Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Penulis dan Pejalan Kaki

Penulis dan Pejalan Kaki

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 26 Feb 2024
  • visibility 370
  • comment 0 komentar

Oleh: M. Iqbal Dawami

Aku, yang selalu terpaku pada layar dan tumpukan buku, menyulam kata demi kata, sering kali lupa bahwa tubuh ini juga butuh gerak dan ruang untuk bernapas. Hari demi hari, aku terjebak dalam rutinitas yang sama: duduk berjam-jam, mengolah pikiran yang tak pernah berhenti berputar, mencoba menerjemahkan kerumunan ide menjadi kalimat-kalimat yang mampu menyentuh jiwa pembaca.

Namun, tanpa kusadari, kebiasaan ini perlahan mengikis kesehatan fisikku. Aku mulai merasakan gejala: rasa tidak nyaman yang terkadang muncul, pertanda awal dari penyakit yang dikenal sebagai ambeien.

Aku sempat mengabaikannya, menganggapnya sebagai bagian tak terelakkan dari pengorbanan yang harus kubayar sebagai penulis. Namun, kenyataan tidak bisa lebih jauh dari itu. Penyakit ini adalah peringatan dini dari tubuh yang terlalu lama diabaikan. Aku mendengar cerita dari sesama penulis, beberapa bahkan menderita penyakit yang lebih serius, seperti masalah ginjal dan serangan jantung, karena gaya hidup yang sama.

Sadar akan risiko yang terus mengintai, aku pun memutuskan untuk mengubah gaya hidupku. Aku menyadari, tak ada gunanya memiliki pikiran yang tajam dan kata-kata yang indah jika tubuh ini tak lagi mampu mendukungnya. Maka, aku memilih jalan kaki sebagai langkah awal perubahan itu.

Aktivitas yang tampak sederhana ini, ternyata membawa perubahan besar dalam kehidupanku. Setiap pagi, sebelum dunia disibukkan oleh rutinitasnya, aku menyisihkan waktu setengah jam untuk berjalan kaki. Langkah kaki yang teratur di pinggir sawah, menghirup udara segar, perlahan-lahan memulihkan keseimbangan antara jiwa dan raga. Kejernihan pikiran yang kudapat selama berjalan kaki menjadi sumber inspirasi baru dalam tulisanku.

Perubahan ini mungkin terlihat sepele bagi sebagian orang, namun bagiku, ini adalah sebuah penentu keseimbangan: kesehatan dan produktivitas. Aku belajar bahwa menjadi penulis bukan hanya tentang bagaimana aku mengolah kata, tetapi juga tentang bagaimana aku merawat diri sendiri, sehingga aku bisa terus menulis.

Jalan kaki pagi hari bukan sekadar olahraga, melainkan juga meditasi, waktu dimana aku bisa berdialog dengan diri sendiri, merenungkan ide-ide, dan kembali ke depan komputer dengan pikiran yang lebih terbuka dan hati yang lebih ringan.

Inilah cerita tentang bagaimana aku menemukan keseimbangan antara dunia kata-kata dan kebutuhan fisik, melalui langkah-langkah kecil yang setiap hari kujalani.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Kubah

    • calendar_month Jum, 25 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Pada tahun 1977, sebuah cerita pendek yang berjudul Jasa-Jasa Buat Sanwirya memperoleh Hadiah Harapan Sayembara Kincir Emas Radio Nederlands Wereldomroep. Lalu pada tahun 1980, novel karangannya yang berjudul Kubah memenangkan hadiah Yayasan Buku Utama. Selanjutnya tiga novelnya yang berjudul Ronggeng Dukuh Paruk (1982), Lintang Kemukus Dini Hari (1985), dan Jentera Bianglala (1986) meraih hadiah Yayasan […]

  • Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

    Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

    • calendar_month Jum, 9 Okt 2015
    • account_circle admin
    • visibility 348
    • 0Komentar

    C.Tawadlu’       Tawadlu’adalah sikap mbah dullah yang juga menonjol.Konon,saat fisiknya masih kuat,setiap bulan  ramadan sesekali beliau menghidangkan santapan sahur hasil masakan sendiri dan tak mau dibantu.Ketika masih sehat,beliau memang terbiasa mengerjakan sendiri semua kebutuhan sehari-harinya : mulai menyiapkan makanan,minuman sampai dengan mencuci barang pecah belah dan pakaiannya sendiri.Bahkan bagi sebagian tamu-tamunya,sering kali beliau sendiri tak […]

  • PCNU - PATI

    Buku Pintar Aswaja

    • calendar_month Sab, 2 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 347
    • 0Komentar

    Didalam “Buku Pintar Aswaja” ini, Penulis membahas 21 pertanyaan terkait Ahlus Sunnah Wal Jamaah (ASWAJA) yang masih banyak dipertanyakan dikalangan umat islam indonesia. Islam yang masuk ke wilayah nusantara adalah islam yang menganut paham Aswaja. Sampai hari ini, paham Aswaja masih bertahan dengan kokoh yang bersikap tengah-tengah di kalangan umat islam tanpa bermaksud menyalahkan paham […]

  • PCNU-PATI

    Subsidi di Cabut, Bantuan Berebut

    • calendar_month Rab, 14 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Oleh: Niam At Majha Beberapa hari lalu, setelah kenaikan harga bahan bakar yang notabene memberatkan masyarakat menurut sebagian orang. Kini kantor pos dan balai desa ramai oleh orang orang yang mengantri untuk mengambil bantuan dari dampak BBM di paksa naik. Saya hanya mengamati, melihat hiruk pikuk tersebut, ada yang saling desak berdesakan, ada pula saling […]

  • PCNU-PATI Photo by Molly Blackbird

    Selamat Hari Perempuan Internasional

    • calendar_month Jum, 10 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Dua hari yang lalu kita baru saja merayakan hari perempuan internasional atau IWD. Tentu kita semua tahu bahwa sejarah adanya perayaan tersebut adalah sebab untuk memperjuangkan hak-hak perempuan. Namun faktanya sampai saat ini masih banyak kita jumpai hak-hak perempuan yang belum dipenuhi. Pada beberapa hari yang lalu, saya mendengarkan diskusi mbak […]

  • Naharul Ijtima” PCNU dan LTMNU Kab. Pati

    Naharul Ijtima” PCNU dan LTMNU Kab. Pati

    • calendar_month Sab, 17 Mei 2014
    • account_circle admin
    • visibility 481
    • 0Komentar

    Naharul Ijtima’ merupakan forum silaturahmi, koordinasi dan konsolidasi antara pengurus dan jama’ah Nahdlatul ‘Ulama yang dilaksanakan setiapsebulan sekali. Nahar artinya siang, sedangkan Ijtima’ artinya pertemuan. Pertemuan ini dilaksanakan pada waktu siang hari, biasanya waktunya ba’dal jum’at.  Kegiatan Naharul Ijtima’ ini sebagai pengganti tradisi Lailatul Ijtima’ yang dilaksanakan pada malam hari. Awalnya ini adalah kebiasaan para kiai […]

expand_less