Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Intelektual dan Karir Sosial KH. Ahmad Nafi’ Abdillah

Intelektual dan Karir Sosial KH. Ahmad Nafi’ Abdillah

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 1 Mar 2017
  • visibility 299
  • comment 0 komentar

Kedalaman ilmu, kebeningan hati, keagungan moral, dan kearifan hidup tidak lahir tiba-tiba. Ia membutuhkan asupan ilmu, bimbingan rohani, dan pancaran cahaya Ilahi dari orang-orang di sekitarnya. Peran keluarga dan lingkungan sangat vital untuk membentuk pribadi agung di atas. Salah pribadi agung tersebut adalah KH. Ahmad Nafi’ Abdillah. Beliau lahir dari lingkungan keluarga yang sangat religius, keluarga yang mengutamakan internalisasi nilai-nilai karakter religi yang sangat dalam. KH. Abdullah Zein Salam (Mbah Dullah) adalah sosok yang sangat tegas dan teguh memegang prinsip. Sebagaimana penuturan al-Marhum dan al-Maghfurlah KH. MA. Sahal Mahfudh ketika penulis wawancarai, KH. Abdullah Zein Salam selalu masang target kepada anak didiknya dalam belajar. Ketika Kiai Sahal belajar di Pondok Pesantren Bendo Kediri, Mbah Dullah memasang target yang tinggi kepada Kiai Sahal untuk menguasai fan ilmu ini dan itu. Kiai Sahal menjadi terpacu dengan target tinggi ini untuk terus meningkatkan kapasitas keilmuan dari waktu ke waktu, sehingga tidak ada waktu luang kecuali digunakan untuk muthala’ah, muthala’ah, dan muthala’ah.
Mbah Dullah sebagaimana penuturan murid beliau al-Marhum al-Maghfurlah KH. Syafi’uddin (Pengasuh Pondok Pesantren Dhiyaul Qur’an Kajen) ketika mengajar al-Qur’an menerapkan prinsip disiplin dan tegas. Ketika santrinya kurang cepat menyerap ilmu yang diberikan atau dalam membaca al-Qur’an banyak kesalahan, maka tidak segan-segan Mbah Dullah menegur dan memberikan peringatan. Dalam mendidik putra-putrinya, Mbah Dullah juga sangat tegas dan jauh dari kesan memanjakan. Beberapa sumber yang penulis ingat mengatakan, Mbah Dullah tidak memanggil putra-putrinya dengan panggilan Gus-Neng, tapi langsung dengan namanya, supaya tidak ada rasa sombong dalam hati putra-putrinya. Mbah Dullah juga tidak segan-segan menghukum anaknya ketika melakukan pelanggaran. Hal sama juga dilakukan KH. Mahfudh Salam, ayahanda KH. MA. Sahal Mahfudh dan kakak KH. Abdullah Zein Salam dalam mendidik anak-anaknya. Menurut Kiai Sahal, ketika beliau membaca al-Qur’an ternyata banyak kesalahan, maka ayahandanya langsung menegur dan memberi hukuman, tentu yang mendidik. Kiai Sahal ketika takut, maka beliau langsung lari menuju kediaman kakeknya KH. Abdussalam dan ketika lari ke pangkuan kakeknya, maka KH. Mahfudh Salam tidak berani menyusul Kiai Sahal karena hormatnya kepada ayahanda.
KH. Ahmad Nafi’ Abdillah tumbuh dalam lingkungan keluarga yang religius, disiplin, dan ketat, baik dalam lapangan ilmu, akhlak, dan perjuangan seperti gambaran di atas. Lahir dari ayahanda KH. Abdullah Zein Salam dan Hj. Aisyah, Kiai Nafi’ Abdillah mendapatkan asupan gizi pengetahuan, spiritual, dan sosial yang sangat dalam. Pengaruh pendidikan ayahnya sangat melekat dalam kepribadiannya. Di samping itu, pengaruh guru-guru beliau di Perguruan Islam Mathali’ul Falah juga sangat besar membentuk karakter beliau yang kuat. KH. Muhammadun Abdul Hadi dan KH. MA. Sahal Mahfudh adalah guru-guru istimewa beliau di Kajen yang menumbuhkan ghirah ilmiyyah dalam diri Kiai Nafi’ untuk mencintai ilmu, mengamalkan ilmu, dan menyebarluaskannya kepada masyarakat.
Guru berpengaruh lainnya adalah KH. Maimun Zubair ketika Kiai Nafi’ meneruskan jenjang pendidikannya ke Pondok Pesantren Sarang. Pondok Sarang secara umum adalah pondok yang orientasi tafaqquh fiddin-nya sangat kuat, khususnya dalam bidang fiqh. Pondok Sarang dikenal sebagai pendekarnya Bahtsul Masail (forum diskusi keagamaan untuk membahas dan memutuskan status hukum masalah aktual yang terjadi dengan tendensi kitab kuning) dari dulu sampai sekarang. Kedalaman aspek gramatikal bahasa (nahwu-sharaf) sangat diperhatikan di Pondok Sarang ini sebelum naik ke jenjang fiqh dan ushul fiqh serta balaghah. Kiai Nafi’ tentu mengalami pergulatan keilmuan yang sangat intens selama di Sarang, bergumul dengan berbagai karya ulama yang dikenal dengan istilah kitab kuning, baik dalam bidang nahwu-sharaf, fiqh-ushul fiqh, balaghah, tafsir, hadis, akhlak, tasawuf, dan lain-lain.
Pergulatan intelektual intens dengan banyak muthala’ah ini menjadi sebuah keniscayaan, tidak hanya mengharap barakah tanpa belajar. Ketika penulis kelas 1 Aliyah PIM, Kiai Nafi’ memberikan wejangan kepada siswa-siswa bahwa barakah sekarang tidak bisa didapatkan tanpa belajar yang tekun. Jika ingin mendapatkan berkah para wali dan guru PIM, maka syaratnya adalah belajar tekun harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam bahasa al-Marhum al-Maghfurlah KH. Ali Fattah Ya’qub “waqaddimid dirayah ala ar-riwayah” dahulukan belajar dari riwayat harus selalu dijadikan prinsip utama siswa-siswa PIM untuk mendapatkan keberkahan ilmu. Kiai Mu’adz Thohir sering menceritakan hikayat KH. Muhammadun Abdul Hadi yang belajar sampai lupa waktu ketika diajak munadharah kitab Jam’ul Jawami’ bersama gurunya KH. Mahfudh Salam setelah mengkhatamkan kitab Jam’ul Jawami’ bersama gurunya tersebut.
Thariqah Bersama Habib Luthfi
Pergulatan intelektual Kiai Nafi’ semakin lengkap ketika beliau mengikuti jalan thariqah dengan mursyid Habib Luthfi Pekalongan. Ketika penulis wawancara beliau bersama Mas Ratna Andi Irawan dalam momentum satu abad PIM (2012), Kiai Nafi’ menceritakan pengalaman pendidikan thariqahnya dengan Habib Luthfi yang pada akhirnya beliau diangkat menjadi Mursyid Thariqah dengan tugas yang sangat berat dan agung, yaitu membai’at dan membimbing santri-santri untuk mengambah jalan (suluk) mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam konteks bekerja, Kiai Nafi’ sering mengingatkan kepada orang-orang, khususnya ketika kami shilaturrahim saat lebaran (badan dalam istilah jawa) supaya tetap bertawakkal kepada Allah dan jangan menghitung keuntungan dan memastikannya. Kiai Nafi’ menceritakan pengalaman pribadinya ketika beliau bisnis kapuk dengan kalkulasi keuntungan yang besar, misalnya membeli kapuk dengan harga sekian, kemudian dijual dengan harga sekian, maka keuntungan yang didapat sekian dalam jumlah besar. Apa yang terjadi ? setelah kapuk dibeli, ternyata harga jatuh, akhirnya tidak jadi untung. Hal ini untuk mengingatkan supaya dalam ber-ikhtiyar (bekerja) tidak melupakan aspek tawakkal dan i’timad kepada Allah sebagai Sang Pemberi Rizki dan Pemberi Anugerah satu-satunya, bukan yang lain. Hal ini sebagaimana prinsip kaum Ahlussunnah Wal Jama’ah, khususnya Imam Al-Asy’ari yang melahirkan konsep al-kasb (usaha) sebagai antitesa paham qadariyyah (free will) dan jabariyah (fatalistic). Kasb ini menjadi kompetensi manusia yang bisa digunakan, tapi hasil akhirnya ada dalam genggaman Allah SWT.
Aktivis Organisasi NU
Ketika penulis masih di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Kajen Tengah, penulis sering dereake (menemani) Al-Marhum Al-Maghfurlah KH. Ahmad Fayumi Munji mengikuti forum bahtsul masail MWCNU Margoyoso yang saat itu moderatornya adalah al-Marhum al-Maghfurlah KH. Ma’mun Muzayyin. Ketika bahtsul masail dalam rangka Haul Mbah Ronggokusumo, Kiai Nafi’ hadir dan membacakan ta’bir. Kiai Nafi’ juga sering ke Pondok Raudlatul Ulum untuk mengikuti persiapan Bahtsul Masail di tingkat Wilayah bersama KH. Ahmad Fayumi Munji. Penulis sering menyaksikan hal ini. Informasi lain yang penulis himpun dari Bapak Salamun, aktivis PCNU Pati, KH. Ahmad Nafi’ Abdillah pernah menjadi pengurus PCNU Pati dan saat itu beliau aktif ngantor (masuk kantor) untuk menjalankan amanah tersebut. Sampai akhir hayatnya, KH. Ahmad Nafi’ Abdillah menjadi Mustasyar PCNU Pati sebagai sesepuh yang bertugas membimbing pengurus NU supaya berada di jalan yang benar. Sebuah keteladan Sang Kiai kepada kader-kader muda supaya serius mengurus NU dalam rangka khidmah kepada ulama dan umat. NU tidak boleh dibuat mainan, apalagi batu loncatan untuk hal-hal yang sifatnya material dan kedudukan.
Direktur PIM
Sejak meninggalnya KH. MA. Sahal Mahfudh tahun 2014, KH. Ahmad Nafi’ Abdillah meneruskan estafet kepemimpinan PIM sebagai Direktur. Pada masa kepemimpinan beliau, kedisiplinan guru dan murid terjadi peningkatan tajam. Kaidah al-wajib la yutraku illa lil-wajib, kewajiban mengajar tidak boleh ditinggalkan kecuali dengan sesuatu yang wajib, dipraktekkan guru dan siswa dengan tertib. Bimbingan spiritual kepada guru sebagai pengukir karakter anak ditingkatkan dengan pengajian Al-Hikam kepada para guru di gedung PIM. Jika guru baik, maka insya Allah anak didik baik, karena kata guru bermakna filosofis, yaitu digugu ucapannya dan ditiru perilakunya.(Penulis Alumnus PIM 1997 dan Wakil Ketua PCNU Pati)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU PATI - Mari Peduli Sesama.

    Mari Peduli Sesama

    • calendar_month Kam, 16 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Pati- NU Care Lazisnu Pati terhitung mulai hari ini Senin (13/6) melakukan penggalangan donasi untuk Almeera Azzahra Alfathunnisa, seorang gadis kecil yang sudah lama mengidap kanker ginjal.Gadis yang masih berusia empat tahun ini harus bolak balik ke RS Karyadi Semarang untuk menjalani kemoterapi setiap bulannya. Kami dari Lazisnu Cabang Pati bermodalkan flyer bermaksud untuk mengajak […]

  • PCNU-PATI

    Dosen INISNU Ajari Guru MI Buat Game GATEL

    • calendar_month Sel, 21 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 331
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-TEMANGGUNG – Bertempat di Ruang Rapat II Rektorat Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung, dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan INISNU Temanggung Hamidulloh Ibda melakukan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Peningkatan Kemampuan Guru MI dalam Mendesain Game GATEL melalui Program SAGU SAGA (Satu Guru Satu Game) pada Sabtu (18/3/2023). […]

  • Peringati HSN, Banom NU Se Gunungwungkal Gelar Istighosah

    Peringati HSN, Banom NU Se Gunungwungkal Gelar Istighosah

    • calendar_month Sab, 23 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 281
    • 0Komentar

    GUNUNGWUNGKAL – Banom NU se-Kecamatan Gunungwungkal berkolaborasi adakan istighotsah dan tausiyah dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, Jum’at (22/10/2021)  Acara bertempat di kediaman KH. Muadz Thohir, Dukuh Karanganyar, Desa Gulangpongge, Kecamatan Gunungwungkal dan berlangsung pada pukul 07.00 – 11.30 WIB.  Selain untuk memperingati Hari Santri Nasional, acara tersebut bertujuan untuk mempererat silaturrahim antar banom NU […]

  • PCNU-PATI Photo by Jason Leung

    Kontribusi NU dalam Mengentaskan Moralitas Bangsa

    • calendar_month Sab, 16 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Pendidikan di Indonesia erat sekali dikaitkan dengan sistem pembelajaran yang dilakukan oleh guru kepada peserta didik. Dimana dalam proses belajar baik formal maupun non-formal tentunya guru memiliki standar masing-masing dalam memberikan materi kepada peserta didik. Hal ini dimaksud untuk mempermudah transfer pembelajaran antara guru dan murid. Sedangkan dalam pendidikan formal, idealnya penilian […]

  • SMP Islam Juwana Salurkan Sembako kepada Warga Terdampak Banjir

    SMP Islam Juwana Salurkan Sembako kepada Warga Terdampak Banjir

    • calendar_month Kam, 5 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 257
    • 0Komentar

    JUWANA – SMP Islam Juwana melalui program “Peduli Bencana” menyalurkan bantuan berupa sembako kepada warga terdampak musibah banjir pada Rabu (4/1/2023). Guru SMP Islam Juwana bersama siswa menyalurkan bantuan sembako ke sejumlah desa di Kecamatan Juwana. Di antaranya, ke Desa Desa Doropayung, Bumirejo, Tluwah, Kedungpancing dan Desa Gadingrejo. “Mudah-mudahan melalui program ini dapat bermanfaat untuk […]

  • Siswa SMA NU 1 kradenan Raih Gelar Duta Literasi Kabupaten Blora Tahun 2025

    Siswa SMA NU 1 kradenan Raih Gelar Duta Literasi Kabupaten Blora Tahun 2025

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.336
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Agrinza Regina Nurfelis Nela siswi kelas XII SMA NU 1 Kradenan dinobatkan sebagai Duta Literasi Kabupaten Blora Tahun 2025. (Blora, 12/11/2025) Pemilihan duta literasi tersebut di gelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Blora pada Festival Literasi Kabupaten Blora 2025 yang berlangsung pada 11–15 November 2025 di halaman DPK Blora. Kegiatan ini […]

expand_less