Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » NU dan Kehidupan Bernegara

NU dan Kehidupan Bernegara

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 30 Sep 2023
  • visibility 662
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Sebagai organisasi sosial kemasyarakat terbesar di Indonesia atau ada yang mengatakan terbesar di dunia Nahdlatul Ulama (NU) menjadi bagian tak terpisahkan dari keseluruhan bangsa Indonesia. NU senantiasa menyatukan diri dengan perjuangan Nasional bangsa Indonesia. NU juga secara sadar mengambil peran aktif dalam proses perjuangan mencapai dan memperjuangkan kemerdekaan dan turut serta dalam penyusunan Undang-undang Dasar 1945.

Keberadaan NU yang senantiasa menyatukan diri dengan perjuangan bangsa, menempatkan NU dan segenap warganya selalu aktif mengambil bagian dalam pembangunan masyarakat bangsa menuju masyarakat adil dan makmur yang diridlai Allah Swt. Oleh karenanya, setiap warga negara NU harus senantiasa menjungjung tinggi UUD  1945 dan Pancasila sebagai ideologi Negara.

Sebagai basis organisasi sosial-kemasyarakat terbesar di Indonesia NU merupakan bagian tak terpisahkan dari umat Islam Indonesia yang senantiasa berusaha menjunjung tinggi dan memegang teguh prinsip nilai-nilai  persaudaraan (ukhuwah), toleransi (at-tasamuh), moderat (tawasut), adil (I’tidal), dan seimbang (tawazun). Itu semua dijalankan untuk kebersamaan dan bisa saling hidup berdampingan baik dengan sesama warga negara yang mempunyai keyakinan agama lain untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita persatuan dan kesatuan bangsa yang kokoh dan dinamis.

Selain itu juga sebagai organisasi yang konsen dan mempunyai fungsi pendidikan, NU berusaha secara sadar untuk menciptakan warga negara yang menyadari akan hak dan kewajibannya terhadap bangsa dan negara.

Sehingga NU sebagai jam’iyyah yang secara oraganisitoris tidak terikat dengan organisasi politik praktis maupun organisasi lainnya yang ingin memecah belah bangsa. Oleh karena itu, NU selalu memberikan keteduhan serta menjadi garda depan dalam mengawal NKRI serta membela yang tertindas.

Maka, setiap warga NU adalah warga negara yang mempunyai hak-hak politik yang dilindungi oleh undang-undang. Dan di dalamnya NU menggunakan hak-hak politiknya harus melakukan secara tanggungjawab, sehingga dengan demikian dapat ditumbuhkan sikap hidup yang demokratis, konstitusional, taat hukum, dan mampu mengembangkan mekanisme musyawarah dan mufakat dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi bersama.

Oleh karena itu, kegiatan-kegiatan yang dipilih oleh NU pada awal berdirinya dan khidmahnya ditunjukkan kepada umat dan negara. Hal ini tidak lain dimaksudkan untuk membantu sesama dalam mengentaskan keterbelakangan, ketimpangan, kebodohan, dan kemiskinan. 

Sejak semula NU melihat masalah ini sebagai bidang Garapan yang harus dilaksanakan melalui kegiatan-kegiatan nyata yang mengarah pada pemberdayaan masyarakat untuk mengurai keterbelakangan masyarakat.

Pilihan akan ikhtiar yang dilakukan mendasari adanya kegiatan NU dari masa ke masa dengan tujuan untuk melakukan perbaikan, perubahan, dan pembaharuan masyarakat terutama dalam ranah untuk mendorong swadaya masyarakat bisa mandiri dan sejahtera.

Pilihan kegiatan NU tersebut sekaligus menumbuhkan sikap partisipatif kepada setiap usaha yang bertujuan membawa masyarakat kepada kehidupan yang maslahat. Sehingga setiap kegiatan NU untuk kemaslahatan manusia dipandang sebagai perwujudan amal ibadah yang didasarkan pada faham keagamaan yang dianutnya.

Dengan demikian, NU didirikan atas kesadaran dan keinsyafan tidak lain adalah untuk merajut persatuan, kestuan, dan saling bahu-membahu membantu dari tumbuhnya tali persaudaraan dan kasih sayang yang menjadi landasan untuk terciptanya tata kemasyarakatan yang baik dan harmonis. Sehingga akan tercipta kepribadian yang khas NU yang kemudian disebut Khittah Nahdlatul Ulama.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lewati Proses Panjang, Tanah Wahid Hasyim Resmi Milik NU Lagi

    Lewati Proses Panjang, Tanah Wahid Hasyim Resmi Milik NU Lagi

    • calendar_month Sab, 11 Jul 2020
    • account_circle admin
    • visibility 478
    • 0Komentar

    PATI-Sabtu (11/7) menjadi hari bahagia bagi PCNU Pati. Pasalnya, bukan hanya para pengurus harian yang berjumpa dengan pengurus MWC-NU untuk pertama kali selama pandemi, namun pertemuan yang berlangsung mulai pukul 13.30 sampai 16.30 WIB. tersebut memiliki makna tersendiri. Penyerahan verkas secara simbolis oleh tim ad hoc advokasi kasus tanah Wahid Hasyim yang diwakili oleh sekretaris […]

  • Kupas PAUD Inklusif Jawa Tengah, Dosen INISNU Temanggung Yuni Setya Hartati Sukses Pertahankan Disertasi di UIN Sunan Kalijaga

    Kupas PAUD Inklusif Jawa Tengah, Dosen INISNU Temanggung Yuni Setya Hartati Sukses Pertahankan Disertasi di UIN Sunan Kalijaga

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.993
    • 0Komentar

      YOGYAKARTA – Program Studi S3 Studi Islam Konsentrasi Pendidikan Anak Usia Dini Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN SUKA) Yogyakarta menggelar sidang promosi doktor pada Rabu pagi, 18 Februari 2026. Sidang yang berlangsung di lantai 1 Gedung Pascasarjana tersebut menghadirkan promovenda dosen sekaligus Kaprodi S1 Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah […]

  • IPNU IPPNU Jateng Ajak Anggota Jadi Enterpreneur Muda

    IPNU IPPNU Jateng Ajak Anggota Jadi Enterpreneur Muda

    • calendar_month Rab, 24 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 372
    • 0Komentar

      Suasana Economy Creative Student Expo (ECSE) yang diselenggarakan oleh PW IPNU & IPPNU Jawa Tengah, Rabu (24/11).  Dalam rangka meningkatkan kemandirian organisasi Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Tengah ajak anggota untuk jadi enterpreneurship muda.  Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua PW IPNU Jawa […]

  • Puncak Perayaan Maulid MAMU Dilaksanakan Jumat (8/11) Pagi

    Puncak Perayaan Maulid MAMU Dilaksanakan Jumat (8/11) Pagi

    • calendar_month Jum, 8 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 404
    • 0Komentar

    TAMBAKROMO-Gairah Maulif Nabi Muhammad telah merasuki warga nahdliyyin di berbagai tempat. Dari acara sederhana hingga yang bersifat megah telah dilakukan untuk memperingati hari lahir Pemimpin Umat Islam di Dunia ini. Pembacaan maulid Shimtudduror oleh peserta didik MAMU Hari ini, beberapa lembaga mulai melaksanakan peringatan hari milad Nabi Muhammad SAW. Beberapa madrasah juga melakukan hal demikian […]

  • PCNU-PATI

    NU dan Kesadaran Kebangsaan dalam Pluralitas Bernegara

    • calendar_month Sab, 24 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 407
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Nahdlatul Ulama (NU) yang didirikan pada 31 Januari 1926 lahir dari gagasan sejumlah kiai pesantren yang tersebar di Pulai Jawa-Madura. Paling tidak, ada dua sosok kunci yang berjasa dalam tumbuh-kembangnya NU, yakni Hadhratu Syaikh Hasyim Asy’ari dan KH. Wahab Hasbullah. Jika KH. Wahab sebagai penggerak organisatornya, maka Hadhratu Syaikh Hasyim Asy’ari  […]

  • Muhammad Hasyim Santri Pejuang Kemerdekaan

    Muhammad Hasyim Santri Pejuang Kemerdekaan

    • calendar_month Kam, 26 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 509
    • 0Komentar

    Sebagai santri yang juga putra kiyai, masyarakat biasa memanggil dengan sebutan Gus Hasyim, nama lengkap beliau adalah Muhammad Hasyim putra Mbah Mahfudh Salam Kajen (w-1944)lahir di Kajen pada tahun 1929 M. Beliau adalah putra kedua dari enam bersaudara yaitu : 1.    Hj.  Muzayyanah, istri KH Mansyur Lasem  (ibu dari Gus Qoyyum) 2.    Muhammad Hasyim 3.    […]

expand_less