Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Cerpen » Tuan Muda Albana

Tuan Muda Albana

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 18 Sep 2022
  • visibility 207
  • comment 0 komentar

Oleh : Elin Khanin

Sepasang mata berbingkai kacamata itu sedikit membeliak ketika menemukan wajah pucat tapi cantik dari jarak yang begitu dekat.

“Lepas!” Gadis berhidung mancung itu berteriak dengan suara parau yang berat.

“Kalau takut ngapain mau bunuh diri? Sudah gila kamu? Sudah nggak punya iman?” Balas lelaki itu tak kalah emosional.

Lelaki bersarung biru membela diri. Amarah tetiba menguasai. Jantungnya bertalu-talu. Ia hanya tak habis pikir. Bukankah sudah sejak tadi ia telah melepaskan pelukan daruratnya? Gadis itu sendiri yang masih mencengkram kuat lengan kekarnya sebab ketakutan.

“Itu urusanku. Ngapain kamu ikut campur? Ngapain nyelametin?”

Gadis berambut hitam legam masih tak mau kalah. Meski terkesan awut-awutan, tapi tetap terlihat menawan. Bahkan saat marah pun aura cantiknya tetap terpancar. Kulitnya yang cerah semakin berkilau dengan gaun pengantin sutra putih yang ia kenakan.

“Oh gitu? Ya sudah sana bunuh diri. Mau kamu hancur berkeping-keping ditabrak kereta api aku nggak peduli. Kereta api nanti lewat lagi jam enam. Tunggu saja disini.”

Pemuda itu bersiap pergi. Amarahnya memuncak. Percuma tadi ia berlari seperti dikejar gorila. Ia sungguh tak habis pikir dengan gadis di depannya. Begitulah jika iman telah terkikis. Tak kuat dengan masalah, bunuh diri dianggap sebagai solusi.

“Asal kamu tahu. orang yang melakukan bunuh diri dosanya lebih besar dibanding orang yang membunuh orang lain. Barangsiapa yang bunuh diri dengan besi, maka besi yang tergenggam di tangannya akan selalu ia arahkan untuk menikam perutnya dalam neraka Jahanam secara terus-menerus dan ia kekal di dalamnya.”

Faris menunjuk perut gadis itu seolah ada besi tertancap di sana. Reflek sang gadis memegangi perutnya, menaikkan ujung bibir. Ngeri.

“Barangsiapa yang bunuh diri dengan cara meminum racun maka ia akan selalu menghirupnya di neraka Jahannam dan ia kekal di dalamnya.”

Lagi. Si gadis reflek memegangi lehernya. Seolah ada racun mengalir di sana. Merampas saluran pernafasannya.

“Barangsiapa yang bunuh diri dengan cara terjun dari atas gunung, maka ia akan selalu terjun ke neraka Jahanam dan dia kekal di dalamnya. Begitu pula kalau kamu bunuh diri dengan cara menabrakkan diri pada kereta. Maka kamu di neraka jahanam akan ditabrak kereta berkali-kali dan kamu kekal di sana.”

Faris menatap tajam sang lawan bicara. Gadis itu bergidik. Bara api yang sempat menyala-nyala di matanya redup seketika. Berganti bayangan api neraka menjilat-jilat dan kereta super besar menabrak tubuhnya berkali-kali.

“Nggak usah ceramah! Kamu pasti ustadz sok-sokkan seperti yang di tivi-tivi.”

Si gadis cantik mencibir sambil memindai lelaki di depannya dari atas ke bawah. Ia berusaha menata harga dirinya yang terserak dan hancur berkeping-keping di depan Faris.

Lelaki itu terlihat agamis. Ia memakai sarung hitam dengan sulur kebiruan serta koko warna navy. Bagi gadis itu lelaki model seperti ini sangat kolot. Tidak keren sama sekali. Tidak seperti Samuel-pacarnya, sang dosen di fakultas kedokteran.

“Terserah kamu lah. Aku menyesal sudah….”

Tiba-tiba saja mendung yang sejak tadi menggelayut pekat menjadi hujan deras. Faris segera berlari kembali menuju bangunan bertingkat yang tak jauh dari rel. Meninggalkan gadis bergaun pengantin di belakangnya sendirian.

Peluru air dari langit pun membuat keduanya basah. Gaun pengantin putih yang si gadis kenakan menjadi kuyup. Membuat bra merah yang membingkai dadanya tercetak jelas. Dengan cepat si gadis menyilangkan kedua tangannya.

“Hey.” Akhirnya ia berteriak. Faris menoleh. Lalu secepatnya mengalihkan pandangan. Ada banyak pertanyaan bergelayut dalam benaknya.

“Berteduhlah di sana kalau mau. Tapi jangan lama-lama,” seru Faris menunjuk bangunan bertingkat di seberang jalan sambil berjalan cepat.

Semoga ini beneran manusia. Bukan hantu. Atau bangsa dedemit lainnya, lanjut lelaki itu dalam hati. Ia mengusap dadanya. Entah kenapa.

—–

Gadis bergaun pengantin berjalan di belakang Faris dengan perasaan masygul. Sejenak ia berhenti di depan plang bertulisan “Darul Hadlonah” yang ada di depan bangunan. Sayup-sayup terdengar celoteh riang di dalam sana. Mata si gadis memicing. Ia berjalan mengikuti Faris sambil tetap menyilangkan kedua tangan pada dada.

“Kak Faris hujan-hujanan cama ciapa?” Tanya Nadia polos. Si gadis bergaun pengantin mematung. Hanya senyum tipis terukir di bibir pucat itu.

Faris? nama itu terdengar familiar. Ia termangu sejenak, tapi fokusnya segera beralih pada gadis kecil berjilbab merah yang masuk ke ruang tamu. Sepasang mata kecoklatan itu menatapnya ramah. Gadis bergaun pengantin terpukau dan semakin takjub kala beberapa anak kecil seusia Nadia menyusul ke ruangan cukup luas itu. Mereka berebut perhatian Faris.

Faris tersenyum simpul. “Kita kedatangan tamu.”

“Kak Faris sudah menikah? kok istrinya gak pakai jilbab?” Lagi, Nadia nyeletuk. Membuat gadis di belakang Faris salah tingkah. Tanpa sadar ia mengelus rambutnya yang lepek. Hanya dia-perempuan satu-satunya di ruangan itu yang tak memakai jilbab.

“Belum, Sayang. Itu bukan istri Kak Faris. Kak Faris tadi nggak sengaja ketemu kakak itu.” Faris menjelaskan.

“Oooh.”

“Tolong Nadia panggilin Bik Misih ya.”

Nadia mengangguk, kaki-kaki kecilnya segera melangkah ke belakang. Mencari keberadaan perempuan yang mereka panggil Bik Misih.

Tak berapa lama muncul seorang perempuan paruh baya dari arah dalam. Ia mengenakan gamis warna ungu dengan jilbab senada bermotif bunga krisan. Perempuan berwajah bulat dan berhidung pesek itu mengangguk dan tersenyum ramah. Lalu menyapa gadis di belakang Faris.

Beberapa anak kecil tampak berlalu lalang. Membuat ruangan panti begitu semarak. Seruan para pengasuh terdengar. Meminta mereka agar  segera berwudlu dan menuju musola. Wajah langit semakin kelam menandakan adzan maghrib sebentar lagi berkumandang.

 Najiya termangu. Ia teringat lagi perkataan Faris di rel tentang dosa orang yang melakukan bunuh diri. Bertemu dengan para anak panti membuatnya malu. Siapapun yang menatap wajah-wajah polos itu akan gemas sekaligus terharu. Anak sekecil itu sudah harus berpisah dengan orang tua mereka dan berkumpul dan hidup bersama dengan teman sebaya. Diasuh oleh orang asing yang mau tak mau harus mereka anggap seperti orang tua. Namun jika melihat keriangan di wajah imut itu, sungguh tak pantas rasanya jika harus mengeluhkan tentang hidup.

“Iya, Den?” Tanya Bik Misih. Sepasang netranya segera beralih pada perempuan menggigil yang mematung di depan pintu.

“Ada tamu to?” Kedua mata Bik Misih berbinar.

“Iya, Bik. Tolong layani dan bantu tamu saya,” pinta Faris singkat. Lelaki berambut ikal itu segera melenggang masuk ke dalam. Ia Juga perlu membersihkan dirinya sendiri yang tampak berantakan.

Tanpa banyak kata Bik Misih menggiring gadis bergaun pengantin yang ditemukan tuannya masuk ke dalam. Perempuan yang sudah bertahun-tahun mengabdi di Darul Hadlonah Albana Pengapon itu paham apa yang harus ia lakukan. Meski di benaknya muncul banyak tanda tanya. Seperti, darimana dan bagaimana Faris menemukan perempuan itu? Kenapa perempuan ini memakai pakaian pengantin?

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendaftaran PKD PMII Joyo Kesumo Mulai Dibuka Hari ini

    Pendaftaran PKD PMII Joyo Kesumo Mulai Dibuka Hari ini

    • calendar_month Kam, 1 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 180
    • 0Komentar

    PATI-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Joyo Kesumo (Jokes) Pati kembali membuka pendaftaran Pelatihan Kader Dasar (PKD). Hal ini disampaikan oleh ketua panitia PKD, Agus Ulinnuha. Flyer Pendaftaran PKD PMII Komisariat Joyo Kesumo “Pendaftaran kita buka mulai tanggal 1 sampai 25 Agustus 2019. Kami sudah menyebarkan flyer dan ada contact person-nya juga” tegas Agus, Kamis […]

  • Seruput Kopi, Tempat Ngopi di Sekarjalak Margoyoso Langganan Para Santri

    Seruput Kopi, Tempat Ngopi di Sekarjalak Margoyoso Langganan Para Santri

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.436
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Siapa sangka rumah kuno di Desa Sekarjalak, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, yang disulap jadi kedai kopi kini menjadi tempat favorit para pemuda untuk bersantai. Kedai itu bernama Seruput Kopi. Di sana menyajikan aneka makanan dan minuman dengan harga yang sangat terjangkau. Terletak dekat dengan Desa Kajen yang merupakan kota santrinya Bumi Mina […]

  • PCNU-PATI

    Kubah

    • calendar_month Jum, 25 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Pada tahun 1977, sebuah cerita pendek yang berjudul Jasa-Jasa Buat Sanwirya memperoleh Hadiah Harapan Sayembara Kincir Emas Radio Nederlands Wereldomroep. Lalu pada tahun 1980, novel karangannya yang berjudul Kubah memenangkan hadiah Yayasan Buku Utama. Selanjutnya tiga novelnya yang berjudul Ronggeng Dukuh Paruk (1982), Lintang Kemukus Dini Hari (1985), dan Jentera Bianglala (1986) meraih hadiah Yayasan […]

  • PCNU - PATI

    Semarak Jalan Santai Hut RI Ke 77

    • calendar_month Rab, 31 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 227
    • 0Komentar

    GEMBONG – Semarak kemerdekaan masih belum usai. Di Kecamatan Gembong, hampir setiap dukuh dan RW memperingati HUT Republik Indonesia yang ke-77 tersebut. Bahkan, di RT 01/RW 02 Gembong, melaksanakan lomba 17-an di tingkat Rukun Tetangga.  Tak terkecuali RW 02 Desa Gembong, melaksanakan agenda 17-an selama dua hari berturut-turut. Kegiatan berpusat di lapangan Kavoc (Kauman Volly […]

  • Pengukuhan Pengurus IKA SMANTA masa bakti 2024-2029

    Pengukuhan Pengurus IKA SMANTA masa bakti 2024-2029

    • calendar_month Sen, 11 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Tayu.Dalam rangka meningkatkan jalinan silaturahim alumni antar angkatan telah di adakan pengukuhan Ikatan Keluarga Alumni SMA Negeri 1 Tayu (IKA SMANTA) Masa Bakti 2024-2029 bertempat di Aula SMA Negeri 1 Tayu Kamis, 7 November 2024 kemarin. Dalam sambutannya Setyo Haryono, S.Pd., M.Pd. selaku pembina IKA SMANTA menyatakan bahwa pengukuhan pengurus ini sebagai salah satu strategi […]

  • Ma’arif NU Jateng Apresiasi Pola Perekrutan Guru Ma’arif Cabang Kendal

    Ma’arif NU Jateng Apresiasi Pola Perekrutan Guru Ma’arif Cabang Kendal

    • calendar_month Sen, 10 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Semarang – Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP. Ma’arif NU) PWNU Jawa Tengah mengapresiasi pola perekrutan Guru dan Tenaga Kependidikan yang dilakukan LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Kendal. Hal itu disampaikan Wakil Ketua LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhrudin Karmani, Senin (10/7/2023). “Pola perekrutan berbasis kompetensi sangat bagus yang dilakukan LP. Ma’arif NU PCNU […]

expand_less