Madrasah di Pati Ramai-ramai Tolak MBG saat Puasa, Salafiyah Kajen: Bikin Mokel
- account_circle admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 8.671
- comment 0 komentar

Pati – Madrasah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah ramai-ramai menolak pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan alias bulan puasa. Alasannya, pembagian MBG berpotensi membuat siswa mokel atau membatalkan puasa.
Waktu pembagian MBG selama Ramadan ini sama dengan hari-hari biasanya, mulai pagi hingga menjelang adzan dzuhur. Namun menu yang dibagikan berbeda.
Bila hari biasa menu yang dibagikan yakni menu makanan basah, seperti nasi dan berbagai lauknya. Saat Ramadan, menu yang dibagikan menu kering agar bisa disantap siswa saat buka puasa.
Meskipun demikian, terdapat sejumlah madrasah dan sekolah yang menolak pembagian MBG selama Ramadan.
Sekolah yang menolak MBG di antaranya, Yayasan Salafiyah Kajen dan Yayasan Al Makruf Hadiwijaya. Kedua yayasan tersebut membawahi sejumlah sekolah. Mulai RA (setingkat TK), MI, MTs, MA hingga SMK.
Lalu, madrasah yang berada di naungan Yayasan Pendidikan Islam Manahijul Huda Ngagel (Yapim) dan MTs Raudlotul Falah Mboro Desa Sitiluhur.
Ketua Umum Yayasan Salafiyah Kajen Pati, KH Ubaidillah Wahab mengakui keputusan ini dilakukan untuk menjaga siswanya agar tidak membatalkan puasa alias mokel.
”Iya (tidak menerima selama Ramadan) untuk menjaga supaya ibadah Ramadan-nya tidak terganggu dengan MBG. Agar tak membatalkan puasa,” ujar dia, Senin (23/2/2026).
Kiai Ubaid mengaku semua sekolah yang berada di bawah yayasannya tak menerima MBG selama Raja. Dirinya pun tak bertanggungjawab bila ada SPPG yang nekad mendistribusikan MBG ke sekolahnya.
”Semua tingkatan. Dari RA sampai MA. Kalau ada yang mblelo ya itu urusannya sendiri. Karena kami tak bekerja sama dengan SPPG mana pun (selama Ramadan),” tutur dia.
Ia mengaku tak mempunyai opsi pembagian MBG selama Ramadan. Termasuk kemungkinan pembagian saat sore menjelang berbuka puasa. Menurutnya, hal itu tak memungkinkan lantaran madrasah di tempatnya sudah pulang saat siang hari.
”Kalau sore siapa nanti karena madrasah itu pulangnya tidak sampai sore. Tidak ada saran saya. Yang penting di yayasan kami terjaga baik ibadah puasanya. Namanya madrasah basic-nya Ponpes,” tutur dia.
Sekitar kurang dari 3 ribu siswa di sekolahnya pun dipastikan tak mendapatkan MBG selama bulan suci Ramadan.
”Total ada kurang lebih hampir 3 ribuan siswa,” tandas dia.
Sementara, Korwil MBG Wilayah Pati, Ahmad Khoirul Basar pun merespon. Menurutnya, penolakan MBG selama Ramadan merupakan hak pihak sekolahan. Pihaknya pun tidak bisa berbuat banyak.
”Itu kan kebijakan sekolah, karena libur. Boleh saja bila ada penolakan selama Ramadan khawatir batalnya anak-anak itu diperbolehkan,” ujar dia, Senin (23/2/2026).
Saat ini pihaknya baru mendapatkan laporan dua yayasan yang menolak MBG. Yakni Yayasan Salafiyah Kajen dan Yayasan Al Makruf Hadiwijaya.
”Dari pihak sekolahan membuat surat tak menerima MBG selama Ramadan aja. Di Margoyoso saja,” kata dia.
Sementara penolakan MBG di sejumlah sekolahan lainnya, pihaknya belum mendapatkan laporan.
”Di Ngagel belum, di Kayen juga belum masuk laporan. Baru di Margoyoso saja dari PAUD sampai MA-nya,” tutur dia.
Meskipun sejumlah sekolah ramai-ramai menolak MBG, oprasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap berjalan. SPPG yang bersangkutan tetap melayani pemenuhan gizi di sekolah yang masih menerima.
”Ndak ada pengalihan. Yang bisa dilayani saja,” tandas dia.
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar