penulis             : Dr. Jamal Ma’mur, M.A.

Penerbit           : DIVA Press

Tahun Terbit   : Oktoer 2021

Tebal Halaman: 218

ISBN               : 978-623-293-531-0

Peresensi         : Siswanto

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Benarkah Puasa Menyehatkan

    Benarkah Puasa Menyehatkan

    • calendar_month Rab, 12 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Puasa telah menjadi bagian dari tradisi keagamaan dan budaya di berbagai belahan dunia, khususnya dalam Islam. Selain sebagai bentuk ibadah, puasa juga diklaim memiliki banyak manfaat kesehatan. Namun, masih ada sebagian orang yang meragukan apakah puasa benar-benar berdampak positif bagi tubuh. Kita harus membeda fakta ilmiah mengenai manfaat puasa yang menyehatkan. Dari […]

  • Siswa MA Salafiyah Kajen Salurkan Donasi untuk Korban Semeru Via LAZISNU

    Siswa MA Salafiyah Kajen Salurkan Donasi untuk Korban Semeru Via LAZISNU

    • calendar_month Sab, 11 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 127
    • 0Komentar

      PATI – Para siswa Madrasah Aliyah Salafiyah Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, yang tergabung dalam Keluarga Pelajar Salafiyah (KPS) dan Keluarga Pelajar Putri Salafiyah (KPPS) adakan penggalangan dana peduli Semeru, (11/12/2021). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian peserta didik terhadap korban erupsi Gunung Semeru dengan menyisihkan uang saku mereka. Hasil uang yang terkumpul akan […]

  • NU Gembong Kehilangan 6 Tokoh Penting, MWC : Sulit Cari Gantinya

    NU Gembong Kehilangan 6 Tokoh Penting, MWC : Sulit Cari Gantinya

    • calendar_month Kam, 7 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Kantor MWC NU Gembong  GEMBONG – Tahun 2021 menjadi tahun duka bagi MWC NU Kecamatan Gembong. Pasalnya dalam paruh pertama tahun ini, NU Gembong telah kehilangan beberapa orang penting dalam organisasi sosial keagamaan ini.  Menurut keterangan K. Sholikhin, sedikitnya ada enam orang pengurus MWC dan Banom NU Gembong yang meninggal dunia selama 2021. Mulai dari […]

  • Manusia Bukan Sumber Kebenaran

    Manusia Bukan Sumber Kebenaran

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.239
    • 0Komentar

      Munculnya fenomena mengumbar kebencian terutama di media sosial rupanya menjadi keresahan tersendiri saat digelarnya Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke- 167 pada Sabtu (15/11). Penggagas Suluk Maleman mengajak semua masyarakat untuk sama-sama bermuhasabah. Terlebih dengan banyaknya perubahan luar biasa di kalangan masyarakat. “Seperti bagaimana kita melihat pesantren dipojokkan begitu rupa. Orang tak melihat apa […]

  • PCNU- PATI

    Setelah Punya 2 Unit MLU, NU Winong Targetkan Bangun Klinik

    • calendar_month Sen, 22 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 167
    • 0Komentar

    WINONG – MWC NU Winong memang sering menjadi sorotan bagi kaum Nahdliyyin di Kabupaten Pati. Hal itu karena preatasi yang ditorehkan oleh para pengurus MWC NU plus lembaga-lembaganya, terutama Lazisnu.  Pada Minggu (21/8) pagi, MWC NU Winong sukses menggelar Apel Kemerdekaan untuk memperingati HUT-RI ke-77. Kegiatan tersebut dihelat di Lapangan Olahraga Desa Pekalongan, Winong.  Sebelumnya, […]

  • Islam dan Modernitas

    Islam dan Modernitas

    • calendar_month Kam, 22 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 110
    • 0Komentar

     Oleh : Miftahus Salam* Modernitas (kemodernenan) adalah salah satu masalah paling krusial yang dihadapi oleh umat Islam abad ini. Pasalnya sampai saat ini umat Islam selalu diidentikkan dengan kelompok yang berseberangan dengan modernitas. Bahkan ada yang membuat kesan bahwa Islam tidak cocok dengan modernitas. Isu-isu terkait modernitas menjadi tantangan tersendiri bagi umat Islam, terutama dalam […]

expand_less