Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Tanggung Jawab Kiai Pesantren

Tanggung Jawab Kiai Pesantren

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 20 Mei 2022
  • visibility 650
  • comment 0 komentar



KH. M. Aniq Muhammadun, Rais Syuriyah PBNU dalam acara halal bi halal yang diselenggarakan RMI-NU Pati (Kamis, 19 Mei 2022) di IPMAFA Pati menjelaskan tanggungjawab kiai pesantren.

Pertama, aktif mengaji

Kiai harus mengaji kepara para santri. Kiai yang mampu mengaji adalah kiai yang mempunyai kapasitas keilmuan memadai sehingga mampu menjelaskan kandungan al-Qur’an-hadis yang ada dalam kitab tafsir, syarah hadis, fiqh, ushul fiqh, tauhid, akhlak, tasawuf, dan lain-lain.

Kiai jangan hanya mendirikan pesantren, namun menyerahkan pengajian kepada orang lain. Kiai harus menjadi pusat keilmuan pesantren yang membaca dan menjelaskan kandungan kitab kuning kepada para santri.

Kiai zaman dulu selalu stanby di pondok dengan mencurahkan semua waktu dan perhatian kepada para santri.

Kedua, menjadi teladan baik bagi santri

Kiai tidak hanya membaca dan menjelaskan kandungan kitab kuning. Kiai juga memberikan contoh bagaimana mengamalkan ilmu yang dimiliki.

Dalam hal ini, Kiai harus aktif memimpin shalat jamaah, memberikan teladan shalat qabliyyah-ba’diyyah, shalat dhuha, shalat tahajjud, dan lain-lain. Kiai juga harus aktif membaca aurad dalam rangka taqarrub kepada Allah. Santri melihat, merekam, dan meniru teladan kiai.

Hal ini sesuai kaidah:

لسان الحال افصح من لسان المقال

Contoh yang baik lebih efektif dari sekedar ucapan

Ketiga, mengontrol santri secara ketat

Melihat tantangan sekarang yang kompleks, maka orientasi kualitas harus dikedepankan kiai dari pada orientasi kuantitas.

Dalam konteks ini, maka dibutuhkan manajemen profesional dengan kontrol-pengawasan ketat supaya santri mematuhi tata tertib pesantren. Pagi, siang, sore, dan mala hari, santri harus dikontrol supaya berada di jalan yang tepat. Jangan sampai santri dibiarkan bermain tanpa batas, seperti main ps, internetan, dan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Pesantren jangan takut ditinggal santri ketika menerapkan aturan ketat karena memang tangungjawab pesantren adalah mendidik dan membangun keilmuan, moralitas, dan mentalitas kader-kader handal di masa depan.

Keempat, memberikan pendidikan nasionalisme

Kiai zaman dulu mempunyai trik jitu sehingga berhasil membangun spiri nasionalisme (hubbul wathan minal iman) para santri.

Kiai melarang santri memakai celana, dasi, makan makanan produk penjajah. Hal ini dilakukan supaya ada militansi dalam membangun pergerakan menuju kemerdekaan bangsa.

Peran besar Kiai pesantren dalam mengusir penjajah ini diakui para pengamat Barat. Menurut mereka, jika di Jawa tidak ada kiai pesantren, maka belum tentu Indonesia mampu meraih kemerdekaan.

Virus nasionalisme yang disuntikkan para kiai ini terbukti efektif dalam menggerakkan spirit umat Islam dan bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah dari bumi Indonesia.

Hadlratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari dan Kiai Abbas Buntet adalah salah satu eksponen pesantren yang berada di garda depan pesantren dalam menggalang spirit mengusir penjajah demi meraih kemerdekaan.

Kelima, melahirkan kader penerus perjuangan bangsa

Pesantren zaman dulu mampu mencetak kiai yang berperan besar dalam membangun bangsa. Hadlratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari dan KH. MA. Sahal Mahfudh adalah tokoh bangsa yang lahir dari rahim pesantren.

Maka pesantren sekarang harus belajar dari pesantren masa lalu supaya mampu melahirkan santri yang berkualitas tinggi yang menjadi motivator, dinamisator, dan inspirator kemajuan bangsa di segala aspek kehidupan.

Input pesantren harus berkualitas. Jangan malah pesantren justru menjadi tempat pembuangan anak-anak nakal atau yang prestasinya di bawah standar.

Justru yang belajar di pesantren harus anak-anak yang berkualitas tinggi sehingga diharapkan mampu menjadi tokoh pembangkit kemajuan bangsa sebagaimana masa lalu.

Keenam, jangan berorientasi materi

Pesantren didirikan jangan karena orientasi materi, misalnya menampung anggaran negara. Pesantren didirikan harus dalam rangka mendidik dan mengkader generasi penerus perjuangan agama dan bangsa.

Orientasi materi akan merobohkan bangunan pesantren dan menjauhkan pesantren dari khittahnya sebagai lembaga pendidikan tafaqquh fiddin dan lembaga kemasyarakatan.

Ketujuh, ikhlas

Kiai dalam mendidik dan membimbing santri harus ikhlas karena Allah. Ulama zaman dulu meskipun retorikanya biasa, namun apa yang disampaikan masuk dan menghunjam kuat dalam sanubari santri sehingga menjadi lentera hidup. Banyak kiai yang retorikanya memukau, tapi tidak mampu menembus kalbu, apalagi mempengaruhi akhlak dan membentik pandangan hidup santri.

Keikhlasan memegang peranan kunci sehingga para kiai mampu melahirkan santri-santri yang bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa.

والله أعلم بالصواب

IPMAFA, Kamis, 19 Mei 2022

Oleh : Dr. Jamal Makmur Asmani (Ketua PCNU Pati)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Logam Jowo

    Logam Jowo

    • calendar_month Jum, 17 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 429
    • 0Komentar

    Logam Jawa, sebuah usaha kuningan yang berkonsentrasi di bidang handle pintu. usaha yang di tekuni oleh Kader Nahdlatul Ulama di Juwana Pati Jenis     : Hadle MinimalisPanjang: 45 cmHarga    : Rp. 75.000 belum OngkirHub       : 082276951949   Logam Jawa, sebuah usaha kuningan yang berkonsentrasi di bidang handle pintu.usaha yang di tekuni oleh Kader Nahdlatul Ulama di Juwana […]

  • Haul Syekh Mizan Margotuhu Kidul Margoyoso, Berikut Rangkaian Kegiatannya

    Haul Syekh Mizan Margotuhu Kidul Margoyoso, Berikut Rangkaian Kegiatannya

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 733
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Warga Desa Margotuhu Kidul dan Desa Semerak, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, mengadakan serangkaian kegiatan dalam rangka Haul Waliyullah Ahmad Mizan. Zaenal Abidin, selaku ketua panitia haul menjelaskan, pihaknya telah menyelenggarakan kegiatan sejak hari Selasa (2/9/2025) yang dimulai dari manaqib dan tahlil oleh para petani tambak dan segenap masyarakat Margotuhu Kidul dan Semerak. […]

  • ‎INISNU Temanggung Buka Rekrutmen Dosen dan Tenaga Kependidikan, Pendaftaran Dibuka hingga 31 Juli 2026

    ‎INISNU Temanggung Buka Rekrutmen Dosen dan Tenaga Kependidikan, Pendaftaran Dibuka hingga 31 Juli 2026

    • calendar_month Ming, 26 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.253
    • 0Komentar

    TEMANGGUNG – Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung resmi membuka rekrutmen dosen dan tenaga kependidikan (tendik) untuk memperkuat sumber daya manusia sekaligus mendukung pengembangan institusi yang terus bertumbuh. Pendaftaran dibuka mulai 23 hingga 31 Juli 2026. Informasi tersebut diumumkan melalui kanal resmi kampus inisnu.ac.id. dan Instagram inisnu_temanggung. ‎ ‎Rektor Inisnu Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi Belajar Pendidikan Perdamaian dari Gus Dur

    Pendidikan Perdamaian dalam Perspektif Abdurrahman Wahid

    • calendar_month Kam, 19 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 422
    • 0Komentar

    KH. Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur lahir dan dibesarkan dalam lingkungan pesantren yang kental dengan pendidikan keislaman. Sejak kanak-kanak Gus Dur mendapatkan bimbingan dari orang tuanya. Sehingga dari keluarga pesantren dan tumbuh kembang dari pendidikan pesantren kelak akan memberikan warna bagi perkembangan intelektualitasnya hingga tumbuh dewasa. Sejak menuntut ilmu di […]

  • DIANPINRU Selenggarakan Kemah Hari Santri

    DIANPINRU Selenggarakan Kemah Hari Santri

    • calendar_month Sab, 22 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 386
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id SAKOMA Maarig Cabang Pati, menyelenggarakan Kemah DIANPINRU dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, bertempat di SMKNU Margorejo Pati, 21- 22 Oktober. Dalam sambutannya Ketua LP Ma’arif Cabang Pati Drs.H. Ah. Adib Al Arif, MAg mengemukakan, “Kalian adalah Pramuka terpilih dari MTs SE Kab. Pati. Maka semangatlah mengikuti kegiatan ini. Apalagi kegiatan ini menjadi bagian […]

  • Kunjungi PWNU Jawa Tengah; AsCare Jepang, Tsubasa TC Jepang & Konsultan Hajime Jepang Sepakati Kerjasama.

    Kunjungi PWNU Jawa Tengah; AsCare Jepang, Tsubasa TC Jepang & Konsultan Hajime Jepang Sepakati Kerjasama.

    • calendar_month Rab, 12 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.915
    • 0Komentar

    PWNU Jawa Tengah kembali membuka peluang baru bagi lulusan Sekolah Ma`arif untuk meningkatkan skill dan kompetensi serta peluang bekerja di Jepang. Demikian mengemuka dalam diskusi antara PWNU Jawa Tengah, LP Ma`arif NU Jateng, saat menerima kunjungan rombongan dari ASCare Jepang, Tsubasa Jepang, dan LPK Hajime Sinergi Indonesia yang digelar di Kantor PWNU Jawa Tengah, Selasa […]

expand_less