Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pemikiran Aswaja KH. Hasyim Asy’ari

Pemikiran Aswaja KH. Hasyim Asy’ari

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 22 Nov 2017
  • visibility 536
  • comment 0 komentar

Beberapa waktu yang lalu di beberapa media online muncul berita, bahwa kitab karya KH. Hasyim Asy’ari yang berjudul “Risalatu Ahlu al-Sunnah Wa al-Jama’ah: Fi Haditsi al-mauta Wa Asyaratu al-Sa’ah Wa Bayanu mafhumi al-Sunnah Wa al-Bid’ah” berusaha dirubah oleh oknum tertentu. Bagian isi kitab yang dirubah berkaitan dengan penjelasan KH. Hasyim Asy’ari atas bolehnya atau anjuran ziarah ke makam Nabi Muhammad Saw, yang kemudian diganti dengan penjelasan dianjurkannya ziarah ke Madinah munawwarah, dan mengganti kalimat Rafidlah menjadi kalimat Syi’ah yang memiliki pengertian umum.
            Peristiwa di atas merupakan salah satu strategi dan propaganda kelompok-kelompok yang anti ziarah untuk merubah dan merusak pemahaman masyarakat di dalam memahami ajaran Ahlu al-Sunnah Wa al-Jama’ah. Sebagai paham mayoritas masyarakat Indonesia, ASWAJA memang tak bisa lepas dari berbagai usaha musuh yang ingin melemahkannya. Masyarakat diseru untuk selalu waspada terhadap berbagai buku dan kitab-kitab klasik atau kontemporer yang telah banyak dijadikan sebagai media pelemahan paham ASWAJA dari dalam dengan merubah sebagian isi kitab. Apalagi sekarang banyak muncul buku bacaan benbentuk e-book atau kitab-kitab digital dan online. Kemajuan demikian disamping memudahkan masyarakat dalam mengakses referensi, tapi juga membahayakan jika kitab atau buku yang diterbitkan tersebut mengalami perubahan yang krusial dalam bagian tertentu, sehingga bisa menyesatkan pemahaman masyarakat terhadap agama.

            Kitab Risalatu Ahlu al-Sunnah Wa al-Jama’ah adalah karya Kiai Hasyim yang menjadi salah satu kitab pegangan mayarakat Nahdliyin dan menjadi salah satu kitab bacaan wajib di pesantren, yang bertujuan untuk memberi pemahaman yang benar kepada masyarakat tentang ASWAJA , dan membentengi mereka dari berbagai aliran sesat, terutama menangkal gerakan Wahabisme. Kitab ini ditulis sekitar tahun 1330 H, atau 180 tahun paska berdirinya Wahhabisme di Saudi. Wahhabisme yang berhasil melakukan kontrak politik dengan Raja Saud berpengaruh cukup luas hingga ke tanah air. Dan puncak dari gerakan Wahhabisme masuk ke Indonesia sekitar tahun 50-60 an, tidak lama setelah wafatnya Kiai Hasyim Asy’ari pada tahun 1947 H.
Kitab ini secara khusus menjelaskan tentang paham Ahlu al-Sunnah Wa al-Jama’ah yang berkaitan dengan beberapa pokok pembahasan, yaitu penjelasan terkait pemahaman yang benar tentang sunnah dan bid’ah, madzhab mayoritas yang diikuti masyarakat Jawa, khittah ulama salaf, keharusan taqlid bagi yang tidak mempunyai kemampuan ijtihad, keharusan hati-hati di dalam menerima pemahaman agama, peringatan atas orang yang membuat-buat tradisi yang buruk, penjelasan tentang pecahnya umat Nabi Muhammad Saw, menjadi 73 golongan, tanda-tanda datangnya hari kiamat, dan penjelasan tentang hadits-hadits yang menjelaskan hal-hal yang berkaitan tentang orang yang telah meninggal.
Diantara kandungan dari kitab ini yang penting diketahui oleh masyarakat umum, terutama masyarakat Nahdliyin adalah peringatan Kiai Hasyim Asy’ari terhadap bahaya beberapa kelompok Islam yang muncul sekitar tahun 1330 hingga sekarang. Mereka adalah kaum modernis pengikut Muhamad Abduh dan Rasyid Ridla, yang sedikit banyak terpengaruh oleh konsep bid’ah yang dikembangkan Muhammad bin Abdul Wahhab, Ibnu Taimiyah dan muridnya Ibnu al-Qayyim. Ada juga kelompok Syiah yang fanatik pada Ali bin Abu Thalib. Ada lagi kelompok Ibahiyyun yang membolehkan pengikutnya lepas dari ikatan syariat tatkala sampai pada makrifat. Begitu juga kelompok yang meyakini reinkarnasi ruh dan oknum-oknum kaum sufi yang mengaku menyatu (Itthad, Hulul, Wahdatu al-Wujud) dengan Tuhan atau yang populer dalam bahasa Jawa dengan manunggaling kawulo gusti.
Menurut Kiayi Hasyim Asya’ari, kelompok di atas tersebut semuanya dianggap sesat. Kelompok yang selamat dan seharusnya diikuti oleh masyarakat adalah kelompok Salafisme, yaitu kelompok yang mengikuti tuntunan ulama salaf dengan mengkaji kitab-kitab yang dianggap mu’tabarah, mencintai ahlu al-bait, para wali dan kaum shaleh, mau ber-tabarruk, ziarah kubur, meyakini syafaat dan lain sebagainya. Sebab, menurut penuturan Kiai Hasyim pada masa lalu Umat Islam di Jawa memang telah sepakat untuk bermadzhab dengan satu rujukan dan pegangan, yaitu dalam bidang fiqih mengikuti kepada Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i, dalam masalah ushuluddin mengikuti kepada madzhab Imam Abul Hasan Al-Asy’ari, dan dalam bidang tasawuf mengikuti kepada Imam Al-Ghozali dan Imam Abul Hasan Asy-Syadzili.
Dalam kaitan ini, masyarakat Nahdliyin seyogyanya senantiasa mau belajar agama Islam dengan para ulama, kiayi, dan ustadz yang benar-benar memahami ajaran Islam (ASWAJA). Kehati-hatian dan kewaspadaan terhadap berbagai gerakan dan propaganda pelemahan terhadap ajaran ASWAJA harus dilakukan oleh semua masyarakat, yaitu memalui kesadaran dan kemauan untuk menerima ajaran agama dari ahlinya. (Andi Syarqowi Penulis Adalah Ketua LAKPESDAM NU Pati)
.
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KKG Ke-NU-an MI Tancap Gas Jalankan Proker

    KKG Ke-NU-an MI Tancap Gas Jalankan Proker

    • calendar_month Sab, 9 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 376
    • 0Komentar

    Adib Al Arif, Ketua LP Ma’arif Kabupaten Pati sedang menyampaikan gagasannya dalm rapat koordinasi KKG MI untuk Mapel Ke-NU-an di Gedung PCNU Pati, Sabtu (9/10) PATI – Kelompok Kerja Guru (KKG) Madrasah Ibtidaiyah pelajaran Ke-NU-an Kabupaten Pati melakukan rapat koordinasi dengan Guru Ke-NU-an se-Kabupaten Pati. Rapat koordinasi dihadiri oleh Ketua LP Ma’arif Kabupaten Pati, Adib […]

  • SUARA DAMAI NUSANTARA (SUDARA) BNPT LIBATKAN PELAJAR DALAM PENCEGAHAN TERORISME MELALUI DKI JAKARTA

    SUARA DAMAI NUSANTARA (SUDARA) BNPT LIBATKAN PELAJAR DALAM PENCEGAHAN TERORISME MELALUI DKI JAKARTA

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 378
    • 0Komentar

      Jakarta, 27 Agustus 2025 – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT RI) melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan Suara Damai Nusantara (SUDARA) pada Rabu, 27 Agustus 2025 di Gedung Dakwah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta. Acara ini diikuti 100 orang peserta yang berasal dari 15 sekolah SMP, SMA sederajat, serta mahasiswa/i […]

  • Gus Dur, Toleransi dan Pribumisasi Islam

    Gus Dur, Toleransi dan Pribumisasi Islam

    • calendar_month Rab, 24 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.642
    • 0Komentar

    Oleh: Jamal Ma’mur Asmani KH. Abdurrahman Wahid yang akrab dipanggil Gus Dur, kemarin dianugerahi Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto. Tentu sangat layak Gus Dur mendapat gelar Pahlawan Nasional karena pemikiran dan perjuangannya yang luar biasa. Dalam konteks pemikiran, banyak sekali gagasan besar yang dilahirkan Gus Dur. Antara lain: Pertama, pribumisasi Islam. Islam adalah doktrin […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi ber-empati. Photo by Europeana on Unsplash.

    Ber (empati) diri

    • calendar_month Rab, 15 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Hari ini masih suasana berkabung. Mendung menyelimuti. Sedih masih bersemayam dalam hati dan menelisik sanubari. Semua orang pasti suatu ketika akan mengalami, datang dan pergi. Kembali pada ilahi Robbi. Lahir dan mati. Itu pasti dan tak dapat di pungkiri. Tinggal bagaimna kita mampu mengelola hati dan empati. Dari Sabtu kemarin, saat Ibu mertua saya pergi […]

  • Komitmen Sinergi dengan LP Ma’arif dalam TOT dan Diklat Pembina Komisariat IPNU-IPPNU

    Komitmen Sinergi dengan LP Ma’arif dalam TOT dan Diklat Pembina Komisariat IPNU-IPPNU

    • calendar_month Sen, 28 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 477
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Semarang, 27 April 2025 — Ketua PW IPNU Jawa Tengah, Rekan Muhammad Irfan Khamid, menyampaikan sambutan yang sarat makna dalam kegiatan Training of Trainer (TOT) dan Diklat Pembina Komisariat yang diselenggarakan oleh PW IPNU dan IPPNU Jawa Tengah, Jumat–Minggu, 25–27 April 2025, di Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang. Acara yang mengusung tema “Bergerak Bersama […]

  • people in green uniform standing on field during daytime

    Aksi Demo

    • calendar_month Ming, 19 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 391
    • 0Komentar

    Di Idonesia akhir-akhir ini sedang ramai ramai orang berdemo. Ada yang tujuannya menentang pemerintah yang dianggap terlalu berat, ada yang tujuannya menuntut kenaikan gaji menuntut hak dan lain lain Pertanyaan : Bagaimana aksi demo seperti diatas menurut pandangan syara’ ? Jawaban : Demo kepada pemerintah diperbolehkan jika bersifat amar ma’ruf nahi munkar namun demo pada […]

expand_less