Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Malam yang Aneh

Malam yang Aneh

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 15 Mei 2023
  • visibility 519
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

Pukul sembilan malam aku keluar dari kamar hotel. Aku bergegas menuju kafe Sunny Story yang tak jauh dari alun-alun. Sesampainya di kafe, kucari tempat duduk di pojok yang agak sepi di halaman kafe. Hanya beberapa orang saja yang ada di situ, berpasang-pasangan, di mejanya masing-masing. Hanya aku yang sendirian.

Jika malam sebelumnya aku pesan kopi Americano, maka malam ini aku pesan kopi Vietnam Drip. Aku mendongakan kepala, melihat bintang-bintang sedang berkelap-kelip. Aih, indah nian. Udara malam begitu dingin pada saat menerpa badanku. Aku tidak bisa segera menghalaunya, karena kopi ala Vietnam ini menetes ke dalam gelas, sedikit demi sedikit. Butuh waktu beberapa menit untuk bisa memenuhi gelas. Aku non-aktfikan HP-ku, biar lebih khusyuk menikmati suasana malam. Ah, aku benar-benar bersyukur dengan segala kesempatan itu. Siapa sangka aku bisa menginjakkan kaki di kota Wonogiri. Seumur-umur baru kali itu aku singgah dan bermalam di kota ini.

Wonogiri termasuk pantai selatan, berbatasan dengan Gunung Kidul. Tapi kotanya yang di kaki bukit berkapur jauh dari pantai. Kotanya mungil dan tidak terlalu ramai. Alun-alunnya juga kecil untuk ukuran kabupaten (hanya sedikit lebih besar dari alun-alun kecamatan Tayu kabupaten Pati). Tapi justru aku menyukainya. Aku tidak terlalu suka keramaian. Ini adalah malam kedua di kota Wonogiri. Aku ke sini dalam rangka memberi pelatihan menulis untuk para guru. Dalam pelatihan ini semua peserta wajib menulis buku dan akan dibimbing selama tiga bulan.

Besok adalah hari terakhir, jadi aku harus memanfaatkan dengan baik malam ini hingga esok hari. Aku sudah merencanakan esok pagi, selepas subuh aku akan jalan kaki menyusuri jalan-jalan yang ada di kota ini, mulai dari pasar hingga alun-alun. Dan di depan pasar aku akan membeli serabi yang masih hangat, kemudian bergegas ke alun-alun. Di alun-alun aku akan pesan kopi di angkringan sembari makan serabi sambil menikmati suasana. Ah, sempurna.

“Halo Mas, boleh duduk di sini?” ujar seorang lakilaki yang tiba-tiba saja berada di depanku. Aku sedikit kaget.

“Oh iya, silakan, Mas,” jawab aku.

“Sendirian saja, Mas, seperti kemarin?” tanyanya.

Aku sedikit terhenyak.“Iya, Mas. Berarti Masnya kemarin ada di kafe ini dong, sehingga tahu aku di sini?” ujar aku balik bertanya.

“Iya, Mas,” jawabnya singkat.

Kuperhatikan wajah, badan, maupun bahasa tubuhnya, mirip sekali denganku. Aku merasa menemukan kembaranku di Wonogiri. Ah, tidak mungkin.

            “Kenapa, Mas, ada yang aneh dengan saya?” tiba-tiba ia bertanya.

            Aku terperanjat.

            “Eh, gak apa-apa.”

            Laki-laki itu tersenyum.

            “Tadi siang, saya rasa Masnya cukup baik menyampaikan materinya. Semoga besok lancar juga ya!”ujar laki-laki itu.

            Aku sedikit terperangah.

            “Materi apa mas?” tanyaku.

            “Lha, materi workshop menulis lah!” jawabnya.

            “Lha, kok Masnya tahu? Salah satu peserta ya?” tanyaku lagi.

            “Hehe, bukan.”

            “Lha, kok tahu dari mana kalau saya mengisi workshop menulis?”

            Lelaki itu tertawa. “Sudah, gak usah dibahas, gak penting. Yang jelas saya tahu. Semoga besok lancar juga ya!”

            “Amin. Terima kasih, Mas!” ujar aku dengan masih menyimpan penasaran.

            “Kalau kemarin Masnya pesan kopi Americano dan sekarang Vietnam Drip, mana yang paling enak?” tanya lelaki itu. Sialan. Dia tahu juga kopi yang aku pesan kemarin.

            “Ya, semuanya enak, tergantung suasana hati dan pikiran,” jawabku sekenanya.

            “Tepat, sudah kuduga. Masnya pasti akan menjawab seperti itu.”

            Aneh juga nih orang. Tapi, biarkan sajalah. Nikmati saja kemisteriusannya.

            “Masnya belum nonton film Filosofi Kopi 2. Akui saja…”

            Aku cuma nyengir, sotoy banget nih orang, tapi benar juga sih. Mau nonton gak pernah kesampaian.

            “Di film itu,” lanjutnya, “ada dua tokoh, yaitu Ben dan Jody. Nah, seandainya Masnya menggantikan peran mereka, mau pilih jadi Ben atau Jody?”

            Aku sudah mau menjawabnya, tiba-tiba dia langsung menyela.

            “Gak usah dijawab, Masnya pasti pilih Jody. Karena sejak lama ingin punya kedai kopi, bukan?”

            Kampret. Sok tahu banget nih orang. Tapi, anehnya, betul juga tebakannya.

            “Hehe… iya. Tebakanmu betul.”

            “Ngomong-ngomong, makna kopi bagi Masnya apa sih?” tanyanya lagi.

            Aku tidak akan menjawabnya.

            “Tidak usah dijawab, karena saya sudah tahu juga jawabannya. Bagi Masnya kopi itu bermakna kebahagiaan. Rasa pahit dan manisnya kopi melebur jadi satu adalah simbol bahwa susah dan senangnya hidup harus tetap dinikmati dan disyukuri. Kita tidak bisa mengelak dari rasa sedih, tetapi juga tidak bisa memilih hidup untuk tetap senang. Bukan begitu, Mas?”

            Ya ampun, orang ini benar-benar tahu apa yang aku pikirkan. Aku dibikin mati gaya.

            “Mas, dari tadi jawabannya tepat terus. Anda tahu persis semua pikiranku. Tahu dari mana? Siapa sih sebenarnya  sampean?” kuutarakan saja semua rasa penasaranku.

            “Haha…. jangankan itu. Hidup Masnya dari kecil hingga saat ini saya tahu semua. Tidak ada yang bisa

            Masnya sembunyikan dari saya. Tahu kenapa?”

            “Serius, Mas, kamu tahu semua tentang saya?”

            Aku mulai ketakutan.

            “Haha… tahu kenapa, saya tahu semuanya tentang Masnya?”

            Lelaki itu tertawa terbahak-bahak. Anehnya tidak ada satu pun orang terganggu dengan tertawanya. Mereka seakan tidak mendengarnya. Benar-benar aneh.

            “Saya tidak tahu, Mas,” jawabku dengan keringat dingin di sekujur badan.

            “Ayo kembali ke hotel, nanti bangunmu kesiangan, lho. Bukannya besok pagi mau jalan-jalan ke pasar dan terus ke alun-alun? Haha…”

            Lelaki itu pergi meninggalkanku yang masih terbengong-bengong.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Libatkan Peran Orangtua, MI Walisongo Kalangan Adakan Kegiatan Kunjungan Rumah

    Libatkan Peran Orangtua, MI Walisongo Kalangan Adakan Kegiatan Kunjungan Rumah

    • calendar_month Sel, 18 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 473
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Sukoharjo – Pendidikan dasar bagi anak merupakan salah satu pondasi penting yang dapat mempengaruhi perkembangan anak di masa depan. Termasuk Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang merupakan lembaga pendidikan dasar berbasis agama Islam, yang tidak hanya mengajarkan pengetahuan umum, akan tetapi juga mengajarkan pendidikan agama sebagai bekal siswa di masa depan.   Dalam merumuskan program kegiatan […]

  • Photo by Panatagama

    Pernikahan Kritis Part I

    • calendar_month Ming, 17 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 553
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin “Jujur, Dek Jila. Kamu udah berzina sama bule Kanada itu?” “Astaghfirullah … Mas, hati-hati kalau ngomong.” “Ah ya, ummi memang benar. Lelaki bule pasti lebih memesona dibanding aku. Aku tahu kamu sakit hati aku menikah lagi. Tapi kamu kan tahu aku terpaksa.” “Mas … tolong jangan telan mentah-mentah fitnah keji itu. […]

  • PMII Syekh Mutamakkin Warnai WCD di Tunggulsari

    PMII Syekh Mutamakkin Warnai WCD di Tunggulsari

    • calendar_month Sen, 23 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 629
    • 0Komentar

    TAYU-World Cleanup Day (WCD) merupakan agenda bersih-bersih yang dilakukan di setiap tanggal 21 September di seluruh dunia. Dalam meramaikan agenda ini, Pemprov Jawa Tengah membentuk even Jateng Kudu Resik yang tersebar hampir di seluruh wilayah Jateng. Para Kader PMII Syekh Mutamakkin berpose bersama para relawan WCD Jateng Kudu Resik usai melaksanakan bersih-bersih masal di Jalan […]

  • IPMAFA Pati Luncurkan Prodi HKI dan HES

    IPMAFA Pati Luncurkan Prodi HKI dan HES

    • calendar_month Sel, 28 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.177
    • 0Komentar

    ​PATI – Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati resmi meluncurkan dua program studi baru, yaitu Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Hukum Ekonomi Syariah (HES), pada Selasa (28/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula 2 Kampus IPMAFA ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kontribusi pendidikan tinggi berbasis pesantren terhadap kebutuhan masyarakat. ​Peluncuran kedua program studi dilakukan secara […]

  • PCNU-PATI

    Memasuki Tahun Politik, Rais Syuriyah PCNU Pati Ingatkan Pentingnya Berpolitik Ala Santri

    • calendar_month Sab, 21 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 455
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. – Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pati adakan dialog kebangsaan bertajuk “Etika Santri Berpolitik Ala Imam Ghazali”. Kegiatan yang berlangsung di aula PCNU Pati, pada Sabtu (21/10/2023) pagi itu digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2023.  Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Rais Syuriah PCNU Pati, Ketua Tanfidziyah beserta para […]

  • Siswa MAN 1 Pati Kunjungi KPU, Ini Tujuannya

    Siswa MAN 1 Pati Kunjungi KPU, Ini Tujuannya

    • calendar_month Jum, 9 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 481
    • 0Komentar

    PATI – Puluhan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Pati mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, pada Kamis (8/9/2022) pagi. Di dampingi oleh para guru, mereka belajar memahami pendidikan politik. Hal itu agar nantinya mereka dapat berperan aktif di masyarakat ketika sudah mempunyai hak pilih.  Salah satu siswa kelas X MAN 1 Pati, […]

expand_less