Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Ad Maiora Natus Sum

Ad Maiora Natus Sum

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 29 Jan 2024
  • visibility 937
  • comment 0 komentar

Oleh: M. Iqbal Dawami

Di tengah-tengah kota Bandung, yang ramai dengan hiruk pikuk kehidupan modern, terdapat sebuah oasis keheningan dan warisan sejarah yang kaya, yaitu SMA Santo Aloysius. Didirikan pada tanggal 21 Juni 1930, sekolah Katolik ini merupakan saksi bisu perkembangan kota Bandung dari masa ke masa. Berdiri megah dengan arsitektur yang merefleksikan keanggunan masa lalunya, sekolah ini adalah salah satu yang tertua di Bandung. Kemegahan dan sejarah yang melekat pada SMA Santo Aloysius menjadikannya lebih dari sekadar institusi pendidikan; ia adalah simbol dari tradisi, keunggulan, dan nilai-nilai yang abadi.

Tahun lalu saya berkesempatan untuk mengunjungi tempat istimewa ini. Langkah pertama yang saya ambil di halaman sekolah langsung menyihir saya ke dalam suasana yang tenang dan memikat, jauh dari kebisingan kota. Di tengah halaman, saya disambut oleh sebuah patung besar menjulang tinggi. Patung tersebut adalah Santo Aloysius, pelindung sekolah dan figur yang sangat dihormati dalam komunitas Katolik.

Santo Aloysius, dengan riwayat hidupnya yang menginspirasi, seolah-olah membisikkan cerita kepada setiap orang yang meluangkan waktu untuk merenungkan perjalanannya. Meskipun ia sering dianggap memiliki kesamaan dengan seorang sufi dalam tradisi Islam karena dedikasinya yang luar biasa kepada Tuhan dan komitmennya untuk membantu sesama, Santo Aloysius memiliki ciri khas spiritualitasnya sendiri. Ungkapannya yang terkenal, “Ad maiora natus sum,” yang berarti “Untuk hal-hal besar aku dilahirkan,” menggema di seluruh penjuru sekolah, menginspirasi siswa dan pengunjung sama-sama untuk berpikir besar dan berusaha mencapai lebih.

Mengunjungi sekolah ini tidak hanya merupakan perjalanan fisik, tapi juga perjalanan spiritual, di mana saya diajak untuk merenungkan makna kehidupan yang lebih dalam. Di bawah patung Santo Aloysius, saya menemukan beberapa ungkapan yang menggugah jiwa. Salah satunya adalah, “Hidup bagai kerikil jatuh ke air, tampak berubah ke segala arah. Benih kebaikan tak ‘kan pernah mati, pasti berbuah dan membawa berkah.” Ungkapan ini, sederhana namun mendalam, mengingatkan kita semua bahwa tindakan kecil kita dapat menimbulkan gelombang perubahan yang besar.

Ungkapan “Hidup bagai kerikil jatuh ke air, tampak berubah ke segala arah. Benih kebaikan tak ‘kan pernah mati, pasti berbuah dan membawa berkah,” menggambarkan sebuah filosofi kehidupan yang sarat makna. Bagai kerikil kecil yang dilemparkan ke dalam kolam tenang, setiap tindakan kita, tidak peduli seberapa kecil, dapat menimbulkan riak yang bergerak melampaui batas yang kita bayangkan. Kerikil tersebut, meski kecil dan tampak tidak berarti, memiliki kekuatan untuk mengubah wajah air yang tenang menjadi kanvas dinamis dari gelombang yang menyebar ke segala arah.

Dalam konteks kehidupan sehari-hari, ungkapan ini mengajarkan kita tentang kekuatan dari tindakan kebaikan. Sebuah senyuman, kata-kata penyemangat, atau bahkan tindakan sederhana seperti mendengarkan, bisa menjadi kerikil yang kita lemparkan ke dalam kolam kehidupan seseorang. Kita mungkin tidak langsung menyaksikan dampak dari tindakan tersebut, tetapi gelombang yang dihasilkan dapat membawa perubahan signifikan dalam kehidupan orang lain.

Lebih jauh, ungkapan ini menekankan bahwa benih kebaikan tidak akan pernah mati. Ini adalah pengingat bahwa setiap perbuatan baik, tidak peduli seberapa kecil, memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar. Seperti benih yang ditanam dengan harapan, tindakan kebaikan memerlukan waktu, kesabaran, dan kondisi yang tepat untuk berkembang. Namun, sekali tumbuh, ia akan membawa berkah tidak hanya kepada orang yang melakukan kebaikan tersebut tetapi juga kepada komunitas yang lebih luas.

Pentingnya filosofi ini tidak hanya terbatas pada interaksi personal tetapi juga dapat diterapkan dalam lingkup yang lebih luas seperti dalam komunitas, tempat kerja, dan bahkan dalam konteks global. Dalam dunia yang sering kali dipenuhi dengan pesimisme dan konflik, mengadopsi prinsip bahwa setiap tindakan kecil kita dapat menginspirasi perubahan positif adalah cara yang kuat untuk membawa cahaya ke dalam kegelapan.

Ungkapan ini juga mengajak kita untuk merefleksikan kembali nilai-nilai dan prioritas kita dalam kehidupan. Dengan memahami bahwa kita semua memiliki kekuatan untuk mempengaruhi perubahan, kita diingatkan untuk bertindak dengan empati, kebaikan, dan tanggung jawab. Dalam setiap pilihan dan tindakan kita, terdapat kesempatan untuk menjadi pembawa perubahan yang positif.

Dengan demikian, ungkapan ini bukan hanya sebuah pepatah, melainkan sebuah panggilan untuk bertindak. Ini adalah undangan untuk masing-masing dari kita untuk mengambil bagian dalam menciptakan dunia yang lebih baik, satu kerikil kebaikan pada satu waktu. Di tengah kekacauan dan tantangan kehidupan, mari kita ingat bahwa kerikil kecil yang kita lemparkan hari ini dapat menjadi gelombang besar perubahan esok hari.

Kunjungan saya ke SMA Santo Aloysius adalah pengalaman yang tak terlupakan. Saya meninggalkan sekolah tersebut dengan hati yang lebih kaya dan pikiran yang terinspirasi. Di tengah-tengah dunia yang terus berubah dan sering kali menuntut, SMA Santo Aloysius berdiri sebagai mercusuar harapan, mengingatkan kita semua bahwa kita dilahirkan untuk hal-hal yang lebih besar, namun dimulai dari hal-hal kecil layaknya krikil. Saya ingin mengutipnya lagi ungkapan Santo Aloysius ini:

“Hidup bagai kerikil jatuh ke air, tampak berubah ke segala arah. Benih kebaikan tak ‘kan pernah mati, pasti berbuah dan membawa berkah. Ad maiora natus sum (untuk hal-hal besar aku dilahirkan).”

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berkat Koin NU, MWC Batangan Bangun Gedung Baru Senilai 2 Milyar

    Berkat Koin NU, MWC Batangan Bangun Gedung Baru Senilai 2 Milyar

    • calendar_month Ming, 12 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 429
    • 0Komentar

    K. Yusuf Hasyim (jongkok), dalam seremoni peletakan batu pertama pembangunan gedung MWC NU Kecamatan Batangan, Minggu (12/9) pagi. BATANGAN – Koin NU memberikan dampak besar bagi organisasi dan masyarakat luas. Di berbagai daerah, manfaat gerakan sosial ini telah dirasakan oleh banyak kalangan.  Mulai dari santunan paling sederhana, misalnya bantuan kemanusiaan untuk warga miskin, santunan yatim, […]

  • Momen HSN, Santri RF Tuntaskan 100 Khataman al Qur’an

    Momen HSN, Santri RF Tuntaskan 100 Khataman al Qur’an

    • calendar_month Rab, 23 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 468
    • 0Komentar

    GEMBONG-Yayasan Pendidikan Islam Raudlatul Falah (RF) Desa Bermi Kecamatan Gembong menggelar khataman al qur’an untuk merayakan Hari Santri Nasional (HSN) 2019. bukan khataman biasa, namun sebanya seratus kali khataman al qur’an bin nadlor digelar oleh yayasan asuhan KH. Ahmad Djaelani Al Hafidz ini. Pidato Dewan Pengurus Yayasan Raudlatul Falah Bermi oleh Astadi Aslam dalam rangka […]

  • Duet Mahasiswa IAIN Kudus Dan IPNU/IPPNU Juwana Sukses Gelar Training of Journalistic

    Duet Mahasiswa IAIN Kudus Dan IPNU/IPPNU Juwana Sukses Gelar Training of Journalistic

    • calendar_month Sen, 4 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 382
    • 0Komentar

    Salah satu pemantik sedang menyampaikan  materi dalam acara Trainning of Jurnalistic yang diselenggarakan oleh Tim KKN IAIN Kudus dan IPNU IPPNU Juwana JUWANA – PAC IPNU IPPNU Kecamatan Juwana sukses menggelar Training of Journalistic di Balai Desa Growong Lor, Minggu (3/10). Mengusung tema “Mencetak Tim Jurnalis  yang Berdedikasi dan Humanis”, kegiatan ini dapat terlaksana atas […]

  • PCNU-PATI

    Dosen INISNU Ajari Guru MI Buat Game GATEL

    • calendar_month Sel, 21 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 499
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-TEMANGGUNG – Bertempat di Ruang Rapat II Rektorat Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung, dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan INISNU Temanggung Hamidulloh Ibda melakukan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Peningkatan Kemampuan Guru MI dalam Mendesain Game GATEL melalui Program SAGU SAGA (Satu Guru Satu Game) pada Sabtu (18/3/2023). […]

  • Plt Bupati Pati Tak Larang Takbir Keliling Pakai Sound Horeg, Tapi...

    Plt Bupati Pati Tak Larang Takbir Keliling Pakai Sound Horeg, Tapi…

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.172
    • 0Komentar

      Pati – Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra tak melarang takbir keliling menggunakan sound horeg. Asalnya, bunyi sound horeg yang dinyalakan tidak menganggu masyarakat. Hal ini diungkapkan Chandra usai memberikan bantuan kesejahteraan bagi guru agama di Pendapa Kabupaten Pati. Ia menilai takbir keliling sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Kabupaten Pati untuk merayakan Idulfitri. Maka […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Jodoh Buat Bu Bidan Cantik

    • calendar_month Ming, 22 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 395
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Chapter 4 “Suami?” “Iya, dengar, Shanaya. Aku ….” “Stop! Jangan berani mendekat!” Kepala Shanaya tetiba terasa berdenyar. Tangannya terkulai lemas bagai pelepah daun pisang yang layu. Kakinya terasa meleot seperti karet gelang dan jantungnya menggelosor sampai ke ujung kaki. Wajahnya yang sepucat kapas masih beradu dengan wajah kusut dan kaku di […]

expand_less