Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Stadium General IPMAFA, Menatap Era 4.0 dengan Nilai-nilai Pesantren

Stadium General IPMAFA, Menatap Era 4.0 dengan Nilai-nilai Pesantren

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 22 Sep 2019
  • visibility 522
  • comment 0 komentar
Dr. Tedy Kholiludin (kiri) saat memberikan kuliah umum di IPMAFA dengan didampingi moderator, M. Sofyan Alnashr

MARGOYOSO-Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menggelar Stadium General pada Sabtu (21/9) pagi. Acara yang bertempat di Aula lantai 2 Gedung IPMAFA tersebut mengambil tema ‘Diversity in Unity; Membentuk Identitas Kolektif Mahasiswa Berdasarkan Nilai-nilai Pesantren’ dengan menghadirkan Sosiolog dan pakar Toleransi Beragama, Dr. Tedi Kholiludin, sebagai narasumber.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Rektor 1 dan 2 IPMAFA, Para Dekan dan dosen di lingkungan IPMAFA, serta mahasiswa baru angkatan 2019. Wakil Rektor 1, Dr. A. Dimyati, M.Ag menyampaikan sambutan mewakili Rektor IPMAFA, KH. Abdul Ghaffar Rozien, M.Ed yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, Dr. Dimyati mengawali dengan menceritakan pergerakan mahasiswa sebelum era reformasi.

“Dulu mahasiswa menjadi aktif karena memiliki common enemy atau musuh bersama, yakni tirani sistem politik, pemerintah yang otoriter. Sehingga mahasiswa memiliki semangat untuk berjuang dan berkembang”. tuturnya santai.

Ia mengingatkan kepada mahasiswa IPMAFA untuk tidak terjebak pada romantisme masa lalu, tetapi siap menatap masa depan sesuai zaman. Salah satu langkahnya adalah dengan tetap memiliki pondasi yang kuat, yakni nilai-nilai pesantren.

Selanjutnya Stadium General atau yang sering disebut dengan kuliah umum dimoderatori oleh M. Sofyan Alnashr, dosen IPMAFA dan pengurus LTN NU Pati. Setelah memperkenalkan biografi singkat narasumber, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi. Dr. Tedy Kholiludin selaku narasumber menyampaikan beberapa tantangan yang dihadapi mahasiswa saat ini.

“Perkembangan teknologi, masalah ekologi, dan rendahnya literasi merupakan kenyataan yang dihadapi Indonesia sekarang. Santri bisa mengambil peran dalam mengatasi hal tersebut”. Tegas Tedy.

Para peserta Stadium General antusias menyimak pemaparan materi dari Dr. Tedy Kholiludin

Intinya, lanjut Tedy, kontekstualitas dalam berdakwah sangat diperlukan. Santri dapat menggunakan budaya populer dari generasi Z untuk mendakwahkan nilai-nilai Islam yang moderat.

Ia menambahkan bahwa santri bisa mengembangkan identitas kolektifnya dengan 3 hal. Diantaranya adalah kolektif memori, ritual kolektif dan simbol-simbol kelektif.

“Kolektif memori, ritual kolektif, dan simbol-simbol kolektif menjadi bagian tak terpisahkan dalam membentuk sebuah identitas kolektif”. Tandasnya dengan penuh semangat.

Pria berkacamata yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris PWNU Jawa Tengah ini optimis dengan tradisi dan nilai pesantren yang dimiliki IPMAFA mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Terutama dalam menyikapi pluralitas yang ada di bangsa ini.

Aktivis yang banyak melakukan advokasi terhadap minoritas ini mengingatkan mahasiswa IPMAFA memiliki tiga tanggung jawab. Tanggung jawab yang ia maksudkan bukan sekadar tanggung jawab akademis. Namun juga tanggungjawab sosial dan moral.

Menurut Teddy, tanggung jawab sosial dan moral inilah yang patut diperhatikan. Sebab selain sebagai perguruan tinggi, IPMAFA juga dibangun dengan basis nilai-nilai pesantren.

Tanggung jawab tersebut juga diemban oleh IPMAFA sebagai kampus pesantren. Kehadiran IPMAFA diharapkan mampu memberikan solusi atas permasalahan sosial yang ada di masyarakat. Juga menjadi benteng dalam menjaga dan mengajarkan akhlak mulia utamanya bagi generasi muda.(nashr/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Doa Bersama Sebelum Belajar

    Doa Bersama Sebelum Belajar

    • calendar_month Sen, 5 Sep 2016
    • account_circle admin
    • visibility 387
    • 0Komentar

    Pati. Madrasah Ibtidaiyah Khoiriyah Sitiluhur yang beralamat di Jln. Raya Pati – Gunung Rowo Km.14 Sitiluhur Gembong Pati, setiap kali akan melakukan kegiatan belajar mengajar, setiap murid dan guru-guru dianjurkan untuk doa bersama, membaca shalawat, asma’ul Husna.             “Kami selaku guru akan memberikan sulitauladan yang baik, untuk anak didik kami, terutama dalam menuntut ilmu, maka […]

  • PCNU - PATI kaligrafi-kubah-masjid

    Kaligrafi di dalam Masjid

    • calendar_month Sab, 2 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Sekarang banyak sekali berbagai macam kaligrafi tulisan arab dengan bentuk seperti pohon, masjid dll. Pertanyaan : Apakah boleh menulis huruf Al-Qur’an dengan khot yang berbagai macam bentuk? Jawaban : Boleh jika : 1. Tidak berbentuk makhluk yang bernyawa 2. Tidah ada unsur ihanah (merendahkan) 3. Menggunakan rosm / khot ustmani menurut mayoritas ulama’     Referensi : […]

  • Photo by Valentin Lacoste

    Merajut Kerukunan Masyarakat Melalui Solidaritas

    • calendar_month Sab, 27 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Kemajemukan bangsa di Indonesia merupakan sebuah keniscayaan yang berbeda-beda antara agama, ras, suku, etnik, etnis, budaya, dan adat-istiadat. Itu semuanya merupakan gambaran masyarakat Indonesia. Dan tentunya perlu diantisipasi dan diwadahi biar tidak terjadi konflik antar perbedaan agama, ras, dan suku. Karena agama merupakan keyakinan dari masing-masing pemeluknya, sehingga agama sebagai sistem […]

  • Ketua Lazisnu Ajak Warga Bantu Korban Puting Beliung

    Ketua Lazisnu Ajak Warga Bantu Korban Puting Beliung

    • calendar_month Rab, 1 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Ketua Lazisnu Ajak Warga Bantu Korban Puting Beliun   pcnupati.or.id – Musim penghujan di ujung tahun 2024 menjadi kenangan pahit bagi sebagian warga Kecamatan Winong Kabupaten Pati. Pasalnya, 90 rumah dan sekolah di kecamatan tersebut mengalami rusak sedang hingga berat akibat terjangan angin puting beliung, Sabtu (28/12) lalu.   Total kerugian materiil yang diderita warga […]

  • PCNU- PATI Photo by esudroff

    Setiap Anak Unik

    • calendar_month Jum, 9 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Oleh :Inayatun Najikah Kemarin, saat saya makan siang bersama kawan, saya mendapat cerita yang cukup menarik tentang dunia anak. Dalam hati saya berkata, cocok nih buat ide tulisan. Sambil menyelam saya minum airnya. Kawan saya bercerita soal dirinya dan adiknya yang menginjak usia remaja. Kawan saya mempunyai  adik laki-laki usianya kurang lebih sebelas tahun. Sekarang […]

  • PCNU PATI - Misi Tersembunyi Dibalik Lomba Tilawah dan Hias Tumpeng

    Misi Tersembunyi Dibalik Lomba Tilawah dan Hias Tumpeng

    • calendar_month Sen, 22 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 265
    • 0Komentar

    SUKOLILO – Semarak hari kemerdekaan belum usai. Baru-baru ini, Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Sukolilo menggelar lomba antara ranting dan anak ranting yang tidak biasa. Kompetisi yang dihelat di Gedung Haji Sukolilo pada Minggu (21/8) tersebut mempertarungkan para qori’ di lingkungan PAC kecamatan ujung selatan Kabupaten Pati tersebut. Bukan hanya itu, Mukaeni, ketua panitia menegaskan […]

expand_less