Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Suluk Alif, Warisan Literasi Kritis Syekh Mutamakkin Kajen yang Memadukan Tauhid dan Budaya Jawa

Suluk Alif, Warisan Literasi Kritis Syekh Mutamakkin Kajen yang Memadukan Tauhid dan Budaya Jawa

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 25 Mar 2026
  • visibility 10.599
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id – Tradisi manuskrip di wilayah Kajen, Pati, bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan cermin dari keberislaman masyarakat Jawa yang khas. Filolog Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, Taufiq Hakim, mengungkapkan bahwa Islam di wilayah ini diresapi secara konvergen dan vernakular, menggabungkan ketauhidan yang kokoh dengan ekspresi rasa dan simbol budaya lokal.

​Poros dari peradaban Jawa-Muslim di Kajen ini tak lepas dari sosok Syekh Mutamakkin. Pangeran asal Tuban sekaligus waliyullah ini membangun fondasi literasi yang kritis dan kontemplatif sejak awal abad ke-18, sebuah era yang terekam jelas dalam arsitektur Masjid Kajen.

​Salah satu bukti otentik dari ajaran Syekh Mutamakkin adalah Suluk Alif. Manuskrip yang ditulis oleh santri kesayangan beliau, Syekh Abdul Karim Al Haj, menggunakan aksara Pegon dalam bentuk tembang Macapat.

​”Suluk Alif memuat riwayat perjuangan hingga ilmu-ilmu yang diajarkan Syekh Mutamakkin, yang sangat lekat dengan nuansa tradisi Jawa klasik seperti wayang,” ujar Taufiq Hakim, Selasa (24/3/2026).

​Secara turun-temurun, manuskrip ini rutin ditembangkan dalam peringatan Haul 10 Syuro di Kajen. Namun, tradisi lisan ini sempat terhenti pada tahun 1950-an karena minimnya generasi yang mampu menembangkannya.

​Dalam Suluk Alif, Syekh Mutamakkin menggunakan lakon wayang Dewa Ruci sebagai media dakwah. Beliau mengajarkan masyarakat untuk membaca keadaan melalui parameter kawruh-penggalih (pengetahuan dan kedalaman hati), bukan sekadar mengejar viralitas atau retorika.

“Manuskrip Suluk Alif yang memuat riwayat dan keilmuan Syekh Mutamakkin menjelaskan itu semua. Bahwa ‘sangkan’ manusia adalah makhluk spiritual, sedangkan ‘paran’-nya ialah kejernihan niat, keteguhan batin, konsistensi antara pikiran, perasaan, dharma dan terhadap sesama,” ungkap Taufiq Hakim.

​Inti dari ajaran tersebut dirangkum dalam bait tembang yang menekankan pentingnya penyucian jiwa.

“Aja mungsi Wêrkudara/ Iya dudu ênggone agêgampil/ luwih bangêt angèlipun/ Tan kêna salah tarka/ Amung ati putih kang katon wahu/ Singgahna ning irêng abang/ têtêpana ingkang putih//”

Artinya: Jangan tergesa-gesa, Werkudara. Sebab jalan itu tidak mudah dilalui, bahkan jauh lebih sukar. (Engkau) tidak boleh salah sangka. Hanya hati putihlah tampak sejati, singkirkanlah yang kuning, hitam dan merah. Teguhkanlah yang putih.

​Menurut Taufiq, laku keagamaan yang diajarkan Syekh Mutamakkin adalah bentuk tanggung jawab sosial-ontologis. Manusia dipandang sebagai makhluk spiritual yang tujuannya (paran) adalah kejernihan niat dan konsistensi antara pikiran, perasaan, serta dharma kepada sesama.

​Upaya membedah kembali Suluk Alif bukanlah bentuk nostalgia semata, melainkan upaya menemukan “peta jalan” yang aktual untuk menghadapi tantangan masa depan dengan batin yang teguh dan identitas yang tidak membeku.

“Ajaran ini berakar pada tradisi, berorientasi pada penghayatan, serta bertanggung jawab secara sosial-ontologis. Ini bukan nostalgia, tetapi peta jalan yang selalu diaktualisasikan untuk menghadapi masa depan. Wallaahu a’lamu bish-shawaab,” tandas dia. (Angga/LTN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hal Sepele yang Bisa menaikan Branding Madrasah, Kepala Madrasah Wajib Tahu

    Hal Sepele yang Bisa menaikan Branding Madrasah, Kepala Madrasah Wajib Tahu

    • calendar_month Rab, 22 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 494
    • 0Komentar

      Branding atau usaha meneguhkan pencitraan baik tentang ciri khas atau keunikan suatu lembaga menjadi hal hal yang sangat penting belakangan ini. Berbagai kalangan mulai dari pemilik brand atau pelaku UMKM saja yang kerap melakukan branding. Lembaga pendidikan atau Sekolah pun berlomba-lomba melakukan branding untuk mempromosikan sekolah masing-masing. Hamidulloh Ibda mengatakan Saat mengisi acara Pelatihan […]

  • PCNU-PATI Photo by Chi Lok TSANG

    Urgensi Pendidikan di Pesantren

    • calendar_month Sab, 8 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 395
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Pondok pesantren pada umumnya dikenal sebagai lembaga Pendidikan tertua di Pulau Jawa-Madura, dan Nusantara. Pondok pesantren berkemampuan tinggi dalam berswakarya dan berswakarsa dalam menyelenggarakan Pendidikan. Misi yang mulia selama ini lebih bercorak pada Pendidikan agama yang berorientasi pada pembentukan budi pikerti atau karakter santri, baik pada ranah agama maupun akhlak. Sehingga pesantren […]

  • Keistiqamahan Mbah Dullah Salam Kajen

    Keistiqamahan Mbah Dullah Salam Kajen

    • calendar_month Kam, 15 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 570
    • 0Komentar

                                                      KH. Abdullah Zain Salam  KH Abdullah Zain Salam dikenal dengan panggilan Mbah Dullah Salam memiliki teladan-teladan yang mulia. Mulai dari kecintaan mendalam pada ilmu pengetahuan, memiliki kebiasaan mengembara demi mencari ilmu pengetahuan, dan keteladanan lain. Penulis buku ‘Keteladanan […]

  • NU Pati Gelar Rapat Pleno, Tekankan Kinerja Lembaga

    NU Pati Gelar Rapat Pleno, Tekankan Kinerja Lembaga

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 419
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati menggelar Rapat Pleno I dengan tema “Meneguhkan Khidmat Jam’iyyah untuk Ummat”. Kegiatan itu bertempat di Aula SMKNU Pati, Ahad (13/7/2025). Rapat pleno ini dihadiri oleh pengurus PCNU Pati, ketua dan sekretaris Lembaga serta Badan Otonom (Banom), hingga para ketua Majelis Wakil Cabang (MWC). Ketua Tanfidziyah PCNU […]

  • Tim KKN Antasena Ipmafa Latih Ibu-Ibu di Tambahagung Tambakromo Bikin Inovasi

    Tim KKN Antasena Ipmafa Latih Ibu-Ibu di Tambahagung Tambakromo Bikin Inovasi

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 478
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Siapa sangka, nasi yang biasanya tersisa di dapur ternyata bisa dibuat camilan yang gurih dan lezat untuk keluarga di rumah. Seperti yang dilakukan oleh ibu-ibu muslimat di Dukuh Jajar, Desa Tambahagung, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, pada Rabu (27/8/2025). Mereka tampak antusias membuat cireng didampingi Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Antasena Institut Pesantren […]

  • PCNU - PATI Ilustrasi (freepik.com)

    Rabiah al-Adawiyah Sang Sufi Pecinta Sejati

    • calendar_month Sab, 30 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 635
    • 0Komentar

    Oleh: Siswanto Rabiah al-Adawiyah adalah seorang sufi wanita yang terkenal dengan kesucian dan kecintaannya kepada Allah. Ia dikenal sebagai seorang sufi yang zuhud dan hanya menghabiskan waktunya untuk beribadah dan bermunajat kepada Allah. Sehingga tidak mengherankan apabila di kemudian hari, ia tumbuh menjadi seorang sufi yang begitu dikenal, disegani, dan dihormati pada masanya. Rabiah al-Adawiyah […]

expand_less