Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Semar dan Agama Kapitayan : Religiusitas Leluhur Nusantara

Semar dan Agama Kapitayan : Religiusitas Leluhur Nusantara

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 30 Okt 2021
  • visibility 1.623
  • comment 0 komentar

Oleh : Aditiya Tri Utami*

images2b252862529-5168534
Ilustrasi Semar Badranaya (sumber : islamindonesia.id)

Beragama bagi orang nusantara erat kaitannya dengan ibadah dan ritual mistik. Orang-orang nusantara pra-Hindu meyakini bahwa setelah kematian jiwa aka nada kehidupan yang kekal di alam ruh. Bagi orang jawa kuno, keyakinan ini tidak lain merupakan agama jawa asli. Mereka percaya bahwa jenazah yang dikubur mujur ngalor dan jiwanya disembahyangkan, kelak jiwa itu akan kembali ke asal-usulnya. Dengan demikian secara pasti ada hubungan antara jiwa seseorang yang mati melalui makam dimana ia berfungsi sebagai medium menyembahyangkan dan representasi kematian seseorang (Suwardi, 2015)

Dari penilitian-penilitian ilmiah ihwal etnis penghuni Nusantara, diketahui bahwa semenjak zaman Pleistosen akhir para penghuni kuno kepulauan Nusantara sudah mengenal peradaban, termasuk yang berkaitan dengan agama. Semua aktifitas ekonomi dan budaya sejak zaman batu sampai zaman logam menunjukkan pada tanda-tanda adanya hubungan integral antara kebudayaan dengan agama. Penghuni Nusantara mempunyai agama kuno yang mereka sebut kapitayan. Terkhusus orang jawa meyakini bahwa penganjur kapitayan adalah Dahyang Semar, Putra Sanghyang Wungkuhan keturunan Sanghyang Ismaya. Dahyang Semar berasal dari Lemuria atau Swetadwipa, benua yang tenggelam akibat banjir besar hingga akhirnya ia dan pengikutnya mengungsi ke pulau jawa.

Secara sederhana kapitayan dapat digambarkan sebagai suatu ajaran keyakinan yang memuja sesembahan utama yang disebut Sanghyang Taya, yang bermakna “hampa”, “kosong”. Taya bermakna pula “Yang Absolut”, yang tidak bisa dipikir dan dibayang-bayangkan, tidak bisa didekati dengan panca indera. Orang jawa kuno mendefinisikan Sanghyang Taya dalam satu kalimat, tan kena kinaya ngapa alias tidak bisa direka-reka keberadaan-Nya.

Dalam menjalankan berbagai ritualnya, para penganut Kapitayan beribadah menyembah Sanghyang Taya (Sembahyang). Lokasi tempat sembahyang disebut dengan “sanggar”, bangunan persegi empat beratap tumpang dengan lubang ceruk di dinding sebagai lambang kehampaan Sanghyang Taya.

Tata cara sembahyang meliputi: Pertama, tutuk, yaitu menghadap lubang ceruk. Kedua, tulajeg (berdiri tegak) yang dilakukan relative lama. Ketiga, swadikep mengakat kedua tangan keatas sambil menghadirkan Sanghyang Taya di dalam hati (tutu-d) lalu diturunkan dan didekapkan di dada tepat pada hati. Keempat, tungkul, yaitu membungkuk memandang ke bawah. Posisi tungkul juga dilakukan relative lama. Kelima, tulumpak, yaitu bersimpuh dengan kedua tumit diduduki. Keenam, tondhem, yaitu bersujud seperti bayi dalam perut ibunya. Proses sembahyang ini biasa dilakukan dalam waktu lebih dari satu jam (Agus Sunyoto, 2012).

*aktivis kebudayaan

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Berjalan, UPZISNU MWC Tayu Galakkan Program Koin 5000

    Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Berjalan, UPZISNU MWC Tayu Galakkan Program Koin 5000

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 761
    • 0Komentar

      PATI – Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (UPZIS) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tayu, Kabupaten Pati, meluncurkan program Koin 5.000. Program ini dijalankan guna mendukung layanan kesehatan. Ketua UPZIS MWCNU Tayu, Moh Fatchurrohman, menyatakan bahwa program Koin 5.000 adalah wujud nyata gerakan kepedulian warga Nahdliyyin dalam membantu sesama. Melalui program ini, infak […]

  • Tim Rukyat dan Arah Kiblat Kemenag Pati Sosialisasikan Rashdul Kiblat di MAN 1 Pati

    Tim Rukyat dan Arah Kiblat Kemenag Pati Sosialisasikan Rashdul Kiblat di MAN 1 Pati

    • calendar_month Sel, 14 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16.657
    • 0Komentar

    Pati — Tim Rukyat dan Arah Kiblat Kelopok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kementerian Agama Kabupaten Pati mengadakan sosialisasi dan praktik pengukuran arah kiblat melalui metode Rashdul Kiblat di MAN 1 Pati pada Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh guru dan peserta didik sebagai upaya meningkatkan pemahaman tentang penentuan arah kiblat yang benar berdasarkan fenomena astronomi. Dalam […]

  • PCNU-PATI

    Untuk Jaga Kebugaran, PC Fatayat NU Pati Luncurkan Senam Gesit

    • calendar_month Sel, 8 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 596
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. Pimpinan Cabang Fatayat NU Pati meluncurkan program ‘Senam Gesit’ kerja sama Fatayat NU dan United Nations Children’s Fund (Unicef) bertempat di Gedung PCNU Kab Patu, Selasa, (8/11/2022) Ratusan kader Fatayat NU Cabang Pati memadati aula lantai 3 gedung NU Pati  mengikuti Gerakan Senam Fatayat Gesit yang hari itu resmi diluncurkan oleh Ketua PC Fatayat […]

  • 1000 Kotak Koin NU Digelontorkan Lazisnu Juwana

    1000 Kotak Koin NU Digelontorkan Lazisnu Juwana

    • calendar_month Ming, 1 Des 2019
    • account_circle admin
    • visibility 522
    • 0Komentar

    JUWANA-NU Care – Lazisnu MWC Juwana mengadakan Pelatihan Pengelolaan dan Peluncuran 1000 Kotak Koin NU di Gedung Markas Ansor Langgenharjo Juwana. Pelatihan diikuti 57 peseta dati 29 Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Juwana, Minggu (1/12). Pelatihan Amil Zakat dan Pendistribusian 1000 kotak koin NU oleh NU Care-Lazisnu Juwana Ketua MWC Juwana menyampaikan bahwa Juwana sangat potensial […]

  • Peringatan Harlah Pagar Nusa Dibuka di MHI Gembong Hari Ini

    Peringatan Harlah Pagar Nusa Dibuka di MHI Gembong Hari Ini

    • calendar_month Sab, 28 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-GEMBONG – Rentetan acara Perayaan Harlah Pagar Nusa ke-37 PC Pagar Nusa Pati di mulai Sabtu (28/1) pagi. Agenda tersebut dibuka dengan pelatihan Pasukan Inti (Pasti). Berlokasi di Aula MI Hidayatul Islam (MHI) Gembong dan Eks Lapangan Gembong, pelatihan Pasti dijadwalkan akan selesai Ahad (29/1) esok. Dalam acar pembukaan tersebut, beberpa tokoh penting tampak hadir. […]

  • Lazisnu Klakahkasihan Tuai Pujian dari Ketua MWC-NU

    Lazisnu Klakahkasihan Tuai Pujian dari Ketua MWC-NU

    • calendar_month Ming, 9 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 422
    • 0Komentar

    GEMBONG – pcnupati.or.id – Tarling (Tarawih Keliling) MWC-NU Kecamatan Gembong putaran terakhir, berlangsung malam ini. Kegiatan yang disinergikan dengan Forkopimcam tersebut finish di Masjid Fathur Rohman, Dukuh Gondoriyo, Desa Klakahkasihan, Kecamatan Gembong. Bukan hanya Tarawih, diujung acara tersebut juga diisi dengan tausyiyah dan santunan. Hal ini juga dilaksanakan pada malam-malam sebelumnya. “Alhamdulillah ini berkat Lazisnu. […]

expand_less