Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Menulis, Kegiatan mengasyikkan

Menulis, Kegiatan mengasyikkan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 3 Jun 2022
  • visibility 223
  • comment 0 komentar

Saya sedang menjajaki dunia tulis menulis. Menulis kisah dan cerita yang  familiar terjadi disekitar kita. Meski terlihat lucu dan aneh. Namun tak apa, saya berusaha menuangkan apa yang terlintas dipikiran. Apa yang terdengar dan terlihat; supaya tak mengganjal dalam akal.

Meskipun sederhana dan alakadarnya. Saya sangat menyadari karena memang tak ada basic disitu awalnya. Bisa dibilang apa yang tengah saya gemari ini masuk kategori otodidak. Dan ndelalah ketemu orang yang open (mengayomi/membimbing) dengan modal semacam itu, lantas saya tak henti untuk terus belajar dan tetap produktif menulis. Semua berawal dari rasa ke karya.

Tetapi menulis saja tak cukup. Harus selalu diimbangi dengan membaca. Agar kosakata makin bertambah, dan banyak istilah yang dipahami. Tak hanya itu, melalui  membaca kita bisa melihat sesuatu dari kacamata yang berbeda. Itu kata kawan sekaligus pembimbing setia saya.

Saya mulai menggeluti bidang aksara. Saya mulai menulis pada dua media besar. Tentu tak akan mudah. Karena harus terus berpikir tema tulisan selanjutnya. Bila tak begitu, maka kegemaran saya yang baru ini akan mandeg dan pengetahuan saya pun akan sebatas itu saja. Ibarat orang berjalan, ya jalan ditempat. Tak beranjak sejengkal pun apabila tak mau mengevaluasi dan terus berlari.

Maka mulailah saya mengirimkan sebuah ulasan buku disalah satu media tersebut. Tentu dengan bantuan sang pembimbing pastinya. Tak berapa lama tulisan saya dimuat. Betapa senangnya hati saya. Meski ada sedikit perubahan dibagian judulnya, tapi tak mengapa. Saya tetap bangga pada diri saya sendiri. Saya kemudian membagikan link tersebut pada sosial media saya. Dengan harapan kawan-kawan saya yang lain mau membaca tulisan saya.

Dengan dimuatnya tulisan itu, entah saya kena sihir apa, ingin rasanya untuk terus menulis lagi dan lagi. Lantas saya kembali menuliskan ulasan buku yang telah lama saya selesaikan. Lagi, tulisan saya kembali dimuat di media tersebut. Saya teramat senang. Ternyata mengasyikkan juga menggeluti hobi baru ini. Dengan tidak meninggalkan rutinitas menulis di hari jumat di satu media lainnya, saya mencoba membagi waktu untuk tetap produktif.

Kali ini saya dihadapkan pada realita bahwa tak selamanya usaha yang kita tekuni berjalan mulus. Pada tulisan saya yang ketiga tentang ulasan sebuah film, ditolak oleh tim editor medianya. Lalu mengadulah saya pada kawan yang setia menjadi pembimbing saya ini. Tak berlangsung lama, dengan bantuannya tulisan itu kami rubah dibagian judulnya agar terlihat menarik. Dengan harapan dapat lolos dan kembali dimuat. Namun sampai tulisan ini jadi, ulasan itu belum juga dimuat.

Yah begitulah dunia. Selalu ada pasang dan surut. Tinggal bagaimana kita menyikapi dengan baik. Ketika sedang dalam masa jaya tak merubah diri untuk berlaku sombong. Begitu pula saat masa suram tak lantas membuat diri putus asa. Meminjam petuah yang akan selalu abadi, bahwa kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Maka saya tak akan berhenti untuk terus mencoba.

Saya kembali menuliskan sebuah ulasan buku dan mengirimkannya ke media yang kini tengah saya tekuni tersebut. Setelah terkirim, saya tak punya bayangan apapun tentang tulisan ini. Entah nanti akan dimuat atau tak lolos kembali.

Awalnya saya hanya iseng membuka akun milik saya. Hingga saya melihat sebuah kata published (3). Waktu itu sejenak saya berpikir. Kok tiga. Kayaknya baru dua tulisan yang dimuat. Lantas saya mengecek email dan benar ada pesan masuk dari tim media tersebut. Tentu bahagia sekali. Akhirnya tulisan saya kembali bisa dimuat.

Orang pertama yang saya kirimi link tulisan tersebut adalah pembimbing saya. Ia turut senang dan bangga rupanya. Lantas saya kirim ke semua akun media sosial milik saya. Dan ada satu hal yang membuat saya merasa sangat bahagia. Teman saya waktu kuliah dulu baca tulisan saya sepenuhnya dan komentarnya adalah “reviewnya bagus”, katanya. Lalu ia bercerita hendak membeli buku yang barusan saya ulas itu. Wah bahagia yang bertubi-tubi bukan. Tak lupa saya berucap syukur dan saya akan terus memotivasi diri agar tetap produktif menulis. ( Inayatun Najikah)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi Kisah Pencuri Sajadah Mbah Dullah Salam - PCNU PATI, Photo by Thirdman on Pexels

    Kisah Pencuri Sajadah Mbah Dullah Salam

    • calendar_month Kam, 7 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 388
    • 0Komentar

    KH. Abdullah Zain Salam merupakan sosok kiai kharismatik yang terkenal ‘alim dan memiliki sifat dermawan kepada siapa pun. Sehingga banyak tamu dari segala penjuru daerah yang setiap harinya berdatangan ke ndalem (rumah) beliau untuk mendapatkan barokah atau sekedar bersilaturahim. Mereka meyakini kalau doa beliau mujarab dan dikabulkan Allah.  Di samping itu, Mbah Dullah panggilan akrabnya […]

  • Tiga Video Terbaik Menang Lomba FKPT Jateng 2025, Ketua FKPT: Kreativitas Anak Muda Luar Biasa!

    Tiga Video Terbaik Menang Lomba FKPT Jateng 2025, Ketua FKPT: Kreativitas Anak Muda Luar Biasa!

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 269
    • 0Komentar

      Semarang – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah mengumumkan para pemenang lomba pembuatan video pendek bertema “Pitutur Cinta: Implementasi Ajaran Agama dalam Bingkai NKRI dengan Semangat Cinta Kasih” tahun 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya edukatif FKPT dalam membumikan nilai-nilai moderasi beragama di kalangan generasi muda. Tiga video terbaik berhasil menyita perhatian […]

  • Pembentukan Badan Kerja Sakoma NU Rembang: Menjaga Marwah NU dalam Gerakan Pramuka

    Pembentukan Badan Kerja Sakoma NU Rembang: Menjaga Marwah NU dalam Gerakan Pramuka

    • calendar_month Sab, 22 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 333
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Rembang – Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama (Sakoma NU) Cabang Rembang menggelar acara pembentukan badan kerja pada Sabtu, 22 Februari 2025, pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Rumah Dinas Wakil Bupati Rembang. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak yang berperan penting dalam pengembangan Sakoma NU di Kabupaten Rembang. Ketua LP Ma’arif NU […]

  • Fida’.

    Fida’.

    • calendar_month Sab, 18 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 305
    • 0Komentar

     Telah kita ketahui bersama, bahwa diantara masyarakat kita sering terjadi pelaksanaan bacaan tahlil sebanyak 100.000 kali, atau bacaan sûrat al-ikhlâsh sebanyak 100.000 kali, yang keduanya dikatakan sebagai fida’. Adapun hal tersebut biasanya dimaksudkan untuk mengirim orang yang telah meninggal.   Pertanyaan : Adakah nash Hadits atau keterangan Ulama` yang menerangkan tentang fa’idah tersebut diatas ? […]

  • Rekontruksi Gerakan Santri Nahdlatul Ulama

    Rekontruksi Gerakan Santri Nahdlatul Ulama

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 245
    • 0Komentar

    PCNUPATI-online. Menyebut istilah santri, tidak bisa terlepas dari peran utamanya yang salah satunya dalam bidang politik. Santri dan politik adalah dua istilah yang berbeda akan tetapi dapat menyatu karena merupakan perwujudan dari system Negara yang membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemennya yang salah satunya adalah santri dalam mengusung perubahan. Hal tersebut dapat dijalankan salah satunya […]

  • PCNU-PATI Photo by Ali Pli

    Seekor Burung dengan Sayap Patah

    • calendar_month Sen, 9 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Oleh : M Iqbal Dawami Masih ingat di hari kedua di tahun baru (2011) saya terbangun pada pukul tiga dini hari. Maklum, saya tertidur pukul 21.00, sehingga belum sempat shalat Isya. Selepas shalat saya iseng menyalakan televisi. Di TV One saya melihat pengajian yang diisi oleh KH Jalaluddin Rakhmat, atau biasa dipanggil Kang Jalal. Tentu […]

expand_less