Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » 3 Kriteria Pemimpin

3 Kriteria Pemimpin

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 2 Jan 2025
  • visibility 557
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Shalikhin*

“Jika tiga orang keluar untuk bepergian, maka hendaklah mereka mengangkat satu dari mereka sebagai pemimpin rombongan” (HR. Abu Dawud).

Hadits ini begitu menghujam dada, lantaran, penulis baru menyadari bahwa, ungkapan ini hanyalah satu pemantik. Sedangkan efek domino filolofisnya bisa begitu panjang.

Maksudnya, begini, Nabi menyabdakan hal remeh temeh itu, agar ummatnya berfikir, jika rombongan saja harus ada pemimpin, apalagi sebuah komunitas, organisasi, negara dan seterusnya. Setelah itu, muncullah pertanyaan, Bagaimana pemimpin yang baik? Apa saja yang harus dimiliki pemimpin? Ini domino effect filosofis pertama.

Kemudian muncul lagi sub-pertanyaan, bagaimana jika bawahannya bengini begitu? Apa yang dilakukan pemimpin dalam kondisi ini dan itu? Dan akan anda sub-sub pertanyaan yang terus menyambung dari pertanyaan sebelumnya.

Sebenarnya Nabi Muhammad sudah menyertakan manual book dalam urusan leadership, misalnya “berikan amanah kepada yang ekspert di bidangnya”, “sebaik-baik pemimpin adalah yang dicintai dan mencintai kalian” dan seterusnya.

Dari hadits pertama saja sudah jelas bahwa, leader yang baik seharusnya memiliki tiga kriteria wajib yang tidak boleh ditawar, yaitu: personality (kepribadian), capability (sesanggupan) dan ability (kemampuan) (Wahjosumudjo, 1987).

Pertama, kepribadian. Kepribadian seperti halnya emanasi. Sifat-sifat leader akan luntur dan mewarnai secara dominan kultur organisasi.

Bagaimana wajah organisasi, biasanya sinkron dengan kepribadian leader. Apakah dia humble, demokratis, oportunis, agresif, diktator atau bahkan penjilat, sebagian besar (untuk tidak mengatakan semua) elemen organisasi akan tertular kepribadian leader.

Ke dua, kesanggupan atau kapabilitas. Kriteria ini juga very very important untuk dimiliki seorang leader. Dengan menyanggupi sebuah jabatan, maka seseorang seharusnya bisa bertanggungjawab dengan apa yang dibebankan kepadanya.

Ke tiga, kemampuan. Yaps! Kriteria terakhir ini ancap kali diabaikan oleh kebanyakan kita, warga plus 62. Orang orang dengan Ability nol, bisa jadi detempatkan di pos-pos penting, hanya dengan modal kedekatan emosional, ABS (asal bapak suka) dan retorika ‘menjual diri’ yang indah mempesona.

Bisa juga mereka kokoh dalam kepribadian, sanggup menerima jabatan dan memiliki kemampuan yang bagus di satu bidang. Hanya saja, tidak ditempatkan sesuai dengan kemampuannya. Misalnya, pengusaha dari keluarga kaya raya yang disuruh mengurusi pendidikan di Indonesia.

Banyak komunitas, organisasi, lembaga, instansi atau badan yang ada di negara kita, melalaikan posisi ability sebagai salah satu kerangka membangun organ yang kokoh. Hasilnya, orang-orang dengan kemampuan Omdo (omong doang) ditempatkan di lokasi yang membutuhkan kerja nyata, bukan sekadar retorika. Dengan demikian, tidak ada konektifitas antara ability yang dimiliki dengan jabatan yang diemban.

Endingnya, roda kepemimpinan melemah. Ditambah lagi, untuk terlihat keren dan berwibawa, orang-orang dengan ability rendah biasanya hanya bisa suruh ini-itu dan menyalahkan sana-sini tanpa bisa memberikan solusi.

Tentu pola semacam ini harus kita hindari. Sudah saatnya kita bangkit, era Ordal (orang dalam), Jastip (jasa titip) jabatan harus kita buang jauh-jauh demi terwujudnya Indonesia yang bukan hanya terlihat keren tapi juga memiliki nilai jual berkat kualitas bukan berkat provider Jastip.

*penulis merupakan Mudir di Ponpes Shofa Az Zahro Gembong-Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Potong Masker Ludes Sekejap

    Ratusan Potong Masker Ludes Sekejap

    • calendar_month Rab, 15 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 452
    • 0Komentar

    Proses briefing yang disampaikan oleh Maulana Luthfi Karim, ketua Kader Penggerak NU Gembong dan pihak kepolisian sebelum pembagian masker GEMBONG-Kader Penggerak NU (KPNU) Kecamatan Gembong menggelar aksi solidaritas. Kegiatan ini dilaksanakan di Pasar Gembong, Rabu (15/4) pagi tadi. Aksi yang dilakukan adalah membagi sejumlah masker kepada para pengunjung dan pedagang pasar. Sedikitnya ada 400 potong […]

  • Bedah Buku Mbah Sahal dan Perjalanan Intelektualnya

    Bedah Buku Mbah Sahal dan Perjalanan Intelektualnya

    • calendar_month Jum, 7 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 574
    • 0Komentar

    MARGOYOSO – “Mbah Sahal dan Perjalanan Intelektualnya” menjadi tema bedah Buku Perpustakaan Mathali’ul Falah bekerjasama dengan Pusat Studi Pesantren dan Fiqh Sosial (PUSAT FISI) IPMAFA Jum’at, 7 Februari 2020. Bertempat di auditorium PIM Gedung Banat, acara ini menghadirkan Ibu Tutik Nurul Janah, MH Direktur PUSAT FISI yang sekaligus menantu Kiai Sahal Mahfudh, sebagai narasumber. Acara […]

  • PCNU-PATI

    Risalah Ahlussunah Wal Jama’ah

    • calendar_month Jum, 2 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 596
    • 0Komentar

    Mencermati kitab Risalah Ahlissunnah wal Jamaah karya Kiai Muhammad Hasyim Asy’ari, kita akan mengetahui bahwa penulisannya dilatarbelakangi oleh munculnya gerakan modernisme Islam di Indonesia. Menurut Andrée Feillard (2009:6) kaum modernis membentuk organisasi yang dikenal seperti Muhammadiyyah (1912), Al-Irsyad (1915), dan Persatuan Islam (1923). Gerakan ini menurutnya adalah gerakan kedua yang harus dihadapi kaum muslimin Ahlussunnah […]

  • 70 Kiai Pati Bahas Wacana Perda Pesantren

    70 Kiai Pati Bahas Wacana Perda Pesantren

    • calendar_month Ming, 16 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 486
    • 0Komentar

    Tujuh puluhan kiai hadiri halaqoh untuk membahas Perda Pesantren  MARGOYOSO – Rabithatul Maahid Islami (RMI) NU berkolaborasi dengan Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengadakan Halaqoh Pengasuh Pesantren menggagas Perda Pesantren di Pati. Ketua RMI NU Pati, KH. Liwauddin menegaskan bahwa Peraturan Presiden no. 82 tahun 2021 mrncantumkan pasal yang mengatur pendanaan pesantren dari […]

  • Branding Lembaga Pendidikan Ma’arif Bisa Manfaatkan Meme, Video, Lagu

    Branding Lembaga Pendidikan Ma’arif Bisa Manfaatkan Meme, Video, Lagu

    • calendar_month Rab, 4 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 483
    • 0Komentar

    Semarang – Dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus Part 6 bertajuk “Gerakan Literasi Digital”, narasumber Tim GLM Plus dan Direktur Mikopedia, Miftakhul Khoiri, menegaskan bahwa branding sekolah dan madrasah Ma’arif NU sangat ditentukan oleh meme, gambar, video, maupun lagu. Hal itu dipaparkannya dalam Diklat GLM Part 6 Selasa (3/12/2024) melalui Zoom […]

  • PAC Ansor Batangan Miliki Pengurus Baru

    PAC Ansor Batangan Miliki Pengurus Baru

    • calendar_month Sen, 15 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 523
    • 0Komentar

    BATANGAN- Gerakan Pemuda Ansor Kec. Batangan Kab. Pati sukses menggelar Konferensi Anak Cabang (Konferancab), Senin (15/7) malam. Kegiatan yang diselenggarakan di gedung TPQ Masjid Baitul Makmur Gadel, Batangan berhasil memilih ketua baru. Pelaksanaan Konferensi Anak Cabang (Konferancab) Gerakan Pemuda Ansor Batangan berlangsung tertib dan damai itu menghasilkan nama Darno sebagai pemimpin baru PAC Ansor Kec. […]

expand_less