Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Jika Kematian Menjadi Impian

Jika Kematian Menjadi Impian

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 22 Jan 2015
  • visibility 513
  • comment 0 komentar
Kehidupan dan kematian adalah kepastian dan titah Allah bagi semua umat manusia di dunia ini. Kematian merupakan misteri dan momok bagi kebanyakan orang. Tak jarang dari mereka yang lari ketakutan dengan berbagai alasan karena menghindari kematian. Benarkah kematian itu menakutkan, atau justru kematian adalah kenikmatan?Buku karya Prof. Dr. M. Qurasy Shihab ini menjelaskan tentang hakikat hidup dan mati, mulai dari proses penciptaan manusia secara evolutif, bagaimana mewujudkan hidup di dunia ini menjadi bermakna, proses kematian terjadi, hari kiamat, sampai pada paparan bagaimana proses wafatnya nabi Muhammad SAW, dan Khulafa al-Rasyidin dengan wajah manis mereka.
Dalam melihat hakikat hidup dan mati, setiap manusia dan agama pasti berbeda. Nietzsche filosof Jerman kenamaan berpendapat, bahwa hidup di dunia adalah kesusahan, kesengsaraan dan beban yang sangat berat. Ia memandang hidup ini dengan pandangan buram dan pesimistis. Menurutnya, kematian adalah sebuah kegembiraan, karena dengan kematian kita terbebas dari beban hidup yang sangat berat (hal 45-46).Namun, bagi filosof optimistis, hidup di dunia adalah sesuatu yang sangat indah. Hidup adalah sekarang dan di sini, karena setelah mati tak ada kehidupan lagi. Pandangan optimistis seperti ini, menyebabkan mereka terlalu mencintai dan memuja dunia secara berlebihan. Mereka rela diperbudak oleh kehidupan duniawi. Impian hidup mereka adalah mengumpulkan kenikmatan dunia, walaupun mengorbankan nilai-nilai luhur. “ Setiap orang di antara mereka ingin hidup di dunia seribu tahun lamanya”(QS. al-Baqoroh[2]:96). “Mereka menduga bahwa harta yang dikumpulkan dan yang dihitung-hitungnya akan mengekalkan”(QS. al-Humazah [104]:3). Mereka larut dalam perlombaan pengumpulan harta dan kedudukan serta memperbanyak pengikut sehingga dunia melengahkannya (hal 52-53).
Berbeda dengan pendapat di atas, Islam memandang hidup di dunia sebagai lahan untuk beramal baik dan bersifat sementara. Hidup diciptakan agar manusia mampu berlomba beramal baik. Untuk mampu beramal baik dan menciptakan kehidupan berkualitas, Islam mengajarkan manusia untuk memperkaya diri dengan ilmu. Dengan ilmu kita mampu mensinergikan antara potensi  akal, perasaan dan emosi, sehingga mampu memperoleh kesempurnaan dan totalitas dalam hidup, terdorong kepada perbuatan baik, dan terbebas dari kerendahan dan kehinaan dalam hidup. Allah berfirman: “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah para ilmuan” (QS. Fatir[35]:28). Rasa takut tersebut dapat mendorong seseorang untuk selalu berbuat baik, karena ia tahu mana yang baik dan mana yang buruk (hal 60-61). Setelah mati, manusia akan dibangkitkan dan memasuki kehidupan akhirat yang abadi. ”Sesungguhnya hari kiamat akan datang. Aku hampir saja menyembunyikannya. Kiamat Aku adakan agar tiap-tiap jiwa yang mukallaf dibalas dengan apa yang ia usahakan” (QS. Thaha [20]:15). Di akhirat, semua manusia akan dimintai pertanggung jawaban atas amal baik dan buruknya yang telah mereka perbuat ketika di dunia (hal 176). Kehidupan yang berkualitas pada puncaknya akan mengantarkan kita pada proses kematian yang nikmat. Dengan suka hati kita menerima kematian, karena pada hakikatnya kematian adalah perjumpaan kita dengan Allah Sang kekasih sejati. Kematian yang terasa nikmat tercermin pada kematian nabi Muhammad SAW. Ketika akan wafat, Rasul berkata sambil mengarahkan pandangan ke langit-langit rumah: “ Ya Allah, menuju ar-Rafiq al-A’la (menuju Teman yang Tertinggi, Allah SWT)” Kematian yang nikmat juga dirasakan oleh para khulafa ar-Rashidin, yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. Mereka semuanya menghadapi kematian dengan senyum, penuh rasa cinta dan kerinduan pada Sang Kholiq (249-265). Buku setebal 288 halaman ini, sangat penting untuk dibaca oleh siapapun, terutama umat muslim. Membaca buku ini, pembaca akan disadarkan bahwa kehidupan dan kematian adalah suatu kepastian. Dengan kesadaran demikian, pembaca terdorong untuk memaknai hidup dengan selalu berbuat amal baik, dan pada akhirnya mimpi untuk merasakan indah dan nikmanya mati akan terwujud ketika ajal telah menyapa.       
           
Judul buku        : Kematian Adalah Ni’mat
Penulis               : M. Quraish Syihab
Penerbit             : Lentera Hati
Tebal                 : 288 halaman
Tahun terbit       : Cetakan 1, April 2013
ISBN                 :978-602-7720-05-3
Peresensi          :R. Andi Irawan

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pon Pes Al Roudloh Menyelenggarakan Kajian Ilmiah

    Pon Pes Al Roudloh Menyelenggarakan Kajian Ilmiah

    • calendar_month Sel, 19 Des 2017
    • account_circle admin
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus Pondok Pesantrean Al Roudloh menyelenggarkan kajian ilmiah, yang mana kegiatan tersebut di adakan dalam satu tahun tiga kali. Pada kesempatan ini mendatangkan KH. Taufiq Ismail, Penulis buku Amsilati dan Pengasuh Pon Pes Darul Falah Bangsri Jepara. Kegiatan tersebut di pusatkan di gedung serbaguna Margoyoso, 10/12 kemarin. “Mejaga lisan sangat harus dilakukan oleh […]

  • Indonesia Tetap Merdeka, Meski Rakyat Sengsara

    Indonesia Tetap Merdeka, Meski Rakyat Sengsara

    • calendar_month Rab, 7 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Baru bulan lalu kita tertawa bahagia merayakan hari kemerdekaan, hari merdeka, nusa dan bangsa, hari lahirnya bangsa Indonesia, Merdeka, Sekali merdeka tetap merdeka, Kita tetap setia tetap sedia, sepenggal lirik dari lagu Coklat. Dan bulan lalu kita merayakan Kemerdekaan yang ke 77 tahun, beraneka ragam, bermacam macam perlombaan di hadirkan […]

  • Edaran PWNU Jateng Tentang Sholat Eid 2020

    Edaran PWNU Jateng Tentang Sholat Eid 2020

    • calendar_month Kam, 14 Mei 2020
    • account_circle admin
    • visibility 464
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Jawa Tengah, telah menerbitkan surat edaran terkait penyelenggaraan Sholat Eid (Idul Fitri) Tahun 2020. Surat edaran ini dibuat untuk menyikapi pandemi Covid-19 dan ketentuan darurat wilayah provinsi Jawa Tengah. Surat edaran bernomor PW.11/360/C/V/2020 tertanggal 14 Mei 2020 yang ditujukan kepada PCNU, Pengurus MWCNU, dan Pengurus Ranting NU se-Jawa Tengah ini […]

  • PCNU - PATI

    Dari Rumah Ke Rumah

    • calendar_month Rab, 24 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Tiga Minggu telah berlalu. Kegiatan pengajian akbar dengan tema santunan dengan para Yatama telah berlalu. Dan setiap bulan Muharram kegiatan tersebut telah menjadi sebuah rutinitas lazim dan lumrah. Agenda pengajian santunan yang abadi. Rutinan tahunan dengan berburu pahala dengan janji surga. Melalui iming iming surga dan berlimpah pahala. Memburu baik […]

  • UKT Pagar Nusa Gembong Didominasi Pendekar Putri

    UKT Pagar Nusa Gembong Didominasi Pendekar Putri

    • calendar_month Ming, 30 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 544
    • 0Komentar

    GEMBONG – Ujian Kenaikan Tingkatan (UKT) menjadi syarat wajib bagi para pendekar pencak silat NU, Pagar Nusa (PN). Hal ini disampaikan oleh Andif Prasetyo, Pengurus Cabang PN Kabupaten Pati dis sela-sela agenda UKT di Gembong, Ahad (30/10) siang tadi. UKT yang diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa Gembong tersebut diikuti sedikitnya 13 peserta. […]

  • PCNU - PATI Photo by RyanMcGuire

    Ke (IRI) an

    • calendar_month Rab, 20 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 393
    • 0Komentar

    Sepulang dari bekerja. Perjalanan pulang dengan santai. Sebab kemarin saat saya berusaha pulang lebih cepat, pada akhirnya saya terjatuh dengan kaki lecet dan tangan masih terasa linu linu hingga saat ini; bahkan saat saya menulis parodi ini, kaki, tangan dan badan masih terasa pegel linu bahkan sedikit meriang. Setelah melakukan aktifitas rutinan, saya mendapatkan pesan […]

expand_less