Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Seminar Jurnalistik LTNNU Tambak Romo Usung Tema Santri

Seminar Jurnalistik LTNNU Tambak Romo Usung Tema Santri

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 17 Okt 2021
  • visibility 213
  • comment 0 komentar

Ruang zoom meeting Seninar Jurnalistik LTN NU Tambakromo

TAMBAKROMO – Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) MWC NU Kecamatan Tambakromo membuat agenda yang cukup mengesankan Minggu (17/10) pagi tadi. Pasalnya, setelah sekian lama tidak melakukan pelatihan, kali ini lembaga yang diketuai oleh Ahmad Suparyono tersebut menggelar Seminar Jurnalistik via zoom meeting. 

“Memang belum pelatihan, tahapnya masih seminar, tapi ini semoga menjadi langkah awal,” tutur dia. 

Kegiatan positif ini juga mendapatkan dukungan penuh dari ketua MWC NU Tambakromo, KH. Sukahar. Dirinya berharap, bahwa agenda LTN ini bisa membawa kemajuan bagi NU di dunia informasi.

“Semoga acaranya berjalan lancar dan penuh berkah,” tuturnya saat membuk acara.

Mengusung tema ‘Optimalisasi Jurnalistik di Lingkungan Santri sebagai Wujud Cinta Tanah Air’, Paryono menghadirkan tiga pemateri dari sekaligus. Di antaranya, Maulana Luthfi Karim, (Redaktur LTN NU Pati), Angga Saputra (anggkta PWI Pati) dan Niam At Majha (sastrawan sekaligus kontributor NU Online). 

Karim yang memaparkan materi tentang berita, menegaskan bahwa pada era serba mudah ini peran berita menjadi sangat penting. Hadirnya generasi NU yang memiliki passion jurnalistik, terang Karim, merupakan kabar gembira. 

“Setidaknya kalau NU menguasai dunia jurnalistik, akan bisa mereduksi berita-berita hoax dan provokatif,” jelas dia. 

Sebab, menurut pria yang juga pengusaha ayam goreng ini, kader NU selalu dididik untuk bersuara berdasarkan referensi dan anti hoax. Bagi dia, ini adalah salah satu kelebihan NU. 

“Kalau media massa dikuasai oleh kader NU, insya allah adem,” terangnya sambil berkelakar. 

Ungkapan ini diiyakan sekaligus oleh pemateri kedua, Angga. Pria asal Lahar, Tlogowungu yang memaparkan etika jurnalisme ini mengamini statemen Karim. Menurutnya, seorang jurnalis harus menjunjung tinggi prinsip-prinsip jurnalisme. 

“Jurnalis itu harus mampu bersikap independen, apa yang kita sampaikan harus bersifat faktual, tidak boleh mengarang,” tandas dia. 

Sementara Niam At Majha yang menyampaikan materi jurnalisme santri merasa perlu adanya pengenalan lebih mendalam tentang dunia jurnalistik kepada santri. Sebab, menurut pantauannya, hanya ada beberapa pesantren yang melek jurnalistik selama ini. 

“Pesantren sebagai basis santri, masih minim pengaplikasian jurnalisme,” tanggapnya. 

Menurut pria asal Plukaran, Gembong ini, adanya pesantren yang menekankan tulis menulis merupakan kabar baik. Ia menykntohkan, beberapa pesantren di Madura telah banyak melahirkan jurnalis andal karena telah terbiasa sejak mondok.

“Setiap ketemu jurnalis santri yang keren-keren rata-rata orang Madura atau alumni sana. Ternyata kesadaran menggiatkan jurnalistik sudah diterapkan di beberapa pesantren Madura,” pungkasnya.(lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU Pati Gelar Apel Hari Santi di Pendopo Kabupaten

    PCNU Pati Gelar Apel Hari Santri

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.351
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati melaksanakan peringatan Hari Santri 2025, di pendopo kabupaten, Rabu (22/20/2025) sore. Kegiatan ini semula dijadwalkan berlangsung di Taman Makam Pahlawan Giri Dharma, kemudian dilanjutkan ziarah serta tabur bunga di pusara Muhammad Hasyim Mahfudh (1929-1949). Namun karena terhalang hujan lebat, maka apel dipindahkan ke pendopo kabupaten. Seratusan […]

  • PCNU-PATI

    Puasa Kok Rebahan?

    • calendar_month Kam, 14 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Ketika ada rekan bertanya, puasa kok rebahan? Saya bilang, “ya orang rebahan itu banyak motif. Ada yang karena keshet (malas), sakit, atau sekadar istirahat melepas penat dan lelah”. Ya, beragam motif tersebut tentu banyak sekali perspektif kita sajikan agar kita tetap produktif di bulan Ramadan. Sebagai bagian dari Rukun Islam, puasa merupakan […]

  • Patut Ditiru, Pelajar NU Pagerharjo Ajak Warga Hidupkan Sholawat

    Patut Ditiru, Pelajar NU Pagerharjo Ajak Warga Hidupkan Sholawat

    • calendar_month Sen, 6 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Para kader IPNU sedang melantunkan sholawat dalam agenda rutin ‘Berjanjenan Sarebg Rekan IPNU’, Senin (6/9) WEDARIJAKSA – Keluarga besar IPNU Pagerharjo baru saja menggelar acara bertajuk ‘Berjanjenan Bareng Sareng Rekan IPNU’ yang ke-5 kalinya, Senin (6/9). Agenda ini bertujuan untuk meningkatkan cinta pelajar NU kepada Nabi Muhammad SAW. Dimulai Ba’dal Isya’ dan bertempat di Musholla […]

  • Lazisnu Pati Salurkan Bantuan untuk Keluarga Fitri

    Lazisnu Pati Salurkan Bantuan untuk Keluarga Fitri

    • calendar_month Sab, 16 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Penyaluran donasi Lazisnu Pati kepada keluarga Fitri PATI – PC Lazisnu Pati memberikan bantuan kepada Fitri, warga desa Randu kuning Pati, Jumat (15/10) siang tadi. Bantuan ini merupakan hasil penggalangan donasi yang terkumpul dari para donatur.  Fitri adalah seorang janda yang telah memiliki dua orang Puteri. Ia saat ini tinggal bersama ayahnya, Karmin di kampung […]

  • PCNU-PATI

    NU dan Modernisasi Bangsa

    • calendar_month Sab, 17 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Nahdlatul Ulama (NU) merupakan salah satu organisasi sosial kemasyarakatan dan keagamaan terbebesar di Indonesia, bahkan menurut Gus Dur NU adalah sebuah organisasi terbesar di dunia. Sedangkan enurut Greg Fealy (2003), hadirnya NU sebagai organisasi sosial keagamaan yang mendorong lahirnya tatanan kehidupan bernegara yang berkeadaban. Karena karakteristik NU sebagai organisasi Islam tradisional adalah […]

  • PCNU-PATI

    Radikus Makankakus

    • calendar_month Kam, 8 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Dika Angkasaputra Moerwani atau lebih dikenal dengan Raditya Dika (lahir di jakarta, 28 Desember 198. Umur 31 tahun) adalah seorang penulis, pelawak, aktor, pemeran, model dan sutradara asal Indonesia. Di indonesia, Raditya Dika dikenal sebagai buku jenaka. Tulisan-tulisan itu berasal dari blog pribadiny yang kemudian dibukukan. Buku pertamanya berjudul Kambing Jantan masuk kategori best seller. […]

expand_less