Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Inisnu Lestarikan Nyadran, Ketua PCNU Sebut “Ben Ora Kepaten Obor”

Inisnu Lestarikan Nyadran, Ketua PCNU Sebut “Ben Ora Kepaten Obor”

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 22 Feb 2025
  • visibility 658
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id-Temanggung – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1446 H tahun 2025, keluarga besar Kampus Hijau yang terdiri atas Inisnu Temanggung, Akper Alkautsar, TK/PAUD ELPIST, MI ELPIST, KBIHU Babussalam NU Temanggung menggelar Nyandran Kampus Hijau bertajuk “Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Mempererat Silaturahmi” pada Jumat (21/2/2025).

Kegiatan yang berlokasi di halaman rektorat Inisnu Temanggung itu dihadiri ratusan peserta dengan narasumber Ketua PCNU Temanggung KH. Muchamad Nurul Yaqin, Pengasuh Pondok Pesantren Ridho Allah Kaloran KH. Achmad Syafi Yahya, dan Ketua BPP dan YAPTINU Temanggung KH. Nur Makhsun.

Ketua BPP dan YAPTINU Temanggung KH. Nur Makhsun mengatakan bahwa nyadran tersebut merupakan inisiasi mahasiswa Inisnu dalam menyambut bulan suci Ramadan. “Benar kata pewara tadi, nyadran di komplek Kampus Hijau ini adalah nyadran pertama di Indonesia bahkan di dunia, kok ada kampus melaksanakan nyadran,” tegas dia usai pembacaan tahlil dan doa bersama.

Sebagai kampus di bawah NU, Inisnu maupun Akper Alkautsar senantiasa menjaga dan melestarikan tradisi Islam dan tradisi Jawa agar tidak kehilangan jati diri. Maka dalam kesempatan yang sama, semua siswa-siswi TK/PAUD ELPIST, MI ELPIST sebagai lembaga laboratorium di bawah program studi PIAUD dan PGMI INISNU Temanggung juga turu melaksanakan nyadran secara bersamaan.

Ketua PCNU Temanggung KH. Muchamad Nurul Yaqin menyampaikan bahwa di antara inti dari kegiatan nyadran adalah berkumpul dengan keluarga, berkumpul dengan tetangga untuk mendoakan kepada keluarga yang sudah meninggal.

“Apakah masih ada sesuatu yang bisa saya lakukan bagi kedua orang tua setelah meninggal? Ya salah satunya melalui nyadran ini, karena ini sebagai bukti kita untuk mendoakan mereka,” ujarnya.

Pihaknya juga menegaskan, bahwa nguri-nguri tradisi warisan ulama dan leluhur menjadi penting agar tidak kehilangan dan lupa asal. “Kalau dalam bahasa Jawa ya ‘ben ora kepaten obor’. Biar tidak tercerabut dari asalnya, dari akarnya,” tegas dia.

Dalam Islam sendiri, katanya, banyak sekali amaliyah mulai dari amaliyah harian, amaliyah mingguan, amaliyah bulanan, amaliyah tahunan. “Termasuk juga bulan Syakban, Ruwah atau Arwah yang menyarankan kita agar ingat leluhur dan mendoakannya,” beber pria yang akrab disapa Gus Nurul tersebut.

Pihaknya menegaskan bahwa semua badan otonom dan lembaga di bawah PCNU Temanggung terus melestarikan tradisi ala Ahlussunnah Waljamaah termasuk nyadran.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Ridho Allah Kaloran KH. Achmad Syafi Yahya mengatakan bahwa dari literatur yang dibaca, nyadran dan atau sadranan adalah murni tradisi Jawa. “Sebelum agama Hindu masuk, agama Buddha masuk, bahkan sebelum Islam masuk yang dibawa oleh para ulama dari Gujarat, dan Timur Tengah, nyadran sejak dulu sudah ada dan asli Jawa,” beber anggota DPRD Kabupaten Temanggung tersebut.

Ada dua poin penting dalam nyadran, menurut Gus Yahya, yaitu birrul walidain (berbuat baik kepada kedua orang tua) dan sedekah. Sebab, birrul walidain menjadi kewajiban setiap muslim dan diperintankah Allah di dalam Al-Qur’an surah Al-Isrā’ ayat 23-24 yang memerintahkan untuk berbuat baik kepada kedua orang tua.

“Dua hal inilah yang mengalahkan kehebatan para nabi, yaitu birrul walidain dan loman atau dermawan dalam sedekah yang itu menjadi inti dari nyadran,” tegas dia.

Pihakanya juga menceritakan Uwais al-Qarni, seorang tabi’in yang hidup di zaman Rasulullah yang akhirnya ia hidup mulia karena berbakti kepada ibunya. Begitu pula kisah Nabi Musa dan beberapa nabi lain yang sangat dikalhkan dengan birrul walidain dan sedekah. “Jangan pernah berharap surga kalau tidak birrul walidain,” tegas penulis buku Ngaji Toleransi tersebut.

Dari tausiyahnya, pihaknya berharap semua sivitas akademika Inisnu dan Akper Alkautsar dapat mengambil nilai-nilai nyadrah adalah nilai birrul walidain dan nilai sedekah.

Dalam kesempatan itu, hadir Wakil Katib PWNU Jawa Tengah Dr. KH. Muhammad Syakur, Rektor Inisnu Dr. Muh. Baehaqi, Wakil Rektor Dr. Hamidulloh Ibda, Direktur Akper Alkautsar Tri Suraning Wulandari, Kepala PAUD ELPIST, Kepala MI ELPIST, ratusan mahasiswa dan dosen. (*)

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by sarangib

    Padi Tumbuh dalam Kesunyian

    • calendar_month Sen, 3 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 436
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Dua tahun lalu hampir setiap pagi jika Aghza—anakku—bangun pagi, aku sering mengajaknya jalan-jalan ke pematang sawah. Dia tampak antusias setiap kali aku ajak ke persawahan. Sebelumnya dia minta dibuatkan susu dulu. Nanti susu yang dalam dot itu diminum pada saat kami melihat sawah. Terasa lebih nikmat, mungkin pikirnya. Aku bonceng […]

  • Jawab Krisis Pangan, Hasil Padi Kadang Tani Sarwotulus Capai 13 Ton

    Jawab Krisis Pangan, Hasil Padi Kadang Tani Sarwotulus Capai 13 Ton

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 475
    • 0Komentar

    Semarang – Kelompok tani Kadang Tani Sarwotulus (KTST) berhasil melaksanakan panen raya yang bertempat di desa Ketapang, kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang pada Sabtu pagi (21/9/2024). Hal itu terungkap dalam Panen Padi Organik Kadang Tani Sarwotulus Jawa Tengah yang merupakan panen raya edisi tahun ke lima hasil dari budidaya padi dengan pupuk organik. Kadang Tani Sarwo […]

  • Ibda Sebut AIfoR Hanya Asisten Berpikir, Bukan Pengganti Peneliti

    Ibda Sebut AIfoR Hanya Asisten Berpikir, Bukan Pengganti Peneliti

    • calendar_month Ming, 12 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 626
    • 0Komentar

    Temanggung — Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah berbantuan Kecerdasan Artifisial di Hotel Indraloka Temanggung, Sabtu (11/10/2025). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 12.00 WIB ini menghadirkan dua narasumber […]

  • PCNU-PATI

    NU dan Nasionalisme Kebangsaan

    • calendar_month Sab, 13 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Di tengah arus gerakan formalisasi syariat Islam pada era reformasi, Nahdlatul Ulama (NU) yang kita kenal membuat ketetapan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan bentuk final dari sistem kebangsaan di negri ini. Hal ini, sebagaimana telah ditetapkan dalam Muktamar NU ke-31 di Boyolali dan Solo 2004 tentang tausyiah Muktamar di […]

  • Twibon Harlah Fatayat NU Ke 71

    Twibon Harlah Fatayat NU Ke 71

    • calendar_month Kam, 25 Mar 2021
    • account_circle admin
    • visibility 458
    • 0Komentar

       Meriahkan harlah Fatayat NU Pati Ke 71 dengan Twibons Klik Linik       https://twb.nz/hutfatayatnuke71 Cara Memasang Foto Di Frame Twibons Harlah Fatayat NU Ke 71 1. Klik Link https://twb.nz/hutfatayatnuke71 2. Klik Pilih Foto 3. Atur Foto dengan cara menyentuh foto dan klik Pungkas  4. Klik Unduh untuk mendowload hasil twibons 5. Twibons sudah jadi

  • Keterangan foto: Ali Fatkhan, Anis Sholeh Ba’asyin dan Afthonul Afif dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman ‘Hikayat Negeri Berkabut’ yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Sabtu (19/4) kemarin.

    Suluk Maleman Menyoal Kritis di Dunia Abu Abu

    • calendar_month Ming, 20 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 502
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Dunia yang serba instan tak selalu memiliki dampak yang positif, tak jarang justru membuat manusia gagal menata akhlak. Padahal akhlak adalah elemen penting manusia, baik sebagai pribadi mau pun dalam bermasyarakat dan berbangsa. Topik mendalam itu dibahas dalam Suluk Maleman edisi ke-160 yang digelar di rumah Adab Indonesia Mulia pada Sabtu (19/4) dengan tema […]

expand_less