Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Kebijakan Full Day School Membingungkan

Kebijakan Full Day School Membingungkan

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 19 Okt 2017
  • visibility 493
  • comment 0 komentar

Pemerintah melalui kementerian pendidikan dan budaya mengeluarkan peraturan baru lewat permen no. 20 tahun 2017, tentang kebijakan sekolah 5 hari alias full day school yang banyak menuai kontra di kalangan madrasah dan pesantren. Kebijakan yang kurang tepat sasaran tentunya, karena menuai banyak kontroversi dan kritikan di kalangan akademisi.
Suara keras juga dari PBNU tentunya, secara tegas Rois Aam PBNU, DR. KH. Ma’ruf Amin, MA menolak kebijakan tersebut dan menemui Presiden RI untuk mengkaji ulang permendikbud tersebut. Perjalanan selanjutnya, NU semakin gencar mengkritik baik dari birokrat pemerintah, DPR maupun kalangan akademisi. Sedikit ketakutan tentunya pihak mendikbud yang was-was dengan posisi yang serba salah.
Pendidikan secara umum
Pendidikan yang bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa, harus berorientasi terhadap pengembangan intelektual peserta didik, juga sekarang bertujuan mencetak generasi qur’ani, berorientasi pada akhlaq, moral, mental, spiritual sehingga tercapai dalam pendidikan karakternya, membentuk pribadi yang bermoral, dan berkarakter. Pada dasarnya manusia saat ini, butuh perhatian terhadap masalah agama, kenakalan remaja yang berkembang, karena disorientasi terhadap perkembangan akhlaq peserta didik, diharapkan dengan kurikulum baru melahirkan output yang baik, dengan digalakkannya pendidikan karakter.
Secara umum pendidikan berpengaruh terhadap masa depan anak, proses penemuan jatidiri siswa menjadi pelajar yang mampu mandiri, bersikap sopan, dan mampu mengembangkan intelektualnya ke jenjang yang lebih tinggi. Sesuai dengan pembukaan UUD 1945 bahwa kehidupan bangsa harus lahir generasi-generasi cerdas dan mumpuni dalam segala hal bukan suatu yang dadakan, butuh proses panjang.
Makanya kalau kebijakan tidak memihak, terkesan mementingkan golongan tertetu, maka kebijakan tersebut sangatlah kacau, bukan waktu yang dadakan untuk memperbaruhi dan mengembangkan cita-cita pendidikan yang luhur, tapi secara pasti harus ada terobosan-terobosan yang jitu dari pemerintah untuk kebijakan secara menyeluruh demi kepentingan bersama, untuk bangsa, agama, dan negara.
Menciptakan kehidupan sosial
Pendidikan juga bertujuan untuk saling tolong-menolong dalam kehidupan, kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam hal ini pendidikan yang berkarakter juga harus mampu berdiri di tengah masyarakat banyak. Juga diharapkan lulusannya mampu bermanfaat bagi kehidupan sosial, ikut membangun desa, dan menjadi pelopor yang baik, sehingga pembangunan merata baik di kota dan di desa.
Pendidikan bertujuan pada perubahan agent of change, bahkan harus mampu agent of social change, merupakan agen perubahan sosial yang harus mampu menciptakan peluang gerakan-gerakan sosial yang menyentuh akar rumput secara langsung. Kehidupan bermasyarakat sangatlah penting, banyak lulusan akademik yang sekarang dipertanyakan. Kenapa lulus kuliah banyak yang menganggur, ini pertanyaan mendasar. Karena lulusannya dicetak secara instan, tidak pandai bersosial, juga mengandalkan melamar pekerjaan alias lulusan kuliah sekarang ini yang paling penting adalah menciptakan lapangan kerja, daripada menjadi pekerja pabrikan alias menjadi budak asing.
Pendidikan di Indonesia masih harus dibenahi, kurangnya profesor dibidang akademik juga menjadi kendala, banyak universitas-universitas yang kekurangan profesor, bayangkan untuk ukuran dengan malaysia perbandingan kita 1:5 untuk kemenangan malaysia, lebih banyak profesor malaysia yang mampu mendidik dan berpengaruh dalam dunia pendidikan. Dulu dosen-dosen di Malaysia banyak yang mengambil di Indonesia, tapi sekarang kebalikan banyak mahasiswa dari Indonesia yang berguru alias kuliah di Malaysia.
Diharapkan dengan perbaikan secara simultan dan bersama-sama, dari kemendikbud dan kementerian agama mampu membenahi pendidikan secara baik, berpikir positif jangan saling menylahkan tapi berusaha keluar dari akar masalah dengan memperbaiki kebijakan yang keliru dengan mengkaji bersama kebijakan full day school, apakah masih layak diteruskan.
Diharapkan kemendikbud memperhatikan pendidikan di madrasah dan pesantren, pola-pola pendidikan yang diajarkan di madrasah berbeda dengan pendidikan sekolah umum, dengan melihat langsung proses pendidikan madrasah, diharapkan kemendikbud menjadi pelopor untuk tujuan good oriented, yaitu kepentingan bersama bukan kebijakan yang memihak terhadap golongan tertentu, dan kepentingan tertentu.
Kita juga wajib berusaha bagaimana pendidikan madrasah untuk lebih baik, lebih baik madrasah adalah slogan kementerian agama yang wajib dijawab oleh para pendidik madrasah dan lembaga madrasah untuk bekerja lebih keras lagi demi menciptakan lulusan yang kompetensinya mampu bersaing dengan lulusan dari sekolah alias pendidikan umum.
*FIKRUL UMAM, M.Si penulis adalah pengurus LAKPESDAM PCNU PATI. Penulis buku pendidikan karakter dengan judul; Kenakalan remaja dan tantangan pendidikan madrasah.  
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 7 PAC Dilantik, Pergunu Pati Terus Bergerak

    7 PAC Dilantik, Pergunu Pati Terus Bergerak

    • calendar_month Ming, 19 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 721
    • 0Komentar

      Prosesi pelantikan tujuh PAC Pergunu di Pendopo Yayasan Jabalnur, Tlogowungu. PATI – Tujuh kepengurusan Pimpinan Anak Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu)  di Kabupaten Pati  masa khidmat 2021-2026  resmi dilantik oleh PW Pergunu Jawa Tengah, Sabtu (18/9/2021) kemarin. Tujuh PAC yang dilantik pada tahap pertama ini ialah PAC Pergunu Kecamtan Cluwak, Gembong, Gunungwungkal, Pucakwangi, […]

  • PCNU PATI - Peserta Mengeluh, Proses Registrasi Kongres IPNU Dinilai Amburadul

    Peserta Mengeluh, Proses Registrasi Kongres IPNU Dinilai Amburadul

    • calendar_month Jum, 12 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 431
    • 0Komentar

    JAKARTA – Panitia Pelaksana Kongres Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ (IPNI) ke-XX dinilai kurang persiapan. Sehingga, selama proses registrasi terkesan ambiradul. Diketahui, panitia mengumumkan peserta kongres diwajibkan registrasi ulang pada hari kamis (11/8) malam setelah tiba di lokasi kongres di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Namun, realita di lapangan registrasi peserta baru dibuka pada jum’at […]

  • Wujud Kepedulian, Siswa As-Salafiyah Lahar Sisihkan Uang Saku untuk Korban Longsor dan Banjir

    Wujud Kepedulian, Siswa As-Salafiyah Lahar Sisihkan Uang Saku untuk Korban Longsor dan Banjir

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.645
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Kabupaten Pati dikepung bencana banjir hingga tanah longsor sejak Jumat (9/1/2026) lalu. Saat ini, masih ada puluhan desa di Bumi Mina Tani yang terdampak bencana hidrometeorologi tersebut. Adanya bencana tersebut menggugah hati siswa-siswi Yayasan As-Salafiyah Lahar, Kecamatan Tlogowungu, untuk memberikan bantuan kepada warga terdampak. Mereka pun menggalang donasi saat acara peringatan Isra […]

  • PCNU-PATI Photo by Paul

    Hobinya adalah Masa Depannya

    • calendar_month Jum, 11 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 483
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Beberapa waktu lalu, saya diperkenalkan dengan seorang aktivis perempuan oleh salah satu kawan baik saya. Seorang novelis dan penggiat literasi.  Perempuan yang memiliki segudang kesibukan dari mulai menjadi ibu rumah tangga sampai menjadi jurnalis media, berbagi pengalaman tentang lika liku perjalanan hidupnya. Sejak kecil ia sudah gemar membaca dan menulis. Hingga […]

  • Santri Salafiyah Kajen Juara Pencak Silat Nasional

    Santri Salafiyah Kajen Juara Pencak Silat Nasional

    • calendar_month Sen, 16 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 489
    • 0Komentar

    SEMARANG-Ikatan Pencak Silat NU yang dikenal dengan Pagar Nusa, dalam perkembangannya telah banyak mengalami perkembangan. Dari yang semula berfungsi sebagai pelindung para ulama, sekarang juga mengarah ke arah prestasi. Hal ini diungkapkan oleh salah satu pelatih pencak silat Pagar Nusa di Madrasah Salafiyah, Zaenal Abidin. “Dulu para santri-santri jawara silat bertugas untuk menjaga ulama saja, […]

  • 103 Guru Banjarnegara Lulus Pelatihan Koding dan AI, Dindikpora Minta Implementasi Segera

    103 Guru Banjarnegara Lulus Pelatihan Koding dan AI, Dindikpora Minta Implementasi Segera

    • calendar_month Ming, 12 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 600
    • 0Komentar

    BANJARNEGARA – Sebanyak 103 guru di Kabupaten Banjarnegara dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah menuntaskan Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Tahap 1. Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Banjarnegara mendesak para pengajar segera mengimplementasikan materi tersebut di sekolah masing-masing. Penutupan pelatihan yang berlangsung selama tiga bulan, sejak 13 Juli hingga 12 Oktober 2025, digelar […]

expand_less