Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Menulis, Kegiatan mengasyikkan

Menulis, Kegiatan mengasyikkan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 3 Jun 2022
  • visibility 310
  • comment 0 komentar

Saya sedang menjajaki dunia tulis menulis. Menulis kisah dan cerita yang  familiar terjadi disekitar kita. Meski terlihat lucu dan aneh. Namun tak apa, saya berusaha menuangkan apa yang terlintas dipikiran. Apa yang terdengar dan terlihat; supaya tak mengganjal dalam akal.

Meskipun sederhana dan alakadarnya. Saya sangat menyadari karena memang tak ada basic disitu awalnya. Bisa dibilang apa yang tengah saya gemari ini masuk kategori otodidak. Dan ndelalah ketemu orang yang open (mengayomi/membimbing) dengan modal semacam itu, lantas saya tak henti untuk terus belajar dan tetap produktif menulis. Semua berawal dari rasa ke karya.

Tetapi menulis saja tak cukup. Harus selalu diimbangi dengan membaca. Agar kosakata makin bertambah, dan banyak istilah yang dipahami. Tak hanya itu, melalui  membaca kita bisa melihat sesuatu dari kacamata yang berbeda. Itu kata kawan sekaligus pembimbing setia saya.

Saya mulai menggeluti bidang aksara. Saya mulai menulis pada dua media besar. Tentu tak akan mudah. Karena harus terus berpikir tema tulisan selanjutnya. Bila tak begitu, maka kegemaran saya yang baru ini akan mandeg dan pengetahuan saya pun akan sebatas itu saja. Ibarat orang berjalan, ya jalan ditempat. Tak beranjak sejengkal pun apabila tak mau mengevaluasi dan terus berlari.

Maka mulailah saya mengirimkan sebuah ulasan buku disalah satu media tersebut. Tentu dengan bantuan sang pembimbing pastinya. Tak berapa lama tulisan saya dimuat. Betapa senangnya hati saya. Meski ada sedikit perubahan dibagian judulnya, tapi tak mengapa. Saya tetap bangga pada diri saya sendiri. Saya kemudian membagikan link tersebut pada sosial media saya. Dengan harapan kawan-kawan saya yang lain mau membaca tulisan saya.

Dengan dimuatnya tulisan itu, entah saya kena sihir apa, ingin rasanya untuk terus menulis lagi dan lagi. Lantas saya kembali menuliskan ulasan buku yang telah lama saya selesaikan. Lagi, tulisan saya kembali dimuat di media tersebut. Saya teramat senang. Ternyata mengasyikkan juga menggeluti hobi baru ini. Dengan tidak meninggalkan rutinitas menulis di hari jumat di satu media lainnya, saya mencoba membagi waktu untuk tetap produktif.

Kali ini saya dihadapkan pada realita bahwa tak selamanya usaha yang kita tekuni berjalan mulus. Pada tulisan saya yang ketiga tentang ulasan sebuah film, ditolak oleh tim editor medianya. Lalu mengadulah saya pada kawan yang setia menjadi pembimbing saya ini. Tak berlangsung lama, dengan bantuannya tulisan itu kami rubah dibagian judulnya agar terlihat menarik. Dengan harapan dapat lolos dan kembali dimuat. Namun sampai tulisan ini jadi, ulasan itu belum juga dimuat.

Yah begitulah dunia. Selalu ada pasang dan surut. Tinggal bagaimana kita menyikapi dengan baik. Ketika sedang dalam masa jaya tak merubah diri untuk berlaku sombong. Begitu pula saat masa suram tak lantas membuat diri putus asa. Meminjam petuah yang akan selalu abadi, bahwa kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Maka saya tak akan berhenti untuk terus mencoba.

Saya kembali menuliskan sebuah ulasan buku dan mengirimkannya ke media yang kini tengah saya tekuni tersebut. Setelah terkirim, saya tak punya bayangan apapun tentang tulisan ini. Entah nanti akan dimuat atau tak lolos kembali.

Awalnya saya hanya iseng membuka akun milik saya. Hingga saya melihat sebuah kata published (3). Waktu itu sejenak saya berpikir. Kok tiga. Kayaknya baru dua tulisan yang dimuat. Lantas saya mengecek email dan benar ada pesan masuk dari tim media tersebut. Tentu bahagia sekali. Akhirnya tulisan saya kembali bisa dimuat.

Orang pertama yang saya kirimi link tulisan tersebut adalah pembimbing saya. Ia turut senang dan bangga rupanya. Lantas saya kirim ke semua akun media sosial milik saya. Dan ada satu hal yang membuat saya merasa sangat bahagia. Teman saya waktu kuliah dulu baca tulisan saya sepenuhnya dan komentarnya adalah “reviewnya bagus”, katanya. Lalu ia bercerita hendak membeli buku yang barusan saya ulas itu. Wah bahagia yang bertubi-tubi bukan. Tak lupa saya berucap syukur dan saya akan terus memotivasi diri agar tetap produktif menulis. ( Inayatun Najikah)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    IKA PMII Pati Gelar Halalbihalal, Munculkan Kader NU untuk Maju Pilbup

    • calendar_month Sen, 22 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Pcnupati- Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kabupaten Pati menyatakan dukungan terhadap Muh Zen untuk maju dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) 2024. Sosok Muh Zen dianggap ideal untuk mempimpin kabupaten berjuluk Bumi Mina Tani ini. Dukungan terhadap pria yang merupakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah ini muncul saat acara Halalbihalal IKA […]

  • Pelatihan Dai Milenial, LDNU : Dakwah Bukan Cuma Lewat Mimbar

    Pelatihan Dai Milenial, LDNU : Dakwah Bukan Cuma Lewat Mimbar

    • calendar_month Sab, 16 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 374
    • 0Komentar

    Para peserta pelatihan dai milenial oleh PC LDNU Pati yang dilangsungkan di Gedung MWCNU Wedarijaksa, Jumat (15/10) lalu. WEDARIJAKSA – Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama  (LDNU) Kabupaten Pati mengadakan pelatihan da’i milenial, Jumat (15/10) di Gedung MWC NU Wedarijaksa. Kegiatan ini sudah berjalan selama dua tahun.  “Ini kali ke delapan, dan menjadikan NU Wedarijaksa sebagai tuan […]

  • PCNU-PATI

    Ketakwaan: Puncak Puasa Sebenarnya

    • calendar_month Ming, 7 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Mengapa puasa Ramadan penting? Ya, saya kira ini pertanyaan yang sering muncul di setiap Ramadan. Sebenarnya, puasa Ramadan ini hanya menjadi bagian dari alat, metode, atau cara umat Islam menuju ketakwaan. Kita bisa simak Surat QS Al-Baqarah 183 yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang […]

  • a living room with a chair and a painting on the wall

    Makna Transformatif Kelahiran NU

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.297
    • 0Komentar

    Oleh: Jamal Ma’mur Asmani Dosen IPMAFA Pati, Direktur Lembaga Studi Kitab Kuning Pati Sabtu, 31 Januari 2026 adalah momentum peringatan 1 abad NU versi Masehi karena NU dilahirkan pada 31 Januari 1926. Dalam momentum 1 abad ini, sudah seharusnya seluruh elemen NU mengingat dan merevitalisasi dimensi spiritualitas transformatif berdirinya NU. Napak tilas sejarah berdirinya NU […]

  • Kuatkan Literasi dan Numerasi, Ma’arif NU Jateng Launching Gerakan Literasi Ma’arif Plus

    Kuatkan Literasi dan Numerasi, Ma’arif NU Jateng Launching Gerakan Literasi Ma’arif Plus

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 473
    • 0Komentar

    Semarang – Sebagai bagian dari program unggulan pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah periode 2024-2029, program Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus secara resmi dilaunching. Hal ini terungkap dalam Pembukaan dan Launching Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus sekaligus Pendidikan dan Pelatihan GLM perdana pada Selasa (29/10/2024) secara virtual. Kegiatan launching dilakukan oleh Ketua Lembaga […]

  • Doa dari Rumah Seluruh Umat Beragama Terjadwal Siang Ini

    Doa dari Rumah Seluruh Umat Beragama Terjadwal Siang Ini

    • calendar_month Ming, 11 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 400
    • 0Komentar

    Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut), mengajak seluruh umat beragama di Indonesia untuk #PrayFromHome secara serentak siang ini, Minggu (11/7) pukul 14.00 WIB. JAKARTA-Hari ini, Minggu (11/7) Kementerian (Kemenag) Agama Republik Indonesia menggelar hajat bagi warga Indonesia. Gerakan hashtag Pray From Home (berdoa dari rumah) atau PFH mulai digalakkan akhir-akhir ini.  Kemenag sendiri […]

expand_less