Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Inisnu Lestarikan Nyadran, Ketua PCNU Sebut “Ben Ora Kepaten Obor”

Inisnu Lestarikan Nyadran, Ketua PCNU Sebut “Ben Ora Kepaten Obor”

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 22 Feb 2025
  • visibility 589
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id-Temanggung – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1446 H tahun 2025, keluarga besar Kampus Hijau yang terdiri atas Inisnu Temanggung, Akper Alkautsar, TK/PAUD ELPIST, MI ELPIST, KBIHU Babussalam NU Temanggung menggelar Nyandran Kampus Hijau bertajuk “Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Mempererat Silaturahmi” pada Jumat (21/2/2025).

Kegiatan yang berlokasi di halaman rektorat Inisnu Temanggung itu dihadiri ratusan peserta dengan narasumber Ketua PCNU Temanggung KH. Muchamad Nurul Yaqin, Pengasuh Pondok Pesantren Ridho Allah Kaloran KH. Achmad Syafi Yahya, dan Ketua BPP dan YAPTINU Temanggung KH. Nur Makhsun.

Ketua BPP dan YAPTINU Temanggung KH. Nur Makhsun mengatakan bahwa nyadran tersebut merupakan inisiasi mahasiswa Inisnu dalam menyambut bulan suci Ramadan. “Benar kata pewara tadi, nyadran di komplek Kampus Hijau ini adalah nyadran pertama di Indonesia bahkan di dunia, kok ada kampus melaksanakan nyadran,” tegas dia usai pembacaan tahlil dan doa bersama.

Sebagai kampus di bawah NU, Inisnu maupun Akper Alkautsar senantiasa menjaga dan melestarikan tradisi Islam dan tradisi Jawa agar tidak kehilangan jati diri. Maka dalam kesempatan yang sama, semua siswa-siswi TK/PAUD ELPIST, MI ELPIST sebagai lembaga laboratorium di bawah program studi PIAUD dan PGMI INISNU Temanggung juga turu melaksanakan nyadran secara bersamaan.

Ketua PCNU Temanggung KH. Muchamad Nurul Yaqin menyampaikan bahwa di antara inti dari kegiatan nyadran adalah berkumpul dengan keluarga, berkumpul dengan tetangga untuk mendoakan kepada keluarga yang sudah meninggal.

“Apakah masih ada sesuatu yang bisa saya lakukan bagi kedua orang tua setelah meninggal? Ya salah satunya melalui nyadran ini, karena ini sebagai bukti kita untuk mendoakan mereka,” ujarnya.

Pihaknya juga menegaskan, bahwa nguri-nguri tradisi warisan ulama dan leluhur menjadi penting agar tidak kehilangan dan lupa asal. “Kalau dalam bahasa Jawa ya ‘ben ora kepaten obor’. Biar tidak tercerabut dari asalnya, dari akarnya,” tegas dia.

Dalam Islam sendiri, katanya, banyak sekali amaliyah mulai dari amaliyah harian, amaliyah mingguan, amaliyah bulanan, amaliyah tahunan. “Termasuk juga bulan Syakban, Ruwah atau Arwah yang menyarankan kita agar ingat leluhur dan mendoakannya,” beber pria yang akrab disapa Gus Nurul tersebut.

Pihaknya menegaskan bahwa semua badan otonom dan lembaga di bawah PCNU Temanggung terus melestarikan tradisi ala Ahlussunnah Waljamaah termasuk nyadran.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Ridho Allah Kaloran KH. Achmad Syafi Yahya mengatakan bahwa dari literatur yang dibaca, nyadran dan atau sadranan adalah murni tradisi Jawa. “Sebelum agama Hindu masuk, agama Buddha masuk, bahkan sebelum Islam masuk yang dibawa oleh para ulama dari Gujarat, dan Timur Tengah, nyadran sejak dulu sudah ada dan asli Jawa,” beber anggota DPRD Kabupaten Temanggung tersebut.

Ada dua poin penting dalam nyadran, menurut Gus Yahya, yaitu birrul walidain (berbuat baik kepada kedua orang tua) dan sedekah. Sebab, birrul walidain menjadi kewajiban setiap muslim dan diperintankah Allah di dalam Al-Qur’an surah Al-Isrā’ ayat 23-24 yang memerintahkan untuk berbuat baik kepada kedua orang tua.

“Dua hal inilah yang mengalahkan kehebatan para nabi, yaitu birrul walidain dan loman atau dermawan dalam sedekah yang itu menjadi inti dari nyadran,” tegas dia.

Pihakanya juga menceritakan Uwais al-Qarni, seorang tabi’in yang hidup di zaman Rasulullah yang akhirnya ia hidup mulia karena berbakti kepada ibunya. Begitu pula kisah Nabi Musa dan beberapa nabi lain yang sangat dikalhkan dengan birrul walidain dan sedekah. “Jangan pernah berharap surga kalau tidak birrul walidain,” tegas penulis buku Ngaji Toleransi tersebut.

Dari tausiyahnya, pihaknya berharap semua sivitas akademika Inisnu dan Akper Alkautsar dapat mengambil nilai-nilai nyadrah adalah nilai birrul walidain dan nilai sedekah.

Dalam kesempatan itu, hadir Wakil Katib PWNU Jawa Tengah Dr. KH. Muhammad Syakur, Rektor Inisnu Dr. Muh. Baehaqi, Wakil Rektor Dr. Hamidulloh Ibda, Direktur Akper Alkautsar Tri Suraning Wulandari, Kepala PAUD ELPIST, Kepala MI ELPIST, ratusan mahasiswa dan dosen. (*)

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Bolak Balik Mundak

    • calendar_month Rab, 21 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” Kemarin sore saat saya melakukan perjalanan dari Bumi Mina ke kota Atlas dengan menggunakan travel langganan petugasnya berujar jika tarifnya naik menyesuaikan dengan harga bahan bakar yang sekarang sedang melabung tinggi. Saya hanya diam, mengangguk pertanda saya setuju. Akan tetapi orang yang di sebelah […]

  • Peradaban Minus Manusia

    Peradaban Minus Manusia

    • calendar_month Sel, 19 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 539
    • 0Komentar

    Pati. Genosida di Palestina adalah bukti terang-benderang betapa manusia tak lagi punya malu untuk memamerkan kebiadabannya. “Tidak hanya kehilangan rasa malu, tapi malah aktif mengembangkan beragam narasi untuk membendung empati publik internasional terhadap korban mereka. Mulai dari narasi tentang hak mempertahankan diri sampai anti-semitisme,” demikian ujar Anis Sholeh Ba’asyin dalam acara Ngaji NgAllah Suluk Maleman […]

  • Sakoma NU PWNU Jawa Tengah Siap Gelar Musda II

    Sakoma NU PWNU Jawa Tengah Siap Gelar Musda II

    • calendar_month Kam, 24 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 429
    • 0Komentar

      Semarang – Dalam rangka menyambung Musyawarah Darah (Musda) II, Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Pra Musda yang digelar pada Rabu malam (23/10/2024) secara virtual melalui Zoom Meeting. Kegiatan Pra Musda II ini diawali dengan pembukaan, tahlil, lagu Indonesia Raya dan Hime Pramuka, dilanjutkan sambutan sekaligus membuka acara Pra Musda […]

  • PCNU Pati Berikan Masukan tentang Kenaikan Pajak kepada BPKAD

    PCNU Pati Berikan Masukan tentang Kenaikan Pajak kepada BPKAD

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 594
    • 0Komentar

      Pati- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, mendatangi Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) setempat, Sabtu (19/7/2025). Mereka menyampaikan hasil kajian dari Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCNU  soal kanaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pati yang mencapai 250 persen pada tahun 2025 ini. Perwakilan dari PCNU Pati […]

  • Ngalap Berkah, Pelajar NU Rejoagung Ziarahi Makam Wali Semarang

    Ngalap Berkah, Pelajar NU Rejoagung Ziarahi Makam Wali Semarang

    • calendar_month Sab, 18 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 345
    • 0Komentar

      Rombongan peziarah IPNU-IPPNU Rejoagung menziarahi makam Kiai Sholeh Darat TRANGKIL – Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Desa Rejoagung, Trangkil mengadakan Ziarah Bareng ke beberapa makam para Wali di Semarang, yaitu makam Syekh Maulana Jumadil Kubro, Habib Hasan bin Thoha bin Yahya, dan Syekh Sholeh Darat, pada Kamis (16/12). Kegiatan ini diikuti sedikitnya 52 orang. Karim […]

  • Ulama Standar Ganda. Photo by Fabien Bazanegue on Unsplash.

    Ulama Standar Ganda

    • calendar_month Kam, 2 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 409
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Dari sekian juta orang islam di Indonesia, coba kita ambil sampel, 1.000 orang secara random. Lalu, kita kelompokkan siapa yang melakukan shalat tahajjud rutin. Golongan ke dua, shalat dhuha rutin dan golongan terakhir, yang tak pernah absen shalat lima waktu. Tentu jawabannya sudah bisa di prediksi. Kesalehan ritual bukan lagi sebuah […]

expand_less