Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Penulis dan Pejalan Kaki

Penulis dan Pejalan Kaki

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 26 Feb 2024
  • visibility 423
  • comment 0 komentar

Oleh: M. Iqbal Dawami

Aku, yang selalu terpaku pada layar dan tumpukan buku, menyulam kata demi kata, sering kali lupa bahwa tubuh ini juga butuh gerak dan ruang untuk bernapas. Hari demi hari, aku terjebak dalam rutinitas yang sama: duduk berjam-jam, mengolah pikiran yang tak pernah berhenti berputar, mencoba menerjemahkan kerumunan ide menjadi kalimat-kalimat yang mampu menyentuh jiwa pembaca.

Namun, tanpa kusadari, kebiasaan ini perlahan mengikis kesehatan fisikku. Aku mulai merasakan gejala: rasa tidak nyaman yang terkadang muncul, pertanda awal dari penyakit yang dikenal sebagai ambeien.

Aku sempat mengabaikannya, menganggapnya sebagai bagian tak terelakkan dari pengorbanan yang harus kubayar sebagai penulis. Namun, kenyataan tidak bisa lebih jauh dari itu. Penyakit ini adalah peringatan dini dari tubuh yang terlalu lama diabaikan. Aku mendengar cerita dari sesama penulis, beberapa bahkan menderita penyakit yang lebih serius, seperti masalah ginjal dan serangan jantung, karena gaya hidup yang sama.

Sadar akan risiko yang terus mengintai, aku pun memutuskan untuk mengubah gaya hidupku. Aku menyadari, tak ada gunanya memiliki pikiran yang tajam dan kata-kata yang indah jika tubuh ini tak lagi mampu mendukungnya. Maka, aku memilih jalan kaki sebagai langkah awal perubahan itu.

Aktivitas yang tampak sederhana ini, ternyata membawa perubahan besar dalam kehidupanku. Setiap pagi, sebelum dunia disibukkan oleh rutinitasnya, aku menyisihkan waktu setengah jam untuk berjalan kaki. Langkah kaki yang teratur di pinggir sawah, menghirup udara segar, perlahan-lahan memulihkan keseimbangan antara jiwa dan raga. Kejernihan pikiran yang kudapat selama berjalan kaki menjadi sumber inspirasi baru dalam tulisanku.

Perubahan ini mungkin terlihat sepele bagi sebagian orang, namun bagiku, ini adalah sebuah penentu keseimbangan: kesehatan dan produktivitas. Aku belajar bahwa menjadi penulis bukan hanya tentang bagaimana aku mengolah kata, tetapi juga tentang bagaimana aku merawat diri sendiri, sehingga aku bisa terus menulis.

Jalan kaki pagi hari bukan sekadar olahraga, melainkan juga meditasi, waktu dimana aku bisa berdialog dengan diri sendiri, merenungkan ide-ide, dan kembali ke depan komputer dengan pikiran yang lebih terbuka dan hati yang lebih ringan.

Inilah cerita tentang bagaimana aku menemukan keseimbangan antara dunia kata-kata dan kebutuhan fisik, melalui langkah-langkah kecil yang setiap hari kujalani.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    LBH Ansor Pati Gelar Road Show Hukum untuk Pelajar dan Santri

    • calendar_month Sab, 10 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 333
    • 0Komentar

    PATI – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda Ansor Pati adakan safari penyuluhan hukum ke sembilan sekolah/madrasah dan pesantren di Kabupaten Pati. Hal ini dilakukan untuk membekali para siswa tentang kesadaran hukum. Sehingga siswa adapat menghindari tindakan kriminal, salah satunya bullying atau perundungan. Ketua LBH Ansor Pati, Luqmanul Hakim mengungkapkan, penyadaran hukum memang harus masif […]

  • Jika Kematian Menjadi Impian

    Jika Kematian Menjadi Impian

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 433
    • 0Komentar

    Kehidupan dan kematian adalah kepastian dan titah Allah bagi semua umat manusia di dunia ini. Kematian merupakan misteri dan momok bagi kebanyakan orang. Tak jarang dari mereka yang lari ketakutan dengan berbagai alasan karena menghindari kematian. Benarkah kematian itu menakutkan, atau justru kematian adalah kenikmatan?Buku karya Prof. Dr. M. Qurasy Shihab ini menjelaskan tentang hakikat hidup […]

  • Ansor Pati Mantapkan Kader Penggerak

    Ansor Pati Mantapkan Kader Penggerak

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2015
    • account_circle admin
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Pati, NU Online Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Pati melaksanakan kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL), Ahad (19/4). Kegiatan dilaksanakan di Wisma PTPN Jolong, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Menurut Ketua PC GP Ansor Pati, Imam Rifa’i, PKL bertema “Membangun Kader Militan yang Berwawasan Kebangsaan” itu bertujuan mempersiapkan kader militan ditingkat pengurus […]

  • Sisi Kontroversi Zakir Naik

    Sisi Kontroversi Zakir Naik

    • calendar_month Sen, 17 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 518
    • 0Komentar

    DR. Zakir Naik, begitulah panggilan sosok yang menjadi viral akhir-akhir ini di dunia maya. Ia adalah seorang dokter sekaligus pendakwah (pembicara dalam masalah keagamaan) hebat. Namanya kini mulai diperbincangkan dunia. Hampir semua orang dari seluruh pelosok dunia mengenalnya setidaknya pernah mendengar nama dan kehebatan dakwahnya. Kehebatan dakwahnya telah berhasil mengislamkan ratusan ribu nonmuslim. Tidak hanya […]

  • Selamatkan Kader NU dari Ideologi Radikal

    Selamatkan Kader NU dari Ideologi Radikal

    • calendar_month Jum, 26 Mei 2017
    • account_circle admin
    • visibility 332
    • 0Komentar

    Pati. Lembaga Pendidikan Ma’arif NU mengadakan seminar terkait ideologi Radikal, acra bertempat di gedung NU lantai 3 dengan menghadirkan pemateri Dr. Jamal Makmur Asmani, 21/5 kemarin. Dr. Jamal menjelaskan, Kader kader muda NU harus diselamatkan dari bahaya ideologi radikal yang terus menyerang kader bangsa. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, Pertama, mengokohkan paham Aswaja Annahdliyyah […]

  • PCNU-PATI

    Gambang Rancag Perlu Dilestarikan Karena Nyaris Lenyap

    • calendar_month Sen, 28 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 379
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Jakarta, Senin, 28 Agustus 2023,-  Kehadiran empat buku antologi puisi Penyair Nusantara, Jakarta, dan Betawi sejak tahun 2019 sampai tahun 2023, semoga tak berhenti ditahun ini.Bisa saja ditahun depan ada gagasan dengan tema lain, misalnya Jakarta Pasca Pemilu tahun 2024,” ujar Nanang R.Supriyatin, Ketua Penyelenggara peluncuran buku Antologi Puisi Penyair Nusantara, Jakarta, dan Betawi 4 […]

expand_less