Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Curah

Curah

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 29 Apr 2022
  • visibility 426
  • comment 0 komentar

Uang bukanlah segala-galanya, tapi segalanya butuh uang. Siapa yang tidak tergiur dengan uang. Apalagi gratisan. Kali ini pemerintah kita kembali menggelontorkan uang BLT (Bantuan Langsung Tunai) kepada masyarakat pada situasi pandemi Covid-19.


Sedikit cerita di desa tempat saya tinggal, ada salah satu warga yang mendapat bantuan. Sebut saja namanya Mbah Rah, sudah sepuh berjalan saja susah. Si Mbah mendapatkan bantuan BLT dengan pencairannya harus datang ke Kantor Pos Kecamatan tak boleh diwakilkan dengan syarat membawa KTP/KK asli serta kartu yang berlogo Pos.


Malam itu saya mendengar dari cerita ibu dan ibu-ibu tetangga yang lain ketika sedang berkumpul setelah mengikuti tahlil. Mereka terus membicarakan dan membandingkan pemberian BLT sekarang dan sebelumnya. Jika dulu terlihat tertib dengan berbaris rapi antri satu per satu, namun kini terlihat carut marut. Bisa jadi sebab waktu pencairan mendekati lebaran; jadi semua orang membutuhkan.


Waktu pengambilan untuk yang sekarang dimulai pukul 15.00, serbat cepat dan singkat. Dengan waktu 3 jam sampai adzan magrib berkumandang, tak akan kuat untuk melayani sekitar 700 an penerima bantuan. Pelayanan dan pemohon tak seimbang. Apalagi ada syarat ketentuan berlaku yaitu jika uang diberikan dan dicairkan harus vaksinasi terlebih dahulu bagi yang belum.


Desak-desakan dan saling dorong tak dapat terhindarkan mengingat waktu singkat dan lagi yang dapat jatah adalah kebanyakan para Ibu. Setelah asar adalah waktu dimana para Ibu memasak untuk menyajikan menu berbuka untuk keluarga. Maka seandainya bisa diwakili oleh anggota keluarga yang lain, tentu sangat berterima kasih, apalagi pemerintah desa mempunyai insiatif mengordinir warganya untuk dibantu mengambilkan. Jadi tak ada acara desak-desakan dan tergesa-gesa. Begitulah curahan hati mereka.


Selepas mengikuti kegiatan tahlil tersebut saya diajak Ibu menjenguk salah satu tetangga yang katanya mengalami musibah saat pengambilan BLT. Saya mendengarkan ceritanya dengan seksama. Singkat cerita ia ikut mengantri dan berdesakan di depan pintu pos. Ia tersungkur ke lantai dan naasnya tangannya terinjak oleh warga yang lain.


Awalnya ia menghiraukan rasa sakit karena dalam angannya mengira hanya terkilir sedikit. Sesampainya dirumah ia pergi ke tukang pijat, namun ia baru tau bahwa tangannya patah segera ia periksakan ke dokter. Uang bantuan yang didapatkan lalu lenyap begitu saja hanya untuk biaya pengobatan tangannya. Kalau sudah begini, siapa yang bertanggung jawab.


Saya pernah berpikir, seandainya bantuan-bantuan semacam ini dikelola oleh pemerintah desa pasti akan lebih efisien. Selain hemat waktu dan tenaga, pun menghindarkan dari yang namanya berdesakan dan saling dorong antar warga. Bukan semacam ini, warga yang harus mengurus dan mengambil haknya sendiri dengan cara berdesakan. Saya melihatnya miris, namun saya tak bisa berbuat apapun.


Seharusnya segala macam hal yang menyangkut warga desa, pemerintah desa punya kewenangan untuk tahu dan membantu mengurus. Bukankah tugas seorang pemerintah adalah untuk melayani warganya. Itulah sekelumit cerita dari Curah (Curahan Hati Rakyat).
(Inayatun Najikah, Pembaca Segala)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Tadarus Data dan Filter Bubble

    • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.264
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Kadang, saat judeg ketika nguji tesis atau skripsi mahasiswa, mereka puyeng tak bisa jawab, saya sering iseng tanya dengan pertanyaan receh. Apa yang Anda maksud dengan data? Atau data itu apa? Karena mungkin grogi, atau sudah pening, mahasiswa itu jawab ke mana-mana. Padahal jawabannya simpel, data itu ya informasi. Ya, data itu […]

  • PCNU- PATI Photo by Mufid Majnun

    Pancasila Sebagai Pilar Penanggulangan Terorisme

    • calendar_month Sab, 10 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 480
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Baru-baru kita digegerkan dengan adanya aksi bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Kota Bandung. Aksi bom bunuh diri ini, sebagai dikutip melalui detik.news setidak memakan 12 korban. Adapun korban yang meninggal dunia pertama, atas nama Agus sujatno (pelaku), kedua, anggota polisi atas nama Sofyan Didu, dan 10 korban lainnya mengalami luka-luka […]

  • Lazisnu Serahkan ‘Laporan Amal’ kepada PCNU

    Lazisnu Serahkan ‘Laporan Amal’ kepada PCNU

    • calendar_month Ming, 1 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 382
    • 0Komentar

    PATI – PC Lazisnu Pati menyerahkan Laporan Keuangan Triwulan tahun 2022 kepada PCNU Pati pada Jumat (29/4) di Gedung NU, Pati. Laporan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua Lazisnu Pati, Muhammad Niam Sutaman dan diterima secara langsing juga oleh Ketua PCNU Pati, Kyai Yusuf Hasyim. “Laporan Keuangan Triwulan tahun 2022 baru saja kami serahkan kepada […]

  • Ratusan Potong Masker Ludes Sekejap

    Ratusan Potong Masker Ludes Sekejap

    • calendar_month Rab, 15 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 450
    • 0Komentar

    Proses briefing yang disampaikan oleh Maulana Luthfi Karim, ketua Kader Penggerak NU Gembong dan pihak kepolisian sebelum pembagian masker GEMBONG-Kader Penggerak NU (KPNU) Kecamatan Gembong menggelar aksi solidaritas. Kegiatan ini dilaksanakan di Pasar Gembong, Rabu (15/4) pagi tadi. Aksi yang dilakukan adalah membagi sejumlah masker kepada para pengunjung dan pedagang pasar. Sedikitnya ada 400 potong […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Literasi Digital Bulan Ramadan

    • calendar_month Ming, 22 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.202
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda Masih pentingkah literasi digital saat bulan Ramadan? Ya, penting lah. Jawaban singkat ini saya jawab sendiri dari pertanyaan yang saya buat sendiri. Meski bulan suci Ramadan selalu datang membawa jeda, koma, waktu rehat sejenak, atau sebutan lain. Apa maksudnya? Jeda dari tradisi makan dan tradisi minum, dari marah, dari kesibukan dunia, […]

  • PCNU-PATI

    Mahasiswa PPL IAIN Kudus Pamit Dari PC Lazisnu

    • calendar_month Sel, 22 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 628
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Pati- Tiga orang Mahasiswa IAIN Kudus pamit usai melaksanakan PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) selama satu bulan setengah di kantor PC Lazisnu Pati, selasa (22/08). Moh. Nurul Qomar selaku kaprodi sekaligus dosen pembimbing lapangan, dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih kepada PC Lazisnu Pati atas bimbingan dan kesediaan ditempati sebagai lokasi PPL. “Terimakasih kami sampaikan kepada Pengurus […]

expand_less