Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Kiat Menulis untuk Orang Sibuk

Kiat Menulis untuk Orang Sibuk

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 2 Okt 2023
  • visibility 241
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

Seringkali saya mendengar orang ingin menulis tapi tidak punya waktu lantaran kesibukannya. Jadi bukan karena tidak bisa menulis, tapi karena tidak punya waktu untuk menulis. Sebetulnya patut disayangkan orang seperti ini, karena kendalanya bukan tidak bisa menulis, tapi karena faktor lain, yakni kesibukan. Fenomena ini bukan satu dua orang yang pernah saya temui, tapi banyak sekali. Seolah menjadi “penyakit” yang sama yang dirasakan oleh kebanyakan orang. 

Lantas, adakah solusinya bagi yang terpapar “penyakit” seperti di atas, yakni ingin menulis tapi tidak punya waktu lantaran kesibukan? Tentu saja ada. Bahkan saya yakin sebenarnya mereka punya jawabannya. Tapi, baiklah akan saya coba memberikan solusi bagi orang yang model seperti ini. Setidaknya berdasarkan pengalaman sendiri, karena saya sendiri pernah berada di posisi seperti itu.

Sewaktu di Yogyakarta, saya pernah menjadi orang kantoran, berangkat pagi pulang sore selama senin sampai jumat. Praktis saya tidak bisa menulis. Padahal sebelum kerja kantoran saya sudah terbiasa menulis nyaris tanpa kendala. Tapi, begitu jadi orang kantoran, saya nyaris tidak bisa menulis. Awalnya saya pikir malam hari bisa menulis, tapi ternyata tidak bisa. Pikiran dan badan sudah begitu letih, sulit untuk diajak berpikir. Inginnya tidur atau santai-santai saja, tidak mau memikirkan hal-hal berat, apalagi menulis. Sabtu dan minggu mestinya saya bisa menulis, tapi ternyata tidak bisa juga, karena bawaannya tetap ingin santai-santai, seperti olahraga dan jalan-jalan.

Saya tidak bisa seperti itu terus menerus. Pikiran dan tangan saya sudah gatal ingin menulis. Saya harus menyiasatinya. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Saya kemudian mendapatkan solusinya. Saya berpegang pada prinsip bahwa saya harus bisa menyempatkan diri untuk bisa menulis, kapan pun waktunya dan di mana pun tempatnya. Kalau tidak, saya tidak akan pernah menulis. Maka, dengan berpegang pada prinsip itulah saya mencari solusinya.

Akhirnya saya mendapatkan solusinya, yakni saya berangkat pagi sekali ke kantor. Biasanya pukul 7, kali ini berangkat pukul 6. Jalanan yang sepi membuat perjalanan begitu lancar dan durasi waktu sampai kantor tidak sampai setengah jam. Biasanya kalau berangkat pukul 7, sampai kantor bisa memakan waktu setengah jam lebih. Nah, karena berangkat pukul 6, aku sampai kantor pukul 6.30. Jam kerja pukul 8, jadi aku masih punya waktu 1,5 jam.

Saya tidak langsung ke kantor, tapi mencari warung makan atau warung kopi terlebih dahulu di sekitar kantor. Di situlah aku sarapan sambil menulis. Bagiku ini waktu terbaik untuk menulis, karena pagi hari pikiran masih fresh, dan badan masih segar bugar. Sekitar satu jam aku membaca, berpikir, dan menulis. Setidaknya aku bisa menghasilkan satu halaman spasi satu di MS Word. Lumayan. Ketika waktu sudah mendekati pukul 8, aku bergegas ke kantor.

Jadi kalau dirata-ratakan, aku menulis hanya 1 halaman setiap harinya. Memang sedikit, tapi kalau dilakukan setiap hari, itu bisa jadi berhalaman-halaman dan menjadi satu naskah buku. Itulah yang saya alami. Proses menulis setiap pagi berjalan berhari-hari, seolah menjadi SOP saya pas berangkat kerja. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, dan bulan berganti bulan. Taraa… akhirnya tulisan itu menjadi satu naskah.

Naskah itu kemudian saya diamkan saja. Saya tidak ada niat untuk menawarkannya ke penerbit. Hingga setelah saya resign, saya teringat dengan naskah saya. Saya baca ulang naskahnya, dan saya perbaiki lagi dengan tambal sulam. Dengan optimistis, saya kirim naskah saya ke penerbit Gramedia Pustaka Utama. Tidak ada satu bulan naskah saya diterima. Alhamdulillah.

Pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah saya di atas adalah pentingnya menyempatkan waktu untuk menulis. Terserah durasinya berapa. Jika memang sempatnya 10 menit, tidak masalah. Kemudian cari waktunya untuk menulis dan tepati. Pastikan waktunya tidak mengganggu waktu yang lain. Mungkin ada yang malam hari menjelang tidur, atau setelah bangun tidur. Atau bisa juga pas jam istirahat, yakni pukul dua belas siang, setelah shalat dan makan siang. Yang jelas, kita harus bisa menyempatkan waktu untuk menulis, kalau memang kita punya keinginan menulis.

Setelah itu, lakukanlah dengan istikamah. Tidak bisa tidak. Kalau hanya sesekali menulis, tulisan Anda tidak akan selesai-selesai. Walaupun sehari hanya satu paragraf, misalnya, tapi dilakukan setiap hari selama satu tahun, itu sudah menjadi banyak naskah buku. Jika tidak percaya, silakan praktikkan.

Kalau mau dibuat quote, bunyinya seperti ini:

“Jangan mencari waktu luang untuk menulis, karena belum tentu Anda gunakan dengan menulis. Tapi luangkanlah waktumu untuk menulis, niscaya waktu menulis akan selalu ada.” Seperti tulisan ini.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Single.Earth

    Keheningan

    • calendar_month Sen, 21 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Oleh : M Iqbal Dawami “Berdiam dirilah, tetap hening, dan dengarkanlah hatimu. Lalu, ketika hati itu bicara, beranjaklah, dan pergilah ke mana hati membawamu.” — Susanna Tamaro Perjalanan terkadang membosankan. Apalagi menempuh perjalanan jauh. Berjam-jam duduk di kendaraan, semisal bis ekonomi, banyak orang tersiksa. Kebosanan itu ditambah pula oleh hiruk-pikuknya pedagang asongan dan pengamen. Para […]

  • Porsema Tingkat Kabupaten Dihelat di 6 Titik

    Porsema Tingkat Kabupaten Dihelat di 6 Titik

    • calendar_month Sen, 14 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. Ketua PCNU Pati, KH. Yusuf Hasyim menjadi inspektur upacara dalam pembukaan Pekan Olah Raga dan Seni Ma’arif (Porsema) XII tingkat Kabupaten pati. Upacara tersebut digelar di MAN 1 Pati, Ahad (13/11) pagi. KH. Yusuf menandaskab bahwa agenda Porsema tingkat kabupaten adalah untuk menyaring atlet-atlet terbaik, yang nantinya dikirim ke tingkat provinsi, Februari mendatang. “Harapan […]

  • PCNU-PATI

    PC Lazisnu Pati, Bantu Korban Luka Bakar

    • calendar_month Kam, 17 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id PC Lazisnu Pati memberikan bantuan kepada korban luka bakar akibat minyak goreng panas di Desa Ngablak RT 03  RW 11, Kecamatan Cluwak Kabupaten Pati, Kamis (17/11/2022). Dalam hal ini pihak Lazisnu Pati yang diwakili oleh beberapa tim managerial turut serta menggandeng MWC Cluwak selaku wilayah tempat kejadian.  Saiful Huda selaku manager fundrising PC Lazisnu […]

  • PC IPNU Sowan ke MWC-NU Gembong

    PC IPNU Sowan ke MWC-NU Gembong

    • calendar_month Sel, 23 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 213
    • 0Komentar

    GEMBONG-Pengurus Cabang IPNU/IPPNU Pati secara masif menggalang keaktifan ditingkat bawah. Program utamanya adalah pembentukan pengurus sampai di tingkat ranting. Dari total 21 PAC di Kabupaten Pati, hanya Kecamatan Gembong yang belum memiliki Pengurus Anak Cabang IPNU/IPPNU. Koordinasi PC IPNU/IPPNU Pati dengan MWC-NU Gembong Oleh sebab itu, Selasa (23/7) sore, Pengurus Cabang IPNU/IPPNU melakukan silaturrohim di […]

  • 206 Mahasiswa Akan Dilepas untuk Mengabdi Kepada Masyarakat

    206 Mahasiswa Akan Dilepas untuk Mengabdi Kepada Masyarakat

    • calendar_month Jum, 19 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 300
    • 0Komentar

    PATI-Pengabdian merupakan salah satu tugas utama mahasiswa. Sebab, mahasiswa tidak hanya berkecimpung di dunia akademik saja nantinya. Sebagai agen perubahan, skill bersosialisasi wajib dimiliki oleh segenap mahasiswa guna menyerap aspirasi dan membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat. Pembekalan KKN Mahasiswa di Aula lantai 2 IPMAFA  Oleh sebab itu, pengabdian masyarakat perlu dilakukan sebagai […]

  • 2000 Anggota Fatayat-Muslimat Pucakwangi Hadiri Rutinan

    2000 Anggota Fatayat-Muslimat Pucakwangi Hadiri Rutinan

    • calendar_month Ming, 28 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 241
    • 0Komentar

    PUCAKWANGI-Minggu (28/7) pagi Desa Sitimulyo Kecamatan Pucakwangi tiba-tiba menghijau. Ini bukan dikarenakan fenomena alam, namun karena sedikitnya 2000 anggota Fatayat-Muslimat hadir dalam acara rutin pertemuan triwulanan. Para pemgurus PAC Fatayat Pucakwangi sedang menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Fatayat sebagai pembuka acara Ketua PAC Fatayat Pucakwangi, Umi Kalsun, S.Pd.I. menyatakan kegiatan triwulan ini merupakan agenda […]

expand_less