Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Pahala

Pahala

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 20 Mar 2024
  • visibility 476
  • comment 0 komentar

Oleh : Niam At Majha

Bulan puasa sudah memasuki pekan kedua. Tentu kita sudah merasakan tentang dahaga dan lapar; menahan emosi dan lain seterusnya. Bulan penuh berkah katanya para pemuka agama; bulan penuh pahala yang mengalahkan seribu bulan. Dan pada bulan ini semua orang telah menobatkan apabila dirinya adalah yang mendapatkan banyak pahala. Bahkan banyak yang mengemukakan untuk berlomba-lomba mencari pahala. Sehingga lupa sebagai manusia yang hidup di bumi akan tetapi telah berubah menjadi Tuhan yang bisa mengatur si A akan ke neraka dan si B akan masuk surga. Begitulah adanya.

Tentang pahala tentu bukan kita yang menentukan akan tetapi Tuhan semesta alam yang menentukan semua yang akan kita jalani lakukan akan mendapatkan pahala kelak setelah kehidupan di dunia ini. Sehingga tugas kita ketika berada di dunia ini yaitu berusaha menjadi manusia seutuhnya. Berlaku sewajarnya ketika puasa dan menghadapi berbuka pun seadanya; toh kapasitas perut kita pun cukup satu piring saja.

Sedangkan yang selama ini yang telah saya dan teman saya lakukan yaitu ketika menghadapi berbuka semua menu makanan dikupulkan menjadi satu; ada es ada sayur ada lauk dan pauk beraneka ragam; bahkan ketika akan berbuka saja pun bingung karena banyaknya menu. Itu berbuka puasa apakah balas dendam karena seharian telah di tahan dahaga dan laparnya.

Padahal untuk mendapat sebuah pahala di bulan puasa ini sangatlah mudah. Dan amat sederhana yaitu salah satu diantaranya adalah mengurangi keinginan meminum dan memakan apa saja saat berbuka puasa. Mengurangi mengupload aneka menu makanan di media sosial kita baik di Whatsapp. Dengan maksud dan tujuan bahwa dibelahan sana ada saudara kita sebagai manusia ada yang kurang beruntung dengan apa yang kita punyai saat ini.

“Media-media sosial saya sendiri kenapa banyak yang sewot”

Saya pernah membaca postingan tersebut di salah satu media sosialnya seseorang. Saya kira orang tersebut lupa apabila media sosial adalah ruang pribadi yang publik. Dari situ kita bisa mendapatkan beragam pahala apabila kita bijak dalam mengggunakan jari kita ketika dipergunakan untuk menulis sesuatu. Begitu pula sebaliknya.

“Mas…mas sebenarnya Anda ini mau nulis pahala dari sudut pandang siapa? Pemuka agama yang ketika habis selesai menjelaskan surga dan neraka serta pahala dan dosa harus terselip paperline ketika bersalaman dan mengucapakn terima kasih”

Saat mendapatkan pernyataan tersebut saya hanya diam sesaat. Yang saya tulis ini merupakan bagian sedikit bagaimana kita menjadi manusia seutuhnya saling menghargai dan saling berbagi meskipun sekuatnya. Kalau bahasa kerennya adalah menjadi manusia yang memanusiakan manusia.

“Memang bisa mas…….?”

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa Jogja Adakan Sarasehan Bahas Tasawuf Weton

    Mahasiswa Jogja Adakan Sarasehan Bahas Tasawuf Weton

    • calendar_month Sen, 13 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 477
    • 0Komentar

    Gus Luthfi Mustofa (paling kiri) semangat memberikan materi ‘Tasawuf Weton’ dibawah bendera Matan. YOGYAKARTA – Mahasiswa Ahlut Thariqoh Al Mu’tabaroh an Nahdliyyah (MATAN) Yogyakarta menggelar Rotiban dan sarasehan di Selasar Masjid Kampus UIN Sunan Kalijaga Yigyakarta, Sabtu (11/12) lalu.  Acaara bertajuk ‘Majelis Lidz-Dzikr Rotib al Haddad dan Sinau Bareng’ tersebut merupakan agenda rutin Matan. Tema […]

  • PCNU-PATI

    Mustasyar PWNU Jateng KH Ahmad Wafat

    • calendar_month Rab, 24 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 430
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Kabar duka menyelimuti warga Nahdliyin di Jawa Tengah. Pasalnya KH Ahmad (88), mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah meninggal dunia, pada Selasa (23/5/2023) pukul 08.25 WIB. Almarhum dimakamkan di Desa Sirahan, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati.  Semasa hidup, Mustasyar PWNU Jateng ini dikenal sebagai pribadi yang disiplin dan aktif dalam berorganisasi.  Keponakan […]

  • Ngaji Bareng Lakpesdam NU Pati

    Ngaji Bareng Lakpesdam NU Pati

    • calendar_month Kam, 19 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 394
    • 0Komentar

    Pati. Pengurus Lakpesdam NU Pati mengadakan Ngaji bareng dengan membedah Kitab Risalah Ahlus Sunnah wal Jama’ah dengan mendatangkan  narasumber lulusan Sudan yaitu Taufiq Zubaidi, M.A bertempat di Darul Hadlonah-Waturoyo, 3/8 kemarin malam. “Mulai per Agustus ini mempunyai agenda baru yaitu ngaji bareng, lebih tepatnya bedah buku-buku yang berkaitan dengan NU, Aswaja dan pemikiran Islam atau […]

  • NU PEDULI MWCNU Tambakromo Serahkan Donasi ke Posko Induk NU Peduli PCNU Kabupaten Pati

    NU PEDULI MWCNU Tambakromo Serahkan Donasi ke Posko Induk NU Peduli PCNU Kabupaten Pati

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.956
    • 0Komentar

      NU Peduli MWCNU Tambakromo menyerahkan bantuan donasi kepada Posko Induk NU Peduli PCNU Kabupaten Pati pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan penyerahan donasi ini berlangsung di Posko Induk NU Peduli PCNU Kabupaten Pati dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Donasi diserahkan langsung oleh Nasir selaku Ketua NU Peduli MWCNU Tambakromo dan diterima oleh admin […]

  • Mengelola Energi Kreatif Pegiat Lesbumi Dalam Berkesenian dan Berkebudayaan

    Mengelola Energi Kreatif Pegiat Lesbumi Dalam Berkesenian dan Berkebudayaan

    • calendar_month Sab, 2 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 683
    • 0Komentar

    Oleh : M. Syafii Pahlevi Menghidupkan spirit berkesenian dan berkebudayaan meniscayakan adanya beberapa unsur pendukung, selain kemampuan praksis personal juga ditopang oleh penerimaan masyarakat pendukungnya. Sehingga hal ini memerlukan beragam gagasan yang saling bersinergi, yang kemudian dikolaborasikan menjadi satu gerakan atau perhelatan yang menyatu. Selain itu, kebutuhan adanya resource atau sumber daya penunjang bagi kegiatan […]

  • PCNU - PATI

    Islam dan Liberalisme

    • calendar_month Kam, 28 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 465
    • 0Komentar

    Buku Islam dan Liberalisme ini menggambarkan perkembanganpaling mutakhir pemikiran Islam global, maupun pemikiran Islamdi Indonesia. Sebagai sebuah cara berdiskursus, liberalisme bukanlahhal yang asing dalam sejarah pemikiran Islam. Sudah sejak masaklasik para pemikir Muslim menghasilkan pemikiran-pemikiran yangsangat liberal dan terbuka pada perkembangan zamannya. Baik itupemikiran yang diambil dari tradisi fi lsafat Yunani, sains Persia, maupunmistisisme India. […]

expand_less