Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Sang Teladan,

Sang Teladan,

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 7 Feb 2018
  • visibility 417
  • comment 0 komentar
Haul 1 KH. A. Nafi’ Abdillah
لسان الحال افصح من لسان المقال
Bukti laku lebih tajam dari seribu teori
Tidak terasa, guru kita semua, KH. Ahmad Nafi’ Abdillah sudah satu tahun meninggalkan kita. Selasa malam rabu 6 Februari 2018 ini insya Allah acara tahlil haul pertama berlangsung di ndalem beliau di Kajen Margoyoso Pati.
KH. Ahmad Nafi’ Abdillah adalah sosok guru yang digugu dan ditiru, digugu ucapannya dan ditiru perilakunya. Ucapan beliau digugu, dipahami, diresapi, dan masuk dalam relung hati murid-muridnya, baik yang di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen, santri-santri beliau yang di Pesantren Mathali’ul Huda Pusat (PMH Pusat), atau santri-santri beliau dalam forum pengajian di masjid Kajen, di ndalem beliau, dan santri-santri temporer yang memohon pitutur aji (good advice) ketika menghadapi berbagai masalah yang kompleks, baik pribadi maupun masyarakat. Perilakunya diamati dan diteladani karena mampu membawa kesejukan dan ketenangan jiwa. Misalnya, ikut shalat berjamaah dengan beliau di hati menjadi damai, sejuk, dan semkn merasakan makna shalat khusyu’. Sinar cahaya ilmu dan perilaku beliau dahsyat, menembus hati murid-muridnya, membekas dan menyinari kegelapan hati menuju keridlaan Allah dan taufiqNya. Beliau memang sosok yg sebenarnya sebagai seorang guru lahir-batin.
Menjadi guru yang digugu dan ditiru tidak mudah, bahkan cenderung sangat langka untuk konteks sekarang. Keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh guru. Fakta sekarang, banyak anak didik yang moralitasnya rendah, bahkan ada yang tega menganiaya gurunya sendiri. Realitas degradatif pendidikan ini menjadi motivasi insan pendidikan, utamanya guru, untuk menjadi sosok yang digugu dan ditiru. Guru yang digugu dan ditiru lahir dari pemahaman mendalam terhadap ilmu yang diajarkan kepada murid-muridnya, sadar akan tanggungjawabnya sebagai sosok penggores karakter anak didik, sehingga bersungguh-sungguh mempraktekkan ilmu yang diajarkan dalam kehidupan sehari-hari, dan berusaha menjadi teladan buat semua orang, khususnya kepada murid-muridnya.
KH. A. Nafi’ Abdillah, disamping dikenal sebagai sosok yang dikenal sufi yang dibuktikan dengan otoritas tinggi beliau sebagai mursyid Thariqah, dan laku hidup beliau yang menunjukkan kesufian tersebut, juga sosok faqih yang mendalami dan mengamalkan ajaran fiqh. Beliau menjadi rujukan umat (مرجع الامة) dari semua kalangan, pejabat, akademisi, santri, masyarakat priyayi, abangan, dan semuanya. Beliau mungkin mewarisi kemampuan ini dari ayahandanya KH. Abdullah Zen Salam yang berhasil memosisikan diri sebagai Payung Besar yang memayungi semua elemen masyarakat lintas sektoral. Masyarakat kampung berduyun-duyun sowan beliau untuk memohon do’a, konsutasi tentang masalah pribadi dan masyarakat, pengusaha datang membawa setumpuk masalah perusahaannya, akademisi datang memohon petunjuk, pejabat datang memohon saran, dan hampir semua lapisan masyarakat, tidak peduli pagi, siang, malam, bahkan sampai dini hari. Beliau melayani semua kepentingan tersebut dengan raut muka penuh senyuman.
Ada lima karakter utama beliau:
-Tawadlu’ (تواضع), rendah hati, menjadi karakter utama beliau. Ketika beliau berjalan, wajahnya selalu tertunduk ke bawah, tidak ke depan, atau menoleh ke samping kanan dan kiri. Beliau lurus ke depan dengan wajah yang menunduk ke bawah. Beliau menghindari kesan menonjol. Sangat jarang beliau memberikan mau’idhoh hasanah kecuali pada saat akhir ketika kiai-kiai sepuh sudah meninggal, misalnya ketika ada haula masyayikh di PIM Kajen. Ketika sedang menerima tamu, beliau mampu menciptakan keakraban. Beliau jagongi (berbincang) tamu dengan akrab dan penuh kekeluargaan. Beliau mungkin meniru Nabi Muhammad SAW yang menganggap murid-muridnya sebagai sahabat. Sahabat adalah orang yang susah ketika sahabatnya susah dan gembira ketika sahabatnya gembira. Sahabat menunjukkan keseimbangan peran dan posisi, tidak dalam posisi atas-bawah.
-Istiqamah (استقامة), konsisten, tegak lurus, menjadi karakter beliau selanjutnya. Mengajar bagi beliau adalah fardlu ‘ain yang tidak boleh ditinggalkan kecuali yang statusnya fardlu (الواجب لايترك الا لواجب). Ketika jam mengajar, beliau datang tepat waktu, bahkan ketika sedang ada udzur syar’i, selalu ada tugas yang diberikan kepada murid-murid dan tugas tersebut dinilai, tidak hanya diletakkan di meja, kemudian ditinggal pergi. Hal ini menjadi pelajaran berharga para guru sekarang ini supaya tidak meninggalkan kewajiban mengajar kecuali karena ada hal-hal yang sifatnya wajib dan juga pelajaran bagi guru supaya mengoreksi tugas-tugas yang diberikan kepada murid-muridnya secara obyektif.


-Ikhlas (اخلاص), tulus, tanpa pamrih, murni karena mencari ridla Allah SWT. Lawan dari ikhlas adalah riya’ (pamer). Juga ada sifat tercela lagi, yaitu ‘ujub (kagum kepada diri sendiri) dan takabbur (sombong). Ikhlas inilah yang menjadi sifat yang menyelematkan orang dari godaan setan yang terkutuk. Orang yang pandai bersyukur dan yang diberi hati ikhlas oleh Allah akan menjadi hamba Allah yang selamat dunia-akhirat. Keikhlasan Kiai Nafi’ tampak dari kehidupan beliau sehari-hari yang menjauhi riya’, ‘ujub, dan takabbur.
-Qana’ah (قناعة), terimo ing pandum, menerima pemberian Allah, meskipun sedikit (الرضا باليسير من العطاء). Menerima pemberian berapapun yang dikasih menjadi tanda orang bersyukur kepada Allah. Manusia hanya bisa berusaha, Allah yang menentukan. Qana’ah membuat hati seseorang tidak obsesif dan ambisius yang negatif. Hatinya diserahkan kepada Allah, penuh rasa syukur terhadap pemberian Allah, baik dalam bentuk ilmu, harta, keluarga, dan lain-lain. Qana’ah secara otomatis melahirkan sifat tawakkal (berserah diri, pasrah kepada Allah SWT). Kiai Nafi’ sering menceritakan kisah hidup beliau ketika sedang merencanakan pekerjaan dengan estimasi modal dan keuntungan yang besar, yaitu dagang kapuk (buah pohon randu). Akhirnya, ketika pekerjaan itu dilakukan, Allah menakdirkan lain, harga pohon randu sedang jatuh, dan akhirnya tidak jadi dijual, tapi ditimbun dan dijual ketika harga naik. Namun, hasil akhirnya tidak mendapatkan keuntungan sesuai target yang dicanangkan. Hal ini menjadi pelajaran berharga, manusia harus belajar qanaah dengan usaha apapun yang dilakukan, jangan ambisius seperti memosisikan diri sebagai Allah yang menentukan apa yang terjadi di masa depan.
-Sakha’ (سخاء), dermawan, suka bersedekah dan berbagi kepada orang lain, khususnya mereka yang membutuhkan. Orang yang dermawan dalam hadis Nabi dicintai Allah dan dicintai sesama manusia. Sebaliknya, orang yang bakhil, dibenci Allah dan dibenci sesama manusia. Kiai Nafi’ Abdillah adalah sosok yang peduli kepada orang lain, suka memberikan pertolongan orang-orang yang membutuhkan. Banyak cerita dan bukti nyata yang mengisahkan hal ini.
Semoga lima sifat utama KH. A. Nafi’ Abdillah ini masuk dalam relung jiwa kita sehingga kita bisa meneladaninya sebagai syarat menjadi sifat hamba yang dicintai Allah SWT di dunia dan akhirat, Amiin Ya Rabbal Alamiin.
الي روح شيخنا ومرب روحنا العالم العلامة الحاج احمد نافع عبد الله عبد السلام الحاجيني …. الفاتحة
*Jamal Ma’mur Asmani Santri KH. A. Nafi’ Abdillah di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen 1995-1997
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gengsi Makan Siang Gratis, Pendidikan Meringis

    Gengsi Makan Siang Gratis, Pendidikan Meringis

    • calendar_month Jum, 14 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 515
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Program makan bergizi gratis nampaknya sudah menjadi hal yang sangat urgen di mata Pemerintah era kepemimpinan Prabowo dan Gibran. Bagaimana bukan, lewat program tersebut juga mereka dapat menduduki kursi presiden dan wakil presiden di Republik ini. Hingga masih menjadi sorotan media lokal maupun internasional. Diketahui uji coba makan siang gratis ini telah […]

  • PCNU-PATI

    Perkuat Relasi Belajar Menyusun AMDAL di DLH Pati

    • calendar_month Sab, 27 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Segenap Mahasiswa Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati melakukan studi lapangan atau kuliah lapangan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pati. Jumat, 26 Mei 2023. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kuliah lapangan, dimana diadakannya studi kunjungan ini tidak lain adalah untuk menambah jam terbang mahasiswa dan menambah pengetahuan mahasiswa […]

  • Hanya Se Tinggi Lutut tapi Membunuh Harapan. Photo by Ny Menghor on Unsplaash.

    Hanya Se Tinggi Lutut tapi Membunuh Harapan

    • calendar_month Kam, 5 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Oleh : Maulana Karim Sholikhin* “Halah, cuma banjir ndak sampai se lutut,” celetuk seorang kawan di antara riuh hujan. Seketika telinga penulis memanas. Belum usai gemuruh dalam dada akibat ungkapan nyelekit itu, ternyata masih berlanjut. “Media terlalu membesar-besarkan.” Nah, kalau yang ini sudah ndak bisa di biarkan. Uraian ‘khotbah’ unfaedah itu harus segera di sliding […]

  • Menyoal Corona, PCNU : Jangan Sebar Hoax

    Menyoal Corona, PCNU : Jangan Sebar Hoax

    • calendar_month Kam, 2 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 424
    • 0Komentar

    K. Yusuf Hasyim, Ketua Tanfidziyah PCNU Pati PATI-Merebaknya Virus Corona atau Covid 19, membuat sebagaian warga panik. Kepanikan ini terjadi akibat beredarnya berita-berita hoax atau bohong di sekeliling masyarakat. Dengan adanya respon masyarakat yang berlebih, PCNU Pati merasa perlu melakukan tindakan. Bagaimanapun mayoritas masyarakat Kabupaten Pati beragama islam dan sebagian besar lagi berhaluan NU. “Kami […]

  • PCNU - PATI

    Sepotong Hati yang Baru

    • calendar_month Sab, 23 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 566
    • 0Komentar

    Banyak sekali diksi yang bisa gue resap di banyak cerpennya yang walau pun mengangkat tema romance, tetapi rasa dari setiap cerpennya begitu berbeda. Di cerpen pertama, romance yang ditawarkan begitu masa kini, tentang anak muda belia yang begitu GR dengan seorang laki laki yang ternyata hanya menebar pesona yang disalah artikan saja. Endingnya, si cewek […]

  • RMI NU dan LPDP Launching Program Asistensi Beasiswa Santri, Ini Link-nya

    RMI NU dan LPDP Launching Program Asistensi Beasiswa Santri, Ini Link-nya

    • calendar_month Rab, 15 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 529
    • 0Komentar

    JAKARTA – Tenaga pendidikan pesantren tak melulu harus anti dunia akademik. Perpaduan antar keduanya justru dapat menciptakan kemajuan dalam dunia pesantren.  Kesadaran inilah yang mendorong Pengurus Besar RMI NU untuk menggandeng Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk mengakomodir insan-insan pesantren agar bisa melanjutkan pendidikan formal di universitas-universitas baik dalam maupun luar negeri.  Agenda besar bertajuk […]

expand_less