Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » 7 Teladan Mbah Dimyati Rais

7 Teladan Mbah Dimyati Rais

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 10 Jun 2022
  • visibility 625
  • comment 0 komentar

Membaca biografi KH. Dimyathi Rais yang baru saja wafat, ada beberapa teladan agung yang bisa dipetik.

1. Spirit thalabul ilmi

Beliau adalah sosok pengelana pengetahuan yang haus ilmu. Pondok APIK, Lirboyo, Sarang, dan lain-lain menjadi destinasi keilmuan beliau. Dalam salah satu vidio youtube Beliau menjelaskan salah satu ulama hebat, yaitu Imam Syafii, sosok pengelana pengetahuan yang menjadi imam madzhab yang luar biasa. Mbah Dimyathi meneladani spirit thalabul ilmi Imam Syafii.

2. Spirit khidmah guru

Salah satu guru beliau adalah KH. Mahrus Ali Lirboyo. Dengan niat khidmah guru, Mbah Dimyathi mengajar dan mendidik putra gurunya, KH. Abdullah kafabihi Mahrus, dengan penuh kesungguhan, lahir dan batin

3. Spirit khidmah umat

Beliau sepanjang hidupnya dihabiskan untuk melayani umat, mengajar umat, dan memberdayakan umat. Kesibukannya di NU dan PKB menunjukkan totalitas perjuangan beliau untuk umat.

4. Spirit mengayomi kader

Beliau termasuk ulama yang senang terharap munculnya kader-kader penerus perjuangan umat. Salah satu kader yang diayomi beliau adalah Gus Miftah saat menerima ujian. Kader-kader muda harus diayomi dan didorong untuk meneruskan perjuangan. Jangan dimatikan, dihambat dan dimarginalkan.

5. Spirit nasionalisme religius

Sebagai mustasyar PBNU dan Ketua Dewan Syura PKB, nasionalisme Mbah Dimyathi tidak diragukan. Beliau adalah kader NU yang terpatri dalam jiwanya hubbul wathan minal iman (finta tanah air termasuk tanda iman). Sebagai Kiai PKB, Beliau mendukung platform perjuangan PKB yang mengusung Islam inklusif ala Islam  rahmatan lil ‘alamin.

6. Spirit kolaborasi potensi

Mbah Dimyathi adalah sosok kiai yang dalam perjuangan keislaman dan kebangsaan selalu menerapkan prinsip kolaborasi. Tidak mungkin umat dan bangsa ini diselesaikan sendiri. Seluruh potensi bangsa harus berkolaborasi untuk membawa kemajuan bangsa di segala aspek kehidupan.

7. Spirit ikhlas berjuang

Sebagai ulama kharismatik, keikhlasan adalah sumber utama perjuangan. Beliau tidak obsesif dan ambisius. Beliau adalah sosok yang selalu mencurahkan perjuangan hanya untuk mencari ridlo Allah. Ketika pemilihan Ahwa di Muktamar Lampung 2021, Beliau mendapat suara terbanyak. Namun beliau tetap sami’na wa atha’na dawuh para ulama. Ini semua lahir karena keikhlasan lahir dan batin. (Dr. Jamal Makmur Asmani)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Momen Kemerdekaan, Banser Wedarijaksa Ziarahi Makam Syeh Syadzili

    Momen Kemerdekaan, Banser Wedarijaksa Ziarahi Makam Syeh Syadzili

    • calendar_month Kam, 19 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 471
    • 0Komentar

    Aksi Banser Satkoryon Wedarijaksa di Air Terjun Rejenu paska ziarah di makam Syeh Syadzili dan melakukan pengibaran bendera di sana WEDARIJAKSA-Tepat tanggal 17 Agustus kemarin Banser Satkoryon Wedarijaksa melakukan perjalanan ke Muria. Tujuan mereka adalah makam Syeh Syadzili.  Kegiatan ini diikuti hampir seluruh anggota Banser Wedarijaksa. Andis Qomarudin, sesepuh Banser terjun sendiri mengawal kegiatan ini.  […]

  • PCNU-PATI Photo by Pawel Czerwinski

    Kecerdasan Sayyidina Hasan Ar-Ridho

    • calendar_month Sel, 22 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 417
    • 0Komentar

    Oleh : Muhammad Rofiq Dikisahkan bahwa Abu Hayyan merupakan seorang guru dalam Ilmu Nahwu.Pada suatu malam, Abu Hayyan bermimpi melihat Sayyidah Fatimah Az-Zahra memenggam tangan kedua putranya yang masih kecil, yaitu Sayyidina Hasan Ar-Ridho dan Sayyidina Husein Al-Murtadho. Kemudian Sayyidah Fatimah Az-Zahra berkata kepadanya : “ Wahai Abu Hayyan, Tolong ajarilah kedua putraku ini tentang […]

  • Suluk Alif, Warisan Literasi Kritis Syekh Mutamakkin Kajen yang Memadukan Tauhid dan Budaya Jawa

    Suluk Alif, Warisan Literasi Kritis Syekh Mutamakkin Kajen yang Memadukan Tauhid dan Budaya Jawa

    • calendar_month Rab, 25 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.682
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Tradisi manuskrip di wilayah Kajen, Pati, bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan cermin dari keberislaman masyarakat Jawa yang khas. Filolog Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, Taufiq Hakim, mengungkapkan bahwa Islam di wilayah ini diresapi secara konvergen dan vernakular, menggabungkan ketauhidan yang kokoh dengan ekspresi rasa dan simbol budaya lokal. ​Poros dari peradaban Jawa-Muslim di […]

  • Tanya Jawab Bersama Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Syuriah

    • calendar_month Jum, 20 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 415
    • 0Komentar

    Assalamu alaikum Saya Yazid di sukolilo, Mau tanya ustad, tentang masalah kuwalat, semisal saat kita ziaroh ke maqom para wali kita dianjurkan untuk menjaga sikap, kalau tidak maka dikawatirkan kuwalat, sebenarnya apa memang ada istilah kuwalat dalam pandangan agama. Sekian terima kasih. Waalaikum salam Terima kasih atas pertanyaanya Wali adalah sosok mukmin yang ahli taqwa […]

  • PCNU-PATI

    Dalam Dekapan Ukhuwah

    • calendar_month Kam, 3 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Alangkah syahdu menjadi kepompong, berkarya dalamdiam, bertahan dalam kesempitan. Tetapi bila tiba waktuuntuk jadi kupu-kupu, tak ada pilihan selain terbangmenari; melantun kebaikan di antara bunga, menebarkeindahan pada dunia.Dan angin pun memeluknya, dalam sejukdan wangi surga.Alangkah damai menjadi bebijian; bersembunyi dikegelapan, menanti siraman hujan, menggali hunjamandalam-dalam. Tapi bila tiba saat untuk tumbuh dan mekar,tak ada pilihan […]

  • NgAllah Suluk Maleman; Refleksi Kemerdekaan untuk Kedaulatan, Kemerdekaan di Mulai dari Pikiran

    NgAllah Suluk Maleman; Refleksi Kemerdekaan untuk Kedaulatan, Kemerdekaan di Mulai dari Pikiran

    • calendar_month Rab, 19 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.994
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id.Pada momen bulan kemerdekaan, Suluk Maleman kembali mengajak untuk merenung. Budayawan Anis Sholeh Ba’asyin menyebut merdeka harus diartikan mandiri atau berdaulat. Anis menyebut bahwa istilah merdeka dalam konteks geopolitik adalah terjemahan dari kata independen, yakni tidak bergantung pada yang lain. Dalam kaitan proklamasi kemudian diartikan sebagai pernyataan terlepas dari cengekeraman penjajah. “Jika kemerdekaan hanya dimaknai […]

expand_less