Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pemikiran Aswaja KH. Hasyim Asy’ari

Pemikiran Aswaja KH. Hasyim Asy’ari

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 22 Nov 2017
  • visibility 588
  • comment 0 komentar

Beberapa waktu yang lalu di beberapa media online muncul berita, bahwa kitab karya KH. Hasyim Asy’ari yang berjudul “Risalatu Ahlu al-Sunnah Wa al-Jama’ah: Fi Haditsi al-mauta Wa Asyaratu al-Sa’ah Wa Bayanu mafhumi al-Sunnah Wa al-Bid’ah” berusaha dirubah oleh oknum tertentu. Bagian isi kitab yang dirubah berkaitan dengan penjelasan KH. Hasyim Asy’ari atas bolehnya atau anjuran ziarah ke makam Nabi Muhammad Saw, yang kemudian diganti dengan penjelasan dianjurkannya ziarah ke Madinah munawwarah, dan mengganti kalimat Rafidlah menjadi kalimat Syi’ah yang memiliki pengertian umum.
            Peristiwa di atas merupakan salah satu strategi dan propaganda kelompok-kelompok yang anti ziarah untuk merubah dan merusak pemahaman masyarakat di dalam memahami ajaran Ahlu al-Sunnah Wa al-Jama’ah. Sebagai paham mayoritas masyarakat Indonesia, ASWAJA memang tak bisa lepas dari berbagai usaha musuh yang ingin melemahkannya. Masyarakat diseru untuk selalu waspada terhadap berbagai buku dan kitab-kitab klasik atau kontemporer yang telah banyak dijadikan sebagai media pelemahan paham ASWAJA dari dalam dengan merubah sebagian isi kitab. Apalagi sekarang banyak muncul buku bacaan benbentuk e-book atau kitab-kitab digital dan online. Kemajuan demikian disamping memudahkan masyarakat dalam mengakses referensi, tapi juga membahayakan jika kitab atau buku yang diterbitkan tersebut mengalami perubahan yang krusial dalam bagian tertentu, sehingga bisa menyesatkan pemahaman masyarakat terhadap agama.

            Kitab Risalatu Ahlu al-Sunnah Wa al-Jama’ah adalah karya Kiai Hasyim yang menjadi salah satu kitab pegangan mayarakat Nahdliyin dan menjadi salah satu kitab bacaan wajib di pesantren, yang bertujuan untuk memberi pemahaman yang benar kepada masyarakat tentang ASWAJA , dan membentengi mereka dari berbagai aliran sesat, terutama menangkal gerakan Wahabisme. Kitab ini ditulis sekitar tahun 1330 H, atau 180 tahun paska berdirinya Wahhabisme di Saudi. Wahhabisme yang berhasil melakukan kontrak politik dengan Raja Saud berpengaruh cukup luas hingga ke tanah air. Dan puncak dari gerakan Wahhabisme masuk ke Indonesia sekitar tahun 50-60 an, tidak lama setelah wafatnya Kiai Hasyim Asy’ari pada tahun 1947 H.
Kitab ini secara khusus menjelaskan tentang paham Ahlu al-Sunnah Wa al-Jama’ah yang berkaitan dengan beberapa pokok pembahasan, yaitu penjelasan terkait pemahaman yang benar tentang sunnah dan bid’ah, madzhab mayoritas yang diikuti masyarakat Jawa, khittah ulama salaf, keharusan taqlid bagi yang tidak mempunyai kemampuan ijtihad, keharusan hati-hati di dalam menerima pemahaman agama, peringatan atas orang yang membuat-buat tradisi yang buruk, penjelasan tentang pecahnya umat Nabi Muhammad Saw, menjadi 73 golongan, tanda-tanda datangnya hari kiamat, dan penjelasan tentang hadits-hadits yang menjelaskan hal-hal yang berkaitan tentang orang yang telah meninggal.
Diantara kandungan dari kitab ini yang penting diketahui oleh masyarakat umum, terutama masyarakat Nahdliyin adalah peringatan Kiai Hasyim Asy’ari terhadap bahaya beberapa kelompok Islam yang muncul sekitar tahun 1330 hingga sekarang. Mereka adalah kaum modernis pengikut Muhamad Abduh dan Rasyid Ridla, yang sedikit banyak terpengaruh oleh konsep bid’ah yang dikembangkan Muhammad bin Abdul Wahhab, Ibnu Taimiyah dan muridnya Ibnu al-Qayyim. Ada juga kelompok Syiah yang fanatik pada Ali bin Abu Thalib. Ada lagi kelompok Ibahiyyun yang membolehkan pengikutnya lepas dari ikatan syariat tatkala sampai pada makrifat. Begitu juga kelompok yang meyakini reinkarnasi ruh dan oknum-oknum kaum sufi yang mengaku menyatu (Itthad, Hulul, Wahdatu al-Wujud) dengan Tuhan atau yang populer dalam bahasa Jawa dengan manunggaling kawulo gusti.
Menurut Kiayi Hasyim Asya’ari, kelompok di atas tersebut semuanya dianggap sesat. Kelompok yang selamat dan seharusnya diikuti oleh masyarakat adalah kelompok Salafisme, yaitu kelompok yang mengikuti tuntunan ulama salaf dengan mengkaji kitab-kitab yang dianggap mu’tabarah, mencintai ahlu al-bait, para wali dan kaum shaleh, mau ber-tabarruk, ziarah kubur, meyakini syafaat dan lain sebagainya. Sebab, menurut penuturan Kiai Hasyim pada masa lalu Umat Islam di Jawa memang telah sepakat untuk bermadzhab dengan satu rujukan dan pegangan, yaitu dalam bidang fiqih mengikuti kepada Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i, dalam masalah ushuluddin mengikuti kepada madzhab Imam Abul Hasan Al-Asy’ari, dan dalam bidang tasawuf mengikuti kepada Imam Al-Ghozali dan Imam Abul Hasan Asy-Syadzili.
Dalam kaitan ini, masyarakat Nahdliyin seyogyanya senantiasa mau belajar agama Islam dengan para ulama, kiayi, dan ustadz yang benar-benar memahami ajaran Islam (ASWAJA). Kehati-hatian dan kewaspadaan terhadap berbagai gerakan dan propaganda pelemahan terhadap ajaran ASWAJA harus dilakukan oleh semua masyarakat, yaitu memalui kesadaran dan kemauan untuk menerima ajaran agama dari ahlinya. (Andi Syarqowi Penulis Adalah Ketua LAKPESDAM NU Pati)
.
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Berbukalah yang Manis, Bukan Janji Manis

    • calendar_month Ming, 17 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 465
    • 0Komentar

    Berbukalah yang Manis, Bukan Janji Manis Oleh Hamidulloh Ibda   Kita bikin kue lapis//bikin puding yang manis//sambil menunggu buka//nyalakan api//air direbus//berbukalah yang manis//bukan janji manis//sambil bikin cemilan//mari siapkan//gorengan tahu.   Lagu parodi “Kita Bikin Romantis” yang dibawakan Teuku Mail dari lagu “Kita Bikin Romantis” (2024) karya MALIQ & D’Essentials ini viral di TikTok, Youtube, dan […]

  • Ajarilah dengan Cinta

    Ajarilah dengan Cinta

    • calendar_month Jum, 16 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 544
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Ada sesuatu yang membuat saya menyadari bahwa anak-anak tak bisa jika dibentak. Mereka akan menjadi seorang yang penakut dan kemungkinan lainnya akan menjadi seorang pemberontak, nantinya. Mereka tak akan pernah mau patuh pada aturan atau perintah siapapun, termasuk kedua orang tuanya sendiri. Pengalaman yang saya alami saat tanpa sengaja saya membentak […]

  • Peringati Harlah ke-92, PC GP Ansor Pati Sukses Gelar Turnamen Futsal Antar-PAC

    Peringati Harlah ke-92, PC GP Ansor Pati Sukses Gelar Turnamen Futsal Antar-PAC

    • calendar_month Sab, 2 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 12.802
    • 0Komentar

      PATI — Memperingati Hari Lahir (Harlah) Gerakan Pemuda Ansor ke-92, Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Pati sukses menggelar Turnamen Futsal Antar-Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Pati. Kompetisi yang berlangsung di GOR Pesantenan pada 28–30 April 2026 ini menjadi ajang unjuk sportivitas sekaligus penguat solidaritas kader. ​Turnamen ini diikuti oleh perwakilan PAC dari berbagai […]

  • PCNU-PATI

    Pemuda Jateng Diajak Cegah Radikalisme

    • calendar_month Sab, 25 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 418
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id –  Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah adakan Festival Aksi Musik Anak Bangsa (ASIK BANG), Rabu (22/11/2023) malam. Kegiatan ini dilaksanakan di Atap Langit Cofee n Eatery Tembalang Semarang, dan dibuka oleh Ketua FKPT Jawa Tengah Prof. Dr. Syamsul Ma’arif. “Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak generasi muda terlibat […]

  • SMA Negeri 1 TAYU Berpartisipasi dalam Penanaman 4.000 Bibit Tanaman Mangrove di Desa Tluwuk

    SMA Negeri 1 TAYU Berpartisipasi dalam Penanaman 4.000 Bibit Tanaman Mangrove di Desa Tluwuk

    • calendar_month Kam, 31 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 551
    • 0Komentar

    PATI-Puluhan siswa dari SMA Negeri 1 Tayu berpartisipasi dalam penanaman 4.000 bibit mangrove di Desa Tluwuk, Pati, pada 29 Oktober 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Masyarakat yang dimotori oleh LPMM UNNES dan Saka Energi Muriah Ltd (SEML). SMA Negeri 1 Tayu aktif dalam program adiwiyata yang bertujuan menciptakan sekolah peduli lingkungan. Program […]

  • NU PEDULI Kabupaten Pati Dirikan Posko Kesehatan di Gempolsari, Kec. Gabus

    NU PEDULI Kabupaten Pati Dirikan Posko Kesehatan di Gempolsari, Kec. Gabus

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.920
    • 0Komentar

      NU Peduli Kabupaten Pati resmi mendirikan Posko Kesehatan di Desa Gempolsari, Kecamatan Gabus, sebagai upaya membantu masyarakat terdampak banjir. Pembukaan posko dilaksanakan pada Sabtu, 24 Januari 2026, bertempat di ruko Posko MWCNU Gabus, Desa Gempolsari. Peresmian Posko Kesehatan dilakukan langsung oleh Ketua PCNU Kabupaten Pati, KH. Yusuf Hasyim. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Posko […]

expand_less