Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Kiat Menulis untuk Orang Sibuk

Kiat Menulis untuk Orang Sibuk

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 2 Okt 2023
  • visibility 472
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

Seringkali saya mendengar orang ingin menulis tapi tidak punya waktu lantaran kesibukannya. Jadi bukan karena tidak bisa menulis, tapi karena tidak punya waktu untuk menulis. Sebetulnya patut disayangkan orang seperti ini, karena kendalanya bukan tidak bisa menulis, tapi karena faktor lain, yakni kesibukan. Fenomena ini bukan satu dua orang yang pernah saya temui, tapi banyak sekali. Seolah menjadi “penyakit” yang sama yang dirasakan oleh kebanyakan orang. 

Lantas, adakah solusinya bagi yang terpapar “penyakit” seperti di atas, yakni ingin menulis tapi tidak punya waktu lantaran kesibukan? Tentu saja ada. Bahkan saya yakin sebenarnya mereka punya jawabannya. Tapi, baiklah akan saya coba memberikan solusi bagi orang yang model seperti ini. Setidaknya berdasarkan pengalaman sendiri, karena saya sendiri pernah berada di posisi seperti itu.

Sewaktu di Yogyakarta, saya pernah menjadi orang kantoran, berangkat pagi pulang sore selama senin sampai jumat. Praktis saya tidak bisa menulis. Padahal sebelum kerja kantoran saya sudah terbiasa menulis nyaris tanpa kendala. Tapi, begitu jadi orang kantoran, saya nyaris tidak bisa menulis. Awalnya saya pikir malam hari bisa menulis, tapi ternyata tidak bisa. Pikiran dan badan sudah begitu letih, sulit untuk diajak berpikir. Inginnya tidur atau santai-santai saja, tidak mau memikirkan hal-hal berat, apalagi menulis. Sabtu dan minggu mestinya saya bisa menulis, tapi ternyata tidak bisa juga, karena bawaannya tetap ingin santai-santai, seperti olahraga dan jalan-jalan.

Saya tidak bisa seperti itu terus menerus. Pikiran dan tangan saya sudah gatal ingin menulis. Saya harus menyiasatinya. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Saya kemudian mendapatkan solusinya. Saya berpegang pada prinsip bahwa saya harus bisa menyempatkan diri untuk bisa menulis, kapan pun waktunya dan di mana pun tempatnya. Kalau tidak, saya tidak akan pernah menulis. Maka, dengan berpegang pada prinsip itulah saya mencari solusinya.

Akhirnya saya mendapatkan solusinya, yakni saya berangkat pagi sekali ke kantor. Biasanya pukul 7, kali ini berangkat pukul 6. Jalanan yang sepi membuat perjalanan begitu lancar dan durasi waktu sampai kantor tidak sampai setengah jam. Biasanya kalau berangkat pukul 7, sampai kantor bisa memakan waktu setengah jam lebih. Nah, karena berangkat pukul 6, aku sampai kantor pukul 6.30. Jam kerja pukul 8, jadi aku masih punya waktu 1,5 jam.

Saya tidak langsung ke kantor, tapi mencari warung makan atau warung kopi terlebih dahulu di sekitar kantor. Di situlah aku sarapan sambil menulis. Bagiku ini waktu terbaik untuk menulis, karena pagi hari pikiran masih fresh, dan badan masih segar bugar. Sekitar satu jam aku membaca, berpikir, dan menulis. Setidaknya aku bisa menghasilkan satu halaman spasi satu di MS Word. Lumayan. Ketika waktu sudah mendekati pukul 8, aku bergegas ke kantor.

Jadi kalau dirata-ratakan, aku menulis hanya 1 halaman setiap harinya. Memang sedikit, tapi kalau dilakukan setiap hari, itu bisa jadi berhalaman-halaman dan menjadi satu naskah buku. Itulah yang saya alami. Proses menulis setiap pagi berjalan berhari-hari, seolah menjadi SOP saya pas berangkat kerja. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, dan bulan berganti bulan. Taraa… akhirnya tulisan itu menjadi satu naskah.

Naskah itu kemudian saya diamkan saja. Saya tidak ada niat untuk menawarkannya ke penerbit. Hingga setelah saya resign, saya teringat dengan naskah saya. Saya baca ulang naskahnya, dan saya perbaiki lagi dengan tambal sulam. Dengan optimistis, saya kirim naskah saya ke penerbit Gramedia Pustaka Utama. Tidak ada satu bulan naskah saya diterima. Alhamdulillah.

Pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah saya di atas adalah pentingnya menyempatkan waktu untuk menulis. Terserah durasinya berapa. Jika memang sempatnya 10 menit, tidak masalah. Kemudian cari waktunya untuk menulis dan tepati. Pastikan waktunya tidak mengganggu waktu yang lain. Mungkin ada yang malam hari menjelang tidur, atau setelah bangun tidur. Atau bisa juga pas jam istirahat, yakni pukul dua belas siang, setelah shalat dan makan siang. Yang jelas, kita harus bisa menyempatkan waktu untuk menulis, kalau memang kita punya keinginan menulis.

Setelah itu, lakukanlah dengan istikamah. Tidak bisa tidak. Kalau hanya sesekali menulis, tulisan Anda tidak akan selesai-selesai. Walaupun sehari hanya satu paragraf, misalnya, tapi dilakukan setiap hari selama satu tahun, itu sudah menjadi banyak naskah buku. Jika tidak percaya, silakan praktikkan.

Kalau mau dibuat quote, bunyinya seperti ini:

“Jangan mencari waktu luang untuk menulis, karena belum tentu Anda gunakan dengan menulis. Tapi luangkanlah waktumu untuk menulis, niscaya waktu menulis akan selalu ada.” Seperti tulisan ini.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alumni Al Falah Ploso di Pati Gelar Pengajian Rutin Minahus Saniyah

    Alumni Al Falah Ploso di Pati Gelar Pengajian Rutin Minahus Saniyah

    • calendar_month Sab, 27 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 750
    • 0Komentar

      Pcnupati – Ittihadul Mutakharrijin Al Falah Ploso (IMAP) di Kabupaten Pati, menyelenggarakan pengajian rutin kitab Minahus Saniyah, di Musala Pondok Pesantren PMH Pusat Kajen, Kecamatan Margoyoso, Jumat (27/9/2025). Sekretaris Pengurus Daerah (PD) IMAP Pati, Dedy Syarif Hidayat, mengatakan bahwa pengajian Minahus Saniyah menjadi agenda rutin triwulan alumni Pondok Ploso Kediri untuk menghidupkan serta melestarikan […]

  • Sukses menyelenggarakan Kegiatan PESANTREN RAMADHAN GP Ansor Ranting Pagerharjo & PR IPNU IPPNU PAGERHARJO

    Sukses menyelenggarakan Kegiatan PESANTREN RAMADHAN GP Ansor Ranting Pagerharjo & PR IPNU IPPNU PAGERHARJO

    • calendar_month Ming, 9 Mei 2021
    • account_circle admin
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Sukses menyelenggarakan Kegiatan PESANTREN RAMADHAN GP Ansor Ranting Pagerharjo & PR IPNU IPPNU PAGERHARJO Sukses menyelenggarakan Kegiatan dibulan suci ramadhan yang bertajuk PESANTREN RAMADHAN atas kerjasama GP Ansor Ranting Pagerharjo & PR IPNU IPPNU PAGERHARJO, Kegiatan PESANTREN RAMADHAN yang dilaksanakan selama 3 hari yakni mulai hari (kamis s.d sabtu, 6-8 Mei 2021)  Tepatnya diOmah Dolanan […]

  • Jakenan Gelar Pelantikan PAC dan Ranting Muslimat NU dan Fatayat NU

    Jakenan Gelar Pelantikan PAC dan Ranting Muslimat NU dan Fatayat NU

    • calendar_month Sab, 25 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 645
    • 0Komentar

    Jakenan – Fatayat NU dan Muslimat NU menggelar pelantikan Pimpinan Anak Cabang dan Pimpinan Ranting bersama, Sabtu (25/01/2020) pagi ini. Bertempat di Gedung Haji Jakenan, PAC Muslimat NU Jakenan Masa Khidmat 2020 – 2024, bersama Pimpinan Ranting se Kecamatan Jakenan berhasil dilantik. Pun dengan PAC Fatayat NU Kec. Jakenan beserta Pimpinan Ranting Fatayat se Kec. […]

  • PCNU-PATI

    Setelah Jepara, Giliran Lazisnu Grobogan Bantu Korban Bencana Pati

    • calendar_month Kam, 29 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 360
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id PATI – Di tengah maraknya bencana yang terjadi di Indonesia, tingkat kepedulian masyarakat menjadi meningkat. Bahkan sebagian masyarakat tergerak merogoh kocek lebih dalam untuk membantu sesamanya yang menjadi korban bencana.  Bantuan yang datang pun beragam, mulai dari uang, sembako, pakaian layak pakai. Justru, menurut pantauan Lazisnu Pati, bantuan non-tunai inilah yang dibutuhkan korban yang […]

  • Hismawati PIM Tingkatkan Keterampilan Menulis Demi NKRI

    Hismawati PIM Tingkatkan Keterampilan Menulis Demi NKRI

    • calendar_month Jum, 9 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 463
    • 0Komentar

    MARGOYOSO-Himpunan Siswa Mathali’ul Falah Putri (Hismawati) menggelar Pelatihan Jurnalistik untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa putri. Acara yg digelar pada Jumat (9/8) di Aula lantai 2 PIM Lil Banat diprakarsai oleh Sie Majalah Ukhuwah dengan menghadirkan narasumber M. Sofyan Alnashr, dosen IPMAFA Pati. Sofyan Alnashr sedang memaparkan materi tentang jurnalisme di aula lantai 2 PIM Lil […]

  • Belajar Hidup Dari Rumi

    Belajar Hidup Dari Rumi

    • calendar_month Ming, 26 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 435
    • 0Komentar

    Kisah-kisah ini di tangan Rumi memiliki nilai imaji yang kaya karena keterampilan puitisnya. Bila ia mulai puisinya dengan kisah, lalu disusul oleh kisah lain, seakan-akan ditumpangkan atau dikaitkan begitu saja; hal ini ia lakukan untuk memberikan asosiasi, yang tampaknya beragam, tetapi tetap dalam kesatuan makna. Banyak kita jumpai berbagai kisah dalam satu puisi Rumi, kisah […]

expand_less