Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Seluruh Madrasah Ma’arif Melaksanakan Upacara Harlah NU Ke 89

Seluruh Madrasah Ma’arif Melaksanakan Upacara Harlah NU Ke 89

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 2 Feb 2015
  • visibility 263
  • comment 0 komentar
Kabar. NU Pati. Sabtu 31 Januari 2015 seluruh madrasah dan sekolah di bawah naungan LP Maarif se-Kabupaten Pati melaksanakan ucapaca bendera dalam rangka memperingati hari lahir Nahdlatul Ulama Ke-89. Upacara ini dilaksanakan secara serempak atas instruksi dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pati.
Upacara berjalan dengan sangat khidmat dan meriah. Reporter dari PCNU PATI Online menyambangi salah satu madrasah yang sedang melaksanakan  upacara yaitu di Madrasah MMH Tayu Wetan Kec. Tayu Kab. Pati Jawa Tengah yang diasuh oleh KH. Abdul Mujib Sholeh. Pada upacara tersebut Pembina Upacara menyampaikan sambutan Harlah NU ke-89 dengan semangat tinggi mengajak peserta upacara untuk mengenang kembali perjuangan para ulama pendiri NU dalam mengabdikan dirinya bagi kemerdekaan dan kedaulatan NKRI. Disamping itu peserta juga diajak untuk memahami kembali sejarah berdirinya jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Pada kesempatan itu juga dibacakan sambutan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kab. Pati secara tertulis, sebagai berikut :
Assalamualaikum Wr. Wb.
Yang kami hormati para pimpinan, para sesepuh, para ulama Nahdlatul Ulama dan warga Nahdliyin yang saya cintai dan saya banggakan;
Pada kesempatan yang baik, kesempatan yang bersejarah dan semoga penuh berkah ini, saya mengajak Saudara semua, untuk memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga kita bisa memperingati Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke 89 dalam keadaan sehat wal ‘afiat. Shalawat dan salam kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW beserta para keluarga, sahabat, dan pengikut-pengikut Rasulullah, semoga kita semua mendapatkan syafa’at beliau sampai hari kiamat kelak. Amin.
Hadirin yang saya hormati,
Nahdlatul Ulama didirikan di Surabaya pada tanggak 31 Januari 1926 atau bertepatan dengan tanggal 16 Rajab 1344 H dengan KH Hasyim Asyari sebagai rais akbar (pimpinan besar). Lahirnya organisasi Nahdlatul Ulama paling tidak dilatarbelakangi oleh du faktor penting yaitu perjuangan para ulama dalam mempertahankan ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah dan kebebasan bermadzhab. Disamping itu juga untuk menggalang persatuan dan kesatuan seluruh elemen bangsa untuk bertekad mengusir penjajahan dari tanah air Indonesia.
NU menganut paham Ahlussunnah Waljamaah,sebuah pola nalar dalam Islam yang merujuk pada AlQuran dan Sunah Nabi Muhamad SAW, serta Sunah Khulafa Raasyidin. Cara berpikir seperti ini merujuk pada pemikir terdahulu saperti Abu Hasan Al-Asyari dan Abu Mansur Al Matrudi dalam bidang Teologi. Kemudian dalam bidang fiqih mengikuti 4 madzhab, Hanafi, Syafii, Maliki, Hanbali. Sementara dalam bidang Tasawuf mengembangkan metode Al-Ghozali dan Junaid Al Baghdadi, yang mengintegrasikan antara tasawuf dengan syariat.
Secara bahasa NU berarti kebangkitan ulama (Nahdltul Ulama). Kebangkitan ulama tidak menunjuk individu atau institusi ulama, tapi kepada system dan orientasi keulamaan. Artinya kebangkitan ulama harus sejalan dengan kebangkitan masyarakat (Nahdlatul Ummah). Dari peran ulama inilah, NU berupaya sekuat tenaga mensosialisasikan nilai-nilai Islam inklusif, moderat, toleran, yang mencerminkan rahmatan lil’alamin. Gerak aktif ini tidak terlepas dari platform NU yang mampu mengambil jalan moderat, dimana kemoderatan NU mampu mengenalkan wajah Islam yang sejuk terhadap masyarakat internasional sekaligus menghapuskan kesan Islam yang diidentikkan Barat sebagai teroris, perusak harmoni dunia, dan sebagainya.
Sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia bahkan di dunia, NU harus menjadi pioneer dalam upaya menjunjung nilai-nilai humanism universal dan perdamaian global. Dalam konteks keindonesiaan NU harus berani tampil di garda depan dalam meredam aksi anarkis yang merebak akibat menjamurnya aliran yang dipandang sesat.
Oleh karena itu kepada generasi muda penerus para ulama agar senantiasa menjaga diri dari pengaruh negatif aliran-aliran sesat dan gerakan-gerakan Islam garis keras yang mudah mengkafirkan sesama muslim dan menggunakan cara-cara kekerasan dengan mengatasnamakan Islam.
Terakhir kami berpesan juga agar para pelajar ikut berperan aktif dalam mengembangkan ajaran-ajaran Ahlussunnah wal jama’ah melalui berbagai kegiatan IPNU-IPPNU di seluruh lembaga-lembaga pendidikan dan aktifitas kemasyarakatan.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nanti Malam, Pengurus NU Ajak Doa Bersama

    Nanti Malam, Pengurus NU Ajak Doa Bersama

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 231
    • 0Komentar

    PATI-Pengurus Cabang NU Kabupaten mengajak Nahdliyin untuk melaksanakan doa bersama. Ajakan ini terlebih disampaikan kepada para pengurus MWC.Diharapkan, pemangku NU di tingkat kecamatan tersebut bisa menjadi corong kepada warga. Flyer ajakan doa bersama PCNU Pati.  “Ini merupakan usaha bathin yang kita lakukan.” Tanggap K. Yusuf Hasyim, Ketua PCNU. Pengurus Cabang telah menentukan doa yang harus […]

  • Manusia Penetap dan Manusia Penyinggah

    Manusia Penetap dan Manusia Penyinggah

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Darurat Kasih Sayang diangkat sebagai tema Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke-153 pada Sabtu (21/9) malam kemarin. Tema ini sengaja dipilih sebagai ajakan untuk merenungkan kembali carut marut yang semakin menggejala dalam kehidupan kebangsaan kita. Anis Sholeh Ba’asyin, penggagas Suluk Maleman menyebut di bulan kelahiran Nabi Muhammad ini, belajar sifat kasih sayang menjadi sesuatu yang […]

  • PCNU-PATI

    Belajar Merdeka

    • calendar_month Rab, 17 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Rutinitas setiap malam  tanggal 17 Agustus adalah tirakatan, perayaan, memeriyahkan, sebagai wujud kebahagiaan, atas terlepasnya penjajahan dan memperingati para pejuang yang rela berkorban, jiwa dan raga untuk merebut kemerdekaan negara kita, Indonesia. Apabila di tahun ini saya dan Anda telah merayakan kemerdekaan ke 77 tahun, usia yang tak lagi muda, […]

  • PCNU-PATI

    YPI Monumen Mujahidin Bageng Gelar Sholawatan Bersama Habib Ali Zainal Abidin Aseegaf

    • calendar_month Sab, 26 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Halaman Perguruan Islam Monumen Mujahidin, Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, dipadati ribuan pecinta selawat, Jumat (25/11/2022) malam. Mereka antusias melantunkan selawat Nabi Muhammad SAW bersama Habib Ali Zainal Abidin Assegaf. Kegiatan selawatan yang digelar oleh Yayasan Perguruan Islam (YPI) Monumen Mujahidin Bageng ini merupakan puncak rangkaian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul […]

  • Dua Santri Wahid Hasyim Persembahkan dua Piala Di Bidang Tilawah

    Dua Santri Wahid Hasyim Persembahkan dua Piala Di Bidang Tilawah

    • calendar_month Kam, 30 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Agus Sukari, Kepala Yayasan Wahid Hasyim  Pati bersama dua santrinya yang berprestasi di bidang tilawah usai MTQ Pelajar dan Umum Kemenag Kabupaten Pati, Rabu (29/9) kemarin. PATI – Dua santri Pondok Pesantren Wahid Pati menyabet gelar juara dalam ajang MTQ Pelajar dan Umum yang diselenggarakan oleh Kemenag Kabupaten Pati. Dalam lomba yang berlangsung Rabu (29/9) […]

  • PCNU-PATI

    Tetes Darah Perjuangan dalam Buku Laskar Ulama-Santri

    • calendar_month Sab, 14 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Salah satu aspek penting dari Nahdlatul Ulama yang wajib diketahui adalah sejarah perjuangan ulama-santrinya. Bukan sejarah arus utama yang kerap dibenturkan kepentingan kelompok tertentu; bukan pula yang ditulis para generasi nasionalis, yang menonjolkan figur utama sejarah sehingga detail sejarah dan tokoh-tokoh lain yang perannya sangat besar nihil disebutkan. Tulisan ini mencoba menerangkan sisi lain sejarah […]

expand_less