Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Cerpen » Terima Kasih Telah Mencintaiku

Terima Kasih Telah Mencintaiku

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 25 Feb 2024
  • visibility 133
  • comment 0 komentar

Oleh : J. Intifada

Terima kasih sudah menyapaku hari ini. Rasanya seperti tidak nyata. Beberapa hari yang lalu kamu menyapa. “Lama tak ada kabar?” aku hanya memandangi pesanmu dengan ragu. Kemudian aku abaikan.

Belum sempat aku membalas, kamu sudah ada di hadapanku dengan senyum sumringahmu. Bersamamu malaikat kecil dan penjaga hatimu sekarang. Kita berkenalan dan berjabat tangan.

“Ini putriku, Lintang Kusuma namanya.”

Aku menjabat tangan istrimu dengan berseri. Istrimu membalas tak kalah gembira. Putri kecilmu memandangiku dan ku sapa.

“Hai cantik.” Ku usap kepalanya dan pipi meronanya.

Kita berpapasan saat tak sengaja belanja di swalayan yang sama. Kota tempat kita tinggal memang kecil. 5 tahun berselang tapi tak pernah bertemu denganmu. Aku selalu membayangkan bagaimana bila nanti aku bertemu denganmu. Bagaimana aku akan menyapamu. Bagaimana kamu akan memandangiku.

Perasaan ini akan masih sama. Entah kapan akan berakhir belum bisa ku pastikan. Hingga hari ini, bertemu bersama keluargamu seperti sebuah kejutan.

Istrimu terlihat bahagia ketika melihatku. Entah dia tahu apa tidak bila aku dan kamu ada keterkaitan. Apakah hanya aku saja yang merasa. Nyatanya kamu masih kepo setelah lama tak menengok kabarku.

Jujur saja insta story yang ku buat hanya ingin kamu lihat. Dengan melihat notif kamu memperhatikan sudah cukup membuatku tenang. Oh, kamu masih menyimpan rasa. Pikirku saja. Mungkin saja kamu masih perhatian. Atau memang kamu hanya penasaran dan ingin tahu saja.

Lama tak lihatmu mengintip, ku pikir kamu sedang bahagia. Menikmati rumah baru yang selesai kau bangun. Kamu adakan syukuran kecil-kecilan mengundang tetangga kerabat. Aku tahu dari insta story. Aku hanya menafsirkan saja. Bahwa itu rumah barumu. Bisa jadi iya. Toh, di video tidak ada klarifikasi darimu. Hanya tulisan “Alhamdulillah”.

“Udah selesai belanjanya?”

Ku perhatikan jinjingan yang kamu bawa cukup banyak. Istrimu menjawab “nggih mbak.” Dan kamu dengan spontan mengajak makan bersama. Kamu bilang ingin mengajak ngobrol bersama. Aku kikuk tak tahu harus menjawab. Disamping aku belum menemukan belanjaan yang ku butuhkan. Aku juga datang bersama teman.

“Senang sekali bertemu dengan kalian. Ingin sekali bergabung. Tapi maaf ya , aku sama teman. Dia ada di lantai atas sedang memilih kaos untuk pacarnya.”

Raut wajahmu seketika berubah. Ada kekecawaan yang hanya bisa ku baca. Istrimu menyahut semoga ada waktu lain untuk bertemu. Aku mengamininya dan mengucapkan selamat berjumpa pada Lintang yang dibalasnya dengan lambaian tangan.

Lintang tak berhenti memandangiku. Setelah kalian meninggalkanku, dia sesekali masih menengok untuk memastikan aku disana. Beberapa kali aku melambaikan tangan dan tersenyum. dia hanya melihat dengan pandangan yang aku tak dapat menerjemahkannya.

Sepulangnya dari belanja, ku keluarkan barang kebutuhan sehari-hari yang ku beli tadi. Meletakkan sabun, pasta gigi, face wash dan detergen di kamar mandi. Sesaat notif wa berbunyi.

“Mbak Alma, ini aku Fara.”

Ku pandangi foto profil yang terlihat. Sedikit terkejut kenapa dia mengirim pesan. Bagaimana dia bisa tahu nomerku.

“Hai mbak, sudah nyampe rumah?”

“Alhamdulillah mbak.”

“Syukurlah.”

Setiap dia mengetik, ada rasa gugup yang menerpa. Ada gerangan apa dia tiba-tiba menghubungiku. Apakah dia tahu kamu adalah masalaluku. Ataukah dia hanya ingin berteman denganku. Dia masih mengetik dan aku mencoba keluar dari whatsapp. Tak lama notif darinya terbaca di layar.

Aku tertegun. Kalimat yang selalu aku hindari dari pertanyaan orang-orang. Bukan aku risih. Aku hanya tak tahu bagaimana menjawabnya. Bila orang lain yang bertanya aku bisa menjawab tapi dengannya kenapa keraguan yang menyergap.

Apakah dia sedang memastikan sesuatu. Seperti yang dulu. Saat seseorang yang dekat denganmu menginterogasiku. Ahh, apalah ini. aku sibuk dengan overthinkingku.

Ku jawab sekenanya seraya memohon doa restu. Kemudian tak ada lagi notif dari dia. Mungkin sedang menyuapi Lintang. Atau sedang menidurkannya. Apakah kamu tahu dia mengirim pesan padaku.

Sejak saat itu, kita tak berkirim pesan lagi. Bukan aku menunggu kabar darimu. Hanya saja untuk apa dia memastikan kabarku. Aku kembali melakukan pekerjaanku. Mengusir semua rasa penasaranku. Menyibukkan diri dengan anak didik dan kegiatan sosial yang sangat menguras tenagaku.

Hingga suatu hari pak pos datang memberikan sepucuk surat yang aku baca nama pengirimnya. Nurul Farasya. Tak kalah terkejut dari pesan whatsapp darinya. Ini ketambahan dengan surat. Aku semakin bingung dan tak percaya.

Ku buka amplop berwarna merah tua. Dengan prangko pemandangan danau toba. Terlihat kertas bergaris berwarna hijau muda dan gambar bunga dipojok kiri bawah.

Salam hangat untuk Mbak Alma,

Salam kenal dariku. Fara. Maaf tiba-tiba aku menulis surat ini untukmu. Mungkin saat ini mbak bertanya-tanya kenapa aku menghubungimu terus. Sebenarnya sudah lama saya ingin mengenal mbak. Aku tahu mbak, dari cerita mbak Gendhis, kakak mas Faris. Mbak Alma mungkin tidak mengenalnya. Tapi mbak Gendhis tahu banyak tentang mbak…

Aku akan menceritakan kehidupanku dengan mas Faris terlebih dulu. Awal aku mengenal mas faris, aku dikenalkan oleh kakakku. Mas Dio teman mas Faris di kampusnya. Kata mas Dio, dia punya teman yang jomblo yang ingin segera menikah. Aku mengiyakan karena aku juga didesak orang tua untuk menikah. Singkat cerita kita bertemu berkenalan dan menjalin hubungan. Hingga akhirnya orang tua mas Faris datang melamar lalu kami menikah.

Pernikahan kami berjalan baik. Mas faris sangat perhatian dan sayang dengan keluarga. Hingga anak kami lahir, tak kurang rasa sayang Mas Faris pada kami. Hanya saja, suatu hari, mama mas Faris bertanya,”Bagaimana kabar Alma?” aku tak sengaja curi dengar saat akan pergi ke dapur melewati depan kamar mama. Mas faris tidak menjawab. Lama aku menunggu.

Saat itu aku ingin mencari tahu siapa mbak alma. Awalnya aku kepo dengan sosial media mas Faris. Aku memang jarang mengecek semua sosial medianya. Namun setelah itu, aku ingin sekali menemukan sosok mbak. Ku temukan nama Alma satu-satunya dipertemanan facebooknya hanya nama Alma Saidah.

Ku telusuri sampai ke bawah ke beberapa tahun sebelum kuliah. Kalian sudah berteman sejak SMA. Tetapi tak banyak info yang aku dapat kecuali status galau dari mas Faris. Belakangan aku tahu, kalian kuliah beda kota.

Dari semua sosial media mas Faris, satu-satunya teman yang dia ikuti adalah mbak Alma. Aku pun semakin ingin tahu siapa sebenarnya mbak Alma. Dan mbak Gendhis menceritakan semuanya.

Mas faris memang suamiku saat ini. tapi jiwa dan hatinya sepenuhnya adalah milikmu. Bila dia tidak di dekatku, dia selalu berselancar di semua akun sosial mediamu. Dia sangat merindukanmu. Maka saat kita bertemu saat itu, itu adalah pertemuan yang sengaja aku lakukan agar kalian bertemu. Aku hanya ingin mbak Alma menemui mas Faris dan mengatakannya padanya bahwa mbak juga merindukannya.

Maafkan kelancanganku mbak dan aku harap mbak mau memenuhi permintaanku.

Salam Fara

Ku edarkan pandangan ke langit-langit kamar. Seperti ada petir yang menyambar di siang bolong. Bagaimana aku bisa memenuhi permintaan istrimu. Ini sangat konyol sekali. Aku mencoba mengikhlaskanmu bahagia. Lalu apa ini.

Apakah istrimu ingin aku terlihat terluka kembali. Bagaimana kau tahu upaya ku mengusir semua kerinduan ini. kenapa ini menjadi lebih rumit. Kenapa istrimu tidak melabrakku dan memarahiku.

Ahhh, ku buang surat itu dalam tempat sampah. Ku baringkan diri dan menutup mata. Tak habis pikir bagaimana bisa aku menemuimu disaat kamu sudah dengan yang lain. Aku masih ingat bagaimana orang tuamu menentang pertemanan kita.

Beberapa hari kemudian, sebuah telpon menyadarkanku dari lamunan.

“Assalamu’alaikum”

“wa’alaikumsalam.”

“Mbak, bisa datang ke pondok dhahar yang sedang dirilis mas Faris?”

Aku menghela napas. Aku sudah melihat pamflet grand opening resto yang kamu kelola. Kamu dari dulu ingin sekali mempunyai rumah makan. Mengelolanya dan memasaknya sendiri. Masakanmu memang lezat aku akui. Beberapa kali kamu memperbolehkan aku mencicipinya. Kamu mengatakan restomu akan menjadi resto favorit. Dan menjanjikanku sebagai manajernya.

“Mbak… bisa datangkan?”

“Ehhm …. iya mbak.”

“Syukurlah. Mas Faris pasti akan senang.”

Aku menutup telepon darinya. Dan bergegas menuju restomu. Sebelumnya aku mengirim pesan kepada istrimu. Aku tak akan bisa kembali kepadamu. Dan kamu juga tak akan pernah aku miliki. Jadi aku memohon kepada istrimu untuk menjagamu. Terima kasih karena sudah mencintaiku. Sekarang, cintailah dia dengan sepenuh hatimu. Aku akan selalu menjadi teman baikmu dan mendukung mimpi-mimpimu.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ma’arif NU Jateng akan Gelar Istighotsah Bersama Habib Umar Muthohar

    Ma’arif NU Jateng akan Gelar Istighotsah Bersama Habib Umar Muthohar

    • calendar_month Kam, 15 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 125
    • 0Komentar

    R. Andi Irawan, ketua PW LP Ma’arif NU Jawa Tengah SEMARANG-LP Ma’arif NU Jawa Tengah menampakkan kepeduliaannya terhadap penyebaran Covid-19 yang belum juga reda. Salah satunya adalah melalui istighotsah dan doa bersama.  Rencananya, Sabtu (17/7) mendatang, Lembaga NU yang membidangi pendidikan tersebut akan melaksanakan istighotsah secara virtual.  Jika tidak ada halangan, kegiatan yang disiarkan melalui […]

  • Ngaos Jurnalistik

    Ngaos Jurnalistik

    • calendar_month Sel, 26 Des 2017
    • account_circle admin
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Pati , Pelatihan jurnalistik Rabu (13/12) malam di lantai dua Ponpes Shofa Az Zahro (PPSA) sangat memotivasi para peserta.  Kegiatan bertajuk “Ngaos Jurnalistik : Asyiknya Jadi Pencari Kabar” ini sedikitnya diikuti oleh lima puluh santri PPSA. Sedikitnya santri yang turut dalam agenda tersebut ditengarai pelaksanaannya yang telah memasuki liburan pondok. “Kalau pesertanya sedikit seperti ini […]

  • Angkat Model Pentahelix Bawaslu Grobogan dan Kebumen, Dosen INISNU Juara 3 Call for Papers Bawalsu Kalsel Tingkat Nasional

    Angkat Model Pentahelix Bawaslu Grobogan dan Kebumen, Dosen INISNU Juara 3 Call for Papers Bawalsu Kalsel Tingkat Nasional

    • calendar_month Ming, 11 Agu 2024
    • account_circle admin
    • visibility 144
    • 0Komentar

      Banjarmasin – Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda berhasil mendapatkan Juara 3 dalam Call for Papers yang digelar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Hal itu terungkap dalam kegiatan penutupan Call For Papers Seminar Nasional dan Lokakarya, dengan tema “Refleksi dan Evaluasi Penegakan Hukum […]

  • PAC GP Ansor Tambakromo Bersholawat, Jadi Pembuka Rangkaian Konferancab X

    PAC GP Ansor Tambakromo Bersholawat, Jadi Pembuka Rangkaian Konferancab X

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 193
    • 0Komentar

      Tambakromo, 30 Agustus 2025 – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Tambakromo telah sukses menyelenggarakan acara akbar “PAC GP Ansor Tambakromo Bersholawat” pada Jumat malam, 29 Agustus 2025. Acara yang mengusung tema “Satu Barisan Membangun negeri” dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia dan Maulidurrasul Muhammad SAW serta selapanan PAC GP […]

  • Twibon Harlah Fatayat NU Ke 71

    Twibon Harlah Fatayat NU Ke 71

    • calendar_month Kam, 25 Mar 2021
    • account_circle admin
    • visibility 149
    • 0Komentar

       Meriahkan harlah Fatayat NU Pati Ke 71 dengan Twibons Klik Linik       https://twb.nz/hutfatayatnuke71 Cara Memasang Foto Di Frame Twibons Harlah Fatayat NU Ke 71 1. Klik Link https://twb.nz/hutfatayatnuke71 2. Klik Pilih Foto 3. Atur Foto dengan cara menyentuh foto dan klik Pungkas  4. Klik Unduh untuk mendowload hasil twibons 5. Twibons sudah jadi

  • Haul Kiai Syatibi, Gus Ghofur Semangati Santri

    Haul Kiai Syatibi, Gus Ghofur Semangati Santri

    • calendar_month Ming, 29 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 169
    • 0Komentar

    TRANGKIL-Haul ke-26 KH. Syatibi Umar Syahid di Desa Kadilangu, Trangkil berlangaung meriah. Festival rebana, gema aelawat hingga pengajian umum mewarnai acara yang dilaksanakan pada Jumat (27/9) hingga Sabtu (28/9) malam. Festival rebana yang digelar merupakan langkah untuk menjaga eksistensi rebana itu sendiri. Seperti diketahui bersama, bahwa minat pemuda untuk memainkan alat musik tradisional khususnya rebana […]

expand_less